
" Sayang apakah semuanya sudah siap? Tanya Thomas
" Sudah sayang." Ucap Gloria
" Ok kalau begitu kita berangkat." Ucap Thomas.
" Ok." Jawab Gloria singkat.
Thomas duduk di kursi pengemudi sedangkan Gloria duduk di samping pengemudi sambil memangku putri bungsunya bernama Cantika dan di belakang pengemudi duduk samping ujung kiri dan ujung kanan baby sister sambil masing-masing memangku anak Gloria dan Thomas sedangkan sisanya duduk di tengah-tengah.
Mereka berencana merayakan ulang tahun yang ke dua untuk ke tujuh anak kembar mereka di hotel milik Thomas. Para bodyguard mengawal mereka dari depan dua mobil dan dari arah belakang tiga mobil.
Dua puluh menit kemudian mereka sudah sampai di hotel bintang lima. Para tamu undangan sebagian besar sudah datang begitu pula dengan orang tua Thomas.
" Hallo mommy, daddy." Panggil Gloria sambil mengecup punggung ke dua orang tuanya bergantian.
" Hallo sayang, wah cucu-cucu oma." Ucap mommynya Thomas sambil mencium pipi gembul Cantika yang sedang di gendong oleh Gloria.
" Oma." Panggil Cantika sambil tersenyum.
" Aduh cucuku sangat pintar." Puji oma
" Ayo anak-anak salam dengan oma dan opa." Ucap Gloria
" Baik mommy." Jawab mereka serempak
Ke tujuh kembar mencium punggung oma dan opa secara bergantian setelah selesai opa menggendong ke dua cucu kembarnya sedangkan oma menggendong satu cucunya dan Gloria bersama suaminya masing-masing menggendong dua anak kembarnya.
Hingga tidak berapa lama datang sepasang suami istri sambil mereka masing-masing menggendong ke dua putri kembarnya.
" Hallo kakak sepupu apa kabar?" Ucap seorang pria yang selisih dua tahun dari Thomas sambil mengulurkan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya menggendong salah satu putri kembarnya.
" Kabar baik Reno, kamu bagaimana sudah lama kita tidak bertemu." Ucap Thomas
" Iya sudah lama kita tidak pernah bertemu." Ucap Reno
" Anak - anakmu semakin bertambah besar saja." Ucap Reno
" Iya donk, ke dua putrimu juga sudah besar dan mereka berdua sangat mirip denganku." Ucap Thomas
" Ke tujuh anakmu juga sangat mirip denganku orang mengira kita ini saudara kembar padahal hanya sepupu." Ucap Reno.
" Hahahaha..." Tawa ke duanya serempak.
" Sayang, kenalkan ini sepupuku Reno." Ucap Thomas
" Hallo." Panggil Gloria sambil tersenyum manis.
" Hallo juga." Jawab Reno
" Istrimu cantik kamu sangat pintar memilih istri." Puji Reno.
cup
" Iyo donk." Ucap Thomas penuh bangga.
" Istrimu juga cantik." Ucap Gloria yang tidak enak hati melihat wajah ipar sepupu suaminya cemberut.
" Terima kasih atas pujiannya." Ucap Reno
Sedangkan istrinya hanya diam saja hingga putri yang digendongnya menangis. Istrinya berusaha agar anaknya diam tapi tetap saja menangis membuat Gloria yang melihatnya tidak tega. Gloria memangil dua baby sister untuk menggendong ke dua anaknya.
__ADS_1
" Sayang kenapa menangis? Sama bude yuk?" Ajak Gloria sambil mendekati
Rina yang sudah mulai kesal memberikan putri sulungnya ke Gloria. Ajaib putrinya langsung berhenti menangis tetapi putri kandungnya yang bernama Cantika gantian yang menangis.
" Anak mommy cemburu ya?" Goda Gloria sambil menggendong putri bungsunya yang bernama Cantika.
Tangan kanan Gloria menggendong ponakannya sedangkan tangan kirinya menggendong Cantika putri kandungnya.
