
Dion memberhentikan mobilnya didepan food court. Hayati terheran melihat mobil berhenti tiba-tiba.
''Kita makan dulu'' ucap Dion membuka seat beltnya.
''Saya tidak lapar'' kata Hayati.
''Tapi saya lapar. Dari tadi siang belum makan'' jawab Dion keluar dari mobil. Hayati terpaksa ikut turun.
''Anda tidak dengar kata dokter hari itu. Kalau anda tidak boleh telat makan. Untung kita aman selama perjalanan tadi. Kalau anda sampai tidak konsentrasi membawa mobil karna maag anda kambuh bisa bahaya...'' omel Hayati mencoba mengejar Dion yang sudah lebih dulu berjalan.
''Karna itu saya mengajak kamu makan dulu. Kamu kalau bicara tidak bisa singkat saja?'' tanya Dion berhenti berjalan.
''Aduh'' Hayati memegang keningnya yang menabrak pundak Dion karna berhenti mendadak.
''Makanya jalan pakai mata bukan pakai mulut'' ledek Dion kembali berjalan. Hayati hanya bisa memonyongkan mulutnya meniru ucapan Dion tanpa suara.
Mereka berdua duduk disalah satu meja kosong. Suasana malam lumayan rame. Mungkin karna sedang malam minggu.
''Kamu mau pesan apa? kebanyakan masakan disini adalah seafood. Dan semua bahan disini segar-segar'' ucap Dion. Hayati melihat kearah stand tempat penjual makanan. Benar saja disana menunya kebanyakan seafood.
''Anda saja yang pesan. Saya tidak bisa makan Seafood'' jawab Hayati.
''Kenapa?'' tanya Dion mengrenyitkan keningnya.
''Saya alergi seafood'' jawab Hayati.
''Kelihatan disana ada yang jual nasi goreng. Kamu mau?'' tanya Dion.
''Pasti nasi goreng seafood'' ucap Hayati geleng kepala.
''Ada selain seafood'' jawab Dion.
''Ok, tapi yang pedas ya. Minumnya teh es saja'' jawab Hayati semangat.
''Hmn, katanya tidak lapar. Tapi paling semangat untuk pesan'' ledek Dion.
__ADS_1
''Hehehe'' Hayati hanya menyeringai.
Dion pergi memesan makanan untuknya dan Hayati. Sedangkan Hayati lebih memilih duduk sambil memainkan ponselnya. Dia sudah mengirim pesan kepada Hamka akan pulang agak telat dengan alasan motor mogok.
''Sayang, lihat siapa ini? Apa dia belum bisa move on dari kamu sampai dia mengejarmu kesini'' kata seorang cewek yang berdiri didepan Hayati. Hayati mengangkat kepalanya. Seketika wajahnya berubah melihat siapa yang berada didepannya. Ternyata Syaiful dan istrinya Nelly. Mereka berdua berdiri dengan mesranya. Membuat Hayati jijik melihatnya.
''Dunia sempit sekali malah ketemu sama dua manusia ini'' batin Hayati.
''Segitu cintanya kamu sama aku sampai kamu mengejarku kesini Yati? Kamu masih tidak terima aku sudah punya istri'' ucap Syaiful mengejek.
''Iya sayang,lihat pakaiannya. Sepertinya dia baru pulang bekerja. Hei Hayati kau harus sadar diri jangan terus mengharapkan uda Syaiful kembali kepada kau. Sekarang sedang musim pelakor'' hina Nelly. Hayati menghela nafas.
''Hmm, sudah selesai bicara. Sekarang bisa pergi dari sini? Membuat saya mau muntah saja'' ucap Hayati santai sambil mengipaskan tangannya setelah itu dia kembali memainkan ponselnya.
''Apa kamu bilang? Sayang lihat dia menghina kita. Pokoknya aku tidak mau tahu aku mau duduk dimeja ini. Nanti anak kita bisa sedih kalau aku sedih'' rengek Nelly. Hayati yang mendengarnya serasa mau muntah. Apalagi melihat sikap sok manja Nelly. Dia masih berusaha sabar.
''Iya sayang kamu tenang saja'' bujuk Syaiful sambil mengelus kepala Nelly.
''Kamu dengar Yati, istri saya mau duduk disini. Kamu cari tempat lain saja. Lagi pula kamu datang kesini juga sendiri'' usir Syaiful dengan kedua tangannya dipinggang.
''Sayang'' rengek Nelly.
''Cepat pergi dari sini'' bentak Syaiful berusaha menarik tangan Hayati dengan kuat. Hayati melepaskan tangan Syaiful dari tangannya. Orang-orang yang berada disana melihat kearah mereka.
