
Pagi ini suasana menjadi heboh dirumah Hamka. Pasalnya Daffa tidak mau mandi kalau tidak Hayati yang memandikannya. Apalagi setiap kali mandi pasti ada saja drama Daffa. Terutama saat pagi hari.
''Afa tinggal saja dirumah. Bunda ,ayah dan miti mau pelgi jalan-jalan'' ucap Vita capek membujuk Daffa.
''Afa au kut'' rengek Daffa.
''Kalau mau ikut. Ayo kita mandi'' bujuk Vita.
''Au ndi ma miti'' rengeknya lagi.
''Biar Yati yang mandikan Daffa. Uni lebih baik uni siap-siap dulu'' kata Hayati masuk kedalam kamar Daffa.
''Benaran?'' tanya Vita lega.
''Iya, serahkan tugas ini kepada Yati. Iyakan Afa'' jawab Yati tersenyum.
''Ya'' kata Daffa senang. Dia suka mandi dengan Hayati. Karna setiap Hayati yang memandikan Daffa pasti lama. Mereka main dulu dikamar mandi. Kalau Vita yang memandikan sangat cepat. Apalagi dengan kondisinya yang sedang hamil begini.
''Tapi mandinya jangan lama-lama'' kata Vita sebelum meninggalkan kamar Daffa.
''Ayo anak ganteng kita mandii'' ajak Hayati semangat. Daffa langsung berlari masuk kamar mandi.
Lima belas menit kemudian Hayati selesai memandikan Daffa. Walaupun dengan berbagai bujukan akhirnya Daffa mau keluar kamar mandi.
Dengan cekatan Hayati memakaikan Daffa baju . Tidak lupa dia memberi minyak telon dibadan Daffa. Setelah selesai mereka keluar kamar menuju ruang keluarga. Hamka sudah juga sudah menunggu disana. Dia sudah rapi karna mereka mau pergi membeli perlengkapan bayi ke mall.
''Yati ganti baju dulu uda'' kata Hayati memberikan Daffa kepada Hamka.
''Kamu gak mandi?'' tanya Hamka.
''Sudah tadi. Tapi karna mau mandikan Daffa aku pakai baju ini'' jawab Hayati.
''Ok, jangan lama berdandannya'' canda Hamka.
''Ckck, mengatakan diri sendiri'' sindir Hayati geleng kepala berjalan menuju kamarnya. Hamka tertawa mendengar sindiran Hayati.
Tidal lama kemudian Hayati sudah selesai berganti pakaian. Dia berpakaian santai tapi tetap imut dan cantik. Hamka, Vita dan Daffa sudah menunggu dimeja makan. Mereka sarapan dulu sebelum pergi. Usai sarapan mereka berangkat menuju mall.
Sementara dirumah Dion. Keluarganya sedang sarapan bersama. Aditama mulai membicarakan masalah pekerjaan dengan Dion. Demia sudah berangkat duluan karna ada kuliah pagi.
__ADS_1
''Bisa kamu pergi melihat keadaan mall kita pagi ini?'' tanya Aditama.
''Ada masalah ya pa?'' tanya Dion.
''Papa dengar pelayanan disana kurang bagus. Banyak pelanggan yang mengeluh. Terus kamu juga mengecek penjualannya dan apa saja yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan pelanggan'' ucap Aditama.
''Selalu saja pekerjaan dibahas disini'' protes oma tidak suka.
''Huft, mama capek mendengarnya'' lanjut oma lagi.
''Jangan gitu ma. Waktu kami bicara hanya saat sekarang ini. Apalagi Aku dan Dion tidak sekantor'' jawab Aditama.
''Tapi kalian bisa membicarakannya lain waktu bukan saat makan. Kita hidup bukan tentang cari uang saja. Tapi juha tentang keluarga. Dan kita hanya punya waktu berkumpul saat makan ini saja. Apa tidak ada selain pekerjaan yang kita dibicarakan?'' ucap oma.
''Iya ma'' jawab Aditama. Walaupun dia seorang bos yang ditakuti tapi dia anak yang tidak mau membantah kata mamanya.
''Nila, ntar siang kita makan diluar yuk'' kata oma tidak menghiraukan jawaban Aditama. Dia sangat kesal. Anak dan cucunya hanya sibuk kerja saja.
''Dimana ma?'' tanya Nila.
''Dirumah makan yang mama ceritakan waktu itu'' jawab Oma.
