Cinta Pertama Mafia

Cinta Pertama Mafia
Kematian Papanya Alex dan Alex


__ADS_3

Alex langsung mati seketika oleh Thomas. Ketika Alex menarik pelatuknya bertepatan kedatangan Thomas dan Markus.


brugh


Gloria yang sudah tidak dapat menahan rasa sakit langsung terjatuh dan untunglah tubuhnya di tahan oleh Thomas membuat pakaian Thomas terkena noda darah.


" Sayang." panggil Thomas


Gloria memegang pipi Thomas sambil menatapnya dengan tatapan sayu.


" Tolong jaga anak - anak kita. Aku sangat mencintaimu." lirih Gloria kemudian memejamkan matanya bersamaan dengan jatuhnya tangan Gloria.


" Gloria, tidakkkkk!!!" teriak Thomas


" Breng**k kamu telah membunuh anak kesayanganku." bentak papanya Alex


Papanya Alex mengambil pistol yang di pegang oleh anaknya kemudian mengambil pistol tersebut. Papa Alex mengarahkan pistolnya ke Thomas yang sedang memeluk istrinya sambil menangis. Thomas tidak menyadari kalau dirinya terancam bahaya.


Markus yang melihat papanya Alex akan menembak tuannya langsung mengarahkan pistolnya ke jantung papanya Alex.


dor


akh


Papanya Alex langsung mati tepat di jantungnya.


" Tuan mari kita bawa Gloria ke rumah sakit. Mari nyonya besar dan tuan besar." pinta Markus


Thomas mengangkat tubuh Gloria dengan tak henti - hentinya mengecup kening Gloria, rasa takut menyelimuti Thomas. Merekapun meninggalkan gedung tua itu sedangkan anak buah mafianya mengurus mayat - mayat yang berserakan di mana - mana.


Anak buah Alex lumayan banyak sekitar 200 orang dan semuanya mati tidak ada satupun yang dibiarkan hidup.


xxxx


Markus mengendarai mobil dengan cepat hingga hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit mereka sampai di rumah sakit. Markus langsung membuka pintu mobil kemudian Thomas menggendong Gloria dan di bawa ke ruang ugd bertepatan kedatangan dokter Hendrik yang sedang berjalan melewati pintu ugd.


" Apa yang terjadi dengan Gloria, Thom?" tanya dokter Hendrik sambil membuka pintu ruangan operasi


" Istriku tertembak, tolong istriku Hen?" pinta Thomas


" Ok. Kamu tunggu di luar." ucap dokter Hendrik.


Thomas membalikkan badannya dan memanggil perawat.


" Suster, tolong rawat ke dua orang tuaku." perintah Thomas


" Baik tuan." ucap perawat itu.


Perawat itu mengantar ke dua orang tua Thomas untuk diobati. Sedangkan Thomas menunggu di ruangan operasi.


ceklek

__ADS_1


Seorang perawat membuka pintu ruangan oprasi dan berjalan dengan cepat setelah 2 menit kemudian perawat itu datang lagi sambil membawa 2 kantong darah dan di bawa ke dalam ruangan operasi.


Selesai di obati ke dua orang tua Thomas berjalan menuju ke ruang operasi untuk mengetahui kondisi Gloria menantu kesayangannya.


2 Jam Kemudian


" Daddy dan Mommy istirahat di rumah biar Markus yang mengantarnya." Pinta Thomas


" Baiklah mommy juga sangat lelah menunggu." ucap mommynya.


" Thomas tolong antar ke dua orang tuaku. Kamu dan istrimu Goretti menginaplah di mansionku tolong jaga ke 7 anakku." pinta Thomas


" Baik tuan." jawab Markus


Orang tua Thomas dan Markus meninggalkan Thomas sendiri di ruangan operasi.


( " Tuhan, Engkau memberikan kado yang sangat terindah dalam hidupku yaitu istri dan ke 7 anak kami, ijinkanlah agar istriku selamat, jangan Engkau ambil Tuhan karena sungguh aku tidak bisa hidup tanpa istri di sisiku." ucap Thomas berdoa pada Tuhan ).


( " Aku berjanji jika istriku selamat keuntungan perusahaan 50 % akan aku sumbangkan ke panti asuhan dan orang - orang yang membutuhkan." Janji Thomas pada Tuhan ).


Thomas menatap ke arah pintu ugd menunggu penuh harapan agar istrinya selamat. Rasa takut kehilangan yang teramat sangat.


2 Jam Kemudian


ceklek


Pintu terbuka tampak dokter Hendrik keluar dari ruangan operasi.


