Cinta Dibawah Jam Gadang

Cinta Dibawah Jam Gadang
38. Ingin Bertemu Hayati


__ADS_3

Mobil mereka sampai didepan sebuah rumah makan. Dion terkejut saat keluar dari mobil. Karna dia tahu sekali rumah makan ini tempat Hayati bekerja.


''Kamu yakin kita akan makan disini?'' tanya Dion.


''Yups, aku penasaran bagaimana rasanya masakan disini. Sampai oma dan tante mengatakan enak'' Alasan Joshua. Sebenarnya dia hanya ingin bertemu Hayati. Dia berjalan masuk. Dion tidak mau bertanya lagi. Pikirannya masih pusing karna Jessy. Dia ikut masuk diikuti Rahmat.


Para karyawan terbengong melihat tiga orang laki-laki tampan masuk kedalam rumah makan. Terutama karyawan cewek mereka sampai tidak bisa melepaskan pandangan dari mereka bertiga.


'' Apa mereka artis. Aduh keren dan tampan sekali'' puji salah satu karyawan cewek.


''Ayo cepat kerja, jangan benggong'' teriak Mira. Walaupun tidak bisa dipungkiri dia juga mengagumi ketampanan ketiga laki-laki itu. Tapi dia yang bertanggungjawab atas rumah makan.


Dion, Joshua dan Rahmat memilih untuk duduk diruang VIP. Joshua melihat sekeliling rumah makan sebelum mereka masuk kedalam ruang VIP.


''Kenapa dia gak kelihatan ya?'' tanya Joshua pelan. Masih lihat keluar ruangan. Kebetulan separuh dinding terbuat dari kaca. Sehingga mereka bisa melihat keluar ruangan.


''Kamu cari siapa Jo?'' tanya Rahmat. Dion bersikap tidak peduli. Dia memilih untuk memainkan ponselnya.


''Apa urusannya sangat mendesak sampai dia tidak masuk kerja'' batin Dion


Mira masuk ke tempat mereka. Biasanya dia bagian untuk melayani tamu VIP.


''Siang pak, mau pesan sekarang atau nanti?'' tanya Mira sopan.


''Pesan sekarang saja. Tapi sebelum itu boleh saya tanya'' jawab Joshua. Dion masih sibuk dengan ponselnya.


''Ya boleh'' jawab Mira.


''Karyawan yang bernama Hayati tidak masuk ya?'' tanya Joshua langsung.


''Huk,huk,huk'' Rahmat terbatuk saking kagetnya mendengar Joshua menanyakan Hayati. Dion masih tidak peduli.


''Kamu kenal dengan Hayati?'' tanya Rahmat.


''Ya, bang Rahmat kenal juga?'' Joshua balik bertanya. Rahmat mengangguk kepala dan melihat kearah Dion.


''Jangan bawa-bawa aku'' Ucap Dion cuek.


''Maaf, Hayati bukan karyawan disini'' jawab Mira juga kaget orang setampan mereka kenal dan menanyakan Hayati. Joshua mengrenyitkan keningnya tidak mengerti.


''Bukan karyawan disini? tapi dia beberapa kali mengantar nasi ke perusahaan kami'' jawab Rahmat cepat.


''Iya, kerumah oma saya dia juga yang antar nasi dari rumah makan disini. Kalau tidak percaya ini kartu nama yang dia tinggalkan'' sambung Joshua mengeluarkan kartu nama rumah makan.


''Maksud saya dia bukan karyawan disini tapi dia adik yang punya rumah makan ini'' jawab Mira.

__ADS_1


''Apaaa...?'' ucap Joshua dan Rahmat serentak karna terkejut. Ponsel Dion sampai terjatuh karna kaget mengetahui tentang Hayati.


''Pantasan dia berlagak sombong bahkan sampai mau menyedekahkan pesanan nasi yang aku beli. Berapa banyak lagi rahasia yang dia sembunyikan'' batin Dion.


''Aduh, kami sudah salah menduga selama ini. Bahkan bos selalu memperlakukannya tidak baik. Tapi kenapa dia mau mengantar makanan dan juga memakai baju seperti karyawan lain?'' batin Rahmat.


''Berarti dia sedang liburan sekolah disini bukan kerja. Oma dan tante pasti salah mengira seperti aku juga'' batin Joshua.


Mereka hanyut dalam pikiran masing-masing. Mira sampai heran melihatnya.


''Maaf pak, jadi pesan makanan tidak?'' tanya Mira setelah beberapa menit tidak ada juga yang bicara.


''Eeh jadi, tapi kenapa dia mau mengantar makanan kepelanggan?'' tanya Joshua cepat.


''Iya, bahkan dia juga memakai baju seperti karyawan disini'' sambung Rahmat. Dion hanya nyimak saja. Dia malas untuk bertanya.


