Cinta Pertama Mafia

Cinta Pertama Mafia
Dokter Hendrik dan Dokter Melani


__ADS_3

" Ibu saya sakit di rumah sakit Kasih Bunda dan saya ingin menengoknya. Tolong ya dokter tampan agar saya bisa menengok ibu saya." rayu dokter Melani dengan menampilkan puppy eyes.


deg


Jantung dokter Hendrik berdetak kembali mendengar ucapan dokter Melani.


( " Biasanya jika wanita mengatakan aku tampan biasa saja tapi kenapa kalau Melani beda ya? dan aduh matanya sungguh menggemaskan kalau aku jadi suaminya aku cium dan aku akan bawa ke ranjang dan berc**a. Aish ini gara - gara Thomas bicara vulgar jadi ketularan." omel dokter Hendrik ).


" Dokter, ku mohon ya?" pinta dokter Melani dengan mengatupkan ke dua tangannya.


Sungguh sangat menggemaskan dokter Melani di mata dokter Hendrik.


" Ok, baiklah tapi saya yang antar." pinta dokter Hendrik tanpa sadar


" Ok." jawab dokter Melani sambil berdiri dan mendekati dokter Hendrik


cup


Dokter Melani tanpa sadar mengecup pipi dokter Hendrik membuat tubuh dokter Hendrik menjadi tegang.


" Terima kasih atas semuanya. Ayo kita pergi." ajak dokter Melani tanpa sadar memegang tangan dokter Hendrik.


Dokter Hendrik terkejut dan sekaligus senang, dokter Hendrik membalas pegangan tangan dokter Melani.


Mereka berdua keluar saling berpegangan membuat banyak orang terkejut dan sebagian iri dengan dokter Melani pasalnya dokter Hendrik tidak pernah menggenggam tangan seorang wanita manapun apalagi dengan calon istrinya.


Mereka ingin menjelekkan dokter Melani sebagai pelakor tapi mengingat rumah sakit ini milik dokter Hendrik membuat mereka terpaksa bungkam.


Sampai di parkiran dokter Melani tersadar kalau dirinya dari tadi menggenggam tangan dokter Hendrik.


" Maafkan saya dokter, saya tidak sengaja menggenggam tangan dokter karena tadi saya sangat senang mau bertemu dengan ibu saya." ucap dokter Melani menjelaskan.


" Tidak apa - apa santai saja, ayo masuk." ucap dokter Hendrik sambil tersenyum.


Dokter Melani masuk ke dalam mobil diiukuti oleh dokter Hendrik dan berjalan menuju ke rumah sakit Kasih Bunda.


xxxxx


Rumah Sakit Kasih Bunda


Dokter Hendrik memarkirkan mobil, mereka berdua turun menuju lobby.


" Selamat sore dokter Melani." sapa salah seorang perawat


" Sore." jawab dokter Melani


" Dokter, kepala anda kenapa?" tanya perawat ke dua


" Oh ini tadi saya mengalami kecelakaan." jawab dokter Melani sambil tersenyum ramah

__ADS_1


" Dokter tidak apa - apa?" tanya perawat ke tiga


" Tidak apa - apa. Terima kasih atas perhatiannya." ucap dokter Melani


" Dokter hari ini ada 8 pasien yang sejak tadi menunggu." ucap perawat 2


" Ok." jawab dokter Melani


Dokter Melani berjalan diiukuti oleh dokter Hendrik. Sepanjang jalan hampir semua menyapa dokter Melani dan dengan senyuman dan keramahannya dokter Melani membalasnya.


Semua tidak luput dari dokter Hendrik, dokter Hendrik kagum dengan sosok dokter Melani.


" Kamu juga dokter?" tanya dokter Hendrik tidak percaya


" Ya saya dokter kandungan." jawab dokter Melani


Dokter Hendrik hanya menganggukkan kepalanya.


" Dokter, saya ada 8 pasien apakah tetap menungguku atau dokter pulang?" tanya dokter Melani hati - hati


" Kalau aku menunggumu apakah tidak merasa terganggu?" tanya dokter Hendrik


Pfttt


Dokter Melani tertawa lepas melihat betapa menggemaskan dokter Hendrik. Dokter Hendrik sangat terpesona melihat betapa cantiknya melihat tawa dokter Melani.


" Tidak, tenang saja." ucap dokter Hendrik


Dokter Melani hanya tersenyum sambil berjalan menuju ke ruangannya dan diiukuti oleh dokter Hendrik


" Oh ya jangan panggil dokter, panggil saja Hendrik." ucap dokter Hendrik.


