Cinta Pertama Mafia

Cinta Pertama Mafia
Tidak Ingin Berpisah


__ADS_3

Gloria sudah dipindahkan ke ruang perawatan vvip. Thomas menggenggam tangan istrinya sambil mengecup punggung tangan istrinya yang tidak ada selang infusnya.


" Sayang bangun donk." pinta Thomas lirih.


Tangan kanan Thomas memegang tangan kanan Gloria sambil menatap wajah istrinya yang masih setia memejamkan matanya.


" Sayang, mas sangat mencintaimu jangan tinggalkan mas." ucap Thomas lirih.


Tidak berapa lama Thomas memejamkan matanya dengan posisi tangan kanannya menggenggam tangan kanan Gloria dan kepalanya bersandar di dada Gloria.


Perlahan Gloria membuka matanya karena dadanya terasa sesak. Gloria menatap wajah suaminya yang masih terpejam.


Perlahan Gloria mengangkat tangan kirinya yang sedang di infus dengan menahan rasa sakit karena pergelangan tangan kirinya bergerak otomatis terkena gesekan kulit dengan suntikan, Gloria mengelus kepala Thomas sedang lembut.


Thomas yang sudah tertidur merasa terganggu dengan elusan rambutnya. Thomas membuka matanya perlahan dan melihat wajah istrinya sambil tersenyum bahagia, tangan kiri Thomas tanpa sadar memegang tangan kiri Gloria yang sudah mengeluarkan darah sedikit akibat gerakan Gloria dan masuk ke dalam suntikan dan cairan selang infus.


Auch


Gloria merintih ketika tangan kiri Thomas menyentuh tangan kiri Gloria. Thomas yang mendengar istrinya merintih langsung melepaskan tangan kirinya. Thomas lansung duduk dengan tegak sambil memandangi wajah istrinya.


" Sayang ada yang sakit?" tanya Thomas panik.


" Pergelangan tangan kiriku sakit." rintih Gloria manja.


Thomas mengalihkan pandangannya ke arah pergelangan tangan Gloria matanya membulat sempurna melihat tangan istrinya berdarah dengan cepat Thomas memencet bel.


Tidak berapa lama muncul dokter dan dua perawat. Thomas di suruh keluar dengan terpaksa Thomas keluar meninggalkan istri tercintanya dengan seorang dokter dan dua perawat.


Setelah agak lama dokter dan dua perawat itupun keluar dari ruangannya. Thomas kembali masuk ke dalam ruangan Gloria dan duduk di samping ranjang Gloria.


" Bagaimana Glo? masih ada yang sakit?" tanya Thomas lembut sambil menggenggam tangan Gloria.


" Sudah tidak lagi sayang." jawab Gloria sendu menatap wajah suaminya.


" Kamu kenapa sayang, kok mukamu sedih?" tanya Thomas menatap wajah istrinya yang sedang menahan air matanya yang sebentar lagi akan keluar.


" Sayang, bolehkah aku meminta sesuatu darimu?" tanya Gloria ragu


" Katakanlah, apapun yang kamu minta akan mas kabulkan jadi jangan takut, katakanlah." ucap Thomas tanpa tahu apa yang di minta istrinya karena Thomas hanya berpikir mungkin Gloria ingin memakan sesuatu tapi takut mengatakannya.


" Benarkah?" ulang Gloria


Thomas hanya menganggukkan kepalanya.


" A... ku ingin... ki...ta ber...pi..sah." ucap Gloria gugup akhirnya air matanya tumpah dan tidak bisa di tahan lagi.


duar


Thomas sangat terkejut mendengar perkataan Gloria matanya membulat sempurna, rahangnya mengeras pikiran buruk Thomas melayang kalau Gloria pasti ingin kembali dengan pria breng**k itu. Thomas langsung melepaskan genggamannya yang tadi menggenggam tangan Gloria.


" Apa maksudmu Glo?" tanya Thomas dengan nada setengah membentak sambil membalikkan badannya karena hatinya sangat sakit.

__ADS_1


" Aku tidak ingin orang yang kucintai dihina ataupun direndahkan oleh orang lain karena pernikahan kita aku sudah hamil duluan." ucap Gloria lirih tapi terdengar jelas di telinga Thomas.


Thomas membalikkan badannya dan ke dua tangannya berada di sisi kanan dan kiri ranjang Gloria sambil memandanginya.


" Kamu hamil itu juga anakku, anak kandungku, darah dagingku dan aku tidak perduli orang bicara apa denganku karena kamu belahan jiwaku dan aku tidak ingin berpisah darimu" ucap Thomas tegas sambil menghapus air mata Gloria dengan menggunakan kedua ibu jari tangannya.


" Tapi.." ucapan Gloria terputus karena bibirnya di kecup oleh Thomas


" Aku ingin kamu berkata jujur padaku Glo, apakah kamu mencintaiku? tanya Thomas sambil memandang wajah Gloria.


" Tentu saja aku sangat mencintaimu tidak ada laki - laki lain selain dirimu karena itulah aku rela dan ingin orang yang kucintai bisa bahagia walau bukan dengan diriku." ucap Gloria tulus hingga air matanya kembali keluar


Thomas menghapus air mata Gloria dengan kedua ibu jarinya.


