
Esok harinya suasana mansion sangat ramai berbagai pernak pernik dekorasi pernikahan mulai di pasang.
Gloria perlahan membuka matanya, dan mengangkat kepalanya ke atas karena kepala Gloria tidur di dada Thomas. Gloria menatap Thomas yang masih setia memejamkan matanya. Tangan kanan Gloria perlahan memegang kening, mata, hidung, pipi dan terakhir bibir tebal dan seksi.
" Terima kasih sayang sudah hadir dalam kehidupanku, aku bahagia sebentar lagi kita akan menikah, semoga perasaan mas tidak pernah berubah. Hidupku yang penuh luka kehilangan orangtuaku dalam waktu 2 hari membuatku luka dan kupikir mas juga sama pergi meninggalkan diriku yang sedang terluka." lirih Gloria tanpa sadar air mata Gloria menetes membasahi pipi kemudian dada Thomas.
Kebiasaan Thomas ketika tidur hanya menggunakan boxer karena itu ketika Gloria menangis langsung mengenai dadanya Thomas.
Thomas yang sedang tertidur merasakan dadanya basah dan juga belaian lembut tangan Gloria.
greb
Thomas menahan tangan Gloria yang memegang bibirnya. Perlahan Thomas membuka matanya dan menatap wajah Gloria yang sembab.
" Sayang, kenapa apa ada yang sakit?" tanya Thomas lembut
" Tidak, aku hanya terharu sebentar lagi kita akan menikah seperti mimpi rasanya." ucap Gloria
Thomas hanya tersenyum mendengarnya.
" Sayang, mas akan jujur padamu, nanti di surat pernikahan kita ada perubahan bulan." ucap Thomas
" Memang kenapa mas?" tanya Gloria bingung
" Kalau aku buat bulan sekarang akan banyak pertanyaan untuk orang - orang dan mas yakin kamu akan disudutkan oleh orang - orang terlebih mas tidak mau nanti ketika anak kita sudah besar pasti akan menanyakan ke kita tentang kelahirannya. Kamu mengerti maksudku bukan?" tanya Thomas.
" Mengerti mas, tapi apakah bisa?" tanya Gloria bingung.
" Uang bisa membeli apapun Glo yang pasti surat itu asli bukan palsu." ucap Thomas
deg
Gloria teringat akan ucapan Alex yang ternyata pernikahan mereka palsu termasuk surat - surat pernikahan mereka.
" Jangan kamu ingat masa lalumu Glo, aku sudah tahu semua. Mas ingin tahu siapa pria brengs*k itu Glo, rasanya mas ingin memukulnya sampai babak belur." ucap Thomas geram mengingat wanita yang dicintainya terluka dan disakiti oleh pria kejam.
" Mas Thom sudah tahu masa laluku?" tanya Gloria tanpa menjawab pertanyaan lainnya.
" Mas sudah tahu semua Glo, kenapa kamu tidak cerita padaku Glo, aku siap mendengar semua keluh kesahmu." ucap Thomas sendu sambil memeluk Gloria.
Gloria membalas pelukan Thomas dan menangis mengingat orang tuanya meninggal dengan cara yang tragis.
" Hiks... hiks... daddy meninggal terkena serangan jantung ketika pria itu berdusta hiks... hiks... dan meninggal di rumah sakit besok paginya mommy terjatuh di tangga hiks... hiks.. di dalam perjalanan sudah meninggal hiks.. hiks.. aku berusaha tegar... ketika aku bertemu dengan mas.. hiks... hiks... aku berharap mendapat hiburan dari mas tapi hiks... hiks.. mas membenciku... hiks.. hiks.. karena itulah ketika wanita itu memberikan sesuatu ke minuman mas yang aku pikir racun yang berbahaya aku meminumnya karena hiks... hiks sudah tidak ada yang menginginkan diriku." ucap Gloria menjelaskan sambil terisak.
__ADS_1
Thomas merasa semakin merasa bersalah karena waktu itu sempat membentaknya tidak terasa air matanya ikut keluar setelah mendengar betapa terlukanya Gloria.
" Maafkan mas sayang, mas tidak tahu dan mas janji untuk tidak menambah lukamu maupun kesedihanmu." ucap Thomas sendu
" Terima kasih mas." ucap Gloria
Mereka berdua berpelukan setelah agak lama pelukan mereka terlepas sambil memandang satu sama lain.
cup
Thomas mengecup bibir Gloria sambil tersenyum
" Kamu mandi sayang dan pakaianmu ada di dalam lemari." ucap Thomas
Gloria hanya tersenyum kemudian berdiri berjalan mendekati lemari pakaian. Gloria membuka lemari pakaian penuh dengan pakaian baru yang masih ada label harganya.
