
dor
akhh
" Goretti." panggil dokter Melani dan Gloria bersamaan.
Goretti tiba - tiba menengok ke arah samping sambil berharap suaminya datang menyelamatkan dirinya dan juga sahabat - sahabatnya. Mata Goretti membulat sempurna ketika melihat seseorang mengarahkan pistolnya ke arah sahabatnya Gloria membuat Goretti menjadikan dirinya sebagai tamengnya dan sekaligus menembak orang itu. Mereka saling menembak, Goretti terkena di bahunya sedangkan orang itu tertembak di dahinya membuatnya mati seketika.
dor
akh
dor
akh
dor
akh
dor
akh
dor
akh
dor
akh
Thomas dan dokter Hendrik langsung mengeluarkan pistol begitu pula dengan para anak buahnya. Mereka saling menembak sedangkan Gloria dan dokter Melani mengangkat masing - masing bahu Goretti menuju ke luar sedangkan tangan satunya memegang pistol. Dewi, Julia dan Alena menghadang mereka.
" Dokter Melani bawa Goretti aku akan melawan mereka bertiga." printah Gloria
" Ok." jawab dokter Melani singkat
Gloria perlahan melepaskan tangannya untuk menahan tubuh Goretti. Dokter Melani menahan kram di perut karena menahan tubuh Goretti yang terluka tembak.
dor
akh
dor
akh
dor
akh
Markus datang bersamaan anak buahnya dan menembak di dahi ke tiga wanita itu hingga mati di tempat. Markus melihat kondisi istrinya dan langsung menggendongnya ala bridal style menuju ke luar. Semua musuh sudah mati semua dan ke dua pria tampan berjalan mendekati istri mereka.
" Mommy kenapa perutmu sakit?" tanya dokter Hendrik
" Mommy?" ulang dokter Melani
" Mulai sekarang panggilan kita berubah menjadi mommy dan daddy karena beberapa bulan lagi anak - anak kita akan lahir. Jadi mulai sekarang biasakan memanggil mommy dan daddy." ucap dokter Hendrik menjelaskan
" Baik daddy." jawab dokter Melani
" Iya daddy perutku kram." sambung dokter Melani.
Dokter Hendrik tersenyum kemudian menggendong istrinya menuju mobil.
" Mommy ada yang sakit?" tanya Thomas
" Tidak ada daddy." jawab Gloria sambil memeluk suaminya dari arah samping.
Thomas tersenyum sambil berjalan dan membalas pelukan Gloria dari arah samping. Tanpa sepengetahuan Markus yang sedang menggendong Goretti seseorang mengarahkan senjatanya ke arahnya.
Tatapan elang Thomas melihat seseorang mengarahkan pistol ke seseorang dan melihat arah pistol tersebut ternyata ke arah Markus dengan cepat Thomas melepaskan pelukan Gloria dan mengeluarkan senjatanya.
__ADS_1
dor
akh
Seorang wanita terluka tertembak di tangannya hingga pistolnya terjatuh. Membuat Markus dan dokter Hendrik membalikkan badannya.
" Kalian lanjutkan perjalanan ke rumah sakit biar aku yang mengurusnya." ucap Thomas.
" Ok. jawab mereka serempak.
" Goretti taruh dekat mobilku saja biar aku ambil pelurunya kebetulan aku bawa alatnya, aku minta tolong bawa istriku ke rumah sakit." pinta dokter Hendrik ke sahabatnya Markus sambil membalikkan badannya dan melanjutkan perjalanannya kembali.
" Ok." jawab singkat Markus.
Akhirnya mereka sudah sampai di depan mobil, dokter Hendrik menaruh istrinya dan didudukan di sebelah kursi pengemudi sedangkan Markus menaruh istrinya di sebelah mobil dokter Hendrik. Dokter Hendrik berjalan menuju ke mobil miliknya dan membuka pintu mobilnya sambil menyalakan lampu mobil untuk mengoperasi Goretti kemudian mengambil dua selimut dan tas dokternya.
Sebelum pergi Markus mengecup kening istrinya yang matanya sudah sayu kemudian berjalan ke arah mobil milik bosnya kemudian duduk di kursi pengemudi menuju ke rumah sakit untuk mengantar istri sahabatnya dokter Hendrik.
Selimut yang di bawa dokter Hendrik di jadikan bantal untuk Goretti sedangkan satu selimutnya menyelimuti tubuh Goretti.
" Golongan darahmu apa Gor?" tanya dokter Hendrik.
" Golongan darahku A+." jawab Goretti
" Adakah di sini yang golongan darah A+ ?" teriak dokter Hendrik
" Saya tuan." jawab ke 6 anak buah mafia dengan serempak.
