Cinta Dibawah Jam Gadang

Cinta Dibawah Jam Gadang
33. Berhati Emas


__ADS_3

Jam tujuh pagi Dion terbangun. Dia lihat kesebelah tempat tidurnya tempat Hayati tidur. Dia sudah tidak ada. Dion melihat sekeliling ruangan tetap tidak ada.


''Hmm, kemana dia?'' gumamnya. Kerongkongannya terasa haus. Saat mengambil botol minum diatas meja tidak sengaja Dion melihat secarik kertas diatas meja. Dia kemudian mengambil kertas tersebut.


Dear pak Ceo


Anda pasti sedang mencari saya sekarang. Iyakan? Ngaku saja gak usah malu-malu. Saya bisa memakluminya.


''Hmm, rasa pedenya sangat tinggi'' ejek Dion tidak senang. Tapi dia tetap melanjutkan membacanya


Tapi maaf saya harus pulang dulu. Karna ada urusan mendadak yang tidak bisa saya tinggalkan.


''Seperti orang penting saja'' kata Dion


Kalau anda kesepian anda bisa mengobrol dengan pasien lain yang ada disana. Mereka pasti bersedia sekali.


Anda tidak perlu mencari saya untuk ucapkan terima kasih.Saya ikhlas kok.


Sebentar lagi asisiten kesayangan anda pasti datang.


Daaah pak ceo. semoga cepat sembuh. Setelah ini jangan sampai merindukan saya. Terus kalau patah hati jangan sampai menyiksa diri. Ingat saja wajah saya pasti anda akan awet muda. Haha...


TTD Hayati yang imut dengan gambar emoji tersenyum


''Sok imut'' ucap Dion kesal. Tapi kertas itu dimasukan kedalam kantong bajunya.


Seperti perkataan Hayati disurat tidak lama Rahmat datang dengan wajah cemas.


''Kenapa loe bisa dirawat dirumah sakit?'' tanya Rahmat sambil duduk disamping tempat tidur Dion.


''Loe tahu dari mana gue dirawat disini?'' tanya Dion kaget melihat Rahmat datang.


''Bukannya loe yang kirim pesan tadi. Gue bahkan belum sempat mandi dan sarapan supaya cepat sampai disini'' jawab Rahmat. Dion mengerutkan keningnya.


''Gue gak pernah ngirim pesan...'' Dion baru ingat isi surat Hayati. Dia segera mengambil ponselnya dan membuka kunci layarnya.


Dion sampai terkejut saat membaca pesan yang dikirim Hayati kepada Rahmat ''Cepat datang kerumah sakit xxx saya dirawat disana dari tadi malam. Kalau telat saya pecat''


''Kenapa dia bisa membuka kunci ponsel gue'' gumam Dion heran. Dia tidak tahu kalau Hayati membuka kunci ponselnya mengunakan sidik jari Dion saat tidur.


''Apa kata loe?'' tanya Rahmat tidak mengerti.


''Ah, bukan apa-apa'' jawab Dion cepat.


''Terus kenapa loe bisa dirawat disini?'' tanya Rahmat.

__ADS_1


''Tadi malam maag gue kambuh dan kelelahan juga sehingga membuat gue pingsan'' jawab Dion


''Sama siapa loe disini? Kenapa loe dirawat diruang yang paling ekonomis? Masak iya seorang Dion dirawat diruang murahan kayak gini'' tanya Rahmat. Dion hanya diam. Mau jawab malu ditertawain Rahmat karna semua kerjaan Hayati.


''Kok gue gak lihat keluarga loe dari tadi?'' tanya Rahmat lagi.


''Mereka tidak tahu gue sakit. Jadi pas sampai dirumah nanti pas gue bilang nginap dirumah loe. Jawab saja iya'' kata Dion.


''Pasti Jessy yang jaga loe semalam ya? Dimana dia sekarang? Dari tadi gue gak melihat dia'' tanya Rahmat melihat sekeliling ruangan.


''Tidak, Dia tidak ada disini. kami tadi malam bertengkar dan putus'' jawab Dion menghela nafas.


''Apa...? Gue gak salah dengar. Loe yang cinta mati sama Jessy putus?'' Rahmat berteriak karna terkejut.


''Udah gak usah dibahas. Lebih baik loe panggil dokter. Gue udah gak betah disini'' ucap Dion. Dia sedang tidak ingin membahas masalahnya dengan Jessy. Apalagi dari sejak mereka bertengkar Jesst tidak menelponnya.


''Baiklah'' jawab Rahmat pergi keluar ruang rawat.


Beberapa saat kemudian Rahmat kembali bersama seorang dokter dan perawat. Setelah memeriksa Dion dan kondisinya sudah membaik. Dia diizinkan untuk pulang.


