Cinta Pertama Mafia

Cinta Pertama Mafia
Ekstra Part


__ADS_3

Dua Bulan Kemudian


Thomas menggendong ke dua anaknya dengan menggunakan ke dua tangannya kanan dan kiri sedangkan Gloria menggendong satu anaknya sedangkan sahabatnya dokter Hendrik dan istrinya dokter Melani menggendong ke dua anaknya Thomas dengan Gloria. Markus dengan istrinya Goretti juga sama menggendong ke dua anaknya Thomas dengan Gloria.


" Hebat ya sayang, sahabatku ini sekali bertanam langsung dapat tujuh." puji dokter Hendrik ke istrinya.


" Benar honey." jawab istrinya dokter Melani


" Siapa dulu donk." puji Thomas pada dirinya.


Semua orang tertawa melihat kenarcisan Thomas. Mereka berbicara terkadang serius dan terkadang tertawa bersama.


" Oh ya kami mau pamit." ucap dokter Hendrik


" Kenapa cepat sekali?" tanya Gloria


" Maafkan aku Glo, kami ingin belanja sekalian ke salon sudah lama aku tidak ke salon dan suamiku mau menemaniku." ucap Goretti


" Daddy, aku juga pergi ya?" pinta Gloria sambil menatap wajah tampan suaminya.


" Baik mommy kita pergi." ucap Thomas


Sebelum melahirkan anaknya mereka sepakat kalau Gloria sudah melahirkan akan merubah panggilan dengan sebutan mommy dan daddy.


" Sayang, aku juga mau ikut pergi." pinta dokter Melani


" Baik honey kita juga pergi." ucap dokter Hendrik


" Bagaimana kalau kita bertiga saja yang pergi." usul Gloria


" Kita setuju." jawab dokter Melani dan Goretti kompak


" Tapi mommy aku juga ingin menemanimu." protes Thomas


" Honey aku juga mau menemanimu." protes dokter Hendrik dan Markus bersamaan.


" Daddy kami pasti lama belanja dan ke salon selama 3 jam lebih. Daddy temani anak - anak kita ya." pinta Gloria sambil matanya menatap suaminya dengan tatapan memohon.


" Aish sudahlah pergilah tapi mommy hati - hati ya? aku akan memerintahkan anak buahku untuk menjaga kalian bertiga:" ucap Thomas


" Tidak daddy kami bertiga bisa bela diri apalagi kami hanya ke mall tidak pergi kemana - mana." ucap Gloria


" Baiklah terserah mommy saja." ucap Thomas pasrah


" Terima kasih daddy." ucap Gloria tersenyum


" Sayang kita pergi juga ya?" ucap dokter Melani dan Goretti bersamaan menatap suaminya penuh harap.


" Baiklah honey." jawab dokter Hendrik dan Markus serempak


" Jaga anak kita sayang." pinta Markus sambil mengusap perut istrinya berumur 3 bulan.


" Kamu juga sayang jaga ke dua anak kita." pinta dokter Hendrik sambil mengusap perut istrinya dengan lembut. Usia kandungan sudah menginjak 2 bulan.


Mereka pergi dengan di antar dua orang anggota mafia. Sedangkan ke tujuh anaknya sudah diberikan ke baby sister karena para lelaki berada di ruang kerja Thomas.


" Apakah di markas ada masalah?" tanya Thomas sambil menatap ke arah Markus


" Tidak ada tuan." ucap Markus


" Markus perasaanku tidak enak perintahkan ke 6 anggota mafia kita 3 laki - laki dan 3 perempuam yang bisa bela diri untuk menyamar dan mengikuti kemana istri - istri kita pergi." ucap Thomas

__ADS_1


" Baik tuan." ucap Markus


Markuspun berdiri menghubungi anak buahnya untuk mengikuti istri ke tiganya karena hatinya juga merasakan tidak enak.


" Apa kita tidak susul saja mereka." usul dokter Hendrik


" Kamu tahu sendiri istriku terkadang nurut dan terkadang tidak menurut membuatku harus ekstra sabar." ucap Thomas sambil memijat keningnya.


" Sama istriku juga, dulu sebelum hamil istriku selalu menuruti apa yang ku minta tapi sejak istriku hamil aku selalu pusing jika tidak dituruti langsung menangis makanya ketika istriku ingin pergi dengan istrimu dan juga istri Markus aku terpaksa mengijinkannya. ucap dokter Hendrik


" Kenapa nama istriku di sebut?" tanya Markus bingung.


