
" Benarkah Thomas?" tanya Alex tidak percaya
" Ya, tapi jika dia memilihku kamu harus berjanji jangan pernah berfikiran untuk merebut Gloria dariku. Kamu harus melupakan Gloria dan cari wanita lain." ucap Thomas meninggalkan Thomas menuju ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya yang sendu hatinya takut jika Gloria lebih memilih Alex.
Baru beberapa langkah Alex mengatakan sesuatu membuat Thomas menghentikan langkahnya tanpa membalikkan badannya.
" Iya aku janji tidak akan mengganggu hubungan kalian. Tapi jika dia memilihku kamu juga harus berjanji untuk tidak mengganggu hubungan kami dan mengenai anak kamu boleh menengoknya karena bagaimana mereka adalah anak - anakmu." ucap Alex
" Baik aku janji tidak akan mengganggu hubunganmu dengan Gloria sedangkan mengenai anak - anak aku saja yang merawatnya karena aku adalah ayah kandungnya. Jika Gloria ingin menengok anak - anaknya aku akan mengijinkannya." ucap Thomas kemudian melanjutkan langkahnya kembali.
" Ok aku setuju." ucap Alex sambil tersenyum bahagia.
( " Aku dan Gloria akan membuat anak dengan demikian Gloria akan bisa melupakan anak - anaknya, anak dari Thomas dengan Gloria karena sibuk dengan anak yang akan dikandungnya nanti sekaligus anak kandungku jadi tidak perlu repot mengurus anak - anak tiriku." ucap Alex dalam hati ).
Thomas pergi meninggalkan Alex di ruangan ugd. 15 menit kemudian Thomas sudah kembali lagi ke ruangan ugd.
Tampak dokter Hendrik sedang bercakap - cakap dengan Alex. Thomaspun mendekati mereka berdua.
" Bagaimana keadaan istriku? Hen?" tanya Thomas
" Istrimu sudah sadar katanya ingin bertemu denganmu dan juga Alex." ucap dokter Hendrik
deg
Jantung Thomas berdetak kencang rasa takut ditinggalkan oleh Gloria.
" Baiklah." jawab Thomas singkat
Thomas dan Alex masuk ke dalam ruang ugd dan melihat Gloria sedang berbaring di ranjang. Gloria menatap suaminya sambil tersenyum membuat Alex kecewa dan jantunya berdetak kencang ada rasa takut jika Gloria lebih memilih suaminya dari pada dirinya.
" Sayang duduk di sampingku." ucap Gloria sambil menepuk ranjang disampingnya.
__ADS_1
Thomas tersenyum dan mengikuti keinginan istrinya.
" Kak Alex duduklah di kursi itu." pinta Gloria sambil menunjuk kursi yang berada dekat dengan ranjangnya.
" Sebelum aku mengatakan sesuatu ada yang dikatakan Mas Thom dan kak Alex?" tanya Gloria
" Sayang, Alex memintaku agar kamu memilih mas atau Alex. Jika kamu memilihku Alex berjanji tidak akan mengganggu hubungan kita begitupun sebaliknya jika kamu memilih Alex akupun tidak akan mengganggu hubungan kalian. Mas akan pergi dari kehidupan kalian asalkan ke 7 anak kita mas yang akan mengurusnya. Jika kamu merindukan kamu bisa menengok ke 7 anak kita." ucap Thomas sendu
" Benar begitu Alex ?" tanya Gloria sambil memandang wajah Alex
" Ya benar, apakah kamu memilihku?" tanya Alex penuh percaya diri.
" Sebelum aku menjawab aku ingin bertanya terlebih dahulu dengan suamiku. Mas Thom apakah mas mencintaiku?" tanya Gloria sambil menatap wajah suaminya
" Tentu saja aku sangat mencintaimu karena kamu adalah nafasku. Hidupku lebih berarti sejak kedatanganmu." ucap Thomas sambil menggenggam tangan istrinya
" Kalau mas sangat mencintaiku, kenapa mas memintaku untuk memilih Mas Thom atau kak Alex?" tanya Gloria
" Baiklah aku akan menjawabnya. Maafkan aku mas Thom aku memilih.." ucapan Gloria terpotong oleh Thomas
" Tidak perlu kamu lanjutkan Glo, aku tahu kamu memilih Alex. Selamat ya semoga kalian berbahagia, Alex berjanjilah padaku agar tidak menyakiti Gloria lagi karena aku tidak segan - segan membunuhmu." ucap Thomas tegas.
