Cinta Pertama Mafia

Cinta Pertama Mafia
Pernikahan Dokter Hendrik Batal


__ADS_3

Dokter Melani menabrak seorang wanita yang sedang bergandengan dengan kekasihnya. Wanita itu sangat marah karena dirinya di tabrak


plak


" Kamu itu punya mata ngga sih!! kalau jalan itu ngeliat - ngeliat." bentak gadis itu.


" Maaf saya tidak lihat." ucap dokter Melani sambil memegangi pipinya yang mulai perih.


" Apa tidak lihat, dasar wanita buta." bentak wanita itu dan ingin melayangkan tamparan yang ke dua tapi tangannya di tahan oleh kekasihnya.


" Dewi cukup, dia itu sudah meminta maaf kenapa sih kamu tidak bisa memaafkannya." ucap kekasihnya.


" Hendrik, kok kamu bela sih wanita murahan ini? apa kamu suka dengannya hah?" bentak Dewi


Mereka adalah dokter Hendrik dan Dewi yang 6 hari lagi mereka akan segera menikah. Dokter Hendrik terpaksa menemani Dewi untuk pergi ke salon atas permintaan mommynya.


plak


" Kamu jangan suka menghina orang, kamu tidak lihat semua orang memandang kita." bentak dokter Hendrik sambil menampar Dewi.


" Maaf tuan dan nona jangan bertengkar ini memang salah saya, maaf permisi." ucap dokter Melani sambil menangis dan pergi meninggalkan mereka karena dirinya malu di lihat oleh banyak orang


" Hei, jangan lari perempuan jala*g." bentak Dewi


plak


Dokter Hendrik menampar Dewi kembali sambil menatapnya dengan tajam.


" Pernikahan kita batal, aku tidak mau menikah dengan wanita yang suka merendahkan orang lain." ucap dokter Hendrik sambil melepaskan cincin pertunangannya dan dilemparkan ke arah muka Dewi.


Dokter Hendrik langsung pergi dan menulikan telinganya ketika Dewi teriak memanggil - manggil namanya.


Dokter Hendrik berjalan ke arah parkiran dan mengendarai mobil meninggalkan mall tersebut dengan hati yang sangat kesal.


" Aku akan bicara dengan mommy dan daddyku kalau pernikahan ini batal, aku tidak perduli undangan sudah disebar. Cih, mengatakan orang lain jal**g bagaimana dengan dirinya sama saja juga jala*g, benar kata sahabatku Alex perempuan itu kurang ajar sudah ditolong, diberi tumpangan malah menikam." omel dokter Hendrik berbicara sendiri.


Di tengah perjalanan terjadi kemacetan yang lumayan panjang. Dokter Hendrik yang penasaran turun dari mobilnya untuk melihat apa yang telah terjadi.


Matanya membulat sempurna melihat sebuah mobil menabrak pembatas jalan dan di dalam mobilnya seorang wanita pingsan dan kepalanya mengeluarkan banyak darah.


Tanpa banyak bicara dokter Hendrik berjalan dengan cepat mendekati mobil itu dan membuka paksa mobil itu kemudian mengecek urat nadinya dan dokter Hendrik bernafas lega karena wanita itu masih hidup.


" Tolong temani saya ke dokter, saya seorang dokter." pinta dokter Hendrik


Salah seorang pria membantu dokter Hendrik dan membawa wanita itu menggunakan mobilnya menuju ke rumah sakit miliknya.

__ADS_1


Wanita itu dibawa langsung ke ugd dan dokter Hendrik langsung menangani wanita itu yang sedang terluka.


Setelah 3 jam lamanya akhirnya operasi selesai. Dokter Hendrik membulatkan matanya dengan sempurna ketika menatap wanita itu.


" Bukankah wanita ini waktu aku lihat di mall." guman dokter Hendrik


" Ada apa dok?" tanya perawat itu


" Ah tidak hanya aku merasa pernah melihatnya." ucap dokter Hendrik


" Dokter, apakah tahu identitas wanita ini?" tanya perawat itu


" Aduh aku lupa waktu kecelakaan aku hanya membawanya tanpa mengambil tasnya." ucap dokter Hendrik sambil menepuk dahinya sendiri.


" Lalu bagaimana ini dok?" tanya perawat itu


" Bawa saja langsung ke ruangan vvip." ucap dokter Hendrik


" Baik dok." jawab perawat itu dengan nada bingung karena tidak biasanya dokter Hendrik langsung memberikan ruangan vvip sembarang orang yang tidak dikenal identitasnya biasanya langsung ke ruangan kelas 3.


" Aku ingin pulang nanti sore aku ke sini lagi." ucap dokter Hendrik.


" Baik dokter." jawab perawat itu.


Dokter Hendrik pergi meninggalkan rumah sakit menuju mansion tempat tinggal orang tuanya.


