Cinta Pertama Mafia

Cinta Pertama Mafia
Pilihan Sulit


__ADS_3

" Hallo... hallo.." panggil Thomas panik


" Sial.." sambung Thomas kembali


" Siapa sayang?" tanya Gloria panik


" Mommy dan daddy di culik." ucap Thomas sambil duduk dan mengusap wajahnya dengan kasar.


Tidak berapa lama ponsel Thomas berdering sekali tanda pesan masuk. Thomas membuka ponselnya dan melihat pesan bergambar. Sepasang suami istri ke dua sudut bibirnya berdarah dan ke dua tangan dan kakinya terikat.


" Sayang, kenapa mereka menculik mommy, hubungi polisi." pinta Gloria


" Mas akan minta bantuan Markus untuk meretas cctv di bandara. Mas juga akan meminta bantuan dokter Hendrik. Biar mas, Markus dan dokter Hendrik beserta anak buah mas yang menyelamatkan mommy dan daddy." ucap Thomas


Tidak berapa lama ponsel milik Thomas berdering dengan nomer yang sama. Thomas menggeser tombol berwarna hijau.


" Jangan meminta bantuan polisi ataupun sahabatmu dokter Hendrik dan asistenmu Markus. Apapun yang kamu lakukan aku tahu semuanya. Sekarang ada dua pilihan serahkan Gloria atau ke dua orangtuamu akan mati." ancam seseorang di sebrang.


tut tut tut tut


Gloria yang menempel telinganya di ponsel milik Thomas membuatnya terkejut sampai menutup mulutnya karena tidak percaya apa yang di dengarnya.


Tidak berapa lama ponsel milik Thoma berdering sekali tanda ada pesan masuk. Thomas membuka isi pesan tersebut.


" Suruh dua orang anak buahmu bersama Gloria ke gedung tua jl. Cempaka Raya No 5, jika kamu ikut maka ke dua orang tuamu akan aku tembak."


" Sial." ucap Thomas kesal


" Sayang, aku datang ke sana ya?" pinta Gloria dengan sendu. Gloria berusaha untuk tegar dan tidak menangis.


" Aku... aku.. aku tidak sanggup kehilanganmu." ucap Thomas lirih.


" Sayang aku tahu kalau ini pilihan sulit tapi orang tuamu dalam keadaan bahaya. Mereka orang tua kandungmu, seumur hidup mas dan seumur hidupku akan merasa bersalah jika kita tidak memilih mommy dan daddy." ucap Gloria


" Aku tahu itu, tapi kamu tahu kalian itu harta berhargaku." ucap Thomas sambil memeluk istrinya.


" Sayang, istri bisa di cari lagi tapi ke dua orang tua kandung tidak bisa di cari. Karena itu aku mohon biarlah aku yang pergi asalkan ke dua orang tua mas bisa berkumpul dengan mas." ucap Gloria


" Apakah kamu tidak mencintaiku Glo?" tanya Thomas.


" Tentu saja karena itulah biarlah aku yang mengalah. Jika seandainya aku tiada karena dibunuh mereka aku hanya pesan padamu untuk menjaga ke 7 anak kita dan jika mas menemukan penggantiku aku merelakan mas agar mas bahagia." ucap Gloria


" Tidak, aku tidak sanggup, bagiku kamu wanita yang terbaik yang dikirimkan Tuhan untukku." ucap Thomas


Gloria melepaskan pelukannya dan mendorong pelan tubuh suaminya kemudian menghapus air mata suaminya dengan mengunakan ke dua ibu jarinya.


" Pasti ada sayang. Maaf aku harus pergi karena aku akan merasa bertambah bersalah jika terjadi dengan mommy dan daddy." ucap Gloria sambil berdiri dan melangkah keluar.

__ADS_1


greb


Thomas memeluk Gloria dari arah belakang di satu sisi hatinya sangat terluka melihat orangtuanya di sandera dan di sisi satunya hatinya tidak rela ditinggalkan istri yang sangat dicintainya.


