
Pagi hari Gloria sudah bangun lebih pagi, memandikan ke 7 anaknya, selesai memandikan Gloria barulah mandi. Selesai mandi dan berpakaian Gloria membangunkan suaminya.
" Sayang bangun." pinta Gloria sambil duduk di samping suaminya yang masih setia memejamkan matanya.
" 5 menit lagi sayang, mas mengantuk." ucap Thomas yang masih tetap setia memejamkan matanya.
" Sudah siang sayang, ayo bangunlah katanya hari ini mau berangkat pagi karena ada meating." ucap Gloria lembut sambil mengusap pipi Thomas dengan lembut
" Sayang jangan menggodaku, sayangku tidak memikirkan adikku yang sudah menegang." ucap Thomas dengan nada berat.
" Hehehe... maaf sayang, makanya bangun." ucap Gloria
" Sayang aku ingin tapi itu tidak mungkin." ucap Thomas sambil menatap wajah Gloria dengan tatapan mesum dan gairah yang mulai memuncak.
Gloria mengerti keinginan suaminya. Gloria membuka perlahan boxer milik Thomas.
" Sayang apa yang kamu lakukan? kitakan tidak boleh melakukan selama 40 hari sedangkan kamu saja baru 2 hari." ucap Thomas sambil menahan tangan Gloria
" Sayangku lagi ingin adik kecil mas mengeluarkan vanila bukan? apalagi selama 1 minggu lebih kita tidak melakukannya karena waktu aku hamil perutku merasa tidak enak dan ditambah lagi 2 hari setelah aku melahirkan." ucap Gloria
" Iya benar, tapi mas akan berusaha menahannya sayang. Mas akan pakai sabun saja." ucap Thomas sambil menahan hasratnya yang memuncak.
" Mas ingin mengeluarkan vanila bukan? Gloria ada cara tanpa adik mas masuk ke punyaku." ucap Gloria
" Apakah kamu menyuruh mas bersama wanita lain? mas tidak mau sayang." tolak Thomas tegas
" Siapa juga yang meminta mas bersama wanita lain." ucap Gloria sambil mendelikkan matanya
" Lalu?" tanya Thomas penasaran
" Mas diam saja dan mas nikmati apa yang akan Gloria lakukan." ucap Gloria
" Baiklah." ucap Thomas pasrah
Gloria memindahkan tangan Thomas ke arah samping dan melepaskan boxer milik suaminya. Gloria memegang adik kecil Thomas yang sudah mulai menegang dan memaju mundurkan adik kecil Thomas melalui tangan mungilnya.
ahhh
Thomas mendesah kemudian memejamkan matanya menikmati sentuhan tangan istrinya. Gloria memajukan wajahnya kemudian memasukkan keris milik suaminya ke dalam mulutnya.
ahhhh
Thomas mendesah kembali kemudian membuka matanya. Matanya membulat sempurna melihat apa yang dilakukan oleh istri tercintanya membuat hatinya sangat senang dan sangat menikmatinya.
Thomas memejamkan matanya kembali menikmati mulut dan jila*an lidah milik Gloria.
" Ahhhh... terus sayang... ahhhh enak sayang.... terus..." racau Thomas sambil memegang kepala Gloria untuk mempercepat gerakkannya.
ahhhh
Akhirnya keluarlah lahar milik Thomas kedalam mulut Gloria membuat Gloria tersedak.
__ADS_1
uhuk
uhuk
uhuk
uhuk
Gloria langsung berdiri dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan mulutnya. Setelah selesai Gloria masuk kembali ke dalam kamarnya dan menatap wajah suaminya sambil mendelik.
" Sayang, tega banget sih masuk ke dalam mulutku." omel Gloria.
" Hehehe... habis enak banget sayang, belajar dari mana?" tanya Thomas sambil tersenyum bahagia menatap wajah istrinya yang sedang cemberut.
" Youtube, lain kali aku tidak mau lagi rasanya kurang enak." ucap Gloria
" Jangan sayang, mas merasa enak sayang jadi tidak perlu menggunakan sabun lagi. Masa kamu tega melihat mas tersiksa." mohon Thomas
" Baik tapi dengan satu syarat jika vanilanya ingin keluar jangan dimasukkan ke dalam mulutku." pinta Gloria
" Baik aku janji, sekarang mas mau mandi dulu. Mas jadi semangat kerja karena tenaga mas sudah di charge." ucap Thomas sambil tersenyum puas.
Thomas masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Gloria berjalan menuju lemari mengambil pakaian kerja suaminya dan menaruhnya di ranjang.
