Cinta Pertama Mafia

Cinta Pertama Mafia
Mama Alex Meninggal


__ADS_3

" Sekali lagi saya katakan siapa pelakunya?" tanya Markus ulang


Hening


Hening


dor


akh


Seorang bodyguard baru mati di tembak oleh Markus.


" Sekali lagi saya katakan siapa pelakunya?" tanya Markus


Hening


Hening


Sepertinya lebih memilih mati rupanya. Baiklah tidak ada cara lain." ucap Markus tersenyum devil


Markus mengambil ponselnya dan mengetik sesuatu, 10 menit kemudian Markus menerima pesan bergambar.


Markus membukanya sambil tersenyum devil. Markus mendekati seorang bodyguard cantik yang ditugaskan untuk menjaga Gloria.


" Kamu kenal mereka?" tanya Markus sambil memperlihatkan gambar ke dua orang tuanya dan ke dua adiknya sedang terikat dan pistolnya menempel di dahi masing - masing.


bodyguard cantik itu membulatkan matanya dengan sempurna, dirinya tidak percaya kalau asisten bosnya sangatlah pintar.


" Katakan dengan siapa kamu bekerja atau ke dua orang tuamu dan ke dua adikmu akan mati sama sepertimu." ancam Markus


brugh


Bodyguard cantik itu menjatuhkan dirinya dan berlutut di hadapan Markus.


" Kami di bayar oleh keluarga Alex, tuan besar, nyonya besar dan tuan muda Alex." ucap bodyguard cantik itu.


Thomas yang tadi duduk lesu langsung berdiri dan mendekati bodyguard cantik itu.


plak


Thomas menampar kemudian mencekram wajah bodyguard cantik itu.


" Kenapa kamu tega mengkhianatiku hah!!" bentak Thomas


" Maaf tuan, saya terpaksa karena jika saya tidak melakukannya orang tua saya akan di tembak." ucap bodyguard cantik itu.


" Kenapa Alex melakukannya hah!!!" bentak Thomas


" Kami tidak tahu tuan." ucap bodyguard cantik itu.


" Apakah masih ada mata - mata yang lain?" bentak Thomas


" Masih ada satu lagi, dia bersama salah satu bodyguard tuan dan kurasa bodyguard tuan akan di tembak oleh teman kami." ucap bodyguard cantik


dor


akh

__ADS_1


Thomas mengeluarkan pistol dari sakunya kemudian menembak dahi bodyguard cantik itu hingga mati di tempat.


" Kita pergi ke sana." ucap Thomas


" Baik tuan." ucap Markus


Merekapun pergi ke tempat di mana ke dua orang tuan Alex menyekap orang tuanya dan juga ingin menyelamatkan Gloria.


xxxxx


Gloria dan dua orang bodyguard mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. Gloria melamun memikirkan suami dan ke 7 anaknya. Hatinya sangat sedih harus meninggalkan mereka. Gloria tidak henti - hentinya menangis sambil melamun.


dor


akh


Salah satu bodyguard yang mengendarai mobil menembak temannya di sebelah pas di kepalanya hingga mati seketika. Darah segar keluar dari dahinya.


Gloria yang sedang melamun langsung terkejut dan menatap tajam ke bodyguard tersebut.


" Nyonya muda sebentar lagi kita sampai." ucap bodyguard itu.


" Kenapa kamu menembak temanmu?" tanya Gloria tanpa menjawab ucapan bodyguard itu.


" Dia bukan temanku karena aku bekerja dengan tuan besar." ucap bodyguard itu.


" Siapa tuan besarmu?" tanya Gloria


" Nanti nyonya akan tahu." ucap bodyguard itu.


Bodyguard itu menghentikan mobilnya kemudian membuka pintu mobilnya dan berjalan meninggalkan Gloria sendirian di mobil. Dua orang datang dan membuka pintu mobil kemudian mengangkat tubuh bodyguard itu kemudian dilemparkan ke kandang buaya yang berada di samping bangunan gedung tua jl. Cempaka Raya No 3.


Salah seorang bodyguard membuka pintu mobil agar Gloria segera keluar dari mobil. Gloria menurunkan kakinya kemudian mengikuti bodyguard itu sampai di sebuah gudang yang lumayan luas.