''Itulah Hayati, orangnya tidak bisa diam. Disini dia juga sering membantu pekerjaan karyawan lain. Padahal dia hanya disuruh untuk jaga kasir saja oleh kakaknya. Tapi dia tidak mau. Hari pertama dia disini saja, karna bosan dia nekat melarikan motor karyawan yang akan mengantar makanan ke sebuah perusahaan. Padahal dia tidak hafal jalan disini. Jangankan kami kakaknya sendiri tidak bisa menghentikannya'' jelas Mira dengan bangganya. Joshua dan Rahmat sampai tercenggang mendengar cerita Mira.


''Emang anak kecil yang unik'' gumam Joshua.


''Karna dia tidak ingin berbeda dengan karyawan disini. Makanya dia pakai baju seragam yang sama dengan karyawan'' lanjutnya.


''Hamka itu kakaknya yang punya rumah makan ini ya?'' tanya Joshua. Dion dan Rahmat melihat kearah Joshua.


''Kamu kenal kakak Hayati?'' tanya Rahmat.


''Ok. Hidangkan saja semua makanan yang terenak disini'' ucap Joshua.


''Baik pak. Saya permisi dulu'' jawab Mira keluar dari sana.


''Kamu kenal dimana dengan kakak Hayati?'' tanya Dion penuh selidik.


''Saat aku menolongnya malam itu. Kakaknya yang bernama Hamka datang menjemput'' jawab Joshua santai. Dia merasa senang bisa mengenal Hayati.


''Oh ya satu lagi. Dia bukan anak kecil'' ucap Dion tiba-tiba. Dia juga tidak mau kalah dari Joshua.


''Maksud kakak?'' tanya Joshua.


''Umurnya sudah dua puluh tiga tahun. Kamu hanya tua satu tahun darinya'' jawab Dion.


''Apaa?'' kata Joshua dan Rahmat serentak. Dion senang melihat reaksi mereka. Dia sampai melupakan sejenak masalahnya.


''Emang hanya kamu saja yang tahu tentang Hayati'' batin Dion.


''Kakak tahu darimana?'' tanya Joshua tidak percaya.

__ADS_1


''Hmm'' Dion tidak menjawab.


''Paling kakak hanya menerka saja'' ejek Joshua.


''Terserah kamu percaya atau tidak'' jawab Dion cuek. Dia kembali memainkan ponselnya. Rahmat hanya bisa garuk kepala karna hanya dia yang tidak mengetahui tentang Hayati.


''Hmm, bagaimana aku akan bersaing dengan mereka berdua untuk mendekati Hayati'' batin Rahmat pesimis.


Saat Mira pergi menyuruh karyawan yang lain menghidangkan semua makanan yang enak disana. Beberapa karyawan cewek menghampirinya.


''Kok lama sekali didalam sana mbak?'' tanya mereka.


''Kami iri sekali mbak bisa ngobrol dengan cogan-cogan kaya seperti mereka''


''Hmm, terus kalian ngapain ngumpul disini? Kerja sana'' perintah Mira.


''Ya, kami hanya ingin tahu saja apa yang mbak bicarakan dengan mereka'' jawab mereka.


''Yang jelas bukan membicarakan kalian'' jawab Mira.


Hayati dan Hamka sampai didepan rumah makan. Karna Hayati mau mengambil buku laporan penjualan yang ada disana untuk dikerjakan dirumah.


''Mbak Mira'' teriak Hayati masuk kedalam rumah makan bersama Hamka.


Dion, Joshua dan Rahmat melihat kearah suara Hayati. Dion sampai kaget melihat laki-laki yang bersama Hayati.


''Nah, itu Hamka kakaknya Hayati'' ucap Joshua semangat. Dia berdiri ingin menghampiri Hayati. Dion terkejut lagi mendengar ucapan Joshua.


''Bukannya laki-laki itu yang bersamanya waktu diMall. Berarti selama ini aku sudah salah sangka'' Batin Dion


'' Kamu mau kemana?'' tanya Dion. Matanya masih melihat Hayati.


''Dia kelihatan lelah'' gumamnya.


''Apa kak?'' tanya Joshua.


''Duduk, kamu mau buat malu menghampiri cewek dan mengatakan kamu makan disini untuk menemuinya'' Kata Dion.


''Tapi emang kenyataan aku kesini mau lihat dia'' jawab Joshua kembali duduk.


''Gak boleh menemuinya'' ucap Dion tegas.


''Kenapa?'' tanya Joshua heran.


Rahmat jadi pusing melihat perdebatan mereka berdua. Sementara Hayati dan Hamka sudah keluar dari rumah makan dan pergi.

__ADS_1


''Ya, gara-gara kakak. Dia jadi pergi dan aku gak bisa menemuinya'' gerutu Joshua. Dion tidak menanggapinya. Dia kembali menatap layar ponselnya seolah tidak mendengarkan gerutuan Joshua.


__ADS_2