Cinta Pertama Gendis

Cinta Pertama Gendis
21. Antusiasme Para Sahabat


__ADS_3

Nggak lama setelah kepulangan Doni, setelah mengantar Gendis dari sirkuit Sentul. Gendis dibuat kaget, karena teman-temannya sudah menunggunya.


Maya yang tadinya mau cari tau, soal pertemuan Gendis sama Doni. Mesti mengalah, dan sabar menunggu Gendis bercerita. Karena Maya nggak bisa bergabung sama teman-teman power rangernya Gendis, apalagi hubungannya dengan Widi yang nggak pernah akur kalau diketemukan jadi satu.


"gimana Ndis tadi?" tanya Widi penasaran.


"jangan ditanya Wid, biarin aja dia jelasin sendiri." timpal Bejo, sambil senyum-senyum menyindir Gendis.


Gendis memperhatikan satu persatu teman-temannya, wajah mereka terlihat nggak sabaran menunggu penjelasan dari Gendis.


"gue, udah jadian sama kak Doni," ucap Gendis tanpa basa-basi, akhirnya menjelasan ke teman-teman power rangernya.


Senyum Widi, Ade, Bejo dan Didot langsung merekah. Merespon perkataan Gendis, kalau dia dan juga Doni akhirnya jadian juga.


"lo pada seneng banget kayaknya?" ucap Gendis.


"ya pastinya senenglah," ucap Didot dengan logat khasnya.


"alhamdulillah Ndis, kalau lo sama kak Doni udah jadian. Gue ikut seneng." timpal Bejo.


"nggak mungin gue nggak senenglah Ndis, lo bisa bahagia sama kak Doni lo itu," ucap Ade, ikut menimpali.


"gue juga, selama lo bisa bahagia. Gue juga ikutan bahagia Ndis," ucap Widi, sebagai komentar terakhir dari teman-teman Gendis.


Gendis pun menjelaskan kejadian pertemuan tadi, yang membuat Gendis akhirnya menerima Doni jadi cowoknya.


"kalian tapi marah nggak nih, kalau gue undur waktu liburan kita?" tanya Gendis, setelah menjelaskan kalau dia mau bertemu dengan Niniknya Doni.


Ade, Widi dan juga Bejo menggeleng. Mereka lebih memilih menunggu komentar dari Didot, karena Didot yang berhak memberikan keputusan.


Biar bagaimanapun juga, ide liburan ke kampung halamannya Didot, sudah dijadwalkan jauh-jauh hari dan jadi aktifitas rutin yang dilakukan Gendis dan para power rangernya setiap liburan kenaikan kelas.


Didot menyetujuinya, dia juga nggak memberatkan Gendis, apalagi Gendis baru merasakan punya pacar.


Akhirnya, Gendis nggak perlu bingung lagi karena sudah mendapatkan izin dari Didot, kalau acara liburan mereka akan diundur 1 hari, karena Doni mau memperkenalkan Gendis ke Niniknya.


...---------------- ...


Setelah mengantar Gendis pulang, Doni langsung ke rumah sahabatnya itu, untuk memberitaukan ke Nover, kalau ia dan Gendis sudah jadian.


Nover pastinya mendukung hubungan keduanya, yang memang sudah sejak awal didukungnya, karena ingin melihat sahabat dan juga sepupunya merasakan kebahagiaan.

__ADS_1


"thank you dukungan lo, Ver." Doni berucap sembari tersenyum.


"iya, gue juga berterima kasih, karena lo juga bisa bikin sepupu gue seneng." jelas Nover.


"oh iya, gue juga mau ngajak Gendis ketemuan sama Ninik. Kira-kira, gue diizinin nggak ya, sama Bundanya Gendis?" tanya Doni ragu-ragu.


"gue bantu, nanti kita double date aja. Siapa tau kalau Gendis jalan sama gue dan Maya, lo bisa diizinin sama tante gue," ucap Nover memberikan saran.


"boleh juga ide lo, Ver." Doni tersenyum mengomentari ide dari sahabatnya ini.


"lo seserius itu sama Gendis? Sampai mau ngenalin ke Ninik lo," tanya Nover.


Doni menganggukkan kepalanya, menjawabi perkataan yang Nover tanyakan.


"iyalah, udah susah payah gue deketin. Masa cuma mau jadiin pacar aja, harus gue kenalin jugalah sama Ninik. Kalau perlu, gue kenalin juga ke Ojiisan." tambah Doni.


Nover geleng-geleng kepala, saking senengnya lihat temannya ini antusias sama hubungannya dengan Gendis.


"siapa tau juga Ver, gue bisa menyatukan dua keluarga yang terpecah belah." tambah Doni.


"lo serius sampai mau ngenalin Gendis, sama kakek lo yang ada di Jepang?" tanya Nover.


