
Selesai makan mereka berkumpul diruang keluarga. Daffa masih meminta es krimnya. Untung didalam kulkas ada es krim. Saat Hayati memberinya es krim Daffa sangat senang.
''Oh ya, bundo ada nitip sanjai balado kesukaan uni dan uda'' kata Hayati mengambil salah satu kopernya. Dia mengeluarkan oleh-oleh yang dibawanya dari Bukittingi. Hamka dan Vita sangat senang sekali.
''Besok pagi kamu ikut uda ke rumah makan. Besok uda akan memperkenalkan kamu kepada karyawan disana'' ucap Hamka sambil memakan sanjai yang dibawa Hayati.
''Bagaimana dengan rumah makan uda yang lain?'' tanya Hayati.
'' Kalau rumah makan yang dicabang masing-masing sudah punya manager. Uda hanya sekali seminggu pergi meninjau kesana'' jawab Hamka.
''Ooo''
Mereka bicara santai sambil bercanda melepas rindu selama ini.
......................
Besok paginya Hayati sudah bersiap-siap untuk pergi ke rumah makan milik Hamka. Setelah sarapan Hamka dan Hayati pamit kepada Vita. Daffa juga ikut pergi karna dia tidak mau jauh dari Hayati.
''Mi Ti, kita au ana?'' tanya Daffa.
''Kita mau ke rumah makan milik ayah. Mimi Ati mau kerja'' jawab Hayati saat mereka diperjalanan menuju rumah makan. Hayati duduk disamping Hamka dengan memangku Daffa. Sedangkan Hamka yang menyetir mobil.
''Nanti kalau ada yang tidak kamu tahu tanya saja sama Mira. Kamu hanya perlu duduk dikasir saja. Tapi ingat jangan pergi kemana-mana selama dirumah makan. Uda takut kamu nyasar'' ucap Hamka. Dia sangat kenal sekali sifat Hayati yang tidak betah hanya duduk saja.
''Hehehe, lihat nanti ya'' jawab Hayati sambil tersenyum.
''Afa boyeh kut kelja?'' tanya Daffa.
''Gak boyeh, Affa masih kecil. Lebih baik Affa jagain bunda dan adik dirumah'' jawab Hayati.
''Mi Ti lama keljanya?'' tanya Daffa.
''Tidak, sebentar saja'' jawab Hayati.
Pembicaraan berlanjut dengan banyak pertanyaan dari Daffa. Dan Hayati dengan senang hati menjawabnya. Akhirnya mereka sampai dirumah makan milik Hamka. Rumah makannya termasuk salah satu rumah makan Padang yang terbesar disana.
Setelah memperkenalkan Hayati kepada semua karyawannya. Hamka dan Daffa langsung pulang. Hayati dengan cepat beradaptasi dengan semua karyawan disana. Semua karyawan sangat senang dengan Hayati yang santai dan suka bercanda.
Sementara Dion sudah bersiap-siap untuk pergi kekantornya. Saat turun kelantai satu semua keluarga sedang berkumpul dimeja makan untuk sarapan.
''Sarapan dulu sayang'' panggil Nila.
''Iya ma'' jawab Dion duduk disalah satu kursi meja makan.
__ADS_1
''Bagaimana kondisi hotel kita di Bukittinggi?'' tanya Aditama papa Dion.
''Semua baik pa. Perkembangannya juga bagus. Dion kemaren berencana membuka layanan tour guide untuk tamu kita yang ingin mengelilingi Bukittinggi dan tempat wisatanya'' jawab Dion.
''Apa tempat wisatanya indah-indah kak?'' tanya Demia. Dion terdiam sejenak. Seketika dia terbayang wajah Hayati.
''Kak, kok benggong'' panggil Demia. Dion tersentak.
''Ya wisata disana sangat indah. Kapan-kapan kamu bisa pergi kesana'' jawab Dion.
''Menurut papa ide kamu bagus juga. Apa kamu sudah mendapatkan karyawan untuk itu?'' tanya Aditama
''Belum pa. Sangat susah mencari yang sesuai dengan kriteria aku. Tapi Teguh sedang berusaha mencarinya'' jawab Dion.
''Apa selain pekerjaan tidak ada lagi yang kalian bicarakan dimeja makan?'' tanya oma Yenti.
''Hehe. Namanya laki-laki ya bicara itu ma'' jawab Aditama
''Mia nanti kalau kamu pergi ke Bukittinggi aja oma ya. Oma sudah sangat rindu kampung halaman. Papamu karna sibuk tidak mau diajak pulang kampung'' ucap Oma Yenti tanpa menanggapi jawaban Aditama.
''Iya oma'' jawab Demia.
