
Hari ini Gloria dan Thomas mengucapkan janji suci pernikahan. Disaksikan oleh Goretti, Markus, Leo dan anak buah mafia milik Thomas.
Thomas sengaja tidak mengundang rekan bisnis maupun ke dua sahabatnya karena tidak ingin Gloria nanti menjadi tertekan jika banyak pertanyaan seputar kehamilannya mengingat Gloria sedang hamil.
Acara pesta di gelar secara meriah, Thomas dan Gloria selalu tersenyum bahagia tidak ada lagi guratan kesedihan di wajah Gloria.
Kini pesta telah usai para anak buah Thomas juga sudah pulang kembali ke markasnya. Thomas langsung menggendong Gloria menuju kamarnya.
" Sayang, malu masih ada orang." ucap Gloria sambil menutup wajahnya ke dada suaminya.
Thomas hanya tersenyum memandangi wajah istrinya. Sampai di kamar Thomas menurunkan istrinya perlahan. Tanpa diminta Gloria, Thomas langsung membuka resleting gaun pengantin Gloria hingga terjatuh di lantai.
" Sayang, main satu ronde ya? mas dari kemarin sudah menahannya sekarang sudah tidak bisa lagi, apalagi kitakan sudah menikah." ucap Thomas dengan nada suaa mulai berat.
Thomas memeluk tubuh Gloria sambil mengecup leher dan punggung Gloria. Thomas membalikkan tubuh Gloria dan mendorongnya perlahan menuju ranjang yang sudah di hias. Thomas langsung melepaskan seluruh pakaiannya.
Setelah pemanasan cukup Thomas melakukan penyatuan desahan demi desahan keluar dari mulut mereka hingga Thomas mengeluarkan lahar ke rahim milik Gloria.
" Sebenarnya mas ingin menambah tapi mas tahan karena mas tidak ingin menyakiti anak kita." ucap Thomas
" Terima kasih sayang." jawab Gloria.
" Kita mandi bersama yuk." ajak Thomas tanpa menunggu jawaban Thomas menggendong Gloria ala bridal style. Gloria mengalungkan ke dua tangannya ke leher Thomas.
Selesai mandi mereka berpakaian dan tidur bersama sambil berpelukan.
xxxx
Pagi hari Gloria perlahan membuka matanya, Gloria tersenyum bahagia karena dirinya sudah resmi menjadi nyonya Thomas, seperti mimpi rasanya.
Gloria berusaha melepaskan tangan suaminya yang sedang memeluk dirinya. Setelah berhasil Gloria bangun dan berjalan ke kamar mandi. Gloria menyikat gigi dan mencuci muka kemudian Gloria turun ke bawah menuju ke arah dapur.
Di bawah sudah ada kepala pelayan untuk memasak. Gloria menghampiri mereka sambil tersenyum.
" Selamat pagi nyonya Thomas, bisa saya bantu." tanya kepala pelayan.
" Pagi, maaf saya memanggilnya apa ya?" tanya Gloria ramah
__ADS_1
" Panggil bibi saja, bisa saya bantu nyonya?" tanya pelayan lagi
" Bibi, saya ingin memasak buat suami saya." jawab Gloria sambil tersenyum
" Silahkan nyonya." jawab kepala pelayan ramah.
Kepala pelayan sudah diberitahukan oleh Thomas apapun yang diminta oleh Gloria harap dilaksanakan tanpa di bantah sedikitpun.
" Terima kasih bibi." jawab Gloria sambil melihat apa yang ingin di masak.
" Bisa saya bantu nyonya?" tanya kepala pelayan itu lagi.
" Tolong potong - potong sayuran ini bibi." ucap Gloria ramah
" Baik nyonya." jawab kepala pelayan dengan ramah.
Gloria mulai meracik bumbu dan memasaknya selesai memasak Gloria dengan di bantu kepala koki dan pelayan lainnya menyiapkan di meja makan.
" Bibi, saya mandi dulu ya, terima kasih sudah membantu saya." ucap Gloria ramah sambil tersenyum
" Sama - sama nyonya, apalagi ini juga merupakan tugas kami nyonya." jawab kepala pelayan ramah.
