Cinta Dibawah Jam Gadang

Cinta Dibawah Jam Gadang
16. Dia Lagi


__ADS_3

Hamka datang menjemput Hayati jam sembilan malam. Karna rumah makan tutup jam sembilan malam. Saat Hamka masuk semua karyawan merasa tegang mengingat kejadian tadi siang.


''Uda'' teriak Hayati yang sudah bersiap-siap untuk pulang. Hamka tersenyum melihat adik semata wayangnya.


''Gimana hari ini? Apa kamu betah?'' tanya Hamka. Hayati melihat kelilingnya. Wajah karyawan masih terlihat tegang. Terutama Andi dia yang paling merasa cemas.


''Oo, sangat menyenangkan. Semua orang disini sangat baik dengan Yati'' jawab Hayati ceria.


''Hmm, apa kamu tidak bosan? Kamu tidak buat ulah?'' tanya Hamka penuh selidik.


''Hoho, ya tidaklah uda. Yati ini anak baik. Kalau uda bilang jangan pergi kemana-mana Yati pasti nurut'' jawab Hayati sambil tertawa dan menepuk pundak Hamka.


''Yakin? Uda perlu memastikan dulu sama Mira. Kamu bukan orang yang akan diam begitu saja. Karna telapak kakimu ada tahi lalatnya'' ucap Hamka mau berjalan ketempat Mira.


''Aduh udaku sayang. Sekarang adikmu ini sudah berubah. Yati capek ayo kita pulang. Kasihan uni Vita dan Daffa menunggu dirumah'' Hayati mengalihkan pembicaraan. Dia menarik tangan Hamka keluar rumah makan.


''Dah, sampai jumpa besok. Assalamu'alaikum'' katanya dengan tersenyum sambil mengedipkan mata kepada semua karyawan disana sebelum mereka benar-benar keluar rumah makan. Karyawan rumah makan menjadi lega setelah Hayati dan Hamka pergi.


''Oh iya, tadi unimu titip nasi goreng. Ayo kita beli dulu sebelum pulang. Ada tempat jual nasi goreng langganan Uda yang enak. Kamu pasti akan suka'' ucap Hamka saat mereka sudah didalam mobil.


''Apa nasi gorengnya pedas?'' tanya Hayati.


''Bisa dipesan sesuai keinginan kita. Karna nasinya dibuatkan saat kita pesan'' jawab Hamka.


''Ok, Yati mau'' ucap Hayati semangat.


''Mulai sekarang kamu harus mengurangi makan yang pedas-pedas. Kata bundo sakit maag kamu sering kambuh'' kata Hamka.


''Ondeh uda. Hidup Yati tidak berwarna tanpa makan yang pedas. Apalagi hari ini Yati pengen sekali makan yang pedas-pedas'' jawab Hayati.


''Dimana pula hidup tidak berwarna tanpa makan yang pedas? Kamu ada-ada saja'' ucap Hamka.


''Dimana-mana, hahaha'' Hayati tertawa. Hamka hanya geleng kepala melihat tingkah Hayati. Dia mengusap kepala adiknya yang keras kepala itu. Selalu ada saja jawabannya.


Mereka sampai diwarung pinggir jalan langganan Hamka. Pengunjung tidak begitu ramai. Hayati dan Hamka keluar dari mobil. Setelah memesan nasi goreng sesuai selera masing-masing. Hayati dan Hamka duduk disalah satu tempat duduk yang sudah disediakan.


Diseberang tempat Hayati dan Hamka membeli nasi goreng. Dion dan Jessy sedang makan malam disebuah restoran.

__ADS_1


''Kamu kenapa tidak bisa dihubungi dari pagi tadi?'' tanya Dion.


''Aku sedang sibuk sayang. Yang penting sekarang kita bisa bertemu'' jawab Jessy sambil makan.


''Tapi setidaknya kamu kirim aku kabar. Dari kita ketemu kemaren kamu tidak menghubungi aku'' kata Dion.


''Hmm, iya kamu jangan marah gitu dong. Ntar wajahnya jadi jelek loh'' jawab Jessy tersenyum. Dion membalas Jessy dengan senyum. Dia kembali makan sambil melihat keluar jendela. Kebetulan mereka duduk didekat jendela arah kejalan.


Pandangan Dion tertuju pada Hayati yang sedang duduk dengan Hamka. Hayati sedang bicara sambil tertawa dengan Hamka. Dion sampai kaget melihat apa yang dilihatnya.


