
Thomas menambah kecepatan mobilnya karena sangat kuatir dengan putri bungsunya. Hingga sepuluh menit kemudian mereka sudah sampai di mansion. Gloria membawanya ke kamar putrinya untuk mengurutnya setelah hampir lima belas menit bayi milik Rina berhenti menangis hanya terdengar suara sesunggukkan.
cup
" Selamat tidur sayang." Ucap Gloria sambil mengecup kening yang dikira putrinya.
ceklek
Baby sister membuka pintu sambil masing-masing menggendong ke dua putri mereka yang bernama Quenby dan Kasandra dan membaringkannya di ranjang.
" Sudah malam, aku mau istirahat di kamar kalian istirahatlah." Ucap Gloria.
" Baik nyonya." Jawab ke duanya serempak
Kamar ke tiga putri kembarnya yang kamarnya di jadikan satu begitu pula dengan kamar ke empat putra kembarnya dijadikan satu.
Gloria mengecup satu persatu anak-anaknya tapi entah kenapa ketika mencium kening Cantika ada perasaan curiga kalau dia bukan Cantika tapi perasaan itu segera disingkirkannya. Setelah selesai Gloria keluar kamar ketiga putrinya tapi karena melamun Gloria menutup pintunya tidak rapat.
Gloria berlanjut ke arah kamar ke empat putranya. Sama seperti tadi yang dilakukannya Gloria mengecup kening masing-masing ke empat putranya setelah selesai Gloria keluar kamar dan berjalan ke arah kamarnya.
ceklek
Pintu kamar terbuka dan melihat suaminya sedang berbaring di ranjang sambil mengutak atik ponselnya.
" Sudah malam sayang waktunya tidur." Ucap Gloria sambil berbaring di samping suaminya.
" Sayang, satu ronde ya." Pinta Thomas sambil meletakkan ponselnya di atas meja dekat ranjangnya.
Gloria hanya menganggukkan kepalanya kemudian merekapun melakukan kegiatan olah raga di ranjang pada malam hari hingga keluar ******* dari mulut mereka berdua. Hingga satu jam lebih barulah lahar milik Thomas keluar. Thomas menarik tubuhnya dan berbaring di ranjang sambil memeluk istrinya. Gloria membaringkan kepalanya di dada bidang suaminya sambil membalas pelukan suaminya. Tidak berapa lama mereka sudah tertidur pulas.
Pukul satu pagi semua penghuni mansion masih tertidur dengan pulas namun ada salah satu balita yang berumur dua tahun turun dari ranjang dan membuka pintunya yang tidak tertutup rapat kemudian berjalan menuruni anak tangga.
Karena tidak hati-hati balita itupun terpeleset dan jatuh berguling- guling hingga ke lantai satu. Darah segar keluar dari tubuh, hidung, mulut dan telinganya setelah beberapa saat balita malang tersebut menghembuskan nafas terakhirnya tanpa diketahui oleh orang lain.
xxxxxxx
Jam empat pagi seluruh penghuni mansion gempar karena anak majikannya meninggal di lantai dasar.
__ADS_1
tok tok tok tok
" Ada apa?" Tanya Thomas yang masih mengantuk
" Maaf tuan muda, nona jatuh dari tangga dan meninggal." Ucap kepala pelayan dengan suara bergetar.
" Apa!!! Kamu jangan bercanda." Teriak Thomas sambil bangun dari ranjang dan memakai celana boxer kemudian memakai jubah handuk dan berjalan dengan langkah lebar untuk keluar kamarnya.
Gloria yang mendengar ucapan kepala pelayan langsung terbangun dan buru-buru memakai pakaian.
" Sayang anak kita hiks...hiks..." Tangis Gloria sambil menyusul suaminya.
Sepasang suami istri dengan langkah terburu-buru menuruni anak tangga hingga mereka berjalan ke arah ruang keluarga di mana tergeletak balita yang sudah ditutupi kain berwarna putih.
Dengan tangan gemetar Thomas membuka penutup kain dan matanya membulat sempurna.
" Putriku Cantika!!! Tidak!!!!" Teriak Thomas dan tidak berapa lama air matanya keluar
" Hiks... hiks... hiks... Cantika... kenapa jadi seperti ini... hiks...hiks ..." Ucap Gloria sambil terisak.