Gloria turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan pagi yang simple yaitu roti bakar campur selai coklat kesukaan dirinya sedangkan suaminya selai kacang. Setelah selesai Gloria menaruhnya di atas piring sambil menunggu suaminya.
Mereka berdua makan dalam diam dan tidak ada pembicaraan. Selesai makan seperti biasa Gloria membereskan meja dan mencuci piring walau sudah ada pelayan tapi Gloria ingin melakukannya. Thomas hanya bisa pasrah dan mengikuti keinginan istrinya asalkan jangan sampai kelelahan.
Gloria memasangkan dasi suaminya dan Thomas memegang pinggang Gloria yang ramping.
" Aku juga sangat merindukan mommy dan daddy sayang." ucap Gloria
" Tapi mas kesal sayang." ucap Thomas cemberut
" Kesal kenapa sayang?" tanya Gloria lembut
" Masa mommy dan daddy hanya merindukanmu dan ke 7 anak kita sedangkan aku sebagai anak kandungnya masa tidak kangen." ucap Thomas cemberut.
Gloria tersenyum melihat wajah tampan suaminya.
" Sayang, Gloria yakin mereka juga sangat merindukan mas." ucap Gloria lembut
" Ah itu kan katamu karena ingin menyenangkan hatimu." ucap Thomas sambil cemberut
" Sayang, coba sayangku telp mommy atau daddy." pinta Gloria
" Buat apa?" tanya Thomas bingung
" Bilang saja kalau sayangku sakit pasti mommy langsung panik." ucap Gloria
" Ah tidak mungkin." ucap Thomas
__ADS_1
Gloria mengambil ponselnya di atas meja dan menelephone mommnya Thomas. Deringan pertama langsung di angkat. Gloria loudspeaker ponselnya agar Thomas bisa mendengarnya.
" Hallo sayang, bagaimana kabarmu sayang?" tanya mommynya Thomas
" Kabarku baik mom. Mommy ada di mana sekarang?" tanya Gloria
" Pesawat mommy berhenti dulu ke kota S karena sahabat lama mommy lagi sakit keras besok pagi mommy sudah sampai di bandara. Nanti bilang sama Thomas suruh jemput mommy." pinta mommynya Thomas
" Mommy, Thomas lagi demam." ucap Gloria berbohong
" Apa? Thomas demam? daddy hiks... hikss... anak kesayangan kita dad hiks... hiks... sakit." ucap mommynya Thomas memanggil suaminya.
" Hallo Gloria, Thomas demam?" tanya daddy Thomas panik.
" Iya dad, tapi sekarang sudah mendingan kok." ucap Gloria tak enak hati karena berbohong
" Syukurlah, mommy anak kesayangan kita sudah mendingan. Mommy jangan menangis ya?" ucap daddy Thomas sambil memanggil istrinya
" Sayang, mana Thomas sekarang?" tanya mommynya Thomas
" Ini mom, mas Thomasnya." ucap Gloria
" Hallo sayang, benar badanmu sudah enakkan?" tanya mommynya
" Iya mom. Mommy dan daddy sayang sama Thomas?" tanya Thomas
" Tentu saja kamu itu anak kesayangan mommy dan daddy." ucap mommynya.
" Kamu sekarang istirahat besok daddy dan mommy datang." sambung daddynya
" Nanti mommy buatkan makanan kesukaanmu sayang." ucap mommynya.
" Baik dad, mom." ucap Thomas
tut tut tut
Ponselpun langsung dimatikan oleh mommy Thomas.
" Sudah percayakan sekarang?" tanya Gloria
" Iya, terima kasih sayang. Mommy, daddy, kamu dan ke 7 anak kita adalah harta berhargaku." ucap Thomas.
Gloria tersenyum menatap wajah suaminya. Thomas berpamitan kemudian berangkat ke kantor.
xxxx
Pagi hari seperti biasa Gloria memandikan ke 7 anaknya kemudian dilanjutkan dirinya. Gloria membangunkan suaminya untuk menjemput ke dua orang tuanya di bandara.
Kini Thomas dan Gloria berada di bawah, Thomas berpamitan dengan istrinya untuk pergi ke bandara menjemput ke dua orangtuanya. Baru beberapa langkah ponsel Thomas berdering. Thomas mengambil ponselnya dan melihat nomer tidak di kenal.
Thomas mengabaikan panggilan tersebut. Tidak berapa lama panggilan dengan nomer yang sama membuat Thomas menggeser layar ponselnya ke warna hijau.
__ADS_1
" Orang tuamu ada pada kami, serahkan Gloria atau orang tuamu mati." ucap seseorang di sebrang
tut tut tut tut