
Hayati sampai di Panorama. Dia langsung mencari Dea. Ternyata Dea belum datang.
''Pagi Hayatiku sayang'' sapa Yogi tersenyum. Dia teman sama kerja dengan Hayati.
''Pagiiii'' jawab Hayati.
''Sayangnya mana?'' tanya Yogi.
''Tertinggal dijalan tadi'' jawab Hayati serius.
''Siap tertinggal ditabrak bendi lagi. Hancuurrrr hatiku'' ucap Yogi.
''Hahaha, bukan ditabrak tapi diinjak kuda'' jawab Hayati tertawa.
''Oh Hayati. Maukah dikau menjadi pacarku?'' tanya Nanda yang baru datang. Dia bicara sambil bergaya seperti pujangga membaca puisi.
''Tidak karna hati Hayati hanya untuk diriku seorang'' jawab Yogi.
''Bukanya hatimu hancur diinjak kuda?'' Ledek Nanda.
''Biar hancur tapi bisa diperbaiki lagi. Selama Hayati ada disini'' jawab Yogi percaya diri.
''Ekhem. Kalian selingkuh ya?'' Terdengar suara cempreng Dea tiba-tiba.
''Maksud kamu?'' tanya Yogi dan Nanda serentak.
''Kemaren kalian berdua bilang menyukaiku sekarang malah merayu Hayati. Mau dibawah kemana hubungan kita?'' tanya Dea sambil bernyanyi.
''Tidak usah dibawah kemana-mana. Lebih baik kamu berhenti bernyanyi'' jawab Yogi menutup telinganya. Dea segera menepuk pundak Yogi.
''Awww sakit. Kalau terus begini bisa kurus anak Mandeh(ibu). Hayati sayang tolongin dong'' ucap Yogi menjauh dari Dea.
''Haha. Kamu emang yang terbaik De'' ucap Hayati memberi dua jempol tangan kearah Dea.
''Emang enak dicuekin'' ejek Nanda.
''Biarlah dicuekin. Yang penting dapat memandang wajah Hayatiku tiap hari tidak masalah'' jawab Yogi berirama.
''Aduh, aku sampai lupa. Aku mencari Pak Akmal dulu. Nanti kita ngobrol lagi'' ucap Hayati sambil berlari kearah kantor pengurus.
''Kenapa Hayati mencari pak Akmal?'' tanya Nanda heran.
''Aku tidak tahu'' jawab Dea.
''Aku juga'' sambung Yogi.
__ADS_1
''Cie,cie kompak nih'' ejek Nanda.
''Iya dong'' jawab Yogi pede.
''Siapa juga yang mau sama kamu. Disana-sini tebar-tebar sayang'' ucap Dea.
''Seratus buatmu De'' kata Nanda.
''Hmm, kalian gak asyik. Lebih baik aku memandu rombongan itu dulu'' jawab Yogi meninggalkan Dea dan Nanda.
Sementara dihotel Dion ada lima orang turis asing yang ingin pergi ke Panorama. Mereka penasaran ingin melihat lubang jepang. Mereka ingin salah satu staf hotel mengantar dan menemani mereka kesana. Awalnya teguh ingin pergi memandu mereka ke Panorama. Namun Dion yang sedang tidak ada pekerjaan ingin mengantar mereka. Dia menyuruh Teguh menyiapkan laporan tentang hotel agar dia bisa mengeceknya nanti.
Dion dan rombongan turis asing sampai di Panorama. Mereka langsung pergi ke lubang Jepang dan memerlukan tour guide untuk masuk kesana. Dion pergi keruang pengurus tour guide yang berada tidak jauh dari pintu masuk lobang jepang. Disana ada kepala pengurus tour guide.
''Permisi pak'' ucap Dion
''Iya silakan duduk, ada yang bisa saya bantu pak?'' tanya pak Akmal.
''Saya membutuhkan tour guide untuk memandu rombongan saya kedalam lubang jepang'' ucap Dion.
''Di depan pintu masuk lubang jepang sudah ada tour guide berdiri disana'' jawab Pak Akmal.
''Tapi kami tidak melihatnya'' jawab Dion.
''Permisi pak, ada yang mau saya bicarakan dengan bapak'' ucap Hayati. Tadi dia belum sempat bicara karna ada rombongan yang memerlukan tour guide. Hayati juga tidak tahu kalau orang yang duduk didepan pak Akmal adalah Dion.
''Kebetulan kamu sudah selesai. Bapak ini memerlukan tour guide lagi. Nanti saja bicaranya'' jawab pak Akmal.
''Ini tour guide yang akan memandu rombongan anda pak. Namanya...'' ucap pak Akmal terpotong.
