Cinta Pertama Mafia

Cinta Pertama Mafia
Hukuman Dena


__ADS_3

" Dena, lebih baik kamu pergi dari sini!"usir ibunya Alex


"Tapi bukannya sebentar lagi kami akan menikah, saya tidak mau di usir." tolak Dena


" Hm, baiklah jika itu maumu. Sekarang bersihkan apartenen ini sekarang kalau tidak aku akan menyiksamu." ancam mamanya Alex


"Tapi..." ucapan Dena terpotong oleh Alex


" Benar kata mama, bersihkan apartemen ini jika tidak aku akan menyiksamu dua kali dari Gloria." ancam Alex


" Sayang, aku ini calon istrimu. Uangmu banyak kita kan bisa membayar pelayan untuk membersihkan apartemen ini." ucap Dena tidak terima dirinya harus membersihkan apartemen.


Alex yang merasa kesal langsung mencengkram ke dua pipi Dena dengan kencang


" Jangan pernah memanggilku sayang, kita putus dan kita tidak akan pernah menikah. Sekarang kerjakan perintahku kalau tidak aku akan menyiksamu." ancam Alex


bruk


Alex langsung mendorong Dena dengan sekuat tenaga membuat Dena terjatuh ke lantai.


" Kerjakan sekarang!!!!" bentak Alex


Karena takut melihat tatapan tajam orang tua Alex dan Alex membuat nyalinya ciut. Dena dengan perasaan jijik membersihkan apartemen milik Alex.


" Kita ke mansion saja." ucap mama Alex


" Baik mam. Jika aku kembali kesini apartemen ini harus rapi jika tidak siap - siap terima hukumanku. Oh ya mana kartu kreditku?" tanya Alex sambil tangan kanannya di angkat setengah untuk meminta kartu kredit.


" Bukannya kamu sudah memberikan padaku kenapa sekarang di minta?" protes Dena tidak terima


Alex tanpa banyak bicara mengambil tas milik Dena dan membuka dompetnya. Alex mengambil kartu dan juga mengambil semua uang miliknya.


" Sayang kumohon jangan lakukan itu." pinta Dena berusaha merebut tas miliknya yang dipegang oleh Alex.


duak


duak


Alex langsung mendorong tubuh Dena hingga terbentur meja membuat keningnya berdarah. Bukan begitu saja Alex menendang tubuh Dena dengan kencang.


" Rasakan itu wanita tidak tahu diri." ucap Alex sarkas

__ADS_1


" Hiks... hiks... hiks..." apa salahku Alex." tangis Dena sambil menahan rasa sakit.


Alex menyimpan kartu dan uangnya ke dalam dompetnya. Alex duduk sambil tangan kanannya mencengkram rahang Dena membuat Dena meringis menahan rasa sakit.


" Bagaimana sakit, itu yang dirasakan Gloria waktu aku menyiksanya. Itu semua ulahmu gara - gara ulahmu mengirim foto - foto Gloria bersama sahabatnya dan laki - laki lain membuatnya aku percaya padamu." ucap Alex


" Gloria memang berselingkuh, aku pernah melihatnya karena itu aku memotret kebersamaan mereka." ucap Dena sambil menahan rasa sakit.


" Aku akan tanya sama Gloria dan aku ingin tahu mana yang benar ucapanmu atau ucapan Gloria." ucap Alex


Alex langsung mendorong Dena hingga kepalanya terbentur lantai.


akh


Dena berteriak kesakitan membuat kepalanya mulai pusing dan mengeluarkan darah.


" Ayo mam, kita pergi." ucap Alex tidak memperdulikan Dena kesakitan


Ke dua orang tuanya juga tidak memperdulikan keadaan Dena karena mereka berfikir itu sudah sepantasnya, Dena mendapatkan ganjaran seperti itu.


Itulah sifat ke dua orang tua Alex yang tidak mempunyai rasa empati atau rasa iba dan sifat itu menurun ke anak semata wayangnya. Kejam, tidak mempunyai perasaan, arogant dan bersikap kasar serta dingin.


Dena yang sangat marah diperlakukan seperti itu tanpa sengaja melihat vas bunga yang berada di meja. Dengan sekuat tenaga Dena berusaha bangun dan mendekati meja dan meraih vas bunga dan melempar ke arah mamanya Alex karena gara - gara dialah rencana pernikahannya menjadi gagal.


bruk


Vas bunga itu melayang dan mengenai kepala mamanya Alex membuat kepala mama Alex berdarah dan langsung pingsan seketika.


