
Pagi hari sepasang suami istri masih setia memejamkan matanya siapa lagi kalau bukan Thomas dan Gloria.
Mereka tidur saling berpelukan. Gloria tidur dengan menggunakan lengan Thomas sebagai bantalnya.
Tidak berapa lama Gloria mulai membuka matanya.
" Sayang, bangun donk? katanya hari ini kita mau pergi ke rumah sakit mau cek kandungan." ucap Gloria sambil membelai wajah suaminya yang masih setia memejamkan matanya.
" 5 menit lagi sayang, mas masih mengantuk." jawab Thomas yang masih memejamkan matanya.
" Baiklah, aku mandi dulu ya?" ucap Gloria sambil membalikan badannya untuk turun dari ranjangnya.
greb
Thomas memeluk Gloria dari arah belakang.
" Temani mas tidur sebentar saja." ucap Thomas sambil menghirup wangi tubuh istrinya.
Gloria hanya tersenyum bahagia dan kemudian memejamkan matanya kembali menemani suaminya tidur.
Tidak berapa lama Gloria mulai membuka matanya kembali.
" Sayang, aku mau ke toilet sudah tidak tahan ingin buang air kecil." ucap Gloria lembut sambil berusaha melepaskan suaminya.
Thomaspun dengan terpaksa melepaskan pelukannya dan membiarkan istrinya untuk pergi7 ke kamar mandi.
Gloriapun melakukan panggilan alam kemudian melepaskan seluruh pakaiannya kemudian mandi. Selesai mandi Gloria menggunakan jubah handuk dan keluar dari kamar mandi.
Gloria tersenyum melihat suaminya yang sedang menatapnya.
" Sayang, mandi ya setelah itu kita sarapan maaf aku bangunnya siang jadi belum sempat tidak bikin sarapan." ucap Gloria sendu
Thomas bangun dari ranjangnya dan memeluk istrinya dari samping kemudian mengecup kening istrinya.
" Sayang, kan mas tadi yang meminta ditemani tidur jadi sayangku jangan sedih ya? kalau kamu tidak sempat buat sarapan mas tidak akan marah asalkan kamu selalu setia dan tidak mengkhianati mas." ucap Thomas
" Gloria janji untuk selalu setia dan tidak akan mengkhianati mas kecuali jika mas memintaku untuk pergi maka aku akan pergi dari kehidupan mas." ucap Gloria
" Sampai kapanpun mas tidak akan memintamu untuk pergi dari kehidupan mas, karena mas bahagia bersamamu" ucap Thomas dengan nada tulus.
Gloria menatap mata suaminya dan tidak ada kebohongan di sana.
" Terima kasih sayang." ucap Gloria tersenyum bahagia.
cup
Thomas mengecup kening istrinya kembali kemudian berjalan menuju ke kamar mandi.
Gloria membuka lemari dan mengambil dres di atas lutut dan memakainya. Selesai berpakaian Gloria mengambil pakaian untuk dipakai suaminya dan di tarus di atas meja.
__ADS_1
Gloria membereskan dan merapikan tempat tidur kemudian Gloria mulai memakai make up dengan hiasan natural tapi tidak mengurangi kadar kecantikannya.
Gloria sudah pintar berdandan dan sudah mengerti tentang fashion sehingga pakaian yang lama sudah tidak di pakai lagi dan disumbangkan oleh orang lain.
Gloria dan Thomas kini sudah selesai sarapan dan berangkat menuju ke rumah sakit.
Thomas mempunyai rumah sakit sendiri jadi tanpa perlu mengantri Thomas dan Gloria masuk ke dalam ruangan.
Gloria berbaring di ranjang sambil tangan kanannya menggenggam tangan suaminya. Seorang perawat memberikan cairan gel di perut Gloria.
Seorang dokter menggunakan alat usg untuk mengetahui kondisi janin Gloria.
" Lihat itu anak - anak tuan dan nyonya." tunjuk dokter cantik itu.
Thomas dan Gloria menatap ke layar melihat anak - anaknya yang sudah mulai bergerak.
" Saya hitung dulu ya bayi kembarnya 1,2,3,4,5,6,7 wah tuan dan nyonya jumlah anak kalian ada 7." ucap dokter cantik itu
" Apa 7?" tanya ulang mereka serempak
" Iya 7 apakah selama ini nyonya tidak pernah diperiksa?" tanya dokter cantik itu.
" Belum." jawab Gloria
" Sudah." jawab Thomas
Mereka menjawab bersamaan tapi dengan jawaban yang berbeda.
