
Wanita itu berusaha memukul - mukul lengan Thomas tapi Thomas tidak perduli sampai muka wanita itu memucat. Tidak berapa lama wanita itupun mati tercekik oleh Thomas.
" Cih sangat menjijikkan." ucap Thomas sambil mencuci tangan dengan air yang berada di botol minuman keras.
" Buang wanitu itu ke jurang." perintah Thomas pada anak buahnya.
" Baik tuan." ucap dua pria itu.
" Tuan kenapa membunuh wanita itu, tangan tuan di cuci pakai minuman yang berada di dalam botol berisi anggur?" tanya salah satu anggota mafia yang masih baru masuk.
" Aku tidak ingin tanganku tercemari oleh wanita itu." jawab Thomas santai sambil mengeluarkan rokoknya.
" Oh." jawab anggota mafia itu.
Setelah puas meminum Thomas pulang dan menuju hotel untuk beristirahat.
xxxxx
Setelah puas bersedih kehilangan ke dua orangtuanya Gloria berusaha bangkit dari terpurukan.
Gloria mulai mengambil ponselnya yang selama ini dalam mode diam.
" Ternyata ponselku lowbat, aku cas dulu siapa tahu Mas Thom menghubungiku hari ini aku tidak masuk kerja. Oh iya besok ada di meating di luar kota. Aku datang saja siapa tahu bisa mengurangi kesedihanku dengan bertemu mas Thom." ucap Gloria berbicara dengan dirinya sendiri sambil mencas ponselnya.
Gloria membersihkan diri selesai membersihkan diri dan mengganti pakaian Gloria mulai mengambil koper dan membawa beberapa pakaian untuk pergi keluar kota.
Setelah beres, Gloria menyiapkan makanan dan makan dalam kesendirian. Sekali - kali mengusap matanya karena mengingat kedua orang tuanya.
Gloria berusaha menerima kenyataan yang sangat pahit dan berusaha tidak dendam terhadap Alex karena bagaimanapun dia yang sangat berperan mengakibatkan kematian kedua orang tuanya.
Karena menurut Gloria kebencian dan dendam akan meusak dirinya. Gloria hanya berdoa semoga Alex sadar atas perbuatannya.
Selesai makan dan memberereskannya, Gloria menaiki tangga baru dua langkah terdengar suara ketukan pintu. Gloria membalikkan badannya dan berjalan menuju ke pintu dan membukanya.
Tampak sopir yang bertahun - tahun bekerja di rumahnya datang bersama keluarganya.
" Mari masuk paman, bibi dan adik kecil." ucap Gloria dengan mata masih sembab.
__ADS_1
Bibi itu memeluk Gloria dan Gloria kembali menangis dan bibi hanya bisa mengelus punggung Gloria agar berhenti menangis.
Setelah tangisan reda mereka duduk di sofa.
" Paman dan bibi besok aku pergi ke luar kota untuk bekerja jadi aku mohon paman dan bibi tinggallah di sini untuk merawat rumah ini." ucap Gloria
" Tapi rumah kami?" tanya bibi
" Rumah bibi dikontrakkin kan lumayan bi dapat uang tambahan. Rumah ini terlalu luas untuk aku tinggalli." ucap Gloria
" Di sini ada 6 kamar dan 2 kamar jangan ditempati karena itu kamarku dan juga kamar orangtuaku. Bibi bisa memilih 4 kamar dan kuminta bibi membersihkan kamarku dan kamar kedua orangtuaku. Untuk paman saya percayakan paman untuk mengelola restoran peninggalan orang tuaku." sambung Gloria
" Paman, Gloria hanya memberitahukan kalau hasil keuntungan restoran dibagi dua, sebagian untuk panti asuhan milik mommy Gloria dan sebagian lagi di bagi dua lagi untuk gaji karyawan dan untuk keluarga paman. Gloria tidak akan mengambilnya karena Gloria sudah berkerja. Gloria percaya dengan paman." ucap Gloria.
" Terima kasih sudah percaya sama kami." ucap sopir itu.
" Sama - sama paman." ucap Gloria
Tidak berapa lama merekapun pulang ke rumahnya dan besok akan tinggal di rumah Gloria. Gloria juga sudah memberikan kunci rumah.
