Cinta Pertama Mafia

Cinta Pertama Mafia
3 Sahabat


__ADS_3

" Kamu benar istriku memang membeli barang branded dalam jumlah besar." ucap Thomas


" Benarkan kataku, semua wanita itu matre, jadi jangan meledekku bro." ucap Alex tidak terima karena Thomas selalu menjelekkan dirinya kalau kekasihnya matre.


" Kalian ingin tahu istriku membeli apa?" tanya Thomas


" Paling baju branded atau tas branded." tebak Alex


" Salah." jawab Thomas


" Paling beli apartermen atau mobil." tebak dokter Hendrik yang tiba - tiba bersuara.


" Salah juga." jawab Thomas


" Lalu apa?" jawab mereka serempak karena mereka sangat penasaran.


" Kita pesan makanan dulu aku lapar nanti aku jawab setelah selesai makan." ucap Thomas


"Aish bikin penasaran kamu bro." ucap Alex kesal.


Thomas hanya tersenyum mendengar ucapan sahabatnya.


Mereka bertiga memesan makanan dan tidak berapa lama pesananpun datang mereka makan bersama setelah setengah jam merekapun selesai makan siang dan meminta pelayan untuk menyingkirkan piring - piring yang kotor.


" Lanjutkan yang tadi bro, apa yang dibeli oleh istrimu?" tanya Alex yang masih penasaran


" Lingernie, istriku membeli lingernie karena gara - gara membuka aplikasi google dan menanyakan tentang cara menyenangkan hati suami dan salah satunya memakai lingernie untuk memuaskan suaminya di ranjang." ucap Thomas sambil tersenyum mengingat dirinya berlarian menuju ke rumah dan langsung menerkam istrinya.


" What??" teriak mereka berdua serempak tidak percaya


" Iya benar, gara - gara istriku mencobanya dan aku melihat di kamera cctvku akhirnya aku berlarian untuk pulang dan langsung deh istriku kumakan hahaha..." tawa Thomas bahagia.


" Aish... teman kita ini beda ya bro, dulu kita yang paling sering vulgar dan Thomas hanya diam tanpa komentar tapi sekarang lihatlah sekarang ngomongnya vulgar." ucap Alex tidak percaya


" Kamu kali yang sering, aku sekali - kali menimpali karena aku juga tidak pernah melakukan itu hanya dengar dari pasien dan rekan kerja makanya aku bisa menimpali perkataanmu. Kamu kapan menikah?" tanya dokter Hendrik


" Sebenarnya aku ada wanita yang kusuka tapi sayang dia sering menjual diri sehingga aku menganggap semua wanita itu sama." ucap Alex yang tiba - tiba teringat dengan Gloria.


Semenjak kepergian Gloria, Alex mulai merasakan kehilangan dari kesabaran Gloria dalam menghadapi sikapnya yang sering menyakiti dirinya, menyiapkan makanan tiap pagi, siang dan malam dan melihat apartemennya selalu bersih dan wangi. Hanya karena Alex percaya dengan kekasihnya kalau Gloria menjual tubuhnya membuat Alex sangat membenci Gloria.


" Sabar ya bro, semoga kamu dapat bertemu dengan jodohmu. Aku harap berhentilah main kamu tidak takut kena penyakit?" tanya Thomas sambil menepuk bahu

__ADS_1


" Sudah lama berhenti paling kalau lagi pengen banget ya terpaksa cari pelampiasan wanita yang bisa dibayar." ucap Alex


Dulu semenjak ada Gloria, Alex sengaja menyakiti perasaan Gloria dengan membawa wanita lain dan melakukan se*s tapi ketika Gloria pergi rasa keinginan itu langsung hilang entah kemana. Alex belum menyadari kalau dirinya sudah mencintai Gloria.


" Oh ya, aku membawa undangan pernikahan kalian berdua datang ya? untuk kamu Thom ajak istrimu." pinta dokter Hendrik sambil memberikan dua kartu undangan pernikahannya.


" Ok." jawab Thomas singkat


" Oh ya apakah ini gadis yang dulu kamu ceritakan waktu ke dua orang tuanya meninggal?" tanya Alex yang melihat ada sepasang foto dokter Hendrik dengan calon istrinya.


Alex dan Thomas mengingat kalau sahabatnya dokter Hendrik menyukai seorang pasien yang orang tuanya meninggal dalam waktu berbeda.


