
" Waktu semalam aku sedang mencari pakaian tidur dan mas mengajakku untuk melakukan seperti suami istri." ucap istrinya menjelaskan ke suaminya.
" Tapi bagaimana mungkin?" tanya Markus tidak percaya
" Itulah yang terjadi." ucap istrinya
" Kenapa kamu tidak sedih kehormatanmu aku ambil?" tanya Markus curiga
" Kenapa sedih, mas kan suamiku jika mas memintanya lagi aku bersedia. Bukankah kita sudah resmi menikah jadi hal itu sangat wajar jika kita melakukannya sebagai pasangan suami istri." ucap istrinya.
Markus hanya diam tidak membalas ucapan istrinya. Markus langsung turun dari ranjangnya dan mengambil celana boxernya kemudian berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
( " Maaf mas dengan cara seperti ini kita tidak akan mungkin bercerai." ucap istrinya dalam hati ).
ceklek
Markus keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk kemudian berjalan menuju ke lemari mengambil pakaian kerja dan memakainya.
Markus tidak memperdulikan istrinya masuk ke dalam kamar mandi tanpa sehelai benangpun. Markus keluar dari kamarnya untuk pergi ke kantor.
Di kantor Markus memikirkan kejadian semalam dan memikirkan apa yang terjadi. Markus hanya mengingat ketika selesai makan malam kepala pelayan seperti biasa memberikan lemon tea setelah itu Markus mencuci muka dan menyikat gigi dan ketika sedang keluar dari kamar mandi Markus merasa tubuhnya panas dan butuh pelampiasan.
" Apakah kepala pelayan memberikan sesuatu di minumanku? aku akan tanya kepala pelayan. Aku pulang sekarang karena bekerja juga percuma karena memikirkan ini terus." guman Markus
Markus langsung pulang menuju rumahnya dengan mengendarai mobil. Jalanan tidak begitu ramai Markus sampai di rumah hanya membutuhkan waktu 20 menit.
Pintu depan terbuka sedikit ketika Markus ingin mendorong pintu tanpa sengaja mendengar percakapan kepala pelayan dengan istri kepala pelayan
" Mas, dapat duit banyak dari mana?" tanya istrinya
" Dapat dari nyonya, semalam nyonya memintaku untuk memberikan obat pera***g di minuman lemon tea untuk tuan." ucap kepala pelayan memberikan penjelasan ke istrinya.
" Kalau mas kena marah tuan bagaimana?" tanya istrinya
" Kata nyonya, itu tanggungan nyonya?" ucap kepala pelayan
" Bukannya mereka tidur sekamar? memangnya tuan dan nyonya tidak pernah melakukan hubungan suami istri?" tanya istrinya penasaran dengan majikannya.
" Suaminya tidak pernah menyentuhnya karena itu aku kasihan dengan nyonya dan membantunya." ucap kepala pelayan
" Itukan urusan mereka kenapa mas ikut campur?" tanya istrinya
" Suaminya akan menceraikannya karena itulah mas mau membantunya." ucap kepala pelayan
brak
Markus mendorong pintu dengan keras hal itu membuat sepasang suami istri itu terkejut melihat tuannya datang secara tiba - tiba.
" Tu.. tuan." panggil mereka serempak dengan nada takut dan gugup
" Apa yang kamu katakan benar?" bentak Markus
" Maksud tuan apa?" tanya kepala pelayan
__ADS_1
" Masalah obat peran***g yang kamu campurkan di minuman lemon tea? apakah benar kamu memberikannya padaku atas perintah istriku?" tanya Markus ulang
Hening
" Jawab." bentak Markus
" Sayang kok sudah pulang?" tanya istrinya sambil menuruni anak tangga
" Jawab." bentak Markus lagi tanpa menjawab pertanyaan istrinya.
" Be... benar tuan." jawab kepala pelayan gugup
Markus menatap tajam ke arah istrinya dan berjalan menuju ke kamarnya dan mengambil pakaian di dalam lemari dan memasukkan ke dalam koper miliknya.