" Terima kasih sayang." ucap Alex sambil tersenyum bahagia dan memegang tangan Gloria.
Thomas tersenyum kecut melepaskan tangannya yang tadi menggenggam Gloria. Hatinya sangat hancur dan kecewa ketika mendengar jawaban Gloria. Thomas berjalan menuju ke arah pintu keluar baru saja tangannya memegang ganggang pintu Gloria melanjutkan kata - katanya membuat Thomas menghentikan langkah kakinya.
" Maafkan aku mas Thom aku memilihmu mas Thom, karena mas Thom adalah nafasku. Di saat aku mengalami kesedihan mas selalu ada. Mas mengobatiku ketika aku mengalami luka fisik ketika aku ditampar oleh kak Alex. Mas Thomas aku bahagia bisa menikah denganmu. Aku ingin kita mengurus ke 7 anak kita hingga dewasa. Aku ingin kita bisa menua bersama sampai ajal memisahkan kita." ucap Gloria tidak terasa air matanya mengalir
" Untuk kak Alex, aku mohon maaf aku tidak bisa hidup bersamamu karena aku sangat mencintai suamiku. Aku harap kak Alex bisa menerima keputusanku dan tidak ada dendam di antara kita maupun dengan suamiku." ucap Gloria sambil menatap wajah Alex dan membalas genggaman tangan Alex
" Gloria beri aku kesempatan sekali saja untuk memperbaiki kesalahanku." mohon Alex
__ADS_1
" Maafkan aku mas, aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk selalu setia dengan suamiku karena itulah aku akan selalu setia dengan suamiku yaitu mas Thomas sedangkan untuk kak Alex pernikahan kita adalah palsu jadi janjiku untuk setia dengan kak Alex tidak bisa karena kita bukan suami istri." ucap Gloria tegas
" Kesempatan itu sudah tidak ada lagi dan kuharap kak Alex mengerti dan Gloria hanya bisa berharap kak Alex bisa menemukan gadis yang lebih baik dariku." sambung Gloria
" Apakah kamu membenciku Glo? sehingga tidak ingin kita kembali?" tanya Alex sendu
" Aku sudah memaafkanmu kak, hanya saja aku tidak mungkin bisa bersama karena aku sudah menikah dan aku sangat bahagia dengan pernikahanku. Gloria mohon lupakan Gloria dan carilah gadis yang lebih baik dari Gloria." pinta Gloria
" Bagi kakak kamulah yang paling terbaik. Kakak sangat menyesal telah melukaimu berulang - ulang." ucap Alex
" Pasti ada yang lebih baik dari Gloria. Gloria yakin dan sekali lagi aku mohon lupakan Gloria." pinta Gloria lagi.
" Baiklah kakak akan berusaha melupakanmu walau sangat sulit. Sesuai janji kakak, kakak tidak akan menganggu hubungan kalian." ucap Alex pasrah.
Alex berjalan ke luar meninggalkan Thomas dan Gloria dengan hati terluka. Penyesalan terdalam menghina dan menyiksa Gloria baik fisik maupun batinnya.
Thomas membalikkan badannya dan berjalan ke arah Gloria dan memeluknya. Hatinya sangat bahagia karena istrinya memilih dirinya.
" Terima kasih sayang sudah memilihku." ucap Thomas
" Aku yang seharusnya berterima kasih karena mas hadir dalam kehidupanku. Gloria hanya berharap mas jangan melukai hatiku." pinta Gloria.
" Tentu saja sayang, mas tidak akan melukaimu, mas akan selalu menjagamu. Oh ya sayang bagaimana kabar anak - anak kita?" tanya Thomas
" Semuanya baik tapi kata dokter aku tidak boleh stres karena bisa mempengaruhi kondisi anak - anak kita." ucap Gloria.
" Maafkan mas ya sayang." ucap Thomas
" Lupakanlah mas, oh ya kata dokter besok aku bisa pulang." ucap Gloria.
" Benarkah mas ikut senang." ucap Thomas
__ADS_1
Mereka berdua saling berbicara dan terkadang tertawa bersama. Thomas sangat bahagia memiliki istri yang baik dan setia.