Cinta Dibawah Jam Gadang

Cinta Dibawah Jam Gadang
42. Syaiful Dipecat


__ADS_3

Demam Hayati sangat tinggi membuat Hamka cemas. Apalagi Hayati tidak mau dibawa ke rumah sakit. Akhirnya Hamka memanggil dokter kenalannya untuk datang ke rumah.


''Apa dia ada alergi dengan makanan?'' tanya dokter.


''Iya dok, dia alergi dengan seafood'' jawab Hamka. Dia tidak tahu kalau Hayati hari ini makan udang. Hayati tidak memberitahunya. Dia hanya mengatakan kepalanya pusing saja.


''Kemungkinan adik anda makan seafood hari ini dan menyebabkan alerginya kambuh. Panas badannya efek dari alergi tersebut selain dari bintik-bintik merah yang timbul'' jelas dokter.


''Terus apa bisa membahayakannya dok?'' tanya Hamka makin cemas.


''Saya akan memberikan obat untuk menurunkan panasnya. Anda tidak perlu cemas. Untungnya adik anda sudah minum obat alergi. Dia hanya perlu istirahat saja'' jawab Dokter.


''Makasih dok'' ucap Hamka lega.


Setelah selesai memeriksa Hayati dokter pamit pulang. Hamka mengantarnya keluar. Hayati juga sudah tidur setelah dokter memberikan obat kepadanya.


Keesokan paginya panas Hayati sudah turun. Tapi dia tidak diperbolehkan Hamka untuk pergi ke rumah makan hari ini. Dia disuruh istirahat saja di rumah.


''Kenapa kamu bisa makan seafood tadi malam?'' tanya Hamka.


''Hehe, Yati beli nasi goreng. Tidak tahu kalau didalamnya ada udang yang dipotong kecil-kecil'' jawab Hayati garut kepala yang tidak gatal. Dia tidak mau menceritakan apa yang terjadi tadi malam kepada Hamka. Bisa mengamuk Hamka mencari Syaiful. Hayati tahu Hamka kalau sudah marah sangat mengerikan.


''Ya udah. Kamu istirahat dulu. Lain kali kalau beli makanan harus lebih hati-hati'' ucap Hamka mengusap kepala adiknya.


''Miti...'' teriak Daffa dari depan pintu kamar Hayati.


''Jangan lari sayang. Ntar kamu jatuh'' kata Vita berjalan cepat mengejar Daffa.


''Miti napa?'' tanya Daffa naik keatas tempat tidur Hayati.


''Miti sakit sayang. Lebih baik kita biarkan Miti bobok dulu ya'' jawab Hamka. Daffa terlihat sedih.


''Pat mbuh ya'' kata Daffa. Hayati hanya tersenyum melihat wajah gembul Daffa.


Hamka membawa Daffa keluar kamar Hayati. Vita duduk ditepi tempat tidur Hayati.

__ADS_1


''Gimana kondisi kamu sekarang dek?'' tanya Vita meletakan tangannya di kening Hayati.


''Yati sudah mendingan Uni. Paling besok sudah pulih kembali'' jawab Hayati.


''Ya udah kamu istirahat dulu. Uni mau turun kebawah'' ucap Vita melihat Hayati sudah mengantuk.


''Iya'' jawab Hayati mengangguk. Setelah Vita keluar kamar dia juga langsung tidur. Karna matanya sangat mengantuk setelah minum obat.


Sementara Dion sampai dikantornya. Banyak pekerjaan yang harus dia lakukan hari ini. Rahmat juga mengatakan ada jadwal peninjauan pabrik makanan dan minuman hari ini. Pabrik yang mau mereka tinjau sedang ada masalah.


Dion dan Rahmat sampai di pabrik. Hari ini dia ingin melihat langsung produksi makanan dan minuman. Sebagian besar hasil produksi dijual di mall milik mereka.


Semua karyawan menyambut kedatangan Dion dan Rahmat dengan hormat. Kepala pabrik dan wakilnya menyambut kedatangan Dion.


Saat Dion bertemu dengan wakil kepala pabrik dia mengerutkan keningnya. Emosinya seketika naik.


''***Hmm, bukannya dia mantan cewek aneh. Ternyata dia bekerja disini, menarik'' batin Dion dengan seringai jahatnya.


''Mati aku. Dia orang bersama Hayati tadi malam. Ternyata dia yang punya pabrik ini. Kenapa mereka bisa kenal?'' batin Syaiful***.


