Cinta Pertama Mafia

Cinta Pertama Mafia
Memulai Dari Awal


__ADS_3

" Hiks... Hiks... orang tuaku sudah meninggal dan kini sudah tidak ada lagi orang yang melindungiku dan menyayangiku." ucap Delia terisak


" Bagaimana dengan anak kita? anak kita sangat membutuhkanmu." ucap Markus sambil mengusap punggung Delia


" Apakah mas Markus mau merawat anak kita bersama? Maksudku kita hidup bersama dengan anak kita?" tanya Delia sendu


" Ya. Mas akan mengajakmu ke kota. Kita mulai dari awal lagi. Mas akan belajar untuk mencintaimu. Apakah kamu bersedia kembali padaku? Maafkan perbuatan mas di masa lalu." ucap Markus


" Saya bersedia mas dan mengenai masa lalu lupakan saja tidak perlu di ingat kembali." ucap Delia.


" Terima kasih kamu memang istri yang baik. Maafkan mas yang sering melukai perasaanmu." ucap Markus


Delia hanya tersenyum menatap wajah suaminya, Markus membalas senyuman Delia.


" Oh ya kamu belum menandatangani surat perceraian kita? yang waktu aku kirim padamu?" tanya Markus


" Belum, masih ku simpan di rumah? kenapa?" tanya Delia dengan nada kuatir karena takut kalau Markus tiba - tiba berubah pikiran lagi.


" Syukurlah, setidak - tidaknya kita tidak menikah ulang." jawab Markus


" Benarkah? aku tidak bermimpi?" tanya Delia tidak percaya


ctak


" Auch.. sakit.." ucap Delia sambil mengusap keningnya yang habis di sentil Markus.


" Sakit kan berarti kamu tidak mimpi, kamu pasti lapar aku akan memanggil perawat agar memindahkanmu di ruang perawatan." ucap Markus.


Delia hanya tersenyum menatap wajah tampan suaminya. Markus menekan bel yang berada di dekat bed istrinya. Tidak berapa lama dokter dan perawat datang. Setelah diperiksa dan kondisinya juga membaik Delia dipindahkan ke ruang perawatan begitupula anak mereka dijadikan satu tempat.


" Lihat anak kita sangat lucu dan sangat tampan mirip denganmu." ucap Delia sambil menyusui anaknya.


" Iya sangat mirip denganku." ucap Markus sambil membelai anaknya.


" Mas kasih nama apa?" tanya Delia


" Aku?" tanya Markus menunjuk dirinya


" Iya mas kan daddynya." ucap Delia.


" Hmmmm... Leo Aleandro, bagaimana?" tanya Markus


" Sangat bagus, aku setuju mas." ucap Delia


Markus hanya tersenyum dan mengecup kening istrinya. Markus mulai belajar untuk mencintai istrinya. Delia sangat bahagia suaminya kini sedikit perhatian padanya. Delia berharap suaminya bisa mencintai dirinya.

__ADS_1


" Bagaimana perusahaan orangtuaku?" tanya Delia


" Mas akan mencari orang kepercayaan untuk mengurus perusahaan milik orang tuamu dan mas akan membantu melihat dari jauh." ucap Markus


" Terima kasih mas." ucap Delia sambil tersenyum bahagia.


" Ya sama - sama." jawab Markus dengan memaksakan tersenyum.


Tiga Hari Kemudian


Delia kini sudah sembuh dan kini Markus membawa Delia dan anaknya ke kota.


Pagi hari, Delia membuka matanya dan melihat wajah tampan suaminya hatinya sangat bahagia kini suaminya sudah tidak dingin lagi dan tidak marah - marah lagi padanya.


Hidupnya benar - benar berubah dulu setiap malam Delia selalu menangis memikirkan pernikahannya karena Thomas mengajukan surat perceraian. Terlebih dirinya hamil, Delia tidak menyangka kalau yang mereka lakukan dalam semalam bisa membuat dirinya hamil.


Delia tetap mempertahankan kehamilannya walau orang tuanya memintanya untuk menggugurkannya. Delia tidak mau karena di paksa terus Delia mengancam akan bunuh diri karena itulah terpaksa orang tuanya membiarkan Delia hamil.


Delia bangun dan turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi untuk menyikat gigi dan mencuci muka. Setelah selesai Delia turun ke bawah untuk memasak.