Gloria kini tinggal di kamar dan membuka ponselnya. Banyak panggilan dan pesan masuk dari Thomas. Gloria menelephone tapi ponselnya tidak aktif sampai 5 kali Gloria menelephone akhirnya Gloria menyerah dan istirahat karena besok pagi akan berangkat ke luar kota.
xxxxx
ting
Pintu lift terbuka, Gloria berjalan mencari nomer 15 setelah ketemu Gloria berjalan mendekati kamar nomer 15. Baru saja menempelkan kartu aksesnya Gloria melihat Thomas sedang keluar dari kamarnya yang kebetulan kamar mereka bersebelahan.
" Mas Thom." panggil Gloria tersenyum bahagia.
Gloria yang tadi tersenyum bahagia berubah senyumannya menghilang karena ketika melihat tatapan Thomas yang dingin.
Tanpa menjawab sapaan Gloria tangan Gloria ditarik dan dibawa menuju kamar milik Gloria. Thomas menendang pintu dan langsung terbuka karena Gloria sudah menempelkan kartu aksesnya.
Mereka berdua masuk ke dalam dan menutupnya dengan kasar. Tubuh Gloria langsung di dorong ke ranjang membuat Gloria bingung.
Thomas langsung menin**h tubuh Gloria sambil memandangnya dengan tatapan sinis.
__ADS_1
" Kamu sudah tahu kalau aku sangat membenci namanya kebohongan kenapa kamu tidak jujur kalau kamu sudah menikah hah!!" bentak Thomas
" Maafkan aku yang tidak jujur karena..." ucapannya terpotong karena tiba - tiba Thomas mencekiknya membuat Gloria tidak bernafas.
( " Kalau memang takdirku mati di tanganmu aku rela agar aku bisa bertemu dengan daddy dan mommy. Dad, mom tunggu Gloria, Gloria akan datang." ucap Gloria dalam hati.)
Gloria tidak berusaha berontak hanya tangannya memegang pipi Thomas sambil menatap dengan sendu. Tidak berapa lama Gloria memejamkan mata karena pasokan oksigen kian menipis seiring dengan mukanya semakin memucat dan tangan mulai perlahan jatuh.
" I.. Lo... ve.. You..." ucap Gloria terbata - bata sambil memejamkan mata.
deg
" Gloria... Gloria... maafkan aku.." ucap Thomas terkejut.
Thomas menekan dada Gloria sambil membuat nafas buatan sampai berulang - ulang kali. Rasa ketakutan hinggap di hatinya.
" Kenapa kamu tidak melawan Glo? kenapa kamu begitu pasrah... apa yang kamu sembunyikan dariku?" tanya Thomas beruntun sambil menekan dada Gloria berulang - ulang
uhuk uhuk uhuk
Gloria terbatuk - batuk sambil duduk. Thomas yang masih kesal dengan Gloria langsung berdiri dari ranjang milik Gloria.
" Mulai sekarang panggil aku dengan sebutan tuan dan lupakan apa yang telah terjadi diantara kita." ucap Thomas sambil berjalan meninggalkan Gloria sendiri di kamar.
Sebenarnya Thomas tidak tega mengatakan itu semua tapi rasa sakit karena dibohongi membuat Thomas ingin menenangkan diri.
" Baik tuan." ucap Gloria sambil meneteskan air mata.
" Nanti siang jam 11 temani aku pergi ke mall ada yang ingin aku beli." ucap Thomas dengan nada dingin.
" Baik tuan." ucap Gloria.
Thomas tidak menjawab hanya berjalan dan keluar dari kamar Gloria.
Sepeninggal Thomas Gloria menangis menyesali kebodohannya karena tidak mengatakan waktu itu. Setelah selesai menangis Gloria merapikan pakaiannya ke dalam lemari. Setelah selesai membereskan pakaian Gloria masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Kini tubuh Gloria terasa segar dan duduk di ranjang menunggu jam 11 siang.
__ADS_1
" Mas Thom setelah urusan ini selesai, aku akan keluar kerja dan pindah ke luar kota yang sangat jauh, tempat dimana dulu nenekku tinggal di daerah pedesaan yang tidak ada jangkauan komunikasi" ucap Gloria berbicara dengan dirinya sendiri.
Gloria ingin melupakan semua yang telah terjadi baik Alex maupun Thomas laki - laki yang sangat dicintainya.