Papanya Alex dan Alex sangat terkejut dan membalikkan badannya dan melihat Dena dengan tatapan tajam.


" Papa, tolong mama bawa mama ke rumah sakit biar wanita sia**n ini akan Alex kasih pelajaran." ucap Alex menahan geram


Papa Alex tidak menjawab pertanyaan Alex. Papanya Alex langsung menggendong istrinya dan di bawa ke rumah sakit.


Kini tinggal Alex dan Dena di apartemen sedangkan bodyguard yang tadi mengikat Dena berada di parkiran apartemen ketika papanya Alex datang.


Alex menarik Dena keluar tanpa memperdulikan teriakan kesakitan. Alex membawanya sampai ke parkiran apartemen.


" Pengawal kita pergi ke markas." perintah Alex.


Alex membuka pintu kemudian mendorong Dena untuk masuk ke dalam mobil kemudian baru dirinya masuk ke dalam.

__ADS_1


" Baik tuan." ucap pengawal itu.


Alex baru 2 bulan ini membentuk markas mafia. Alex mulai tertarik dengan dunia bawah sejak melihat sahabatnya Thomas menjadi ketua mafia.


Hanya bedanya Thomas menyerang orang - orang yang mengusik dirinya dan juga perusahaannya sedangkan Alex menjual senjata, membantu perusahaan yang membutuhkan bantuan dirinya dan menjual berbagai jenis narkoba.


Walau masih baru tapi dengan sifatnya yang kejam, tidak mempunyai perasaan, arogant dan bersikap kasar serta dingin membuat Alex cepat kaya dan anggota mafianya semakin bertambah banyak sekitar 200 orang dari awalnya hanya 20 orang.


Anggota mafia diambil dari preman - preman, tukang pukul dan merekrut orang - orang yang keluar dari penjara.


Sampai di markas Alex membuka pintu dan menarik Dena keluar dan menutup pintunya secara kasar.


Dena di tarik ke dalam markas yang sangat besar di dalamnya anak buahnya sedang berlatih bela diri dan ada juga latihan menembak.


Alex mendorong Dena berada di tengah tengah mereka yang sedang berlatih.


" Apakah kalian tertarik dengan wanita ini?" tanya Alex tanpa dosa


" Iya tuan." jawab mereka serempak dengan tatapan kilatan nafsu menatap tubuh mulus Dena


" Alex aku mohon jangan lakukan ini padaku. Aku berjanji akan merubah diriku menjadi baik." ucap Dena sambil menangis.


" Ini adalah hukumanmu Dena. Sekarang katakan padaku mengenai foto Gloria dengan pria itu, apakah itu asli atau editan?" tanya Alex


" Itu asli." ucap Dena bohong


" Jono, Joni." teriak Alex


Jono dan Joni merasa dirinya di panggil langsung berjalan mendekati Dena. Jono dan Joni langsung merobek pakaian hingga terlihat tubuh mulus tanpa sehelai benangpun.


" Sekali lagi aku tanya asli atau palsu." bentak Alex.


" Asli." ucap Dena sambil ketakutan. Dirinya ingin bilang palsu tapi kalau dirinya jujur yang ada nanti Alex akan menyuruh anak buahnya melakukan yang tidak seno**h


" Jono, Joni dan Bejo lakukanlah." ucap Alex


Bejo yang merasa di panggil langsung mendekati Dena. Merekapun melakukan hubungan suami istri secara bergeliran membuat yang lainnya iri dan adik kecil mereka tegang semua karena melihat secara langsung pertunjukan mereka.


Dua jam lamanya mereka melakukannya setelah selesai mereka berdiri dengan kondisi ke empatnya tidak menggunakan sehelai benangpun.


" Sekali lagi kutanya asli atau palsu." bentak Alex

__ADS_1


" Asli." jawab Dena lirih badannya terasa sakit semua seperti tidak bertulang. Dena hanya bisa tidur terlentang ingin menutupi tubuhnya tapi tangan dan kakinya terasa sangat sakit.


" Kenapa kamu lakukan itu Dena?" tanya Alex


__ADS_2