
Markus termasuk orang cerdas dalam waktu 2 bulan Markus sudah bisa membantu Thomas mengikuti meating bersama para investor hal itu membuat Thomas sangat puas dengan pekerjaan Markus.
6 Bulan Kemudian
" Markus, aku sangat puas dengan pekerjaanmu, apartemen yang kamu tinggali sepenuhnya milikmu ini surat - surat kepemilikan sudah atas namamu tinggal kamu tandatangani dan ini mobil juga atas namamu." ucap Thomas
" Tapi tuan ini terlalu berlebihan dan saya..." ucapan Markus terpotong oleh perkataan Thomas
" Aku tidak suka penolakan dan lagi kamu pantas mendapatkan semuanya. Hanya satu kuminta padamu jangan mengkhianatiku karena aku sangat membenci pengkhianat." ucap Thomas tegas
" Baik tuan. Terima kasih banyak semoga tuan selalu bahagia." ucap Markus tulus
" Terima kasih." jawab Thomas
" Maaf tuan jika saya bertanya apakah tuan akan marah?" tanya Markus
" Pfftttt.. kamu lucu Markus bertanyalah aku tidak akan marah." jawab Thomas sambil tersenyum
" Selama saya bekerja tuan tidak pernah dekat dengan seorang gadis padahal tuan sangat tampan dan sangat kaya. Banyak gadis yang menyukai tuan tapi tuan selalu bersikap dingin dan terkadang galak. Maaf tuan kalau perkataan saya menyinggung perasaan tuan." ucap Markus
Thomas tadi tersenyum kini wajahnya berubah menjadi datar tanpa ekspresi.
" Aku belum bertemu dengan gadis yang membuat jantungku berdebar. Semua gadis yang ku kenal kebanyakan menyukaiku karena aku kaya. Aku galak dan kadang bersikap kejam jika ada orang yang berpura - pura mencari perhatianku." ucap Thomas.
" Saya mengerti tuan. Semoga saja tuan dapat menemukan seseorang yang bisa membuat jantung tuan berdebar." ucap Markus
" Semoga saja, kita lanjutkan pekerjaan." printah Thomas
" Baik tuan." jawab Markus
Mereka kembali melanjutkan pekerjaan hingga tidak terasa waktunya makan siang. Markus memesan makanan kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali.
Tidak berapa lama pesanan makanan pun datang mereka makan bersama dalam diam. Selesai makan merekapun melanjutkan pekerjaannya kembali.
xxxxx
3 Bulan Kemudian
Seperti biasa Markus mengerjakan dan mengecek dokumen yang nanti akan diserahkan ke bosnya Thomas. Ketika sedang mengerjakan ponsel milik Markus berdering. Markus mengambil ponselnya dibalik jasnya dan melihat ada nomer telephone rumah orang tuanya. Markuspun menggeser tombol warna hijau
__ADS_1
" Hallo." panggil Markus
" Maaf tuan, saya kepala pelayan mau mengabarkan kalau orangtua mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat kejadian." ucap kepala pelayan.
duar
Markus terkejut mendengar kabar dari kepala pelayan.
" Apa??? baik aku akan ke sana." jawab Markus.
Markus membawa dokumen yang sudah dikerjakan dan yang belum dikerjakan kemudian berjalan menuju ke ruangan Thomas.
tok
tok
tok
" Masuk." jawab Thomas
ceklek
Markus membuka pintu kemudian masuk ke dalam dan berjalan ke arah Thomas sambil membungkukkan badannya setengah sebagai ungkapan menghormati bosnya.
" Kenapa yang belum kamu kerjakan kasih ke aku?" tanya Thomas bingung sambil menerima berkas - berkas dokumen.
" Maaf tuan saya minta ijin cuti karena ke dua orang tua saya meninggal karena kecelakaan." ucap Markus sendu memikirkan orang tuanya yang mendadak meninggal.
