Cinta Pertama Mafia

Cinta Pertama Mafia
Sisi Lain Thomas


__ADS_3

Setelah beres 2 orang office boy itu pergi meninggalkan ruangan Thomas. Kini tinggal mereka berdua.


Markus pun meminta ijin untuk keluar baru saja membalikkan badannya Thomas memanggilnya.


" Aku pergi sekarang, antar aku ke bandara." perintah Thomas sambil berdiri dan mengambil jas yang berada di kursi kebesarannya.


" Baik tuan." ucap Markus


Mereka berdua keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju lift khusus CEO.


Sampai di lantai satu Thomas dan Markus berjalan menuju lobby. Seorang karyawati baru yang berwajah cantik dan seksi sengaja menabrakkan dirinya ke Thomas karena dirinya tahu kalau dia adalah Thomas pemilik perusahaan dimana dirinya bekerja.


bruk


akh


Gadia itupun jatuh tertabrak Thomas, Thomas menghentikan langkahnya dan duduk agak sejajar dengan gadis itu. Gadis itu sangat senang dan berharap mendapat perhatian


plak


Thomas menampar gadis itu dan kemudian mencekiknya.


" Saya tahu kamu sengaja menabrakkan diri supaya aku perhatian padamu. hah!!" bentak Thomas sambil mendorong gadis itu.


uhuk uhuk uhuk


Gadis itu terbatuk - batuk karena menerima cekikkan bosnya. Gadis itu sangat terkejut selama ini tidak ada yang menolak pesona kecantikan dan tubuh seksinya.


" Pengawal usir dia dan mulai hari ini kamu saya pecat dan tidak akan di terima kerja dimanapun berada." ucap Thomas sarkas


duak


akh


Thomas menendang gadis itu tanpa punya rasa kasihan sama sekali kemudian pergi meninggalkannya.


Gadis itu menahan rasa sakit, malu dan dendam terhadap Thomas.


( " Saat ini kamu menang, tapi nanti akan aku balas semua penghinaan ini." ucap gadis itu dalam hati. )


Gadis itu di seret oleh dua orang bodyguard milik Thomas dan di bawa keluar dari perusahaan.


xxxx


Thomas sudah sampai di kota yang di tuju dan langsung menuju hotel karena badannya sangat lelah.


Selesai mandi dan beristirahat Thomas duduk di ranjang. Thomas membuka ponselnya tampak walpaper dirinya dan Gloria.


" Aku ingin melupakanmu tapi kenapa sulit Glow? ucap Thomas lirih


" Kamu tahu Glow, kamulah cinta pertamaku. Selama ini hatiku kosong dan aku hanya mengenal wana hitam dan putih tapi sejak kenal denganmu semua hatiku hanya ada namamu. Hari - hariku lebih berwarna sejak kamu hadir dalam kehidupanku." sambung Thomas.


Thomas menaruh secara asal dan memejamkan matanya untuk melupakan cinta pertamanya.


Baru saja memejamkan mata terdengar bunyi ponselnya. Thomas meraba ponselnya dan tanpa di lihat siapa yang menelephone langsung menggeser warna hijau.


" Tuan." panggil anak buah mafianya.

__ADS_1


" Hmm..." jawab Thomas berupa deheman.


" Tuan kami sudah menangkap orangnya." ucap anak buah mafianya.


" Bagus, tunggu aku di sana." ucap Thomas tersenyum devil.


tut


tut


tut


Ponsel langsung dimatikan oleh Thomas tanpa menunggu jawaban.


" Hmmm.... sudah lama aku tidak pernah menyiksa orang dan kebetulan hari ini suasana hatiku sangat buruk, setidak - tidaknya ada pelampiasan." ucap Thomas tersenyum menyeringai.


Thomas pun pergi meninggalkan hotel dan pergi ke tempat markas mafia yang berada di cabang. Thomas memiliki beberapa cabang mafia dan juga beberapa cabang perusahaan.


xxxx


Sampai di markas Thomas berjalan memasuki sebuah ruangan yang luas dan banyak alat penyiksaan. Dua orang duduk dan ke dua tangan terikat begitu juga dengan ke dua kakinya.


Thomas duduk di kursi kebesaran sambil kaki kirinya disilangkan dengan bertumpu dengan kaki kanannya.


