Cinta Pertama Mafia

Cinta Pertama Mafia
Aku Mencintaimu Glo


__ADS_3

" Apa istri? setahuku tuan Thomas masih single apa kamu hanya wanita simpanan seperti wanita - wanita lain?" tanya Wida merendahkan Gloria


deg


" Apakah mas Thom seperti itu?" tanya Gloria dengan suara gemetar


" Ya, hanya aku yang dianggap sebagai kekasih dan sebulan lagi kami akan melangsungkan pernikahan." ucap Wida dengan percaya dirinya.


" Silahkan masuk nona, pasti mas Thom senang akan kedatanganmu." ucap Gloria lirih berusaha untuk tegar.


" Nah gitu donk." ucap Wida sambil berjalan dengan angkuh dan duduk di sofa.


" Oh ya karena kamu wanita simpanan maka kamu buatkan aku minuman dan snack." perintah Wida dengan nada angkuh.


" Baik." ucap Gloria singkat sambil menahan air matanya.


Gloria berjalan masuk ke dalam dapur untuk mengambil minuman dan snack seorang pelayan melarangnya dan ingin dirinya yang melakukannya tapi Gloria melarangnya.


Gloria berjalan mendekati ruang tamunya, matanya membulat sempurna melihat suaminya di peluk oleh gadis yang bernama Wida sedangkan Thomas membelai rambut Wida. Gloria berusaha menahan rasa sakitnya kembali.


Gloria berjalan mendekati mereka dan memberikan minuman serta snack.


" Lho sayang kenapa kamu yang mengantar minuman dan snack?" tanya Thomas bingung sambil berdiri dan mendekati Gloria


" Bibi!!!" teriak Thomas


Kepala pelayan itupun berlari mendengar suara teriakan Thomas


" Bibi, kenapa istriku yang mengantar minuman dan snack?" bentak Thomas


Wajah kepala pelayan itu langsung pias terlebih mendapat tatapan tajam dari Wida. Gloria yang melihat Wida menatap tajam terpaksa Gloria mengatakan jujur.


" Nona Wida yang memintanya dan nona Wida bilang mas Thom mengoleksi wanita simpanan termasuk aku salah satunya selain itu nona Wida mengatakan kalau dirinya adalah calon istri mas Thom." ucap Gloria


Gloria terpaksa mengatakan itu karena ingin tahu apa jawaban suaminya kalau sama seperi Alex. Gloria akan pergi dari kehidupan Thomas.


" Bibi, kembalilah bekerja." pinta Gloria lembut.


" Baik nona. permisi tuan muda" ucap kepala pelayan pergi meninggalka mereka.


" Apa benar begitu Wida?" tanya Thomas menatap tajam ke arah Wida


" Itu tidak benar, wanita itu bohong." ucap Wida


" Terserah mas Thom percaya padaku atau tidak." ucap Gloria membalikkan badan dan berjalan menuju ke kamarnya. Baru beberapa langkah perut Gloria terasa kram.

__ADS_1


" Aduh." rintih Gloria sambil bersandar di anak tangga dan mengusap perutnya.


" Gloria kamu tidak apa - apa?" tanya Thomas kuatir sambil mendekati Gloria dan memegang bahunya agar Gloria tidak terjatuh.


Gloria langsung menepis tangan Thomas dan menatap Thomas dengan deraian air mata.


" Mas Thom uruslah calon istrimu." ucap Gloria sambil berjalan menaiki anak tangga.


" Gloria kamu salah paham, dia itu adik sepupuku tidak mungkin jika kami menikah apalagi hatiku sudah sepenuhnya buat dirimu." ucap Thomas berjalan mendahului Gloria dan memegang ke dua bahu Gloria sambil memandang wajah Gloria.


Gloria menatap mata Thomas mencari apa ada kebohongan tapi Gloria tidak menemukannya.


" Ayo kita turun ke bawah aku akan kenalkan adik sepupuku." pinta Thomas.


Mereka berdua turun dan berjalan ke ruang keluarga. Mereka berdua duduk berdampingan berhadapan dengan Wida yang dibatasi dengan meja.


" Wida ini istriku Gloria." ucap Thomas memperkenalkan istrinya


" Kapan menikahnya kak?" tanya Wida


" Kemarin kami menikah." jawab Thomas


" Istri kakak hamil apa kakak menikahi janda?" hina Wida


" Kak Thom selama ini tidak pernah membentakku gara - gara wanita murahan itu aku di bentak." teriak Wida tidak terima dirinya di bentak oleh Thomas.


plak


Thomas menampar Wida karena sangat kesal karena mendengar ucapan Wida yang tentu saja menyakiti istri juga dirinya.