"iya, gue mau ngenalin Gendis sama kakek gue yang tinggal di Jepang. Kakek gue nggak sejahat yang mereka kira kok, makanya gue kepingin banget ngenalin Gendis ke Ojiisan biar keluarga besar gue bisa kumpul lagi." jelas Doni antusias.


"gue mau minta dukungan sama Ninik, habis itu baru minta dukungan sama orang tua gue." Doni menambahkan lagi.


Mendengar ucapan Doni kali ini, Nover malah terdiam. Baru menyadari, kalau ada hal lain yang bisa menghambat hubungan Gendis dengan Doni, mengingat kedua orang tua Doni juga perlu dipastikan, supaya mau menerima hubungan Gendis dengan Doni.


"lo kenapa tiba-tiba diem Ver?" tanya Doni, yang ternyata memperhatikan perubahan mimik wajahnya Nover.


"pastiin lagi Don, mumpung masih diawal hubungan. Kalau memang kedua orang tua lo nggak setuju lo punya pacar, ya jelasin aja ke Gendis secara jujur." jelas Nover, tanpa ragu.


"nggak lah, gue bisa pastiin kalau orang tua gue setuju. Nilai gue nggak menghawatirkan, yang bisa dijadikan alasan sama orang tua gue buat memutuskan hubungan."


Nover masih khawatir, pasalnya masih ada yang membuat hubungan Doni dan Gendis berakhir, meskipun Doni bisa meyakinkannya.


"gue masih ragu kalau kedua orang tua lo, akan membandingkan Gendis dengan dia, cewek yang pernah lo suka. Penghalang di antara kalian, memang nggak nampak Don, beda sama penghalang di antara gue dan Maya." sambung Nover.


"gue pastiin Ver, lo tenang aja. Orang tua gue pasti setuju kok," ucapnya, meyakinkan ke Nover, kalau nggak ada yang perlu dia khawatirkan.


...----------------...

__ADS_1


Usai keempat power rangernya Gendis pulang, gantian Maya yang datang ke rumah Gendis, ikut menagih penjelasan.


Gendis dibuat terkejut untuk kedua kalinya, kali ini karena Maya yang tau-tau sudah berada di kamarnya Gendis.


"MAYAAAA!!" jerit Gendis, sampai reflek melempar handuknya.


"apaan sih Ndis?!" kaget Maya karena mendengar Gendis yang berteriak.


Maya langsung melempar balik, handuk yang tadi Gendis lempar.


"gue kaget tau!" sewot Gendis.


"masuk dari kapan lo?" tanya Gendis lagi.


"dari tadi pokoknya, gue tau lo lagi mandi, makanya gue langsung masuk ke sini. Nggak pake izin, kalau izin atau ngabarin lo lewat sms. Lo pasti banyak alasan, dan nggak mau ngejelasin ke gue soal Doni." cerocos Maya panjang lebar.


Gendis tersenyum, yang secara nggak langsung mengiyakan tudingan Maya tadi. Gendis pun langsung naik ke kasurnya, dan duduk di samping Maya.


Gendis lalu menjelaskan ke Maya, seperti yang Gendis sampaikan ke para power rangernya.


"aaaghh ... Doni kok romatis banget sih Ndis?" komen Maya, setelah Gendis menjelaskan kalau Doni mau mengenalkan Gendis ke Niniknya.


"emangnya, mas Nover nggak romantis?" tanya Gendis malah berbalik menanyai hubungan Maya dengan sepupunya Gendis itu.


"nggak seromantis itu Ndis, sampai mau ngenalin ke mbah kalian." jelas Maya, menjawabi pertanyaan Gendis.


Jawaban Maya, malah membuat Gendis tertawa terbahak-bahak.


"ya mana mungkin Maya, mas Nover ngenalin lo ke mbah gue. Kan orang tuanya Bunda, udah lama meninggal dunia. Lagi juga kalau sampai dikenalin sama Oma nya mas Nover, lo juga harus diboyong ke Belanda dulu Maya." cerocos Gendis, menjelaskan alasannya menertawai sahabatnya itu.


Maya tetap iri, karena Doni yang baru jadian sama Gendis, sampai memikirkan mau mengenalkan Gendis ke Niniknya.


Tapi, Maya pun mengalihkan perasaan irinya itu.


"sampai sini, apa lo masih ragu sama Doni?"


"masih mikir kalau lo nggak pantes dapetin Doni?" tambah Maya.


Gendis menggelengkan kepalanya, sekalipun dalam hatinya masih ada keraguan. Gendis mencoba menerimanya, karena balik lagi ke tujuannya untuk pacaran. Hanaya ingin merasakan bahagia, dan mengusir perasaan rindunya waktu sama-sama menjauh. Jadi, belum kepikiran untuk ke jenjang pernikahan, seperti yang dibayangkan Maya.


Padahal, ada harapan yang sudah Doni siapkan supaya bisa sampai menikah dengan Gendis saat sudah dewasa nanti.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2