" Aku butuh dua kantong darah." ucap dokter Hendrik
" Silahkan ambil darah kami tuan." jawab mereka serempak.
" Dua orang saja." ucap dokter Hendrik
Dokter Hendrik mengambil alat untuk mengambil darah ke dua anak buah mafia. Setelah mendapatkan darahnya dokter Hendrik mulai memasang infus dan memasang lagi untuk selang darah.
Setelah dua jam lebih operasi berjalan lancar dan Goretti sedang tertidur akibat efek obat bius.
xxxxx
" Siapa kamu? kenapa kamu ingin menembak sahabatku?" tanya Thomas dengan nada dingin.
" Aku Celine adik kandung kak Delia. Aku sangat membenci kakak ipar gara - gara dia kakak kandungku mati tertabrak mobil." ucap Celine dengan tatapan penuh dendam.
Thomas menghembuskan nafasnya dengan kasar dan meminta ke empat anak buahnya untuk mengangkat Celine ke dalam mobil dan di bawa ke markas dan menghubungi dokter pribadi untuk mengobati Celine.
Thomas dan Gloria membalikkan badan dan berjalan sambil berpelukan.
" Hati yang diselimuti dendam susah dihilangkan malah akan menyakiti diri kita sendiri." ucap Gloria sambil matanya menatap ke depan membuat dirinya ingat akan kehilangan orang tuanya gara - gara Alex.
Thomas yang mengerti ucapan istrinya hanya membelai punggung istrinya untuk melupakan masa lalu.
Kini Thomas dan Gloria sudah sampai di parkiran dan melihat dokter Hendrik sedang menunggu mereka berdua. Arah mata Gloria melihat Goretti sedang tertidur dengan beralaskan selimut tebal.
" Bagaimana keadaanya?" tanya Gloria
" Semuanya baik dan jantung ke duanya berdetak sebagai mana mestinya." ucap dokter Hendrik.
" Hen, setahuku pas kita pergi kamu tidak membawa peralatan ini? tapi kenapa sekarang ada?" tanya Thomas dengan nada bingung.
" Waktu kita di jalan bertiga aku mengirim pesan ke perawatku untuk membawa semua peralatan rumah sakit dan menghubungi beberapa anak buahku untuk membawanya ke sini." ucap dokter Hendrik menceritakan semuanya yang terjadi.
Mereka berdua hanya menganggukkan kepalanya.
" Kita langsung saja pergi ke rumah sakit." ucap Thomas.
" Baik, tolong bawa Goretti dan tidurkan di belakang, aku duduk di belakang." pinta Gloria.
" Ok." Jawab dokter Hendrik
Dokter Hendrik mengendong Goretti sedangkan Gloria buru - buru mengambil selimut dan duduk di kursi belakang. Ke dua paha Gloria dijadikan bantal oleh Goretti.
Tidak terasa mereka sudah sampai ke rumah sakit. Goretti di bawa ke ruang perawatan vvip karena sudah di tangani oleh dokter Hendrik terlebih Goretti juga sudah tersadar. Thomas, dokter Hendrik dan Gloria menunggu di ruang perawatan karena dokter Melani juga di rawat di ruangan yang sama dengan Goretti.
__ADS_1
" Bagaimana mommy, ada yang sakit?" tanya dokter Hendrik dan Markus bersamaan.
" Baik daddy dan tidak ada yang sakit." jawab dokter Melani dan Goretti bersamaan.
Gloria dan Thomas saling menatap kemudian menatap ke arah mereka berempat.
" Kenapa kalian berempat ngikuti ucapan kami?" protes Thomas
" Kan beberapa bulan lagi kami akan melahirkan jadi aku merubah panggilan menjadi mommy dan daddy." ucap dokter Hendrik
" Sama aku juga." ucap Markus tidak mau kalah
" Kalau aku tidak ikutan lho? pertama dengar saja aku kaget tapi akukan ikut kata suami" ucap dokter Melani
" Sama aku juga." jawab Goretti.
" Tidak apa - apa kok kalau panggilannya sama asalkan jangan salah nengok kalau tiba - tiba pasangan kita memanggil mommy atau daddy." ucap Gloria
Mereka saling pandang kemudian tertawa bersama.
.
.
Maaf kalau ada salah pengetikanπ. Tinggal satu bab lagi ya setelah itu tamat.
.
.
.
.
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : πππππ€©π€©ππππ
Komentar π
Like π
vote π
tip π
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.πππππππ juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
xxxxxx
__ADS_1