" Kebahagiaanku adalah kamu selalu bersamaku aku tidak memperdulikan perkataan orang lain, kumohon lupakan kata - kata Wida." ucap Thomas


" Tapi, aku ingin mas Thomas bahagia walau bukan bersamaku." ucap Gloria


" Baiklah kalau itu maumu, aku akan pergi dari kehidupanmu dan tidak mengenalmu lagi." ucap Thomas pasrah


deg


Jantung Gloria berdetak ada rasa sakit di hatinya tapi Gloria menahan rasa sakitnya yang penting orang yang dicintainya bisa bahagia dengan wanita lain.


Thomas mengeluarkan pistol dan menggenggam tangan Gloria membuat Gloria terkejut.


" Tembaklah pas di jantungku Glo agar mas bisa melupakanmu dan pergi dari kehidupanmu." ucap Thomas sambil memandang sendu istrinya.


" Aku tidak sanggup jika dirimu terluka." ucap Gloria lirih


" Kalau kamu tidak sanggup jangan tinggalkan mas karena kamulah separuh nafasku." ucap Thomas


" Mas Thom hiks... hiks... maafkan aku... hiks... hiks..." tangis Gloria pecah


" Sudah lupakanlah, kamu pasti laparkan mas suapin ya?" pinta Thomas mengalihkan pembicaraan dan menaruh pistolnya di balik sakunya.


Gloria menganggukkan kepalanya, Thomas mengambil mangkok dan menyuapkan dengan telaten ke mulut Gloris sekali - kali menghapus sisa bubur di mulut Gloria dengan menggunakan ibu jarinya kemudian ibu jarinya dijilatnya ke mulut Thomas.


" Mas Thom itukan jorok." ucap Gloria tertunduk malu dan tidak percaya suaminya melakukan itu kepadanya.


" Tidak, kamu mau cara yang lain lagi?" tanya Thomas


" Apa itu? tanya Gloria penasaran


" Sungguh ingin tahu cara lainnya? tanya Thomas lagi.


Gloria menatap wajah Thomas dan menganggukkan kepalanya.


Thomas menyuapkan bubur ke mulut Gloria dan Thomas langsung melu**t bibir Gloria dan mengambil makanan bubur yang ada di mulut Gloria dengan menggunakan lidahnya. Hal itu membuat Gloria membulatkan matanya dan memukul lengan Thomas dengan pelan.


" Manis." ucap Thomas sambil tersenyum

__ADS_1


Gloria hanya tersenyum melihat wajah Thomas. Tidak terasa bubur itupun habis.


" Sayangku tidak makan? tanya Gloria


" Aku sudah pesan makanan ke Markus sebentar lagi datang." ucap Thomas


" Kapan pesannya? perasaan Gloria tidak melihat Mas Thom menghubungi Markus." tanya Gloria bingung.


" Waktu tadi aku keluar pesan makanan dan minta di antar satu jam lagi. Oh ya beberapa hari lagi kita akan berangkat ke kota. Mas banyak pekerjaan disana dan kamu di rumah saja." ucap Thomas


" Kenapa aku tidak bekerja lagi? tanya Gloria


" Kamu sudah jadi istriku dan kamu juga lagi hamil jadi tinggallah di rumah. Aku tidak ingin kamu lelah karena itu mas menyediakan beberapa pelayan." ucap Thomas


" Lalu tugasku apa donk? kan bosan kalau tidak ngapain? keluh Gloria


" Tugasmu di ranjang jadi suami pulang kerja lelahnya langsung hilang." bisik Thomas


" Ih mesum." ucap Gloria sambil memukul pelan


" Mesum sama istri sendiri tidak apakan." bisik Thomas lagi


" Sejak kapan mas mesum? tanya Gloria


" Sejak pertama kali kita melakukannya di hotel." bisik Thomas


" Setelah aku pergi apakah mas melakukan bersama wanita lain? selidik Gloria curiga


" Tidak, kalau mas ingin mas melakukannya dengan sabun makanya ketika bertemu kembali denganmu mas tidak tahan ingin melakukannya kembali. Sudahlah jangan ngomong gitu lagi." ucap Thomas


" Memang kenapa? tanya Gloria bingung


Tanpa menjawab pertanyaan Gloria tangan Gloria langsung di genggam oleh Thomas dan diarahkan ke adik kecilnya.


" Kamu rasakan adik kecilku sudah menegang ingin masuk ke punyamu." ucap Thomas dengan kata vulgar


Gloria yang tahu langsung menarik tangannya dan memukul kembali lengan Thomas dengan pelan.


Thomas hanya tertawa melihat wajah istrinya sangat menggemaskan.


tok


tok


tok


ceklek


Tanpa menunggu jawaban dari Thomas, Markus langsung membuka pintu ruangan Gloria dan memberikan makanan ke Thomas kemudian Markus keluar lagi.


Thomas memakan sambil sekali - kali menyuapkan ke mulut Gloria, Gloria yang awalnya menolak karena di paksa akhirnya Gloria membuka mulutnya hingga makanan itupun habis tanpa sisa.

__ADS_1


__ADS_2