" Sepertinya mereka mengantuk kita bawa ke kamar saja." Ucap Gloria
" Iya mereka masih mengantuk matanya sudah mulai terpejam apalagi acaranya belum mulai." Ucap Thomas.
" Baik sayang, aku akan bawa ke kamar dulu." Ucap Gloria sambil berjalan ke arah lift dengan di temani oleh bodyguard wanita.
" Rina temani kak Gloria." Perintah Reno
Rina hanya menganggukkan kepalanya walau dalam hatinya sangat kesal dan iri hati karena kakak ipar sepupunya merayakan pesta ulang tahun sangat mewah sedangkan suaminya selalu merayakan dengan sederhana. Bodyguard tersebut menekan tombol kemudian pintu lift terbuka Gloria, Rina dan bodyguard masuk ke dalam lift.
Ting
Pintu lift terbuka mereka berjalan ke arah pintu dan bodyguard tersebut menggesek kartu hingga terdengar suara klik barulah pintu itu terbuka.
" Silahkan masuk nyonya." Ucap bodyguard sambil membuka pintu kamar.
" Terima kasih." Jawab Gloria sambil berjalan ke arah ranjang dan di ikuti oleh Rina.
Rina mengambil putrinya dan membaringkannya di ranjang begitu pula dengan Gloria.
" Kalungnya sangat bagus." Ucap Rina.
" Iya, kalung ini aku yang mendesainnya agar tidak ada orang yang menirunya." Ucap Gloria
" Pantas saja aku cari tidak ada dan sepertinya sulit membukanya." Tebak Rina
" Anak-anakku sangat cantik dan di tempatku banyak penculikan. Mereka sulit ditemukan kalau tidak ada identitas yang bisa dikenali. Seandainya ke dua putriku mempunyai kalung seperti itu betapa tenangnya aku." Ucap Rina berbohong sambil mengeluarkan air mata buayanya.
( " Semoga dia memesannya buatku walau itu hanya alasan saja " Ucap Rina dalam hati ).
" Aku akan memesan lagi untukmu dan jika sudah selesai aku akan kirim ke tempatmu." Ucap Gloria yang tidak tega jika keponakannya di culik dan sulit ditemukan kalau tidak ada identitas yang bisa dikenali.
" Benarkah, terima kamu memang kakak ipar yang baik." Ucap Rina
" Sesama saudara bukankah saling membantu." Ucap Gloria
" Betul katamu.... oh iya jika seandainya dua kalung sudah sampai ke tempatku bagaimana cara memasang dan melepaskannya?" Tanya Rina.
( " Semoga dia mau mengajariku." Ucap Rina dalam hati ).
" Caranya gampang seperti ini." Ucap Gloria tanpa curiga sedikitpun.
Gloria lalu mengajari cara memasang dan membuka kalung dan Rina ikut mencoba dua kali Rina langsung bisa.
( " Dasar bodoh kamu Cantika putriku akan aku tukar dengan putrimu karena aku ingin putriku hidup bahagia dan menikmati semua kekayaan kalian dan nanti jika sudah besar aku akan mengambil semua harta kalian. Tenang saja putri kalian akan kami asuh tapi aku tidak janji bisa sayang atau tidak dengan putri kalian." Ucap Rina dalam hati ).
" Rina, perut kakak mendadak mulas kamu tolong jagain putriku ya." Ucap Gloria
" Tenang saja kak, aku akan menjaga putrimu dan putriku." Ucap Rina sambil tersenyum menyeringai tanpa sepengetahuan Gloria.
Gloria langsung berjalan ke arah kamar mandi sedangkan Rina langsung bereaksi melepaskan kalung Cantika setelah berhasil kalung tersebut dikalungkan ke leher putri sulungnya.
Setelah selesai Rina melepaskan semua pakaian Cantika hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian melepaskan juga seluruh pakaian putri sulungnya hingga polos tanpa sehelai benangpun. Pakaian ke dua bayi itupun ditukar agar mereka tidak curiga sedikitpun.