Saat bersiap-siap untuk pulang beberapa ibuk-ibuk dari keluarga pasien yan ada disana menghampirinya.


''Jadi bagaimana dengan menjadi menantu kami?'' tanya salah seorang ibuk-ibuk.


''Saya tidak minat'' jawab Dion tegas.


''Bukan urusan saya. Lagian saya tidak tertarik sama sekali'' jawab Dion ketus.


'' Kamu harus tanggungjawab'' teriak ibuk tersebut.


''Tanggungjawab? Berapa ganti rugi yang harus saya dibayar?''tanya Dion mulai kesal.


''Bayar apanya? Saya belum membayar uang lelangnya sama adek kamu'' Kata ibuk tersebut.


'' Adek saya? Siapa adek saya yang kalian maksud?'' Dion tidak mengerti.


''Cewek yang menemani kamu disini. Bukannya dia adek kamu?'' ucap Ibuk tersebut. Dion menghela nafas. Dia sampai tidak mengerti apalagi yang Hayati katakan kepada orang-orang disana.


''Dia menolong sambil membuat masalah untuk gue. Awas kamu ya'' batin Dion kesal.


''Terus kenapa saya harus tanggungjawab?'' tanya Dion dingin melipat tangannya didada. Rahmat yang tidak tahu apa-apa jadi binggung sendiri.


''Siapa cewek yang mereka katakan?'' bisik Rahmat. Dion tidak menjawab.


''Karna kamu sudah PHP in kami'' jawab Ibuk tersebut tidak kalah galaknya.

__ADS_1


''Bukan saya yang buat. Kalian minta pertanggungjawaban sama Hayati saja'' ucap Dion keras.


''Tapi...'' kata ibuk terpotong oleh ucapan Dion.


''Ayo kita pergi'' Dion melihat kearah Rahmat. Dia langsung berjalan keluar ruang rawat. Rahmat mengikuti dari belakang. Ibuk-ibuk tadi mengomel melihat Dion pergi. Bahkan saat mereka sudah diluar ruangan omelan masih terdengar. Dion tidal peduli.


''Apa yang terjadi? Kenapa kamu menyebut nama Hayati tadi?'' tanya Rahmat. Mau tidak mau Dion menjawabnya.


''Dia melelang gue saat pingsan kepada pasien dan keluarga mereka yang ada disana'' jawab Dion kesal.


''Maksudnya? Gue gak ngerti'' tanya Rahmat. Dion menghela nafas.


''Jadi yang menolong dan membawa gue kerumah sakit itu Hayati. Dia juga yang sudah mengirim pesan kepada loe tadi pagi. Ruang rawat murah ini dia juga minta. Saat gue belum siuman. Dia membuka pelelangan kepada pasien dan keluarga mereka yang ada diruang tadi. Dia melelang gue untuk jadi menantu mereka. Loe tahu alasannya untuk mengumpulkan uang rawat gue'' jelas Dion makin kesal mengingatnya.


''Hahaha'' Rahmat tertawa. Dion menatap tajam kepada Rahmat. Tapi Rahmat malah tambah tertawa.


''Puas loe sekarang menertawain gue'' kata Dion ketus.


''Hahha. Hanya Hayati yang bisa melakukan itu kepada loe. Gue salut kepadanya'' kata Rahmat masih tertawa.


''Puji dia terus. Gue pulang sendiri saja. Bonus loe bulan ini gue tiadakan'' Ancam Dion.


''Jangan dong bos. Kita bayar dulu tagihan rumah sakit loe'' jawab Rahmat cepat.


Mereka pergi kebagian pembayaran. Dion kemudian menanyakan berapa tagihan rumah sakitnya.


''Atas nama siapa pak?'' tanya Petugas administrasi.


''Dion Aditama'' jawab Dion.


''Bentar pak saya cek dulu'' jawab petugas administrasi.


''Untuk tagihan rumah sakit atas nama Dion Aditama sudah dibayar lunas'' jawab Petugas.


''Siapa yang bayar?'' tanya Dion.


''Buk Hayati Putri'' jawab Petugas. Dion tercenggang mendengar nama Hayati.


''Bukannya dia bilang tidak punya uang. Kenapa dia bayarkan biaya rumah sakit gue?'' batin Dion.


''Ok, makasih '' ucap Dion. Dia dan Rahmat berjalan keluar rumah sakit.


''Ternyata dia baik sekali'' puji Rahmat.


''Hmm'' Dion tidak menjawab. Dia juga memikirkan bagaimana Hayati membayarkan tagihan rumah sakitnya.

__ADS_1


''Walaupun loe sering ketus kepadanya. Tapi dia malah membalasnya dengan kebaikan. Dia berhati emas'' lanjut Rahmat.


__ADS_2