Cinta Dibawah Jam Gadang

Cinta Dibawah Jam Gadang
47. Sampai Di Rumah Aditama


__ADS_3

Setelah sholat magrib mereka berangkat. Syamsul yang mengemudikan mobil. Siti duduk di samping suaminya. Sedangkan Hayati dan Daffa duduk dibelakang.


''Ayah yakin masih ingat jalan kerumah om Adi?'' tanya Hayati agak ragu.


''Walaupun ayah sudah tua tapi ingatan ayah masih bagus. Kamu duduk dengan tenang saja'' jawab ayah santai.


''Kok bundo merasa tidak yakin juga ya'' ucap Siti.


'' Apa bundo tidak percaya suami sendiri?'' tanya ayah manyun.


''Hmmm'' Bundo seperti berpikir.


''Udah bundo, percaya saja sama ayah. Kalau nyasar paling kita gak jadi makan malamnya'' sahut Hayati.


''Ya juga sih, kita makan diluar saja kalau sampai kita nyasar'' jawab bundo.


''Kita lihat saja nanti. Ayah yakin tidak akan nyasar'' jawab ayah yakin.


''Ingat ndak boleh takabur'' Bundo mengingatkan.


''Hehe iya'' ayah Syamsul hanya tertawa kecil.


Sepanjang perjalanan mereka mengobrol ditambah tingkah Daffa yang lucu membuat suasana semakin heboh. Hayati sampai tidak sadar kalau mereka sudah memasuki komplek perumahan elite karena sibuk bermain dengan Daffa.


Saat sampai didepan gerbang rumah Aditama. Hayati baru merasa tidak asing dengan rumah tersebut.


''Rasa kenal dengan rumah ini. Tapi rumah siapa ya? Mungkin karena disini perumahan jadi semua rumah mirip-mirip'' batin Hayati.


Mobil memasuki gerbang setelah satpam membukakan pintu. Hayati masih berpikir tentang rumah teman ayah.


Mereka segera turun setelah mobil berhenti. Hayati mengendong Daffa.


''Bukannya ini rumah nenek Yenti'' batin Hayati baru sadar.


Hayati merasa syok mengetahui rumah teman ayahnya adalah rumah Dion.


''Dunia emang sempit. Gimana reaksi ayah kalau tahu Dion anak temannya'' batin Hayati lagi.


''Sayang kenapa bengong ayo masuk'' ajak Bundo membuyarkan lamunan Hayati.


''I-iya bundo'' jawab Hayati cepat mengikuti orang tuanya berjalan menuju pintu utama.


Syamsul segera memencet bel. Tidak lama Aditama membukakan pintu. Senyum terukir diwajahnya saat melihat Syamsul dan keluarganya.


''Akhirnya kamu datang juga'' ucap Aditama senang sambil memeluk Syamsul.


''Alhamdulillah untung masih ingat jalan sehingga gak nyasar. Sudah banyak sekali perubahan bangunan saat perjalanan kesini'' jawab Syamsul sambil tertawa kecil.


''Ayo masuk, mama dan Nila sudah menunggu didalam, ayo Siti, Hayati masuk. Ini anak kamu?'' ajak Aditama tersenyum ke arah Daffa. Hayati mau menjawab tapi keduluan Syamsul.


''Ini anak Hamka'' sahut Syamsul

__ADS_1


''Oo udah besar ya, siapa nama cucu opa?'' tanya Aditama lembut. Daffa karena baru bertemu Aditama langsung memeluk erat Hayati.


''Daffa opa'' jawab Hayati sambil mengusap lembut punggung Daffa.


Hayati masih ingat pertama kali kesini. Aditama tidak ada di rumah. Jadi wajar dia tidak mengenal Hayati.


''Jangan takut sayang. Nanti opa beri es krim. Disini banyak es krim punya ante Demia'' bujuk Aditama.


''Benalan?'' tanya Daffa mulai berani dengan logat cadelnya.


''Iya, ayo sini gendong sama opa. Biar opa bawa Daffa mengambil es krimnya'' jawab Aditama antusias. Dia sangat senang melihat anak kecil. Apalagi dia sangat ingin punya seorang cucu.


''Au ma Miti ja'' jawab Daffa sambil menggeleng kepala. Mereka tertawa mendengar jawaban Daffa.


''Cucumu pintar ya Syam'' kata Aditama.


''Siapa dulu kakeknya'' jawab Syamsul pede.


''Udah jadi kakek kamu sekarang ya Syam'' terdengar suara Oma Yenti. Mereka sudah sampai diruang tamu. Di sana ada Oma Yenti dan Nila menunggu kedatangan mereka. Syamsul dan Siti segera menghampiri Oma Yenti.


''Apa kabar ma?'' tanya Syamsul menyalami tangan oma Yenti.


''Alhamdulillah, masih diberi nafas oleh Allah'' jawab Oma Yenti. Siti juga ikut bersalaman dan memeluk oma Yenti.


