
Kesokan harinya saat Dion pergi kekantor dia melewati rumah makan tempat Hayati bekerja. Dia tidak sengaja melihat Hayati sedang menyiram bunga yang ada dihalaman depan rumah makan. Hayati menyiram bunga sambil bernyanyi lagu Purnama Merindu dari Siti Nurhaliza. Sebenarnya Dion juga tidak tahu Hayati bekerja disitu kalau tidak melihatnya diluar rumah makan.
Entah kenapa Dion menyuruh sopirnya berhenti sebentar. Dia berada diseberang jalan dari tempat Hayati. Dia memperhatikan Hayati dari dalam mobilnya.
''Apa benar dia yang menolong oma?'' tanya Dion.
''Saya tidak tahu pak'' jawab Sopir.
''Hmm, saya tidak bertanya kepadamu. Lebih baik diam'' ucap Dion dingin.
''Emang cewek yang aneh, bisa-bisanya dia bergoyang sambil nyiram bunga. Apa bosnya tidak akan marah. Gue heran kenapa dia mau bekerja menjadi pelayan rumah makan. Padahal kerjaannya yang lama bagus. Apa gue tawarin aja dia bekerja dihotel yang ada di Bukittinggi. Menurut Teguh dia belum menemukan tour Guide yang sesuai dengan kriteria gue. Tapi nanti dia malah besar kepala'' gumam Dion melihat kearah Hayati.
Hayati yang sedang asyik menyiram bunga tidak mengetahui kalau ada orang memperhatikannya.
''Kenapa bulu kuduk merinding. Apa ada orang yang ngomongin aku ya'' gumam Hayati memegang kuduknya. Setelah itu dia lanjut lagi menyiram bunganya.
''Jalan pak'' perintah Dion kepada sopirnya. Dia masih ingat bagaimana omanya memuji Hayati malam tadi.
''Apa yang harus gue lakukan supaya tidak berhutang budi kepadanya. Karna dia sudah menolongi oma'' gumam Dion. Dia berpikir apa yang harus dia lakukan. Harga dirinya yang terlalu tinggi tidak terima harus berhutang budi kepada Hayati. Apalagi dari awal mereka memang sudah tidak akur.
Sampai dikantor Dion langsung keruangannya. Dia meminta sekretarisnya menyuruh Rahmat untuk datang keruangannya. Tidak lama Rahmat masuk kedalam ruang Dion.
''Anda memanggil saya pak?'' tanya Rahmat.
''Iya, ada yang ingin saya omongin'' kata Dion.
''Apa pak?'' tanya Rahmat.
''Tentang orang yang sudah menolong oma. Saya ingin membalas budinya. Bagaimana menurutmu apa yang bagus kita lakukan?'' tanya Dion.
''Kita beri saja dia uang'' jawab Rahmat cepat.
''Menurut saya dia tidak akan mau menerima. Karna dia orang yang aneh'' ucap Dion.
''Aneh gimana pak?'' Rahmat penasaran.
''Ya aneh pokoknya'' jawab Dion kesal. Dia juga tidak bisa menjelaskan anehnya Hayati kepada Rahmat.
''Anda kenal dengan orang yang menolong oma?'' tanya Rahmat.
''Ya, dia cewek pengantar makanan padang waktu itu'' jawab Dion.
''Oooo Hayati'' kata Rahmat semangat.
''Kamu sampai hafal namanya'' ucap Dion tidak senang.
__ADS_1
''Ya namanya unik pak. Jadi sekali dibilangin langsung ingat dikepala saya, hehe'' jawab Rahmat.
''Kalau saya lihat dia anak yang imut dan cantik tidak ada aneh-anehnya. Kenapa anda harus mengatakannya aneh?'' sambungnya lagi. Dion mendengus mendengar ucapan Rahmat. Rahmat langsung diam.
''Saya gak perlu pendapatmu tentangnya. Yang penting sekarang bagaimana caranya kita membalas budinya?'' tanya Dion meninggi.
''Lebih aneh kamu daripada dia''batin Rahmat.
''Hmm, bagaimana kalau kita memesan nasi kepada mereka untuk seratus orang karyawan. Menurut saya itu sudah cukup pak'' jawab Rahmat.
''Mm, saya tidak mau nanggung-nanggung memesannya. Pesan semua makan yang ada disana sampai habis. Biar dia tahu kalau saya tidak mau hutang budi kepadanya. Dan kamu harus menyuruhnya yang mengantar langsung dan mengambil uang pembayaran pesanan kepada saya'' kata Dion sombong.
