Cinta Pertama Mafia

Cinta Pertama Mafia
Bertemu Dengan Gloria


__ADS_3

" Karena aku melihat kamu menyukai Gloria, dengan melihatmu selalu memperhatikan dan selalu memuji Gloria aku sudah bisa menebaknya. Karena itulah aku selalu menghasutmu agar membenci Gloria. Walau kamu sering memukul Gloria tapi aku juga bisa melihat ada rasa penyesalan di wajahmu ketika menyiksa Gloria." ucap Dena mengungkapkan perasaannya.


" Aku benci Gloria, aku tidak ingin kamu menyukainya karena itulah berbagai cara agar kamu tidak menyukai Gloria dan membencinya dan apa yang kulakukan tidak sia - siap tapi kesenanganku hanya sesaat karena aku dan mama tidak sengaja bertemu dengan Gloria." ucap Dena dengan nada kesal.


plak


Alex menampar kembali Dena kemudian menatap tajam.


" Perk***a secara bergiliran hingga dia mati." perintah Alex.


Semua merasa sangat senang mendapat perintah bosnya merekapun melakukan secara bergiliran.


Alex meninggalkan markas dan pergi menuju ke rumah sakit untuk menemui mamanya yang terluka akibat ulah Dena.


xxxx


Alex kini sudah sampai di rumah sakit, baru saja memasuki lobby Alex tanpa sengaja melihat Thomas sedang duduk menunggu di tempat menunggu obat. Alex mendekati Thomas dan duduk di sebelahnya.


" Hai bro, kamu sakit?" tanya Alex


" Tidak." jawab Thomas singkat


" Siapa yang sakit?" tanya Alex penasaran


" Istriku perutnya kram karena itulah di bawa ke rumah sakit. Maklum istriku sedang hamil anak kembar jadi pikiran sedikit langsung kram perutnya." ucap Thomas


" Makanya bro jangan bikin istrimu stres." ucap Alex sok memberi nasehat


" Bukan gara - gara aku tapi gara - gara ketemu seorang wanita di mall perut istriku jadi kram." ucap Thomas


" Memang apa yang dilakukan oleh wanita itu?" tanya Alex bingung


" Dia menghina istriku kalau aku tidak di tahan oleh istriku sudah ku bunuh dia." ucap Thomas dengan nada menahan amarah.


" Menghina bagaimana?" tanya Alex penasaran


" Katanya istriku le**i dan selingkuh dengan pria lain hingga hamil. Tapi tuduhannya itu tidak terbukti istriku masih normal. Wanita itu sahabatnya yang selalu ada ketika dirinya terpuruk karena pria breng**k itu menyiksanya. Mengenai selingkuh istriku bukan wanita seperti itu karena istriku selalu setia padaku. Selama kami menikah istriku tidak pernah pergi kemana - mana. Istriku pergi dengan sahabatnya itupun ijin terlebih dahulu denganku." ucap Thomas


" Istriku pergi dengan sahabatnya juga jarang karena istriku lebih sering pergi denganku dan juga kami kebanyakan menghabiskan di kamar. Selama kami menikah istriku tidak berbuat yang aneh - aneh atau mencurigakan karena aku selalu memonitor di kantor lewat cctv. Jadi bagaimana bisa kalau istriku dikatakan selingkuh." ucap Thomas.


" Salut ya sama istrimu. Biasanya kalau wanita di kurung tidak betah malah ingin pergi jalan - jalan menghabiskan uang kita." ucap Alex


" Karena itulah aku sangat beruntung mendapatkannya. Bodoh sekali pria itu membuang berlian tapi memungut batu kali." ucap Thomas


deg


( " Aku jadi ingat Gloria, benar kata Thomas aku membuang berlian tapi memungut batu kali, bodoh kamu Alex, dasar bodoh." maki Alex dalam hati ).


" Istrimu kemana ?" tanya Alex


" Lagi di toilet ditemani sahabatnya. Kamu kesini siapa yang sakit?" tanya Thomas


" Mamaku terluka." ucap Alex singkat


" Terluka kenapa?" tanya Thomas


" Di lempar kekasihku, aku memutuskannya dan wanita itu menolaknya dan karena kesal wanita itu melempar vas bunga dan mengenai kepala mamaku." ucap Alex


" Semoga mamamu cepat sembuh." ucap Thomas tulus

__ADS_1


" Terima kasih bro. Aku pergi dulu ya." pamit Alex


" Ok." jawab Thomas singkat


Alex hanya mengancungkan ibu jarinya kemudian meninggalkan Thomas.


" Sayang, maaf lama ya." ucap Gloria sambil duduk di samping suaminya.


" Tidak apa - apa sayang, habis kemana kok lama?" tanya Thomas lembut sambil mengusap kepala istrinya.


" Habis dari kamar mandi terus hehehe..." ucap Gloria tertawa malu.


" Hmmm... dari mana sayang?" tanya Thomas sambil merapikan anak rambut milik Gloria.


" Makan terus beli cemilan di kantin, aku laper banget sayang. Maafkan Gloria ya sayang." ucap Gloria sendu takut suaminya marah padanya dan memperlihatkan kantong belanjaan.


" Tidak apa - apa sayang mas mengerti kok. Sini plastiknya mas bawa." pinta Thomas lembut


Gloria tersenyum dan memberikan bungkusan plastik yang berisi cemilan ke arah Thomas dan Thomas menerima bungkusan itu.