" Bibi!! teriak Thomas.


Kepala pelayan itupun berlari dan mendekati tuan mudanya.


" Ada apa tuan?" tanya kepala pelayan itu


" Bawa Gloria masuk ke dalam kamar." perintah Thomas.


" Baik tuan." ucap kepala pelayan


cup


Thomas mengecup bibir istrinya sambil membelai rambut istrinya dengan lembut.


" Sayang naiklah ke atas istirahat, jangan banyak pikiran kasihan anak kita." pinta Thomas lembut.

__ADS_1


" Aku mencintaimu Glo." ucap Thomas


Gloria hanya menganggukkan kepalanya dan pergi dengan kepala pelayan. Kini tinggallah Thomas dan Wida.


Wida memegangi pipinya yang terasa perih dan sudut bibirnya berdarah bekas tamparan Thomas. Wida tidak menyangka selama ini Thomas selalu sayang dan perhatian padanya.


" Kak Thom hiks.... hiks... kenapa menamparku?" tanya Wida sambil terisak


" Seharusnya kamu tanya dirimu sendiri kalau perkataan itu sama saja menyakiti perasaanku juga istriku.


" Bukankah memang benar, kak Thom menikah sedangkan dia sudah hamil apakah mas Thom di jebak dan wanita itu mengatakan kalau itu anaknya mas Thom karena itu mas Thom menikahi wanita murahan itu." hina Wida


" Kau." bentak Thomas langsung mencekik leher Wida


Wajah Wida langsung memutih karena kurangnya pasokan oksigen. Wida berusaha memukul - mukul lengan Thomas tapi bagi Thomas itu tidak berarti baginya.


" Kakak sudah bilang jangan menghina istriku lagi karena aku sangat mencintai istriku. Apalagi anak yang di dalam kandungan istriku adalah anak kandungku." bentak Thomas sambil melepaskan tangannya yang mencekik leher Wida


uhuk uhuk uhuk


Wida menghirup udara sebanyak - banyaknya.


" Kak, setahu Wida kalau kakak itu sangat sulit didekati wanita tapi kenapa kakak membuka hati buat dirinya." tanya Wida sendu sambil menahan amarah dalam dirinya.


" Memang benar, tapi ketika kakak pertama kali mengenalnya kakak langsung jatuh cinta padanya. Sekarang jawab dengan jujur apakah kamu mengatakan ke istriku kalau kakak mengoleksi wanita simpanan termasuk istriku sebagai wanita simpanan kakak?" tanya Thomas dengan tatapan tajam.


Wida menelan saliva dengan susah payah.


" JAWAB!!!!" bentak Thomas


" I...iya kak, maafkan aku." jawab Wida gugup sambil terisak


" Hari ini kakak maafkan tapi lain kali tidak akan kakak maafkan. Kakak tidak perduli walau kamu adik sepupuku." ucap Thomas sambil membalikkan badan dan berjalan menaiki anak tangga.


Baru beberapa langkah Thomas menghentikan langkahnya.


" Satu lagi aku lebih percaya dengan istriku jadi jika kamu coba - coba melakukan sesuatu dengan istriku maka bersiaplah menerima hukumanmu yaitu kematianmu tidak perduli kamu itu adik sepupi kakak." ucap Thomas tanpa membalikkan badan dan melanjutkan langkahnya menuju ke kamarnya.


xxxx


Gloria masuk ke dalam kamarnya sedangkan kepala pelayan kembali ke tempatnya.


Gloria berjalan ke arah balkon dan duduk di kursi sambil menatap langit - langit tanpa sadar air mata Gloria keluar membasahi ke dua pipinya yang mulus.


" Apakah aku tidak boleh merasakan kebahagiaan? gara - gara aku, suamiku bertengkar dengan adik sepupunya. Gara - gara aku juga suamiku direndahkan oleh adik sepupunya bagaimana nanti dengan teman - teman suamiku pasti mereka juga menghinaku juga menghina suamiku. Aku tidak perduli jika aku dihina tapi aku tidak rela jika suamiku di hina orang lain." lirih Gloria sambil menghapus air matanya yang tidak berhenti mengalir.

__ADS_1


__ADS_2