''Anda yakin ingin bertemu dengannya? Bukannya anda bilang dia aneh dan anda membencinya?'' tanya Rahmat penuh selidik.
''Dia harus tahu kalau saya sudah melunasi semua hutang budi terhadap oma'' jawab Dion yakin.
''Ok pak. Biar saya pesankan sekarang'' ucap Rahmat. Kemudian dia pamit untuk pergi keruangannya.
Hayati yang sedang duduk dimeja kasir dipanggil Andi karna ada telepon untuknya.
''Hallo'' jawab Hayati.
''Apa benar saya bicara dengan Hayati?''
''Ya saya sendiri. Ada yang bisa saya bantu?''
''Oo uda, iya Yati ingat. Apa kabar uda? Tumben menelpon kesini?''
''Kalau menelpon ke nomormu uda tidak punya. Hehee''
''Hehe, ada apa mencari Yati uda?''
''Karna uda kangen kamu, hehe bercanda. Kebetulan bos uda mau memesan nasi dirumah makan kamu untuk karyawan perusahaan'' ucap Rahmat.
''Bisa, mau berapa porsi uda?'' tanya Hayati.
''Semua yang ada''
''Apa? uda yakin sebanyak itu?'' tanya Hayati kaget. Hampir saja teleponnya terjatuh.
''Ya, bos mintanya kamu yang mengantar dan mengambil uang pembayarannya langsung''
''Tumben bos uda baik? Dalam rangka apa dia mau memesan nasi dirumah makan saya?'' tanya Hayati penuh selidik.
''Saya tidak bisa jelaskan sekarang. Kamu antar saja sebelum jam makan siang. Ntar dia yang akan menjelaskan. Udah dulu yah''
__ADS_1
Panggilan dimatikan.
Hayati masih berdiri tidak percaya. Sampai Mira menghampirinya.
''Kok diam Yati?'' tanya Mira.
''Itu, ada yang pesan nasi bungkus dadakan'' kata Hayati.
''Terus apa yang masalahnya? Biasanya juga gitu'' tanya Mira heran.
''Masalahnya dia menyuruh kita membungkus semuanya sampai makanan yang kita jual habis'' jawab Hayati.
''Apa? kamu serius?'' tanya Mira tidak percaya.
''Iya, mereka minta diantar sebelum makan siang. Apa bisa?'' tanya Hayati.
''Bisa'' teriak semua karyawan semangat. Mereka merasa gembira karna bisa pulang lebih awal hari ini.
''Kita harus antar kemana?'' tanya Mira.
''Ke Perusahaan Aditama group'' jawab Hayati.
''Hmm, tumben perusahaan tersebut memesan banyak. Kamu yakin bukan penipuan?'' tanya Mira.
''Iya, sangat yakin. Karna yang menelponnya Asisten bos mereka'' jawab Hayati.
''Darimana kamu tahu dia asisten bos disana?'' tanya Mira masih belum yakin.
'' Karna saya pernah bertemu dengannya'' jawab Hayati.
''Kapan?'' tanya Mira tidak percaya.
''Ketika mengantar pesanan waktu itu. Namanya uda Rahmat dia orang Bukittinggi juga tapi besar disini''jawab Hayati.
''Aduh,duh. Ternyata kamu membawa hoki bagi rumah makan kita. Bisa kenal dengan asisten ceo disana. Dan sekarang kita mendapatkan orderan yang belum pernah kita dapatkan selama ini'' puji Mira senang dan semangat.
''Kalau mbak Mira tahu aku kenal dengan Ceonya apalagi sampai kami bertengkar bisa jantungan dia''batin Hayati.
Hayati hanya tersenyum mendengar pujian dari Mira.
''Dan mereka meminta saya yang akan mengantarkan. Terus saya juga yang akan menagih uang pembayarannya'' ucap Hayati
''Ok, tidak apa-apa. Nanti kita akan mengantar dengan mobil yang biasa dipakai untuk belanja keperluan'' jawab Mira.
''Ya terserah. Saya mau memutar tanda close dulu. Agar orang tidak datang dan masuk untuk makan disini'' ucap Hayati.
__ADS_1
''Ok, kami akan mulai membungkus nasinya sekarang'' jawab Mira. Dia mulai menyuruh bagian membungkus nasi untuk bekerja. Dibantu karyawan lainnya. Sedangkan Hayati masih memikirkan kenapa Dion mau memesan nasi ditempatnya.
Apalagi terakhir mereka bertemu Dion melarang karyawannya untuk membeli nasi diluar. Mereka berdua juga sempat adu mulut. Hayati menyangka mungkin Dion salah minum obat pagi ini.