" Bukan." jawab dokter Hendrik singkat


" Bukannya kamu suka?" tanya Alex


" Ya sangat suka malah mencintainya sampai saat ini tapi sayang orang yang aku cintai pergi entah kemana. Aku mencari alamatnya tapi katanya rumahnya sudah di jual oleh sepasang suami istri." ucap dokter Hendrik sendu mengingat cinta pertamanya terpaksa kandas


" Kalau masih mencintainya kenapa kamu menikah dengan wanita itu?" tanya Thomas terkejut.


Thomas mengetahui sifat ke dua sahabatnya kalau Alex memang terkenal playboy sedangkan dokter Hendrik hampir mirip dengan dirinya sulit untuk jatuh cinta.


" Aku di jebak." ucap dokter Hendrik.


" Apa?? jelaskan!!" pinta mereka serempak. Mereka terkejut sahabatnya bisa di jebak.


xxxx FLASHBACK ON xxxx


Setelah melihat kondisi pasien dokter Hendrik keluar dari rumah sakit dan berjalan ke parkiran mobil. Dokter Hendrik mengendarai mobil untuk pulang ke mansion. Di dalam perjalanan ada seorang wanita berusaha menahan tasnya agar tidak di ambil oleh dua pria itu.


Dokter Hendri yang melihat aksi tarik menarik membuat dokter Hendrik menghentikan mobilnya dan turun dari mobil. Dokter Hendrik menolong gadis itu dengan memukul ke 2 penjabret itu hingga babak belur.


" Kamu tidak apa - apa? tanya dokter Hendrik


" Kepalaku pusing." ucap gadis itu menatap wajah penolongnya yang sangat tampan dan membuat jantungnya berdetak kencang sambil memegangi kepalanya.


bruk


Gadis itu tiba - tiba tidak sadarkan diri karena tidak tahu alamat rumahnya dokter Hendrik membawanya ke apartemennya.


Sampai di apartemen dokter Hendrik membawanya ke kamar tamu yang berada di bawah sedangkan dokter Hendrik kamarnya berada di atas.

__ADS_1


Dokter Hendrik mengecek kondisi tubuhnya karena baik - baik saja dokter Hendrik meninggalkannya dan nakk ke atas tangga menuju kamarnya untuk istirahat.


Besok paginya dokter Hendrik terbangun dan menuruni anak tangga tercium bau masakan yang membuat dirinya sangat lapar.


Gadis itu terkejut ketika mendengar suara langkah kaki seseorang dan membalikkan badannya dan menatap dokter Hendrik yang sangat tampan membuat dirinya sangat terpesona.


" Maaf kalau saya lancang memakai dapur tuan dan terima kasih sudah menolongku." ucap gadis itu.


" Tidak apa - apa, panggil saja Hendrik. Bagaimana keadaanmu? maaf aku bawa ke apartemenku karena aku tidak tahu alamat rumahmu." ucap dokter Hendrik


" Aku tidak mempunyai rumah, aku diusir oleh ibu tiriku." ucap gadis sendu.


" Siapa namamu?" tanya dokter Hendrik


" Dewi." jawab Dewi singkat.


" Baiklah untuk sementara tinggal di sini nanti aku akan cari kontrakan dan aku carikan pekerjaan." ucap dokter Hendrik


" Kamu lulusan apa?" tanya Hendrik


" Lulusan SMA." ucap Dewi


" Ok. Sekarang aku pergi dulu." ucap dokter Hendrik


Dewi hanya menganggukan kepalanya dan dokter Hendrik meninggalkan dirinya.


Tiga Hari Kemudian


Selama tiga hari Dewi tinggal sama dokter Hendrik sampai suatu malam Hendrik menemui Dewi.


" Dewi, aku sudah menemukan kontrakkan dan kerjaan buatmu jadi besok kamu bisa pindah.


" Memang kenapa kalau aku tinggal di sini." tanya Dewi sendu


" Kita bukan pasangan kekasih apalagi suami istri apalagi apa pandangan orang tentang kita." ucap dokter Hendrik


" Tapi aku sudah nyaman tinggal di sini." ucap Dewi sendu


" Maaf aku tidak bisa, karena kita tidak ada mempunyai hubungan apalagi aku sudah menyukai seseorang." ucap dokter Hendrik


Dewi terkejut mendengar perkataan orang yang sudah berhasil membuat hatinya selalu berbunga - bunga.

__ADS_1


__ADS_2