" Siapa yang mengutusmu hah!!" bentak Thomas


hening


plak


plak


bugh


bugh


dor


akh


Satu pria mati di tembak Thomas pas di dahinya.


" Sekarang tinggal dirimu mau mengaku atau tidak?" bentak Thomas dengan suara yang menggelegar.


hening


" Romi." teriak Thomas


Romi yang namanya di panggil langsung membawa seorang wanita paruh baya.


" Kamu kenal wanita ini? dia ibumu bukan?" ucap Thomas


" Iya benar, jangan sakiti ibuku. Aku mohon tuan boleh membunuhku." mohon pria itu akhirnya berbicara


" Sudah terlambat." ucap Thomas sinis


dor

__ADS_1


Wanita itupun mati di tempat dengan luka pas di jantungnya.


" Ibu, kau!! memang mafia paling kejam ." ucap pria itu


" Ya benar aku adalah mafia paling terkejam karena itulah jangan macam - macam dengan perusahaanku." bentak Thomas lagi


" Kamu sudah kupercayai menjadi direktur Keuangan tapi kamu malah korupsi dalam jumlah besar. Kamu tahu semua asetmu sudah kurampas semua termasuk aset milikku yang kamu korupsi. Siapa lagi yang bekerja sama denganmu?" bentak Thomas


deg


Pria itu terkejut sia - sia saja dirinya korupsi dalam jumlah besar kalau akhirnya bisa diambil dan membuatnya bertambah terkejut semuat aset pribadinya juga diambil.


" Direktur Pemasaran." ucap pria itu akhirnya karena percuma bosnya lebih licik dari dirinya.


" Lanjutkan." ucap Thomas


" Penjualan perumahan, hotel, mall dan mobil sebenarnya laris terjual dengan harga 2 kali lipat dari harga penjualan seharusnya." ucap pria itu


" Berarti jika saya jual harga satu perumahan 1 milyar kalian berdua menjualnya 2 milyar dan 1 milyarnya kalian bagi dua begitu maksudnya?" tanya Thomas terkejut


" Ya benar." ucap pria itu.


" Apakah ada yang lain terlibat?" tanya Thomas


" Tidak ada. Berarti saya boleh bebas." ucap pria itu berharap dirinya dibebaskan oleh Thomas.


" Ya benar, bebas dari rasa sakit." ucap Thomas sambil senyum menyeringai.


" Maksud tuan? bukankah saya sudah menceritakan semuanya. Jadi aku mohon tuan tolong bebaskan saya." pinta pria itu


" Sekali pengkhianat tetap pengkhianat." ucap Thomas sambil tersenyum devil


" Tuan maafkan saya, saya sangat menyesal saya ingin hi.." ucapnya terpotong karena Thomas menembaknya pas di dahi pria itu.


dor


akh


Pria itupun mati di tempat dengan posisi duduk.


" Romi, singkirkan tiga mayat dan berikan ke binatang kesayanganku sebelumnya potong - potong dulu agar hewanku tidak memakan peluruku." ucap Thomas sambil berdiri meninggalkan markasnya.


" Baik tuan." ucap Romi sambil menunduk hormat.


Thomas mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.


" Akh aku ingin minum di bar milikku." ucap Thomas bicara dengan dirinya sendiri.


Thomas pun menghentikan mobilnya dengan asal sambil memberikan kunci mobilnya ke salah satu anggota mafianya yang berjaga di bar milik Thomas.


Di dalam bar ruangan vvip Thomas memesan minuman agar bisa menghilangkan bayangan Gloria yang selalu menari - nari di otaknya.


Seorang wanita yang kekurangan bahan berjalan mendekati Thomas. Wanita itu tahu bahwa Thomas adalah pemilik bar tempat dirinya bekerja.


Wanita itu dengan percaya dirinya duduk di pangkuan Thomas


" Jangan pernah sentuh tubuhku, aku jijik melihatmu." ucap Thomas sarkas sambil mencekik wanita itu.

__ADS_1


Wanita itu berusaha memukul - mukul lengan Thomas tapi Thomas tidak perduli karena hatinya dipenuhi amarah yang memuncak.


Bartender dan para anggota mafia tidak ada yang berani membela wanita malang itu karena jika membantunya bisa jadi nasibnya akan sama seperti wanita malang itu.


__ADS_2