" Pelurunya sudah berhasil di ambil dan untunglah stock darah di rumah sakit cukup tinggal pemulihan." ucap dokter Hendrik


" Syukurlah, aku sangat takut sekali." ucap Thomas


Dokter Hendrik duduk di samping Thomas sambil menatap sahabat karibnya.


" Sebenarnya apa yang terjadi Thom?" tanya dokter Hendrik


" Orang tua Alex dan Alex menculik orang tuaku di bandara. Mereka meminta agar aku menyerahkan Gloria kalau tidak orang tuaku di bunuh." ucap Thomas menahan rasa kesal terhadap Alex


" Kurang aj*r, lalu?" tanya dokter Hendrik ikutan kesal dengan tindakan sahabatnya Alex


" Aku bingung aku mencintai orang tuaku dan juga Gloria. Pilihan yang sangat sulit buatku tapi Gloria mengalah dirinya bersedia asalkan orang tuaku selamat. Aku bahagia melihat sifat Gloria yang tidak mementingkan dirinya sendiri, rela mengorbankan dirinya." lirih Thomas


" Kamu bersyukurlah mempunyai istri sebaik Gloria. Terus selanjutnya apa yang terjadi lagi?" tanya dokter Hendrik penasaran


" Aku tidak tahu yang pasti istriku tertembak di bagian perutnya. Waktu aku dan Markus datang Gloria menjadikan dirinya sebagai tameng agar mommyku tidak tertembak. Gloria berusaha menembak Alex tapi sayang pelurunya ternyata sudah habis. Ketika Alex ingin menembak Gloria aku langsung menembaknya dan tiba - tiba Gloria pingsan dan aku langsung membawanya ke sini." ucap Thomas menjelaskan apa yang telah terjadi.


" Aku tidak menduga Alex bisa senekat itu." ucap dokter Hendrik.


" Aku juga sama Hen." ucap Thomas


" Apakah Alex meninggal?" tanya dokter Hendrik

__ADS_1


" Ya bersama ke dua orang tuanya." ucap Thomas


" Syukurlah mereka pantas mendapatkannya." ucap dokter Hendrik


" Ya betul, bolehkah aku menengok istriku?" tanya Thomas


" Boleh, temuilah istrimu di ruang perawatan vvip tapi mandilah dulu di ruangan pribadiku dan pilihlah bajuku yang akan kamu pakai nanti, kamu sudah tahukan tempatnya?" tanya dokter Hendrik


" Tahu. Terima kasih bro." jawab Thomas


" Ok. " jawab dokter Hendrik meninggalkan Thomas.


xxxxx


Thomas kini berada di ruang perawatan menatap wajah istrinya kemudian mengecup keningnya.


cup


" Sayang, segeralah sadar, mas sangat merindukanmu." ucap Thomas sendu


Perlahan Gloria membuka matanya dan menatap wajah tampan suaminya.


" Sayang." panggil Gloria lirih


" Sayang sudah sadar, kamu mau minta apa sayang?" tanya Thomas sambil tersenyum dan membelai rambut Gloria.


" Aku haus sayang." ucap Gloria


Thomas memberikan gelas berikut sedotan. Gloria meminum dengan menggunakan sedotan setelah setengah gelas Gloria menghentikan minumannya. Thomas pun menaruhnya di meja dekat ranjang.


" Sayang, bagaimana keadaan mommy dan daddy?" tanya Gloria


" Mommy dan daddy baik - baik saja sayang, kini mommy dan daddy berada di mansion bersama Markus dan Goretti." ucap Thomas


" Syukurlah aku ikut senang." jawab Gloria


ceklek


Pintu terbuka tampak mommy, daddy, Markus, Goretti beserta ke 7 anaknya datang. Gloria senang melihat kedatangan mereka.


" Sayang, apakah ada yang sakit?" tanya mommy Thomas


" Hanya terasa perih di perut mom. Mommy dan daddy bagaimana?" tanya Gloria kuatir


" Kami baik - baik saja." ucap daddynya Thomas


" Gloria senang mendengarnya." ucap Gloria sambil tersenyum menatap ke dua mertuanya.


" Sayang, cucu - cucu mommy sangat tampan mirip Thomas waktu Thomas masih bayi dan yang perempuan berpaduan antara dirimu dan Thomas." ucap mommynya Thomas


" Daddy tidak menyangka sekali punya cucu langsung 7 dan mereka sangat tampan dan sangat cantik." ucap daddy Thomas tidak percaya.

__ADS_1


" Terima kasih mom, dad. Oh ya mom, di keluargaku tidak ada yang kembar lalu nurunin siapa ya?" tanya Gloria penasaran.


__ADS_2