Cinta Pertama Mafia

Cinta Pertama Mafia
Gloria Kamu Cantik


__ADS_3

" Biasanya pagi mas selalu membuka cctv ingin tahu apa yang dilakukan oleh karyawanku dan aku melihat dirimu diperlakukan seperti itu makannya mas langsung meminta Markus untuk memarkirkan di depan perusahaan dan mas masuk ke lobby." ucap Thomas menjelaskan.


Gloria hanya menganggukkan kepalanya, hatinya merasa tersentuh melihat perhatian Thomas padanya.


Thomas menghentikan mobilnya di parkiran mall membuat Gloria bingung.


" Mas Thom, katanya ingin bertemu dengan ibu mas." ucap Gloria


" Iya benar, tapi sekarang ikuti aku." pinta Thomas.


Gloria terdiam dan membuka pintunya dan keluar dari mobil begitupub dengan Thomas. Thomas memegang tangan Gloria dan mereka berjalan menuju salon.


Thomas dan Gloria masuk ke dalam butik. Thomas meminta Gloria untuk duduk dan Gloria mengikuti permintaan Thomas walau hatinya ingin bertanya tapi ditahannya.


Thomas berjalan menuju seorang wanita paruh baya dan membisikkan sesuatu. Selesai berbisik Thomas berjalan dan duduk di samping Gloria


Wanita paruh baya itu berjalan mendekati mereka kemudian menarik tangan Gloria dengan lembut membuat Gloria mengikuti langkahnya.


Wanita itu meminta Gloria untuk duduk di depan cermin.


" Nona, apakah kacamata nona minus? kalau minus.. minus berapa?" tanya wanita paruh baya


" Kaca mata saya bukan minus tapi anti radiasi." ucap Gloria


" Baguslah kalau begitu. Maaf nona lepaskan kaca mata nona dan pakailah pakaian yang ada di paper bag ini. Ruang ganti ada di sebelah sana." ucap wanita paruh baya.


Gloria pun menuruti permintaan wanita paruh baya itu. Gloria membuka kacamatanya di meja rias dan berjalan menuju ke ruang ganti.


Gloria membuka isi paper bag matanya membulat sempurna melihat gaun yang sangat indah berwarna putih dan bahannya sangat halus dan dalaman buat gunung kembar miliknya tanpa tali.


Gloria melepaskan kemeja dan celana panjang serta bungkusan gunung kembar miliknya yang membungkus tubuhnya.


Gloria pun memakai dalaman buat gunung kembar miliknya dan terasa pas dan nyaman kemudian melanjutkan memakai gaun. Setelah di rasa cukup Gloria memasukkan pakaian yang tadi dilepaskan dan dimasukkan ke dalam paper bag.


Gloria membuka tirainya dan melihat Thomas membelakangi dirinya tangan kanannya memegang ponselnya dan didekatkan di telinganya dan tangan kirinya dimasukkan ke dalam saku celana panjang di dengar dari pembicaraan Thomas berbicara dengan rekan bisnisnya karena membicarakan saham.


Gloria berjalan dan duduk di tempat yang tadi. Wanita itu mulai merias wajah hingga 20 menit kemudian Gloria sudah selesai di rias.


" Nona sangat cantik kenapa kecantikan nona disembunyikan? tanya wanita paruh baya itu.


" Saya suka apa adanya." jawab Gloria


Wanita paruh baya itu meminta Gloria untuk berdiri dan membalikkan badannya dan berjalam menuju ke arah Thomas.

__ADS_1


" Tuan Thomas bagaimana Gloria sekarang? tanya wanita paruh baya itu ketika mengetahui Thomas sudah selesai bertelephone.


Thomas yang sudah selesai bertelephone membalikkan tubuhnya dan menghadap ke Gloria dan wanita paruh baya.


deg



" Kamu Gloria? tanya Thomas tidak percaya


" Iya, kenapa jelek ya? aku lepas saja ya? ucap Gloria sendu


" Tidak, kamu cantik sekali Gloria." ucap Thomas tanpa sadar memeluk Gloria.


Gloria pun membalas pelukan Thomas hatinya senang di puji oleh Thomas.


" Terima kasih aku pikir mas Thom tidak suka." ucap Gloria


" Suka kamu cantik bahkan sangat cantik mas sampai tidak percaya kalau kamu itu Gloria, Gloria kamu cantik." ucap Thomas berulang - ulang.


" Ehem." ucap wanita itu paruh baya berubah deheman


Thomas dan Gloria melepaskan pelukannya, wajah Gloria bersemu merah menahan malu.


Wanita paruh baya itu terkejut mendengar perkataan Thomas karena selama ini Thomas tidak pernah mengucapkan terima kasih dan tersenyum.


" Ya sama - sama." balas wanita paruh baya itu.


Thomas dan Gloria berjalan dan masuk ke dalam mobil. Thomas mengeluarkan kotak berwarna merah dan diberikan pada Gloria.


" Glo pakailah ini." pinta Thomas


Gloria membuka kotak merahnya matanya membulat dengan sempurna melihat satu set perhiasan


" Mas



" Mas Thom aku takut nanti perhiasan mahal ini rusak dan jujur aku saja takut gaun yang kupakai sangat indah ini takut rusak." ucap Gloria jujur.


" Kalau rusak beli lagi kenapa mesti takut? tanya Thomas bingung.


" Kan barang ini mahal dan aku tidak sanggup untuk menggantinya jika rusak." ucap Gloria berkata jujur

__ADS_1


" Pfttt... Glo, semua yang kamu pakai sekarang adalah milikmu dan tidak mungkin aku marah." ucap Thomas sambil tertawa mendengar perkataan Gloria.


" Benarkah? makasih Mas Thom." jawab Gloria tulus.


" Terima kasih doank?" tanya Thomas sambil menaikan satu alisnya sambil menatap Gloria


" Terus apa donk?" tanya Gloria bingung


" Aku minta ini tapi pas kita pulang dari rumah Mommy." ucap Thomas sambil menunjuk pipinya.


Gloria hanya tersenyum malu.


" Sini aku pakaikan." pinta Thomas


Gloria memberikan kotak satu set perhiasan ke Thomas. Thomas memakaikan kalung, cincin, anting dan terakhir gelang.


cup


Thomaa mengecup punggung tangan Gloria yang baru saja selesai dipakaikan gelang.


" Tambah cantik, Kamu jual juga tidak apa - apa." ucap Thomas sambil menatap Gloria ingin melihat reaksinya.


" Tidak akan aku jual karena ini satu set perhiasan yang diberikan oleh orang spesial dalam hidupku." ucap Gloria tanpa sadar mengatakannya.


" Benarkah aku orang spesial dalam hidupmu?" tanya Thomas tidak percaya.


xxxxx


Mohon Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar author tetap semangat dalam menulis novel ini, terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


xxxxxx


__ADS_2