" Mas, ini pakaian siapa kok banyak sekali pakaian wanita?" tanya Gloria bingung
" Itu semua pakaian milikmu, mulai sekarang kamu pakailah pakaian yang mas berikan dan nanti ada satu orang yang mengajarimu merias diri." ucap Thomas
" Tapi mas.." ucapan Gloria terpotong oleh Thomas
" Mas tidak menerima penolakan." ucap Thomas tegas
Gloria mengambil pakaian dres warna maron berikut **********. Gloria masuk ke dalam kamar mandi dan tidak lupa menguncinya takut kalau tiba - tiba Thomas masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah Gloria masuk ke kamar mandi Thomas mengambil pakaiannya kemudian keluar dari kamarnya dan mandi di kamar sebelah.
Selesai mandi Thomas menuruni anak tangga untuk memperhatikan dekorasi pernikahannya untuk besok pagi.
" Markus bagaimana persiapan pernikahanku?" tanya Thomas sambil memandangi mansionnya yang kini sudah berubah karena adanya dekorasi pernikahan yang bernuansa berwarna putih.
" Semuanya sudah beres tuan, nanti sore akan dipasang bunga berwarna putih sesuai keinginan tuan bernuansa putih." ucap Markus menjelaskan.
" Oh ya orang yang mengajari Gloria belajar menghias diri apakah sudah datang?" tanya Thomas
" Sudah tuan, apakah bisa langsung dipratekkan sekarang?" tanya Markus
" Silahkan, suruh saja orangnya ke kamarku." ucap Thomas
" Baik." jawab Markus sambil menundukkan setengah badannya kemudian berlalu meninggalkan Thomas sendiri.
Thomas berkeliling melihat mansionnya, hatinya sangat senang dirinya sebentar lagi akan menikah dengan Gloria.
__ADS_1
Setelah puas berkeliling Thomas masuk kembali ke dalam mansion dan bertemu kembali dengan Markus.
" Tuan, apakah tuan tidak sarapan?" tanya Markus
" Nanti saja Mark, aku menunggu Gloria dulu." ucap Thomas
Markus hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
" Oh iya Mark, apakah kamu mengundang Goretti? aku ingin memberi kejutan pada Gloria" tanya Thomas
" Sudah tuan, dua jam lagi sudah sampai di sini." ucap Markus
" Oh iya tuan, apakah tuan tidak mengundang kedua sahabat tuan?" sambung Markus
" Nanti saja acara resepsi, Kamu tahu Gloria lagi hamil aku tidak rela jika Gloria dihina atau direndahkan oleh orang lain." ucap Thomas menjelaskan
Markus hanya menganggukkan kepalanya kemudian tidak bertanya lagi.
Tidak berapa lama Gloria menuruni anak tangga dan di belakangnya diikuti oleh orang yang mengajari merias.
" Kamu sangat cantik sayang." puji Thomas
Gloria hanya tersenyum memandang Thomas kemudian memandang Markus sambil menundukkan wajahnya sebagai tanda menghormati Markus.
Mereka makan bersama dalam diam, selesai makan Markus pergi untuk melihat dan memeriksa dekorasi sedangkan Thomas dan Gloria berjalan bergandengan tangan melihat suasana sekitar mansion.
Senyuman dan rona kebahagiaan terpancar di wajah Gloria. Hari - hari yang dulu penuh luka kini berubah menjadi kebahagiaan. Kebahagiaan yang membuat dirinya merasa seperti mimpi menikah dengan CEO yang tampan sekaligus bosnya.
Gloria menyenderkan kepalanya ke bahu Thomas karena tubuh Thomas tinggi. Thomas melepaskan genggamannya kemudian memeluk Gloria dari arah samping.
" Sayang, tidak sabar menunggu hari esok." ucap Thomas tersenyum bahagia sambil mengusap bahu Gloria.
Gloria hanya mengangkat wajahnya dan menatap Thomas sambil tersenyum.
cup
Thomas mengecup bibir Gloria.
" I Love You." ucap Thomas
" I Love You Too." ucap Gloria
Mereka tertawa bersama sambil berjalan menikmati suasana mansion.
__ADS_1