Gloria menatap sekelilingnya dan melihat ke dua mertuanya sedang terikat. Di sebelahnya Gloria membulatkan matanya sempurna karena tidak menyangka orang yang ingin dihindari kini ada dihadapannya.


" Mama, papa, kak Alex kalian?" panggil Gloria satu persatu dirinya tidak percaya


" Ayo sayang peluk aku." ucap Alex sambil ke dua tangannya direntangkan.


" Kalian bertiga memang gila!!!" teriak Gloria.


" Ya memang kami gila asalkan apa yang kami inginkan dapat terwujud. Peluk aku atau ke dua mertuamu aku tembak." ucap Alex sambil menodongkan senjatanya ke arah orang tuan Thomas.


" Lepaskan mereka dulu." pinta Gloria


" Tidak, peluk aku dulu baru aku lepaskan." perintah Alex


Gloria perlahan mendekati Alex tapi arah pandangannya mengarah ke dua mertuanya.


" Jangan lakukan itu sayang, biarkan kami mati dan kamu pergilah." perintah mommy Thomas menahan rasa sakit di wajahnya bekas tamparan.


" Diam kau perempuan tua!" bentak Alex dan tangannya siap menampar mommynya Thomas.


Mommynya Thomas hanya memejamkan matanya, dirinya pasrah sedangkan suaminya ingin menolong istri tercintanya tapi dirinya terikat.


" Jangan kamu sakiti istriku!" bentak daddynya Thomas

__ADS_1


" Kalian berdua ingin di tampar lagi rupanya baiklah. Kamu wanita tua barulah pria tua itu." bentak Alex tanpa rasa iba sedikitpun


Alex melayangkan tangannya ke arah mommynya Thomas membuat mommy dan daddynya Thomas tapi tangannya di tahan oleh Gloria.


" Sudah cukup Alex, jangan sakiti mommy dan daddyku." bentak Gloria sambil berusaha merebut pistol yang di genggam oleh Alex.


Alex berusaha mempertahankan senjatanya dan akhirnya terdengar suara tembakkan membuat orangtua Thomas membuka matanya.


dor


akhh


" Mama..!" teriak Alex sambil mendekati mamanya.


" Istriku...!" teriak suaminya memeluk istrinya.


Senjata yang tadi di genggam oleh Alex berusaha di rebut dan Gloria menarik pelatuknya dan mengenai jantung mama Alex sehingga mati di tempat.


" Kau, wanita breng**k istriku mati gara - gara kamu. Terimalah kematianmu." bentak papanya Alex.


Papanya Alex melepaskan pelukan istrinya dan merebut pistol milik Alex kemudian mengarahkan ke kening Gloria.


" Papa jangan tembak." teriak Alex


dor


akh


Alex yang melihat papanya menembak ke kening Gloria berusaha merebutnya membuat Gloria tertembak di perutnya.


Gloria berusaha berdiri menahan rasa sakit akibat tembakan papanya Alex. Gloria melihat mereka berdua sedang berdebat membuat Gloria mengambil kesempatan untuk mendekati orang tua Thomas.


Gloria berusaha melepaskan ikatan tangan daddynya Thomas kemudian dilanjutkan melepaskan ikatan tangan mommynya Thomas.


Darah terus mengalir di bagian perut Gloria membuat pandangannya semakin kabur tapi Gloria berusaha agar dirinya tersadar agar ke dua orang tua Thomas selamat. Setelah ikatan mereka terlepas Gloria memegangi kursi agar dirinya tidak terjatuh.


" Mommy dan daddy mari kita pergi dari sini." pinta Gloria


Mereka bertiga berjalan menuju keluar tapi sebelumnya mengambil senjata yang berada di meja.


" Kalian tidak akan semudah itu kabur." bentak Alex yang baru tersadar mereka bertiga akan kabur.


Alex mengarahkan senjatanya ke arah mommynya Thomas. Gloria yang mendengar Alex berbicara langsung membalikkan badannya. Matanya membulat sempurna melihat Alex akan menembak mommynya Thomas. Gloria memasang badan sebagai tameng mommynya Thomas.


klik


klik


klik


Gloria yang ingin menembak duluan tapi ternyata pelurunya kosong.


" Kamu kira bisa semudah itu membunuhku bukan, minggirlah aku akan membunuh ibu mertuamu." perintah Alex


" Tidak akan pernah." ucap Gloria sangat tegas


dor

__ADS_1


akh


__ADS_2