'' Saya datang kesini untuk peninjauan. Apalagi berdasarkan laporan yang saya terima produksi pabrik akhir-akhir ini menurun. Sedangkan pembelian bahan baku meningkat. Apa ada yang bisa menjelaskan kepada saya?'' tanya Dion penuh penekanan. Semua orang di sana terdiam. Mereka merasa takut dengan tatapan dingin Dion.


''Kamu bisa menjelaskan kepada saya? Apa jabatan kamu disini?'' lanjut Dion melihat kearah Syaiful.


''S-saya wakil kepala pak'' jawab Syaiful gugup.


''Jabatan kamu cukup tinggi. Berarti kamu bisa menjelaskan sekarang kepada saya'' kata Dion menatap tajam Syaiful.


''Semua karna bahan-bahan baku harganya naik pak. Kami sedang mengusahakan untuk mencari distributor yang menjual bahan baku lebih murah dari tempat kita mengambil sekarang. Sehingga untuk sementara produksi barang kita batasi sampai kita memperoleh bahan baku dengan harga seperti semula'' jelas Syaiful.


''Ternyata dia lumayan juga. Pantas cewek aneh itu pernah menyukainya. Tapi dia dan istrinya telah membuat cewek aneh alergi makanan'' batin Dion menatap tidak suka.


''Ok, saya akan langsung meninjau pabrik. Saya mau kamu yang menemani saya berkeliling'' ucap Dion.


''B-baik pak'' jawab Syaiful gugup.

__ADS_1


''Pak Anwar silahkan siapkan laporan tentang pabrik semuanya hari ini. Saya akan memeriksa setelah selesai berkeliling'' kata Dion kepada kepala pabrik.


''Baik pak'' jawab Anwar.


Dion masuk kedalam pabrik di ikuti Rahmat dan Syaiful.


''Kenapa kamu menundukkan kepala terus? Padahal tadi malam kamu sangat arogan sekali'' tanya Dion saat mereka berjalan keliling pabrik.


''Maaf saya pak. Saya tidak tahu kalau anda CEO disini'' jawab Syaiful masih menunduk. Dia takut kalau Dion akan memecatnya. Rahmat yang tidak memahami situasinya hanya diam saja.


''Hmm, Apa kamu tidak ingin tahu apa yang terjadi dengan Hayati setelah kalian mencampurkan udang kedalam makanannya?'' tanya Dion penuh penekanan. Deg, jantung Syaiful berdetak kencang. Dia tidak menyangka Dion akan mengetahui kalau semua perbuatan istrinya. Rahmat melihat kearah Dion saat dia menyebut nama Hayati.


''Kenapa kamu diam. Padahal kamu cukup berani mencelakainya?'' tanya Dion memberhentikan jalannya dan menatap tajam Syaiful. Syaiful menggigil ketakutan.


''Maaf saya pak. Istri saya khilaf tadi malam'' jawab Syaiful memohon.


''Cih, sekarang baru kamu memohon. Ketika kamu melakukannya apa kamu tahu bagaimana menderitanya Hayati karna kalian?'' tanya Dion.


''Saya janji tidak akan mengulangi lagi pak'' kata Syaiful masih memohon.


''Hmm, kamu seharusnya tidak meminta maaf kepada saya. Orang yang kamu sakiti bukan saya'' ucap Dion kembali berjalan.


''Saya bisa saja membawa kamu ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan semuanya. Karna secara tidak langsung kamu juga memfitnah saya'' lanjutnya.


''Jangan bawa saya kekantor polisi pak. Istri saya sekarang sedang hamil'' kata Syaiful memohon.


''Istri yang kamu dapat setelah mengkhianatinya'' sindir Dion. Syaiful terdiam walaupun hatinya marah mendengar sindiran Dion tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.


''Saya tidak suka seorang pengkhianat. Siapa tahu kamu juga akan mengkhianati pabrik ini nantinya. Mulai hari ini kamu saya pecat'' ucap Dion tegas. Syaiful membatu mendengar ucapan Dion.


''Jangan pecat saya pak. Saya tidak akan mengkhianati anda. Saya janji pak'' mohon Syaiful.


''Kamu urus dia. Bayar gajinya bulan ini dan pastikan dia segera keluar dari pabrik ini'' kata Dion kepada Rahmat tanpa menghiraukan Syaiful.


''Kamu pantas mendapatkannya'' batin Dion menatap dingin Syaiful.

__ADS_1


Dion berjalan meninggalkan Syaiful yang masih memohon kepadanya. Dia berusaha mengejar Dion. Tapi Rahmat dengan cepat menarikannya keluar pabrik. Membuat semua karyawan yang ada di sana melihat mereka.


__ADS_2