" Kita berdua lagi bercerita kalau istri - istri kita kadang nurut dan kadang tidak nurut karena itu ketika istri." ucap dokter Hendrik menjelaskan


" Sama aku juga begitu sejak istriku hamil aku lebih sering sabar dan menuruti apa yang diinginkan oleh istriku." ucap Markus


" Tapi aneh biasanya aku itu orangnya tidak pernah menerima penolakan dan suka menyiksa orang yang tidak sesuai keinginanku tapi ketika berdekatan dengan istriku tidak tega untuk menyakiti." ucap Thomas


" Sama." jawab singkat mereka serempak


" Berarti kita bucin donk." ucap Thomas


Mereka bertiga tertawa bersama dan baru menyadari kalau mereka sangat mencintai istri masing - masing.


xxxx


Gloria, Goretti dan dokter Melani beserta ke dua anggota mafia sudah sampai di parkiran mall milik Thomas.


" Kalian berdua tinggalkan kami saja dan ini uang buat kalian belanja nanti aku nanti akan menghubungimu, berapa nomer ponselnya?" tanya Gloria sambil memberikan 50 lembar uang berwarna merah.


" Maaf nyonya kami berdua di suruh tuan untuk menjaga nyonya dan ke dua teman nyonya." ucap salah satu anggota mafia dan menolak pemberian Gloria.


" Kami sangat lama nanti kalian berdua bosan terimalah uang ini." pinta Gloria


Gloria, Goretti dan dokter Melani keluar dari mobil dan berjalan menuju ke arah mall.


" Kamu hubungi bos dulu, aku akan mengikuti mereka." perintah temannya sambil memakai masker dan kaca mata hitamnya.


" Ok." jawab temannya.


Temannya mengeluarkan ponselnya dan menghubungi ketua mafia.


" Bos, nyonya minta kami berdua untuk jalan - jalan karena kata nyonya lama menunggunya dan nyonya memberikan 50 lembar uang berwarna merah." ucap anggota mafia.


" Kalian berdua terima saja uangnya dan uangnya buat kalian berdua. Mengenai istriku kalian tetap mengawasi dari jarak jauh, aku juga sudah memerintahkan anggota lain." ucap Thomas


" Baik tuan." ucap anak buahnya.


tut tut tut


Ponselpun dimatikan oleh Thomas kemudian anak buahnya memakai masker dan kacamata menyusul temannya yang kebetulan tidak jauh.


Gloria dan Goretti beserta dokter Melani berjalan menuju ke butik. Tanpa disadari mereka bertiga 3 pasang mata penuh dendam menatap Gloria, Goretti dan dokter Melani.


Gloria, Goretti dan dokter Melani asyik memilih dress setelah mendapatkannya mereka bertiga pindah menuju ke tempat khusus lingernie.


" Aku ingin membeli warna hitam, merah dan biru." ucap Gloria


" Aku juga ingin membeli buat menyenangkan suamiku." ucap Goretti


" Aku juga ingin beli agar suamiku betah di rumah." ucap dokter Melani

__ADS_1


Mereka tertawa bersama sambil asyik memilih pakaian lingernie. Setelah memilih lingernie mereka menuju ke kasir untuk membayar belanjaan mereka.


" Kita sekarang kemana? tanya Gloria


" Ke toko sepatu" ucap usul dokter Melani


" Boleh deh sepatuku kebanyakan hak tinggi sedangkan aku lagi hamil." ucap Goretti


" Ok deh." jawab Gloria


" Aku pergi ke toilet dulu ya? nanti aku menyusul kalian berdua." pamit dokter Melani


" Ok. jawab mereka serempak


Merekapun berpisah dokter Melani ke toilet sedangkan Gloria dan Goretti menuju ke toko sepatu.


Dokter Melani berjalan santai menuju ke arah toilet dan tanpa sepengetahuannya sepasang mata yang menatap penuh kebencian mengikuti dokter Melani sambil mengetik sesuatu di ponselnya.


.


.


.


.


xxxxx


Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :



Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.


Cinta Satu malam Bersama Mafia


Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2


Cinta Pertama Psychopath


Cinta Pertama Mafia.


Perjalanan Cinta Sang Psychopath



Dan


Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉


Komentar 😍


Like 😍


vote 😍


tip 😍


Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.


Salam Author

__ADS_1


Yayuk Triatmaja


xxxxxx


__ADS_2