" Sayang, aku mohon lepaskan. Kita tidak ada waktu." pinta Gloria


Dengan berat hati Thomas melepaskan pelukannya. Gloria membalikkan badannya menatap wajah suaminya untuk yang terakhir kalinya


" Sayang, jika ternyata aku sudah tiada aku hanya mengatakan kalau aku sangat sangat sangat sangat sangat dan sangat mencintaimu. Terima kasih atas perhatian yang selama ini mas berikan padaku. Maafkan istrimu yang tidak sempurna ini. Pesan terakhirku jaga kesehatan mas, jangan terlambat makan walau mas sibuk dan satu lagi hati - hati dimanapun mas berada." ucap Gloria.


Gloria membalikkan badannya dan berjalan menuju keluar diikuti oleh Thomas. Sampai di luar pintu Gloria dan Thomas menghentikan langkahnya.


" Kalian berdua antar nyonya Thomas ke gedung tua jl. Cempaka Raya No 5." perintah Thomas ke dua orang bodyguardnya.


" Baik tuan." ucap 2 bodyguard serempak


Salah satu bodyguard duduk di kursi pengemudi sedangkan satunya membukakan pintu mobil di belakang pengemudi. Gloria masuk ke dalam mobil dan bodyguard itupun menutup pintu mobilnya kembali. Bodyguard itu membuka pintu di samping pengemudi dan duduk di samping pengemudi.


Gloria menengok ke arah belakang dan melihat suaminya menangis membuat Gloria terisak. Air mata yang sejak tadi di tahan akhirnya keluar juga.


xxxxx


Setelah kepergian Gloria dan ke dua bodyguard datanglah Markus bersama Goretti. Mereka berdua masuk ke dalam mansion. Ke dua mata mereka membulat sempurna melihat menangis sambil berlutut.


" Tuan ada apa?" tanya Markus sambil menarik tubuh Thomas


" Tuan, dimana kamar anak - anak tuan?" tanya Markus


" Ada di lantai dua sebelah pintu lift." ucap Thomas lirih


" Sayang, kamu ke ruang tempat bayi dan selama 2 jam jangan membuka pintu." perintah Markus


" Memang kenapa sayang?" tanya Goretti bingung


" Jangan membantah lakukan saja perintahku." ucap Markus dengan nada yang agak tinggi


Goretti terkejut karena baru pertama kalinya mendengar suara tinggi dan juga wajah suaminya yang penuh dengan amarah. Tanpa banyak bicara lagi Goretti menuruti keinginan suaminya.


Setelah kepergian Goretti, Thomas memanggil kepala pelayan.


" Suruh semuanya yang bekerja di mansion ini kumpul di ruang bawah tanah termasuk ke 7 baby sister sekarang." perintah Markus


" Baik tuan." ucap kepala pelayan


" Ayo tuan kita ke ruang bawah tanah." ajak Markus sambil menarik tangan Thomas. Thomas mengikuti permintaan Markus walau hatinya sangat terluka.


Semua orang kini sudah berkumpul di ruang bawah tanah. Markus menyalakan lampu hingga terang berderang kemudian mengunci pintu. Markus memasukkan kuncinya ke jas miliknya.

__ADS_1


Markus mengeluarkan pistol kemudian berjalan mengelilingi satu persatu sambil wajahnya didekatkan ke mereka. Sedangkan Thomas hanya duduk terdiam.


dor


akh


Seorang babby sister di tembak di dahinya dan langsung mati seketika.


" Kalian ingin tahu kenapa saya menembaknya?" tanya Markus


" Tidak tuan." jawab mereka serempak


" Karena dia pengkhianat dia bekerja sama dengan para penculik dan sudah sepantasnya dia mati. Saya tahu di antara kalian masih ada beberapa pengkhianat. Katakan siapa pelakunya kalau tidak saya akan menembaknya." ancam Markus


Hening


Hening


dor


akh


Seorang pelayan mati di tembak oleh Markus


" Sekali lagi saya katakan siapa pelakunya?" tanya Markus


Hening


Hening


dor


akh


Seorang tukang kebun baru mati di tembak oleh Markus


" Sekali lagi saya katakan siapa pelakunya?" tanya Markus


Hening


Hening


dor


akh


Wakil kepala pelayan yang di tembak mati oleh Markus

__ADS_1


" Saya lihat masih ada 2 lagi dan saya tahu siapa orangnya, Sekali lagi saya katakan siapa pelakunya?" tanya Markus ulang


__ADS_2