Gloria melihat suaminya masih tertidur dengan pulas. Gloria pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Thomas masih setia memejamkan matanya sambil tangannya meraba mencari istrinya tapi tidak ada.
Perlahan Thomas membuka matanya dan mencari istrinya dan terdengar suara gemericik air di kamar mandi. Thomas langsung terbangun dan melepaskan celana boxernya dan masuk ke dalam kamar mandi yang kebetulan tidak di kunci.
Thomas melihat istrinya membelakangi dirinya sedang mandi menggunakan air shower sambil menikmati air hangat. Thomas langsung memeluk tubuh istrinya sambil mematikan air shower.
" Sayang main lagi yuk?" ajak Thomas
Gloria hanya menganggukkan kepalanya. Merasa dapat lampu hijau Thomas langsung memberikan pemanasan setelah dirasakan cukup Thomas mulai melakukan penyatuan. Desahan demi desahan keluar dari mulut mereka sampai keluar lahar milik Thomas barulah mereka mandi.
Selesai mandi Thomas dengan telaten melap tubuh istrinya dan memakaikan jubah handuk baru kemudian dirinya. Mereka berdua keluar dari kamar mandi.
" Sayang, hari ini kerja atau libur?" tanya Gloria sambil berjalan menuju lemari.
" Hari ini mas libur, kenapa sayang?" tanya Thomas
__ADS_1
" Tidak apa - apa, aku siapkan pakaianmu ya?" pinta Gloria
" Baik." jawab Thomas singkat sambil tersenyum.
Gloria memilih pakaian milik suaminya setelah selesai Gloria memberikannya ke suaminya Thomas barulah Gloria mengambil pakaian untuk dirinya sendiri.
Selesai berpakaian Thomas menggenggam tangan Gloria menuju ke arah meja makan. Tampak Markus sudah duduk di meja makan menunggu mereka berdua.
Mereka bertiga menikmati makan. Sejak kedatangan Gloria Thomas selalu makan dengan lahap sampai menambah 2 atau 3 piring. Selesai makan mereka berkumpul di ruang keluarga.
" Mark, dimana Goretti dan Leo?" tanya Gloria karena tidak melihat mereka berdua.
" Goretti semalam pulang mau ijin nona Gloria sedang istirahat jadi hanya ijin pada saya sedangkan Leo meminta ikut Goretti. Saya sudah memaksanya tapi Leo menangis dan Goretti tidak keberatan akhirnya mereka pulang dengan dijaga 3 orang bodyguard." jawab Markus menjelaskan.
Gloria hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
" Sayang, mas tinggal dulu ada yang ingin mas bicarakan dengan Markus di ruang kerja, sayangku bisa berkeliling melihat mansion." ucap Thomas.
" Ok." jawab Gloria singkat sambil tersenyum.
Gloria berjalan mengelilingi mansion menikmati udara segar dan bunga - bunga bermekaran. Gloria berjalan mendekati taman dan duduk di ayunan sambil menikmati semilir angin. Banyaknya pohon membuat suasananya sejuk dan tidak panas.
" Terima kasih Tuhan tidak ada lagi kesedihan dalam hidupku, semoga kebahagianku selalu kualami ini tidak akan hilang." guman Gloria sambil memejamkan mata.
Gloria membuka matanya ketika terdengar suara keributan dari samping mansion. Gloria turun dari ayunan dan berjalan mendekati asal keributan.
" Saya kekasih tuan Thomas, jika kalian tidak mengijinkan saya masuk maka saya akan tetap teriak untuk memanggil tuan Thomas dan kalian semua akan saya pecat." teriak gadis cantik itu.
" Maaf nona, tuan Thomas sedang sibuk jadi tidak bisa ditemui." ucap kepala pelayan
" Bilang saja kalau kekasihnya yang bernama Wida datang, tuan Thomas kenal saya dan pasti tuan Thomas akan datang menemuiku." ucap gadis cantik itu dengan nada angkuh.
" Sebentar nona, saya akan panggilkan." ucap kepala pelayan pergi meninggalkan gadis yang bernama Wida.
Gloria menghampiri gadis yang bernama Wida itu.
" Anda siapa?" tanya Wida melihat Gloria dari atas sampai ke bawah
__ADS_1
" Saya Gloria istrinya Thomas." ucap Gloria berusaha tersenyum