''Kamu masih cantik saja Siti'' kata oma Yenti.


''Tapi sudah jadi seorang nenek ma'' kelakar Siti. Semua tertawa Nila juga bersalaman dengan Syamsul dan Siti. Saat oma Yenti dan Nila melihat kearah Hayati yang berdiri tidak jauh dari sana sambil mengendong Daffa.


''Anak kamu Syam?'' tanya oma Yenti masih kaget.


''Iya'' jawab Syamsul.


'' Hehe, nek, tante'' sapa Hayati menyalami tangan mereka berdua.


'' Kalian kenal dengan Hayati?'' tanya Aditama heran. Syamsul dan Siti juga bingung soalnya Hayati tidak ada bercerita apapun.


'' Hayati adalah anak yang menolong mama saat mama hilang. Dia juga pernah kesini'' jawab oma Yenti.


''Kamu pernah kesini? Kenapa tidak bilang kepada ayah?'' tanya Syamsul menatap Hayati.


''Yati juga ndak tahu kalau om Adi anaknya nenek Yenti'' jawab Hayati.


''Sekarang saja mereka sudah terkejut apalagi kalau mereka tahu kalau aku juga kenal dengan manusia anai-anai'' batin Hayati dengan senyum canggung melihat kearah mereka.


...''Ayo sini sayang duduk'' ajak oma Yenti....


''Kamu beruntung punya anak seperti dia. Sudah cantik pintar pula. Mama sangat menyukainya'' sambungnya.


''Miti au es yim'' kata Daffa menarik-narik baju Hayati saat dia mau duduk.


''Iya sayang'' jawab Hayati.

__ADS_1


''Siapa nama cucu ganteng ini?'' tanya Nila tersenyum. Daffa tidak menjawab. Dia hanya diam saja.


''Daffa oma'' jawab Hayati.


''Ayo ambil es krimnya sama Oma saja'' bujuk Nila.


''Dak au'' jawab Daffa cepat dengan gaya lucunya.


''Hehe, ini anak siapa lucunya'' tanya oma Yenti.


''Anak Hamka ma'' jawab Siti.


''Mana Hamka kok gak ikut? Coba Dion mau menikah pasti dia juga punya anak yang lucu seperti Daffa '' keluh oma Yenti.


''Hehe, mungkin dia belum ketemu jodohnya. Mama jangan suka ngeluh gitu. Nanti bisa sakit. Hamka harus jaga istrinya yang baru ngalihirin'' kata Syamsul lembut. Dulu saat kuliah dia sangat dekat dengan oma Yenti. Dia sudah menganggap sebagai orang tuanya.


''Berarti udah dua cucu kalian sekarang ya?''Tanya oma Yenti.


''Alhamdulillah'' jawab Syamsul dan Siti serentak.


''Gimana mama gak sakit. Punya anak dan cucu semuanya sibuk dengan pekerjaan. Mama jadi bosan diabaikan terus'' omel Oma.


''Kalau Adi terus sibuk bagaimana kalau mama ikut kami ke Bukittinggi saja'' kata Syamsul melirik Aditama.


''Kamu jangan memancing-mancing Syam'' ucap Adi melihat kearah Syamsul. Tapi orang yang di lihat cuek aja malah tersenyum.


''Iya, mama mau ikut kamu saja ke Bukittinggi. Mama sudah lama tidak pulang kampung. Adi tidak mau membawa mama pulang kampung'' jawab oma Yenti semangat.


''Bukan gak mau mama. Tapi mama tahu sendiri dokter tidak mengizinkan mama melakukan perjalan jauh untuk sementara'' jawab Aditama.


''Alasan, bilang saja kamu gak mau meninggalkan pekerjaan kamu'' ucap oma Yenti sewot. Suasana jadi sedikit canggung.


''Miti au es yim'' rengek Daffa tiba-tiba. Semua orang melihat kearahnya.


'' Yati, biar tante yang ambilkan '' kata Nila.


'' Yati aja tan, Daffa bisa memilih es krim mana yang dia suka'' jawab Hayati.


''Kamu lihat saja di dapur. Di dalam pendingin es banyak eskrim di sana. Karena anak cewek kami pencinta es krim sama seperti Daffa'' kata Nila.


''Dia sebesar Daffa juga ya tan?'' tanya Hayati polos. Nila dan Adi tertawa.


''Dia sebesar kamu'' jawab Nila.


''Hehe'' Hayati tertawa karena malu.


''Kalau gitu Yati pergi mengambilkan es krim untuk Daffa dulu'' lanjutnya sambil berjalan mengendong Daffa.


Saat Hayati dan Daffa sibuk memilih es krim mana yang akan dimakan Daffa. Terdengar suara orang kaget yang berdiri dibelakang mereka.


''Kamu...''

__ADS_1


__ADS_2