Tidak berapa lama nama Gloria di panggil dan Markus berdiri untuk mengambil obat dan membayarnya kemudian diberikan ke Thomas.l dan Thomas pun menerima bungkusan berisi obat - obattan untuk istri tercintanya.


" Markus kamu pulang saja, aku dan Gloria langsung pulang ke mansion." perintah Thomas


" Baik tuan." ucap Markus


Gloria dan Goretti saling cipika cipiki kemudian merekapun berpisah. Goretti dan Markus berjalan terlebih dahulu sedangkan Thomas dan Gloria masih di rumah sakit.


" Sayang, mamanya sahabatku sakit apakah kamu mau menengoknya sekalian?" tanya Thonas


" Boleh sayang." ucap Gloria.


Tanpa sengaja Thomas melihat sahabatnya dokter Hendrik. Thomaspun memanggil sahabatnya.


Dokter Hendrik yang merasa dirinya dipanggil langsung menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya dan berjalan mendekati sahabatnya.


" Hei bro apa kabar, siapa yang sakit?" tanya dokter Hendrik.


" Perut istriku kram, oh ya kenalkan ini istriku Gloria dan Gloria kenalkan ini sahabat mas namanya dokter Hendrik." ucap Thomas memperkenalkan istrinya dan juga sahabatnya


" Dokter Hendrik." ucap dokter Hendrik sambil mengarahkan tangan kanannya ke arah Gloria untuk bersalaman.


Dokter Hendrik terkejut karena dirinya merasa seperti kenal tapi dimana. Dokter Hendrik berusaha mengingat Gloria.


" Gloria, sepertinya kita pernah ketemu dok." ucap Gloria tersenyum sambil membalas uluran tangan dokter Hendrik.


" Sayang sudah cukup salaman dan kamu juga Hen." ucap Thomas menarik tangan istrinya dan memeluk pinggang istrinya secara posesif seperti takut di ambil orang lain


" Kamu kenal di mana sayang?" sambung Thomas dengan nada cemburu


" Hmmm.... oh iya, kalau tidak salah aku dan dokter Hendrik ketemu di rumah sakit ketika ayahku meninggal dan besok paginya ibuku meninggal." ucap Gloria tidak terasa air matanya mengalir mengingat kepergian ke dua orang yang dicintainya.


Gloria langsung memeluk suaminya dan menangis terisak dan Thomas membalas pelukan istrinya sambil mengusap punggung Gloria.


" Sayang, aku... aku... hiks...hiks... ingat hiks... hiks... orang tuaku yang meninggal secepat itu. Hiks... hiks...aku belum sempat membahagiakan ke dua orang tuaku." ucap Gloria menangis hatinya sangat sedih ketika mengingat ke dua orang tuanya mendadak meninggalkannya sendiri.


" Mereka sudah tenang sayang yang penting kamu banyak memberikan doa." ucap Thomas


Setelah rasa sesak hatinya berkurang Gloria melepaskan pelukannya dan memandang wajah suaminya.

__ADS_1


cup


Thomas mengecup kening istrinya dan menghapus air mata dengan menggunakan ke dua ibu jarinya.


" Jangan menangis sayang, nanti anak - anak kita ikutan sedih." ucap Thomas


Gloria hanya tersenyum memandang suaminya.


" Maaf, aku harus pergi mau mengecek pasien lain. Dan untuk Gloria selamat ya akhirnya bisa menikah dengan sahabatku yang super dingin." ucap dokter Hendrik


" Memangnya aku kulkas." gerutu Thomas


Gloria dan dokter Hendrik hanya tersenyum melihat Thomas yang menggemaskan.


" Oh ya bro, mamanya Alex di rawat di mana?" tanya Thomas


" Di ruangan perawatan vvip di lantai 2." ucap dokter Hendrik


" Ok. Terima kasih." ucap Thomas


" Ok. Jawab dokter Hendrik


Merekapun berpisah, Thomas menggandeng Gloria dengan lembut menuju ke arah pintu lift.


( " Kenapa jantungku berdebar kencang ya? seperti akan terjadi sesuatu." ucap Gloria dalam hati ).


" Kamu kenapa sayang sepertinya gugup dan ada rasa takut." tanya Thomas


" Tidak apa - apa sayang mungkin hanya perasaanmu saja." ucap Gloria.


ting


Pintu lift terbuka, Gloria dan Thomas keluar dari pintu lift dan berjalan menuju ke ruangan vvip. Sampai di depan pintu vvip Thomas mendorong pintu dan melihat Alex sedang duduk di sofa sedangkan mamanya Alex berbaring di ranjang dengan ditemani suaminya.


" Hei bro, kita ketemu lagi." ucap Alex


" Hai juga." ucap Thomas masuk ke dalam dan Gloria mengikuti dari arah belakang


deg


( " Suara itu seperti familiar di telingaku." ucap Gloria dalam hati ).


Thomas menatap wanita yang sedang berbaring langsung menatap tajam ke arah mamanya Alex.


" Kau." panggil mereka serempak


" Oh iya bro kenalkan ini papaku dan ini mamaku." ucap Alex memperkenalkan orangtuanya


" Kau dan dia." tanya Thomas tidak percaya


" Kenapa bro?" tanya Alex bingung


" Mas Thom kita pulang saja yuk." ucap Gloria masih menunduk


deg


( " Suara itu seperti familiar." ucap Alex dalam hati ).


" Gloria " panggil Alex

__ADS_1


" Kak Alex." panggil Gloria tanpa sadar


Mereka memanggil secara bersamaan dengan hati yang tidak menentu.


__ADS_2