Istrinya menyusul suaminya ke kamarnya. Matanya membulat sempurna melihat apa yang dilakukan oleh suaminya.
" Sayang apa yang sayangku lakukan?" tanya istrinya
" Stop, jangan panggil aku sayang aku jijik mendengarnya. Aku akan pergi dari rumah ini." ucap Markus
" Kenapa mas ingin pergi? bagaimana dengan perusahaan yang mas pegang?" tanya istrinya
" Mas paling benci dengan apa yang telah kamu lakukan, Mas sudah bilang cari pria lain, mas tidak mencintaimu tapi apa yang telah kamu lakukan padaku. Mengenai perusahaan bukankah itu milik orangtuamu. Mas tidak perduli." ucap Markus
" Mas tidak ingat apa yang telah kita lakukan semalam? kenapa tega padaku? apakah di hati mas ada wanita lain?" tanya istrinya sambil terisak
" Cih kamu saja sudah tidak virgin lagi jadi jangan minta tanggung jawab padaku. Apa yang kamu katakan mas tega? Mas kan sudah berulang kali kalau mas tidak mencintaimu. Itu tidak ada hubungan dengan wanita lain." ucap Markus sambio berjalan meninggalkan istrinya.
Istrinya menarik tangan Markus tapi Markus mendorongnya dan pergi meninggalkannya.
" Setelah ini mas akan mengurus surat perceraian kita." ucap Markus sambil melanjutkan langkahnya.
" Sampai kapanpun aku tidak ingin berpisah denganmu." teriak istrinya
" Terserah." teriak Markus karena jaraknya sudah lumayan jauh.
Markus pergi keluar kota meninggalkan istri dan orang tua kandungnya. Markus mencari pekerjaan ke sana kemari tapi belum ada lowongan. Karena lelah Markus duduk sambil meminum air mineral sambil melihat jalanan yang agak sepi.
Tanpa sengaja Markus melihat seorang pria sedang berkelahi dengan beberapa preman. Markus langsung membantu pria itu membuat para preman tersebut babak belur.
" Terima kasih atas bantuannya. Siapa namamu." tanya pria itu sambil mengulurkan tangannya
" Saya Markus." jawab Markus membalas uluran tangan pria itu kemudian melepaskannya begitu pula dengan pria itu.
" Ini uang sebagai ungkapan terima kasih." ucap pria itu sambil mengeluarkan uang 10 lembar berwarna merah
" Maaf tuan. Sudah sepantasnya sesama manusia saling tolong menolong." ucap Markus menolak pemberian pria itu
" Apakah dirimu sudah bekerja? maksud saya sepertinya dirimu sedang mencari pekerjaan" tanya pria itu karena melihat Markus membawa amplop besar
" Benar tuan saya sedang mencari pekerjaan tapi sampai sekarang belum mendapatkannya." jawab Markus
" Kebetulan saya butuh asisten CEO. Maukah melamar pekerjaan di perusahaan milikku? Nanti kalau ada yang tidak mengerti akan aku ajarkan" tanya pria itu
__ADS_1
" Boleh tuan saya bersedia. Terima kasih tuan..." ucap Markus
" Thomas." ucap Thomas yang mengerti ucapan Markus
" Terima kasih tuan Thomas." ucap Markus
" Ok. Di mana rumahmu akan aku antar." ucap Thomas
" Maaf saya tidak punya rumah saya baru datang pertama kali ke kota." ucap Markus
" Bisa mengendarai mobil?" tanya Thomas
" Bisa tuan." jawab Markus
" Baik. Kamu tinggal di apartemenku dan tugasmu mengantar dan menjemputku ke kantor dan bertemu klien. Mengenai pekerjaan kantor nanti aku ajarkan." ucap Thomas sambil memberikan kunci mobil
" Baik tuan." jawab Markus sambil menerima kunci mobil
Markus mengantar ke mansion milik Thomas kemudian ke apartemen milik Thomas yang akan digunakan sebagai tempat tinggalnya.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
__ADS_1
Yayuk Triatmaja
xxxxxx