Karena hanya ada beras dan telur Delia membuat nasi goreng. Selesai memasak Delia naik ke atas dan masuk ke kamarnya.


ceklek


Delia membuka pintu dan melihat suaminya sedang menggendong anaknya.


" Mas masih libur, besok mas baru kerja. Oh ya hari ini kita jalan - jalan yuk?" ajak Markus


" Boleh mas, kebetulan tadi aku lihat di kulkas pada kosong. Kita belanja ya mas." ajak Delia


" Maklum mas tidak bisa memasak. Jadi isi kulkasnya kosong." ucap Markus.


Delia hanya tersenyum menatap wajah suaminya.


" Leo aku yang gendong ya? dan mas mandi dulu." pinta Delia


" Ok." jawab Markus singkat sambil menyerahkan Leo ke Delia.


Delia menyusui Leo setelah agak lama Leo mulai tertidur kembali. Delia menyiapkan pakaian santai untuk suaminya kemudian duduk di sofa.


ceklek


Markus keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang menutupi bagian bawahnya. Delia menatap tubuh kekar suaminya dan ingin menyentuhnya tapi keinginannya itu di pendam karena takut suaminya akan marah.


Delia masuk ke dalam kamar mandi selesai mandi Delia memakai handuk dan memperlihatkan dua gunung kembarnya yang agak menyembul keluar dan memperlihatkan paha putih yang mulus.

__ADS_1


Seperti biasa Markus tidak ada perasaan gairah untuk melakukan hubungan suami istri. Markus menggendong Leo dan sekali - kali mengecup kening anaknya.


Selesai berpakaian Delia mengambil Leo dari tangan Markus untuk di mandikan. Setelah semua sudah rapi Markus dan Delia makan bersama sambil menggendong Leo.


Selesai makan Markus mengambil Leo dari tangan Delia.


" Besok akan datang 2 orang babby sister dan pelayan untuk membantumu." ucap Markus


" Tidak perlu mas, aku masih bisa." tolak Delia


" Tidak ada kata penolakan." ucap Markus


" Baiklah." jawab Delia pasrah.


Mereka pun pergi ke sebuah mall yang sangat besar milik bosnya Thomas. Delia membeli perlengkapan bayi dan juga belanja bulanan. Selesai belanja merekapun makan di restoran.


Selesai makan merekapun pulang ke apartemen. Delia menyusun semua barang belanjaan sedangkan Markus menggendong Leo.


Selesai membereskan belanjaan merekapun tidur siang.


2 Tahun Kemudian


Tidak terasa mereka tinggal bersama selama 2 tahun tapi perasaan Markus terhadap Delia sama seperti dulu sedangkan Delia semakin mencintai suaminya dan berusaha menjadi istri yang terbaik walau dirinya tahu suaminya masih dingin dan mereka sama sekali tidak melakukan hubungan suami istri seperti dulu hanya bedanya suaminya tidak marah dan memukulnya.


Bagi Delia itu sudah dari cukup dan Delia selalu menyemangatkan dirinya jika suatu saat dirinya bisa meluluhkan hati suaminya.


Delia ingin memberikan kejutan suaminya dengan membawakan makan siang ke kantornya sedangkan Leo bersama baby sister di rumah.


Singkat cerita Delia sudah sampai di lobby perusahaan dimana suaminya bekerja. Delia berjalan mendekati resepsionis.


" Maaf bisa bertemu dengan tuan Markus Aleandro." ucap Delia lembut


" Maaf dengan siapa?" tanya resepsionis lembut.


" Dengan Delia." ucap Delia ramah


Resepsionis memperhatikan Delia karena cara berpakaian dan tata krama yang sopan resepsionis itupun tersenyum pada Delia.


" Silahkan naik ke lantai 45 nanti ada tulisan Wakil CEO." ucap resepsionis


" Terima kasih." jawab Delia sambil tersenyum


Delia berjalan menuju lift setelah sampai di depan lift Delia masuk ke dalam ruangan lift dan menekan tombol 45.


ting

__ADS_1


Pintu lift terbuka Delia keluar dari lift dan berjalan menuju ke ruangan suaminya dimana suaminya sedang bekerja. Dengan senyuman yang mengembang memikirkan betapa terkejutnya suaminya ketika melihat kejutan yang diberikan oleh Delia.


Pintu ruangan Markus terbuka sedikit, Delia berjalan mendekati pintu tanpa sengaja Delia mendengarkan suara suaminya sedang berbicara dengan seseorang yang membuat dirinya sangat terluka.


__ADS_2