" Tidak sopan kalau memanggil nama, bagaimana kalau mas saja karena sepertinya mas lebih tua dariku. Aku berumur 26 tahun kalau Mas Hendrik?" tanya dokter Melani


" Umurku 30 tahun." ucap dokter Hendrik


Sepanjang jalan mereka mengobrol membuat dokter Hendrik merasa nyaman bersamanya dan tidak terasa mereka sampai di ruangan dokter Melani yang lumayan luas. Mereka berdua masuk ke dalam ruangan dokter Melani.


" Duduk di sini mas, kalau haus itu ada gelas minum saja dan kalau mau istirahat di situ ada kamarnya." ucap dokter Melani menunjukan kamar pribadinya


" Ok, santai saja." ucap dokter Hendrik sambil duduk dekat dokter Melani.


Dokter Melani hanya tersenyum memandangi wajah Hendrik yang sangat tampan. Ada perasaan suka tapi perasaan itu ditepisnya karena mereka juga baru mengenalnya.


Satu persatu pasien datang membuat dokter Hendrik mulai bosan.


" Aku istirahat di kamarmu ya?" pinta dokter Hendrik


" Ok, maaf ya lama." jawab dokter Melani

__ADS_1


" Tidak apa - apa aku ngerti kok." ucap dokter Hendrik sambil berjalan menuju ke kamar pribadi dokter Melani.


Dokter Melani hanya tersenyum dan mulai melanjutkan pekerjaannya. Tidak terasa pekerjaannya selesai dokter Melani berjalan menuju ke kamarnya.


ceklek


Dokter Melani masuk ke dalam kamarnya matanya membulat dengan sempurna melihat dokter Hendrik hanya menggunakan celana panjangnya dan sedang berbaring.


Dokter Melani hanya diam menatap tanpa berkedip melihat tubuh dokter Hendrik yang sangat sempurna dan wajahnya yang sangat tampan.


" Jangan sering melihat nanti jatuh cinta." ucap dokter Hendrik yang masih memejamkan matanya.


" Eh.. maaf.. siapa yang melihat saya baru saja... datang ya datang." ucap dokter Melani gugup sambil membalikkan badannya hendak meninggalkan dokter Hendrik.


grep


Dokter Hendrik menarik tangan dokter Melani membuat dokter Melani terjatuh dan berada di atas tubuh dokter Hendrik. Mereka saling menatap, dokter Hendrik dapat melihat dengan jelas rona merah dokter Hendrik, dokter Hendrik menatap bibir dokter Melani entah kenapa hasratnya mulai menaik. Tangan kirinya menahan tengkuk dokter Melani kemudian menci**nya karena tidak ada penolakan dokter Hendrik mel**tnya sambil memejamkan matanya dan tangan satunya meremas salah satu gunung milik dokter Melani.


Ciu**n yang terasa memabukkan tiba - tiba dokter Hendrik berhenti karena bibirnya terasa asin. Dokter Hendrik membuka matanya dan sangat terkejut melihat dokter Melani menangis.


" Maafkan mas, mas khilaf." ucap dokter Hendrik sambil memeluk dokter Melani


" Hiks... hiks... ciuman pertamaku.. mas Hendrik ambil." tangis dokter Melani


" Berarti aku pria pertama yang menciummu?" tanya dokter Hendrik


Dokter Melani hanya menganggukkan kepalanya.


" Terima kasih, mas sangat senang." ucap dokter Hendrik


Dokter Melani bingung dan mengangkat kepalanya menatap dokter Hendrik.


" I Love You, memang bagimu ini terlalu cepat tapi jujur mas merasa nyaman dan apakah kamu tidak dengar jantungku berdetak sangat cepat, hanya dengan dirimu jantungku bisa berdetak dengan cepat." ucap dokter Hendrik.


" Aku... " ucapan dokter Melani terpotong oleh dokter Hendrik


" Aku akan menunggumu, oh ya kita pergi menengok ibumu ya?" pinta dokter Hendrik


" Oh iya hampir lupa." ucap dokter Melani malu dan berusaha bangun dari ranjangnya dengan di bantu Hendrik.


xxxx


Kini mereka sudah berada di ruangan vvip, ibunya menatap anaknya dengan sendu dan matanya mengalihkan ke sosok pria di samping dokter Melani.


" Dia siapa Mel? apa dia kekasihmu?" tanya ibunya Imel


" Iya."


" Tidak."

__ADS_1


__ADS_2