" Baik tuan." Jawab kepala pelayan
" Kamu dan kamu jaga anak-anakku jika ada yang terluka sedikit saja maka aku akan memberikan hukuman sepuluh kali lipat." Perintah Thomas
" Ba... baik tuan." Jawab ke dua pelayan dengan tubuh gemetar.
Ke dua pelayan itupun dengan langkah cepat menaiki anak tangga bersamaan ke tujuh baby sister menuruni anak tangga dengan tubuh gemetar karena hukuman yang akan diterimanya.
" Siapa yang menjaga ke tiga putriku?" Tanya Thomas sambil menatap ke arah ke tujuh baby sister.
" Saya tuan." Jawab ke tiganya dengan serempak dengan badan gemetaran karena melihat wajah Thomas sangat menyeramkan.
" Kalian berempat naik ke atas jaga anak-anakku jika ada yang terluka sedikit saja maka aku akan memberikan hukuman sepuluh kali lipat." Perintah Thomas
" Ba... baik tuan." Jawab ke empat baby sister dengan tubuh gemetar
Ke empat baby sister itupun berjalan dengan langkah cepat menaiki anak tangga sedangkan ke tiga baby sister langsung berlutut.
__ADS_1
" Tuan maafkan kami." Mohon mereka
" Aku tidak akan memaafkan kalian bertiga nyawa di bayar dengan nyawa." Ucap Thomas sambil menatap mereka dengan tatapan iblis.
" Pelayan!!!" Teriak Thomas
Kepala pelayan yang mengerti panggilan Thomas langsung memberikan pistol dan Thomas langsung menerimanya dan langsung mengarahkan pistolnya ke arah ke tiga baby sister membuat tubuh mereka bertambah gemetaran.
" Temanilah putriku di alam sana." Ucap Thomas sambil menatap mereka dengan tatapan iblis.
" Sayang, jika sayangku ingin menembak mereka tembaklah aku dulu." Ucap Gloria sambil merentangkan ke dua tangannya dan menjadikan dirinya sebagai tameng untuk ke tiga baby sister dengan air matanya tidak berhenti keluar.
" Apa maksudmu Glo? Minggir aku akan menembak mereka!" Perintah Thomas
" Tembaklah aku dulu barulah mereka karena aku juga ingin menemani putriku." Ucap Gloria
" Aku tidak setuju, minggir Glo." Ucap Thomas yang tidak mungkin menembak istri yang sangat dicintainya.
" Sayang, aku tahu sayangku sedih begitu pula denganku tapi jika sayangku menembak ke tiga baby sister apakah bisa membalikkan putri kita?" Tanya Gloria sambil menatap wajah tampan suaminya dengan sendu.
" Setidaknya putri kita ada yang menemaninya. Pengawal pegang istriku agar aku bisa menembak ke tiga baby sister itu." Perintah Thomas
" Baik tuan." Jawab dua orang bodyguard berjalan ke arah Gloria
Gloria yang tidak tega ke tiga baby sister di tembak oleh suaminya nekat mengambil vas bunga dan menjatuhkannya hingga pecah kemudian mengambil pecahan kaca dan diletakkan ke arah lehernya. Darah segar keluar dari tangan kanannya yang memegang kaca rasa sakit dan perih tidak dihiraukan oleh Gloria karena yang terpenting keselamatan ke tiga baby sister membuat suaminya dan penghuni mansion terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Gloria.
" Sayang, tembaklah ke tiga baby sister itu agar aku ma*i bersama mereka." Ucap Gloria dengan air mata tidak berhenti keluar.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sension 2 berjudul Mafia VS Psychophat
Menceritakan tentang Thomas dan Gloria yang akhirnya bisa bertemu kembali dan berkumpul dengan Cantika setelah bertahun-tahun mereka berpisah dan kisah perjalanan cinta Cantika.
Sension 3 berjudul Cinta Pertama Mafia Dengan Cantika
Menceritakan tentang ke dua putra dan satu putri Thomas dan Gloria yang bernama Aleandro, Maximus dan Quenby dalam menemukan cinta pertama mereka.
__ADS_1