''Mama gak boleh pergi keluar. Nanti hilang lagi seperti kemaren. Kalau mama mau makan nasi dirumah makan itu pesan saja. Suruh dia antar kesini'' ucap Aditama tegas. Sejak mamanya hilang hari itu. Aditama tidak mengizinkan lagi mama pergi keluar.
''Hmm'' oma tidak menjawab. Dia melanjutkan makannya. Sebenarnya oma hanya ingin bertemu dengan Hayati.
Hayati dan yang lainnya sampai. Mall ini salah satu terbesar di Jakarta. Daffa sangat senang saat mereka masuk kesana. Dia tidak mau gendong. Hayati memegang tangannya saat berjalan. Daffa berjalan dengan semangat.
Karna tujuan utama mereka mencari perlengkapan bayi. Mereka masuk ketempat yang menjual perlengkapan bayi. Hamka menemani Vita mencari perlengkapan bayi yang akan mereka beli. Sedangkan Hayati sibuk menemani Daffa yang berlari kesana kemari.
Dion juga sampai di Mall. Dia langsung berkeliling ditemani asistennya yaitu Rahmat. Dia sengaja tidak memberitahu manager mall karna ingin melihat langsung bagaimana pelayanan disana.
Saat berkeliling seorang anak kecil berlari kearahnya dan menabrak kakinya. Dion berhenti berjalan. Dia melihat anak kecil itu terduduk setelah menabraknya. Dion ingin membantunya berdiri tapi terdengar suara teriakan yang tidak asing ditelinganya.
''Daffa hati-hati'' teriak Hayati mengejar. Dia dengan cepat mengendong Daffa yang terduduk dilantai.
''Kamu tidak apa-apa sayang?'' tanya Hayati cemas. Dia sibuk melihat kaki dan tangan Daffa. Dion dan Rahmat terkejut melihat orang didepannya.
''Dia lagi'' batin Dion.
__ADS_1
''Afa dak pa-pa miti'' jawab Daffa. Tapi Hayati masih sibuk melihat kaki Daffa dan tidak menyadari ada Dion disana.
''Hei, kalau jaga anak itu hati-hati'' kata Dion kesal Hayati mencuekinnya.
''Maaf pak'' jawab Hayati tanpa melihat kearah Dion. Dion tambah kesal saat dipanggil bapak oleh Hayati.
''Hayati, kamu ngapain disini?'' tanya Rahmat. Hayati melihat kearah Dion dan Ramhat. Dia sampai kaget.
''Waduh, dunia ini sempit sekali'' gumamnya.
''Apa katamu?'' tanya Dion dingin.
''Gak ada apa-apa, permisi'' jawab Hayati datar. Dia langsung membalikan badan dan berjalan pergi.
''Anak siapa yang bersama dia? Apa dia dipecat dan ganti pekerjaan jadi baby sister?'' batin Dion melihat Hayati pergi.
''Apa dia tidak bekerja dirumah makan lagi ya pak?'' tanya Rahmat penasaran.
''Mana saya tahu. Kamu kenapa kepo sekali haa?'' tanya Dion marah.
''Hehe. Ayo pak kita lanjutkan lagi'' kata Rahmat cepat.
Ketika dia melewati tempat menjual perlengkapan bayi. Dion melihat Hayati sedang bicara dengan Hamka sambil mengendong Daffa. Hamka memberikan tas yang berisi susu dan keperluan Daffa kepada Hayati. Hayati berencana membawa Daffa ke playgroup yang ada disana. Biar Daffa bisa bermain dan gak lari-lari lagi.
''Bukannya laki-laki yang bersamanya waktu itu. Apa jangan-jangan dia pacaran dengan duda beranak satu?'' batin Dion.
Dia menatap Hayati dengan pandangan tidak suka.
''Dasar cewek matre''gumamnya.
''Apa pak?'' tanya Rahmat yang tidak tahu apa dilihat Dion.
''Bukan apa-apa. Ayo kita lanjut berkeliling'' kata Dion.
Sepanjang jalan Dion masih kepikiran dengan Hayati. Entah kenapa hatinya menjadi kesal. Rahmat juga binggung melihat Dion.
Sampai dia melewati playgroup tempat Hayati membawa Daffa bermain. Hayati terlihat sangat senang menemani Daffa bermain. Membuat Dion tambah kesal.
''Dimana-mana ada dia mulu'' gumamnya kesal.
__ADS_1
''Kamu saja yang cek kondisi disini. Saya mau mengecek laporan penjualan dikantor'' ucap Dion berjalan meninggalkan Rahmat.
''Baik pak'' jawab Rahmat menghela nafas tidak mengerti sikap Dion.