Dokter Hendrik berjalan menaiki anak tangga baru saja beberapa langkah mommynya memanggil dirinya.


" Hen?" panggil mommya Hendrik


Hendrik menghentikan langkah kakinya dan membalikkan badannya sambil menatap mommynya.


" Ada apa mom?" tanya dokter Hendrik


" Kamu ganti baju dulu banyak noda darah di bajumu setelah itu temui mommy di ruang keluarga." pinta mommynya Hendrik.


" Apa di sana ada Dewi?" tebak dokter Hendrik


" Iya dia sedang menangis, cepat mandi dan ganti pakaianmu." pinta mommynya.


" Baik mom." ucap dokter Hendrik


Dokter Hendrik pun membalikkan badannya dan melanjutkan langkahnya ke kamar mandi.


Kini dokter Hendrik sudah mandi dan berganti pakaian. Dokter Hendrik menuruni anak tangga menuju ruang keluarga tampak mommy, daddy duduk berdampingan dan dihadapannya Dewi yang sedang menangis.

__ADS_1


" Hendrik duduklah." pinta mommy


" Baik mom." jawab dokter Hendrik mengikuti permintaan mommynya.


Dokter Hendrik duduk agak menjauh dan Dewi ingin mendekatinya tapi mendapat tatapan tajam oleh dokter Hendrik hingga Dewi hanya bisa pasrah.


" Hendrik kenapa kamu membatalkan pernikahan kalian? tinggal satu minggu lagi kalian akan menikah." ucap mommy


" Apa yang dikatakan Dewi?" tanya Thomas dengan nada dingin


" Dewi bilang kamu membatalkan pernikahan hanya karena ada seorang wanita yang sengaja menabrak Dewi dan wanita itu menampar Dewi tapi kamu malah membela wanita itu. Apakah benar?" tanya mommynya


Dokter Hendrik memalingkan wajahnya ke arah samping menatap Dewi dengan tajam.


" Benar begitu Dewi?" tanya Thomas dengan tatapan tajam


Dewi hanya menunduk dirinya sangat takut menatap wajah dokter Hendrik.


" Hendrik jangan menatap Dewi seperti itu, kasihan dia!!" bentak daddy


" Aku hanya bertanya apakah benar begitu?" tanya dokter Hendrik kembali.


Hening


Hening


Karena Dewi diam saja membuat dokter Hendrik geram.


" Kita semua menuju ruang bioskop." pinta dokter Hendrik dengan nada dingin.


Mommy, daddy dan Dewi berjalan menuju ke ruangan yang mirip dengan bioskop.



Dokter Hendrik berdiri dan berjalan menuju ke arah tv yang berukuran besar dan mengambil usb di kantongnya.


Dokter Hendrik menekan tombol on dan nampaklah rekaman cctv antara dokter Hendrik, dokter Melani dan Dewi.


Semua menatap ke arah tv yang berukuran besar. Dewi yang melihat rekaman cctv itu membulatkan matanya, dirinya tidak menyangka kalau dokter Hendrik mempunyai bukti yang bisa memberatkan dirinya terlebih rekaman cctv itu ada suaranya.


Selesai menonton dokter Hendrik menekan tombol off dan matanya mengarah ke samping Dewi kemudian ke dua orang tuanya.


" Bagaimana mommy dan daddy? apakah anakmu ini salah jika marah dan menampar Dewi? apakah anakmu ini salah jika membatalkan pernikahannya?" tanya dokter Hendrik


" Tapi bukannya seharusnya menampar Dewi, diakan seorang perempuan Hen." pinta mommynya.

__ADS_1


" Sekarang, jika mommy posisinya di balik dengan wanita itu, mommy tidak sengaja menabrak dan sudah meminta maaf tapi malah ditampar dan di hina bagaimana perasaan mommy? Dewi tidak pantas menjadi istriku wanita pembohong. Mommy dan daddy wanita ini adalah wanita ular dia sering berbuat kebohongan. Mommy tahu dia itu wanita tidak tahu diri dan tidak tahu terima kasih dia sudah kutolong waktu dirinya dijambret dan dia pingsan terpaksa Hendrik bawa Dewi ke apartemen karena Hendrik tidak tahu alamat rumahnya dan besok paginya Hendrik menanyakan alamatnya tapi kata Dewi dia di usir akhirnya Hendrik menampungnya sambil mencari pekerjaan dan kontrakkan buat Dewi setelah Hendrik mendapatkan kerjaan yang cocok buat Dewi dan kontrakkan, Dewi menjebak Hendrik dengan memberi obat perangsang. Hendrik berusaha menahan hasrat tapi Dewi berusaha merayu Hendrik dan terjadilah yang tidak Hendrik inginkan tapi diinginkan oleh Dewi. Karena itulah ketika daddy dan mommy datang melihat kami." ucap dokter Hendrik tanpa jeda.


plak


__ADS_2