''Dia pelakor. Dia bahkan mau mengoda suami saya'' teriak Nelly menunjuk Hayati.
''Cih...'' Hayati menatap jijik kearah mereka berdua. Dia tidak percaya Nellya akan berkata seperti itu. Bahkan sebagian cewek-cewek disana melihatnya dengan tatapan tidak suka.
''Siapa yang kamu katakan pelakor haa?'' Tanya Dion tiba-tiba berdiri di belakang Hayati.
''Siapa kamu ikut campur urusan kami?'' tanya Syaiful tidak senang. Apalagi diamerasa Dion lebih tampan darinya. Nelly berusaha tersenyum centil saat melihat Dion. Dia langsung menyukai wajah tampan Dion.
''Hmm, saya pacarnya Hayati'' kata Dion santai memegang pundak Hayati. Syaiful dan Nelly terkejut. Apalagi Hayati hatinya sampai mengumpat Dion.
''Aaah, seenaknya dia bilang aku pacarnya. Kejedot dimana kepalanya tadi'' umpat Hayati
__ADS_1
''Yang benar saja. Masak Hayati bisa mendapatkan pengantiku secepat ini. Pasti akalannya saja biar aku cemburu. Apalagi tampilannya seperti orang kaya''batin Syaiful menatap tidak suka Dion.
''Tidak mungkin dia punya pacar seperti kamu. Dia tidak bisa melupakan saya. Karna dia cinta mati sama saya'' ucap Syaiful dengan pedenya.
''Sayang, benar yang dikatakanya kamu tidak bisa move on darinya?'' tanya Dion lembut. Membuat Hayati merinding. Dia menghela nafas melihat kelakuan mereka.
''Ya tidaklah. Mangga kalau sudah busuk tidak mungkin dipungut lagi'' jawab Hayati menatap tajam Syaiful.
''Apa katamu?'' tanya Syaiful marah. Hayati mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
''Belum jelas juga. Pantang bagi saya mengambil kembali sesuatu yang sudah kadarluarsa. Dan kamu Nelly lebih baik jaga suamimu. Karna karma seorang yang menjadi selingkuhan akan diselingkuhi'' kata Hayati tajam. Nelly mengepal tangannya. Dia ingin sekali menampar wajah Hayati saat itu juga.
''Kau...'' Nelly mengangkat mau menampar Hayati.
''Kalau kamu berani menamparnya. Saya laporkan polisi'' ancam Dion menatap tajam Nelly.
''Ayo kita pergi saja'' ajak Syaiful menarik tangan Nelly. Awalnya Nelly tidak mau. Tapi saat melihat tatapan Dion dia akhirnya pergi dengan membentakan kaki. Irang
Hayati kembali duduk dengan wajah kesal. Nafsu makan jadi hilang setelah bertemu kedua orang tersebut. Hatinya yang sakit karna dikhianati Syaiful kembali terasa. Seolah luka yang sudah mengering kembali berdarah lagi. Dan luka itu diasami dengan penghinaan mereka hari ini. Dion memperhatikan raut kesal Hayati.
''Jadi pria tadi yang membuat kamu menangis waktu itu?'' tanya Dion.
''Hmm...'' Hayati tidak menjawab.
''Hanya karna pria seperti itu kamu sampai menangis seperti itu. Kirain saya kamu menangisi orang yang lebih ganteng dari saya'' ledek Dion.
''Saya gak ingin membahasnya'' jawab Hayati dingin.
''Hoho, ada yang belum bisa move on'' Dion masih meledek Hayati.
''Siapa bilang? Saya hanya tidak percaya saja sama laki-laki dan cinta yang mereka tawarkan. Dan saya juga tidak ingin mengingatnya lagi'' jawab Hayati.
Dion terdiam. Sebenarnya dia sendiri juga belum bisa melupakan Jessy. Padahal Jessy juga selingkuh darinya dan pergi meninggalkannya. Mereka berdua larut dalam pikiran masing-masing.
Makanan yang dipesan Dion datang. Dia memesan nasi goreng seafood dengan orange jus untuknya. Sedangkan Hayati nasi goreng biasa dengan teh es.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama Hayati langsung memakan nasi gorengnya. Dion juga langsung makan karna perutnya emang sudah sangat lapar. Hayati makan dengan lahap. Setiap ada masalah nafsu makannya akan meningkat. Begitu caranya melupakan masalah. Dion sampai tercenggang melihat Hayati makan dengan cepat.