" Aku turut berduka cita. Aku ijinkan kamu cuti selama 2 minggu. Setelah 2 minggu aku harap kamu kembali lagi ke sini." ucap Thomas
" Terima kasih tuan. Saya pasti akan kembali ke sini dan bekerja kembali dengan tuan. Saya permisi dulu tuan mau pulang menyiapkan segala keperluan saya." ucap Markus
" Baik. Silahkan." ucap Thomas
Markus pun pergi meninggalkan bosnya. Markus berjalan keluar meninggalkan perusahaan menuju ke apartemen untuk menyiapkan segala keperluannya.
xxxxx
Singkat cerita Markus sudah sampai di kediaman rumah milik orang tuanya. Markus berjalan mendekati jenasah ke dua orang tuanya yang terbaring kaku dan menatap wajah ibunya.
__ADS_1
" Ibu maafkan anakmu ini yang tidak pernah memberi kabar." ucap Markus sedih.
xxxxx
Markus mengingat setelah meninggalkan istrinya di rumah. Markus ke rumah orang tuanya dengan bersujud dan berlinangan air mata sambil meminta maaf kalau pernikahannya tidak bisa dilanjutkan karena Markus tidak bisa mencintai istrinya. Markus juga mengatakan akan pergi ke luar kota untuk mengadu nasib. Orang tuanya hanya bisa mendoakan semoga Markus bahagia dan meminta maaf karena memaksakan perjodohan anaknya dengan anak sahabatnya.
Setelah Markus bekerja dengan Thomas, Markus setiap bulan mengirimkan uang Rp. 35.000.000 Markus hanya memegang uang Rp. 5.000.000 untuk pegangan dirinya selama satu bulan.
xxxxx
" Maafkan Markus ayah, jika selama ini Markus jangan memberi kabar. Padahal Markus ada rencana seminggu lagi akan membawa ayah dan ibu ke rumah Markus dan kita bisa tinggal bersama. Markus ingin membahagiakan ayah dan ibu tapi ayah dan ibu sudah di panggil duluan." ucap Markus sedih dan tidak terasa air matanya jatuh.
Markus mengantar ke dua jenasah orang tuanya ke peristirahatan yang terakhir. Markus tidak henti - hentinya menangis meratapi kepergiaan orang tuanya yang terasa cepat baginya.
Begitu banyak rencana yang Markus susun untuk membahagiakan ke dua orang tuanya tapi ternyata itu hanya rencana saja karena ke dua orang tuanya sudah di panggil duluan.
Rasa penyesalan Markus sangat besar kenapa harus menunggu dirinya sukses terlebih dahulu kalau orang tuanya sudah di panggil lebih dahulu padahal Markus ingin ke dua orang tuanya menikmati hasil kerja kerasnya.
Seandai waktu di putar kembali pada saat Markus di terima kerja dan dipinjamkan apartemen dan sekarang sudah menjadi miliknya. Markus bisa mengajak ke dua orang tuanya untuk tinggal di apartemen yang sangat luas.
Nasi sudah menjadi bubur itulah yang dialami oleh Markus. Penyesalan Markus sangat besar karena belum bisa membahagiakan ke dua orang tuanya.
Markus ke dalam rumah milik orang tuanya melihat - lihat foto masa kecilnya hingga Markus dewasa juga foto - foto orang tuanya bersama dirinya.
" Maaf Tuan." panggil kepala pelayan
" Ya ada apa?" tanya Markus
" Waktunya makan malam tuan." ucap kepala pelayan
" Baik. Terima kasih." jawab Markus
Markus berjalan ke arah meja makan, Markus makan sendiri ada rasa kerinduan orangtuanya. Selesai makan Markus berjalan menuju kamarnya untuk beristirahat. Baru saja matanya terpenjam terdengar ponselnya berdering. Markus mengambil ponselnya di meja kemudian menggeser tanpa melihat siapa yang menelephone dirinya.
" Hallo." panggil Markus
" Maaf apakah Delia istri tuan?" tanya seseorang di sebrang
" Ya benar, ada apa?" tanya Markus bingung karena sudah lama sekali istrinya tidak pernah menghubungi dirinya.
__ADS_1
" Kami dari pihak rumah sakit mengabarkan kalau orang tua Delia meninggal di lokasi kejadian dan istri anda mengalami pendarahan dan membutuhkan tanda tangan persetujuan operasi." ucap seseorang di sebrang
" Apa??" tanya Markus tidak percaya