" Maaf sayang, sebenarnya waktu kita keluar kota dirimu sempat pingsan dan mas membawamu ke dokter dan kata dokter jumlah anak saya ada 6 kok berubah jadi 7?" tanya Thomas bingung
" Bisa jadi dok." ucap Gloria tersenyum bahagia
" Sekarang usia kehamilan nyonya sudah memasuki 14 minggu." ucap dokter cantik itu tersenyum ramah ke arah mereka berdua.
" Terima kasih dok." jawab Gloria tersenyum bahagia.
Perawat itupun langsung membersihkan gel yang menempel di perut Gloria dengan menggunakan tissue.
Gloria berusaha bangun dari ranjangnya dengan dibantu oleh suaminya.
Mereka duduk bersebelahan dengan berhadapan dokter cantik itu.
" Ini obat penguat kandungan dan nyonya jangan stres ya karena terpengaruh akan janinnya." ucap dokter cantik itu.
" Dokter Melani." ucap Thomas membaca name tag yang menempel di jas dokternya.
" Iya, ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya dokter Melani ramah
" Istri saya kadang sedih, kadang marah dan terkadang tiba - tiba menangis apa itu bisa mempengaruhi janin anak - anak kami dok?" tanya Thomas
" Itu terjadi karena hormon kehamilan yang penting tuan bisa menjaga perasaan istri tuan." ucap dokter Melani.
" Baik dokter terima kasih banyak." ucap Thomas
__ADS_1
Merekapun pergi meninggalkan dokter Melani menuju ke mansionnya.
xxxx
Tiba - tiba ponsel dokter Melani berbunyi dan dokter Melani menggeser tombol warna hijau tanpa melihat siapa yang menelephonenya.
" Hallo." panggil Melani
" Hallo sayang." panggil seseorang dari sebrang
" Hai Leo apa kabar? Kemana saja tidak ada kabarnya" tanya dokter Melani beruntun senang karena kekasihnya menghubungi dirinya.
" Sayang, maaf beberapa hari ini aku sibuk kita ketemu yuk di mall xxxx?" ajak Leo
" Oke." jawab dokter Melani senang.
xxxx
Dokter Melani kini sudah sampai di mall xxxx dengan mengendarai mobil. Dokter Melani sudah sampai di parkiran mobil dan menghubungi kekasihnya kembali.
" Sayang, sudah sampai dimana?" tanya dokter Melani.
" Aku di restoran xxx kamu datang ke sini ya?" pinta Leo
" Ok." jawab dokter Melani senang.
Dokter Melani berjalan menuju ke restoran xxx. Dokter Melani mengendarkan pemandangan untuk mencari Leo. Matanya membulat sempurna melihat Leo sedang duduk bersebelahan dengan seorang wanita cantik sambil tangannya saling menggenggam. Dokter Melani dengan menahan rasa sakit berjalan mendekati mereka.
" Mas Leo, dia siapa?" tanya dokter Melani sambil duduk saling berhadapan.
" Kenalkan dia calon istriku." ucap Leo tanpa punya merasa bersalah
duar
Dokter Melani terkejut dan tanpa terasa airmatanya keluar seakan tidak percaya apa yang di dengarnya.
" Apa maksudmu Leo? apa salahku?" tanya dokter Melani sambil air matanya bercucuran.
" Kamu tidak salah hanya saja aku bosan dengan gaya pacaran kita tidak boleh ciuman apalagi berci**a kamu kan tahu aku pria normal." ucap Leo tanpa punya rasa iba melihat kekasihnya menangis.
" Kitakan bisa melakukan itu kalau kita sudah menikah." ucap dokter Melani
" Menikah, setiap aku bertanya kamu selalu bilang nanti menunggu ibumu lekas sembuh tapi sampai sekarang ibumu tidak sembuh - sembuh apa perlu aku bunuh ibumu biar kita bisa menikah." ucap Leo sarkas
Plak
Dokter Melani menampar Leo sambil menatap dengan penuh kebencian.
" Aku benci padamu Leo, baik jika itu maumu kita putus dan ini aku kembalikan cincin pertunangan kita." ucap dokter Melani sambil melepaskan cincinya di jari kiri manisnya kemudian melemparnya ke arah Leo.
Dokter Melani berlari meninggalkan mereka dengan perasaan sangat hancur. Dokter Melani tidak menyangka kalau Leo bisa mengatakan kata - kata kasar padanya.
Brukh
__ADS_1
akh