''*Dia lagi, b**aru di Jakarta sudah dekat saja dengan laki-laki. Apa begini kalau cewek kampung datang kekota. Ketemu cowok langsung mau dibawa keluar. Dasar'' batin Dion menatap Hayati dengan pandangan meremehkan*.


Jessy masih bicara namun Dion tidak menanggapi ucapannya.


''Sayang'' panggil Jessy. Tapi Dion masih termenung melihat keluar jendela.


''Sayang'' panggil menepuk tangan Dion.


''Ya'' jawab Dion sadar.


''Kamu lihat apa diluar jendela sampai aku panggil tidak dengar?'' tanya Jessy cemberut. Dia melihat juga keluar jendela.


''Hmm, ya'' jawab Jessy tidak semangat. Dion mengusap kepala Jessy dengan lembut membuat Jessy tersenyum. Dia kembali bersikap manja dengan Dion.


Dion melihat sekilas kearah tempat Hayati. Tapi Hayati sudah tidak ada lagi disana.


''Oh ya sayang. Kamu jadi pergi ke Paris?'' tanya Dion.


''Ya, ini aku sedang menyiapkan semuanya'' jawab Jessy semangat.


''Apa tidak bisa dibatalkan?'' tanya Dion.


''Tidak sayang. Bukannya kamu selalu mendukung setiap yang aku lakukan'' jawab Jessy.


''Bukan gitu. Mama dan Oma terus menanyakan kapan kita akan menikah'' ucap Dion. Jessy menghentikan makannya.


''Bukannya aku sudah memberitahu. Kalau aku belum siap untuk nikah. Lagian kita masih muda. Aku masih ingin mengerjakan semua yang aku inginkan sebelum kita menikah'' jawab Jessy.

__ADS_1


''Tapi sampai kapan? Mama dan Oma meminta kepastian dari hubungan kita'' kata Dion.


''Pandai-pandai kamulah menjawabnya. Kalau kamu mencintaiku seharusnya kamu bisa meyakinkan oma dan mamamu'' jawab Jessy tidak suka dipaksa. Sejak ditanya kapan akan menikah Jessy jadi malas datang kerumah Dion. Baginya menikah adalah beban dan mengekang kebebasannya. Sedangkan dia masih ingin bebas.


''Huft'' Dion menarik nafas. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Dari awal dia tahu kalau Jessy belum siap untuk menikah. Karna dia sangat mencintai Jessy dia menerimanya begitu saja. Tapi dia juga tidak bisa mengabaikan permintaan mama dan omanya. Kepalanya jadi pusing memikirkan.


Hayati dan Hamka sampai dirumah. Daffa sudah berlari kepintu saat mendengar suara mobil Hamka.


''Ayah'' teriak Daffa berlari kearah Hamka yang berjalan kepintu masuk.


''Kamu belum tidur sayang?'' tanya Hamka mengendong Daffa.


'' Afa Lum antuk'' jawab Daffa.


''Daffa yang kangen Mimi?'' tanya Hayati.


''Ngen. Pi mi Ati ma kali uyangna'' jawab Daffa.


''Hehe, mi Ati kerja sayang. Jadi gak bisa pulang cepat'' jawab Vita yang sudah menunggu mereka pulang.


''Iya, betul kata bunda'' ucap Hayati.


''Da es yim mi?'' tanya Daffa.


''Ada ayo sini gendong mimi dulu'' jawab Hayati.


''Hoye'' Daffa senang dia langsung turun dari gendongan Hamka dan berlari kearah Hayati.


''Na es yimna?'' tanya Daffa saat Hayati mengendongnya.


''Mimi simpan dikulkas. Besok makannya ya sekarang sudah malam. Kalau Daffa makan es krim sekarang ntar sakit perut'' jawab Hayati. Daffa seperti mau menangis.


''Mau Afa sakit perut?'' tanya Hayati membuat ekspresi sakit. Daffa menggeleng kepala. Akhirnya dia mau makan es krim besok.


''Kamu mau makan dulu atau ganti baju dek?'' tanya Vita.


''Makan dulu uni, Yati penasaran rasa nasi gorengnya yang kata uda sangat enak'' jawab Hayati.

__ADS_1


Bik Iyem datang membawa piring dan sendok serta air minum ke ruang keluarga. Hamka juga memberikan nasi goreng yang dibelinya untuk bik Iyem satu bungkus.


Mereka mulai makan sambil bicara dan bercanda. Ditambah tingkah lucu Daffa membuat mereka tertawa. Hayati juga melakukan video call dengan bundo dan ayahnya. Suasana jadi tambah heboh dengan celoteh Daffa.


__ADS_2