''Kamu, Anda'' teriak Dion dan Hayati bersamaan ketika Dion melihat Hayati.
''Kalian sudah saling kenal?'' tanya pak Akmal heran.
''Tidak'' jawab mereka serentak. Hayati membuang mukanya. Dia masih ingat bagaimana angkuhnya laki-laki didepannya ini.
''Apa tidak ada tour guide yang lainnya pak?'' tanya Dion. Dia masih kesal dengan sikap Hayati kemaren.
''Yang lain sedang memandu rombongan pak. Hanya Hayati yang ada'' jawab Pak Akmal tidak mengerti. Selama ini tidak pernah rombongan menolak siapapun tour guide yang akan memandu mereka.
''Tapi rombongan saya ini turis asing pak'' ucap Dion meremehkan Hayati.
''Saya juga tidak sudih memandu rombongan anda'' jawab Hayati tegas.
''Bagus kalau kamu sadar diri'' ucap Dion angkuh.
__ADS_1
''Kebetulan sekali diantara tour Guide yang ada disini. Hayati paling lancar bahasa inggrisnya'' jawab pak Akmal.
''Anak kecil seperti dia bisa apa?'' tanya Dion mengejek. Hayati menatap tajam kearah Dion. Hatinya sangat kesal.
''Hehe, saya maklum kalau anda tidak percaya karna badannya memang mungil. Tapi apa anda tahu walaupun badannya kecil tapi dia lulusan S1 jurusan pariwisata dan dia juga pernah menjadi duta pariwisata untuk kota Bukittinggi'' jelas pak Akmal. Dion merasa tidak percaya dengan ucapan pak Akmal. Tapi melihat rombong turis yang dia bawa sudah mulai gelisah dia menyetujuinya.
''Ok, tapi kalau rombongan saya tidak puas dengan panduan dia saya akan menuntut kalian'' ucap Dion langsung berdiri.
''Kamu pasti bisa Hayati'' ucap Pak Akmal kepada Hayati. Hayati dengan berat hati menyetujuinya. Dia mengikuti Dion berjalan.
Sampai didekat rombongan turis asing Hayati langsung memperkenalkan dirinya dalam bahasa inggris tanpa menunggu persetujuan Dion. Dia dengan lancar bicara kepada para turis membuat Dion terkejut.
Setelah menjelaskan sejarah dari lubang jepang. Hayati membawa mereka masuk kedalam lubang jepang. Dion yang baru pertama kali masuk kesana merasa agak merinding dengan suasana didalam lubang jepang. Tapi karna banyak orang disana dan dia bersama rombongan rasa takutnya mulai berkurang.
Ditambah lagi suara Hayati terus terdengar saat dia menjelaskan setiap ruangan yang mereka lewati membuat hatinya lebih tenang.
''Setiap hari ditempat ini memandu orang apa dia tidak takut?'' batin Dion.
Dia melirik Hayati yang serius menjelaskan tentang lubang jepang kepada turis. Sesaat Dion sempat berpikir melihat sosok yang berbeda dari Hayati dibanding saat mereka pertama kali bertemu. Hayati terus mengejutkannya dengan hal-hal yang tak terduga. Namun karna tingginya ego Dion menepis semua yang dia pikirkan.
Rombongan turis merasa senang dengan penjelasan Hayati. Sesekali Hayati membawa mereka bercanda. Sejam kemudian mereka sudah keluar dari lubang jepang. Hayati yang baru sampai diluar sudah ditunggu Dea dan yang lain.
Setelah pamit kepada rombongan turis Hayati menghampiri Dea dan yang lainnya tanpa melihat kearah Dion.
''Sudah selasai sayang?'' Teriak Yogi. Dion yang mendengar ucapan Yogi melihat kearahnya dengan pandangan yang tidak dapat diartikan.
Plak, satu pukulan mendarat dipundak Yogi.
''Siapa yang menjadi sayangmu sekarang hah?'' tanya Dea. Hayati tertawa melihat Yogi meringis kesakitan.
''Aku mau bertemu pak Akmal dulu'' ucap Hayati.
''Kamu mau ngapain bertemu pak Akmal sih?'' tanya Dea penasaran.
''Nanti aku ceritakan'' jawab Hayati berjalan meninggalkan Dea dan yang lainnya.
''Hei tunggu'' panggil Dion ragu. Karna tidak memanggil namanya Hayati tetap berjalan.
''Hayati tunggu sebentar'' Dion meninggikan suara. Dea yang berdiri disana melihat kearah Dion.
''Uda ganteng'' ucapnya tiba-tiba tesenyum penuh kekaguman melihat Dion.
Hayati berhenti melangkah dan membalikan badan.
''Ada apa?'' tanya Hayati malas.
__ADS_1