''Bukan gak mau ma. Tapi kesehatan mama tidak memungkinkan untuk berpergian jauh'' ucap Aditama.
''Ee, kenapa aku dibawa-bawa'' protes Dion.
''Habisnya kamu tidak jelas kapan mau nikahnya. Umurmu tidak muda lagi'' sambung Nila.
''Tama, apa teman-temanmu tidak ada anak gadis yang bisa dijodohkan dengan Dion. Kalau bisa yang sekampung dengan kita'' ucap Oma.
''Hmm'' Aditama berpikir.
''Omaa, aku sudah ada Jessy. Kami pasti akan menikah'' jawab Dion.
''Kapan?'' tanya Oma. Dion terdiam.
''Umur oma mungkin tidak akan lama lagi. Oma hanya ingin melihat kamu berkeluarga sebelum meninggal'' sambungnya lagi.
''Oma jangan bicara seperti itu. Ntar aku akan bicara dengan Jessy'' jawab Dion. Bagaimanapun Dion sangat menyayangi omanya.
''Aku berangkat kekantor dulu'' sambungnya lagi. Setelah pamit Dion pergi keluar rumah. Pak Edi sopir Dion sudah menunggunya untuk pergi kekantor.
Diperjalanan kekantor Dion berusaha menelpon Jessy. Tapi dari semalam Jessy tidak mengangkat ataupun menghubunginya. Karna pagi ini dia ada meeting akhirnya Dion memutuskan untuk memeriksa berkas yang akan dibicarakan dalam meeting nanti.
__ADS_1
Hayati sudah mulai bosan duduk dimeja kasir.
''Huft kalau sampai berbulan-bulan seperti ini bisa ambeien aku duduk terus'' gumam Hayati. Untuk menghilangkan kejenuhannya. Dia ikut membantu pelayan mengantarkan makanan maupun minuman ke meja pelanggan yang datang.
Mira yang melihat sudah melarang Hayati untuk duduk dimeja kasir saja. Dia tidak enak hati melihat Hayati yang adik bos harus bekerja sebagai pelayan. Tapi Hayati tidak peduli.
Saat melihat Andi keluar membawa banyak bungkus nasi Hayati menghampirinya.
''Mau kemana Andi?'' tanya Hayati tersenyum.
''Mau mengantar pesanan nasi bungkus uni'' jawab Andi ramah.
''Mau diantar kemana? Apa kamu bisa membawa sebanyak itu sediri?'' tanya Hayati.
''Bisa uni, Tinggal dimasukan kedalam box makanan ada diatas motor'' jawab Andi. Mulai memasukan bungkusan nasi kedalam box makanan.
''Terus gimana lihat alamatnya?'' tanya Hayati. Andi menunjuk hp yang terpasang dimotor.
''Tinggal lihat map yang ada diponsel'' jawab Andi.
''Kemana pesanan ini diantar?'' tanya Hayati.
''Ke perusahaaan Aditama group bagian personalia'' jawab Andi.
''Coba saya lihat bonnya'' ucap Hayati. Andi mengeluarkan bon yang ada didalam kantongnya. Hayati mulai memikirkan ide konyol untuk menghilangkan rasa jenuhnya.
''Tadi mbak Mira mencari kamu. Coba temui sebentar'' ucap Hayati menyuruh Andi masuk biar dia bisa pergi. Andi awalnya ragu karna sebelum keluar Mira tidak bicara apa-apa. Tapi karna Hayati yang bicara dia menurutinya.
Saat Andi baru sampai dipintu masuk rumah makan.
''Andi tolong bilangin kepada mbak Mira untuk jaga kasir sebentar, dah biar aku yang mengantar pesanannya'' teriak Hayati mengendarai motor pengantar makanan.
Andi yang terkejut berlari mengejar Hayati. Tapi Hayati sudah jauh.
''Aduh mak dikibulin aku, mampus aku kalau sampai ketahuan uda Hamka, Uni Yati yang pergi mengantar pesanan'' ucap Andi memegang kepalanya.
Mira juga berlari keluar rumah makan saat mendengar teriakan Hayati.
''Kenapa bisa begini?'' tanya Mira marah.
''Aku juga tidak menyangka mbak. Uni Yati tadi hanya tanya-tanya saja. Kemudian dia menyuruhku menemui kedalam sebentar. Katanya kamu memcari aku'' jelas Andi.
''Aduh bagaimana ini. Dia baru di Jakarta kalau sampai nyasar bisa dimarahi bos kita'' ucap Mira panik.
__ADS_1
Mereka berdua masuk dengan perasaan yang tak menentu memikirkan Hayati.Sedangkan Hayati dengan hati senang pergi mengantar pesanan.