__ADS_1
Setelah selesai semua Rina duduk di ranjang sambil memperhatikan putri kesayangannya memakai pakaian yang sangat mahal sedangkan ponakannya memakai pakaian mahal.
( " ******Maafkan****** mommy sayang, mommy terpaksa melakukan ini agar kamu bisa menikmati kekayaan mereka dan jika kamu sudah besar nanti kita bisa melakukan kerja sama untuk menghabiskan uang mereka agar aku bisa pergi keliling dunia dan menghambur - hamburkan uang dan Reno aku akan bercerai." Ucap Rina dalam hati sambil mengkhayal dirinya hidup enak ).
ceklek
Pintu kamar mandi terbuka Gloria berjalan ke arah ranjang bersamaan putrinya menangis begitu pula dengan Putri Rina.
Gloria menggendong yang di kira putrinya dan langsung berhenti menangis sedangkan Rina yang menggendong putri Gloria tidak berhenti menangis karena bayi yang bernama Cantika tahu kalau tantenya sangat jahat padanya dan berani menukarnya terlebih Rina bukanlah ibu kandungnya.
Gloria yang melihat bayi milik Rina yang tidak berhenti menangis hatinya merasa sakit membuat Gloria mendekati Rina.
" Aku yang gendong saja." Ucap Gloria
" Baiklah." Jawab Rina singkat sambil memberikan bayinya.
( " Puas - puasin gendong putrimu karena hari ini terakhir kamu menggendongnya." Ucap Rina dalam hati ).
Gloria menggendongnya dengan menggunakan tangan kanan karena tangan kirinya menggendong bayi yang sebenarnya bayi milik Rina.
" Sepertinya mereka haus, aku gendong putrimu boleh?" Tanya Rina penuh harap.
" Silahkan." Jawab Gloria
Rina menggendongnya kemudian memberikan dot yang berisi susu formula begitu pula dengan Gloria. Ke dua bayi itupun menyedot susu hingga habis kemudian mereka keluar dari kamar tersebut karena sebentar lagi acara akan di mulai.
( " Hari ini mommy akan menggendongmu untuk yang terakhir kalinya karena mommy tidak akan bisa menggendongmu lagi." Ucap Rina dalam hati ).
duar
duar
Terdengar suara petir saling bersahutan membuat ke dua bayi yang sudah mulai tertidur menangis kembali membuat Gloria dan Rina berusaha untuk menenangkannya. Setelah sepuluh menit ke dua bayi tersebut tertidur kembali. Entah kenapa perasaan Rina tidak enak seperti terjadi sesuatu tapi tidak tahu apa itu.
Kini mereka semua berkumpul dan para tamu undangan sudah datang. Gloria dan Thomas beserta ke tujuh bayi kembarnya juga Reno dan Rina beserta ke dua putrinya meniup lilin karena kebetulan mereka lahirnya sama.
Hampir dua jam lebih akhirnya para tamu undangan satu persatu pulang begitu pula dengan mereka. Sepanjang perjalanan pulang bayi yang di gendong Gloria menangis terus.
" Cantika kenapa sayang?" Tanya Thomas
" Tidak tahu sayang di kasih dot tidak mau terus aku cek pampers nya belum penuh buang air kecilnya dan juga tidak buang air besar." Ucap Gloria menjelaskan.
" Mungkin ada yang keseleo." Sambung Gloria
" Bagaimana kalau kita ke dokter?" Tanta Thomas
" Tidak usah sayang nanti aku akan coba mengurutnya." Ucap Gloria
" Baiklah." Jawab Thomas patuh.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sension 2 berjudul Mafia VS Psychophat
Menceritakan tentang Thomas dan Gloria yang akhirnya bisa bertemu kembali dan berkumpul dengan Cantika setelah bertahun-tahun mereka berpisah dan kisah perjalanan cinta Cantika.
Sension 3 berjudul Cinta Pertama Mafia Dengan Cantika
Menceritakan tentang ke dua putra dan satu putri Thomas dan Gloria yang bernama Aleandro, Maximus dan Quenby dalam menemukan cinta pertama mereka.
__ADS_1