Cinta Pertama Mafia

Cinta Pertama Mafia
Dr. Melani dan Dr. Hendrik


__ADS_3

Mommy Hendrik menampar Dewi karena dirinya sangat kecewa.


" Mommy pikir kamu itu wanita baik - baik tapi ternyata mommy salah, mommy sebenarnya sudah curiga kalau kamu itu berbohong tapi mommy berharap anakku Hendrik bisa mengubahmu tapi ternyata kesalahanmu sangat fatal. Mommy ingin kalian menikah karena kalian telah melakukan hubungan suami istri tapi kini mommy minta pernikahan kalian batal." ucap mommynya dokter Hendrik


" Kamu pergilah dari rumah ini." usir daddynya dokter Hendrik


" Mommy, daddy hiks... hiks... maafkan Dewi hiks... tolong pernikahan ini jangan batal... kehormatanku telah di renggut mana yang mau denganku." ucap Dewi sambil menangis


" Apa kehormatan? memangnya aku pria bodoh Dewi!! waktu kita melakukan itu kamu itu sudah tidak suci lagi." bentak dokter Hendrik


" Pengawal!!!" teriak mommy dokter Hendrik


Seorang pelayan atau bodyguard berjalan dengan cepat menemui nyonya besarnya.


" Iya nyonya besar ada apa?" tanya bodyguard itu ramah


" Usir wanita ini." ucap mommynya dokter Hendrik


" Baik nyonya besar." ucap bodyguard itu sambil menyeret Dewi.


" Mommy, daddy, Hendrik jangan usir aku maafkan aku, aku janji akan merperbaiki sikapku." teriak Dewi.


Mereka bertiga tidak memperdulikan teriakan Dewi karena mereka sangat kecewa.


Bodyguard itu menarik sampai di luar pagar kemudian mendorong hingga terjatuh tersungkur kemudian menutup pintu gerbangnya kembali tanpa memperdulikan teriakan Dewi.


Sepeninggal Dewi, mereka duduk dalam diam memikirkan tentang undangan yang sudah terlanjur di sebar.


" Undangannya sudah tersebar, bagaimana ini Hen?" tanya mommy dokter Hendrik


" Hendrik juga bingung mom, kita katakan saja ke orang - orang kalau pernikahanku batal." usul dokter Hendrik


" Sangat memalukan membatalkan pernikahan, apakah kamu sudah mempunyai kekasih atau gadis yang kamu sukai Hen?" tanya mommynya


" Hendrik menyukai seorang gadis tapi tidak tahu dimana dia berada." ucap dokter Hendrik


" Aish itu sangat susah, kita pikirkan besok saja mommy pusing." ucap mommynya


" Iya mom, aku juga mau ke rumah sakit." ucap dokter Hendrik


" Bukannya hari ini tidak ada jadwal pratek?" tanya mommynya.


" Benar mom, tapi tadi ada korban kecelakaan dan Hendrik mau menengoknya." ucap Hendrik


" Tumben kamu perduli Hen? memang keluarganya tidak datang?" tanya mommy lenasaran


" Masalahnya ketika Hendrik menolong korban kecelakan Hendrik lupa mengambil tas miliknya jadi Hendrik tidak tahu identitas gadis itu." ucap dokter Hendrik


" Ya sudah pergilah nak? hati - hati di jalan." ucap mommynya

__ADS_1


" Baik mom. Mom dan dad, Hendrik pergi dulu." pamit dokter Hendrik.


" Hati - hati." jawab mereka serempak


Dokter Hendrik pergi meninggalkan mansion orang tuanya menuju ke rumah sakit.


xxxxx


Singkat cerita dokter Hendrik sudah sampai di ruangan dokter Melani. Baru saja beberapa langkah menuju ruang perawatan vvip Dokter Hendrik di sapa oleh perawat.


" Sore Dokter Hendrik." sapa perawat itu


" Sore, bagaiamana kabar gadis itu, apakah dia sudah sadar?" tanya dokter Hendrik sambil membalikkan badannya ke arah perawat itu.


" Sudah dokter katanya ingin bertemu dengan dokter." ucap perawat itu ramah


" Menemuiku?" ulang dokter Hendrik


" Iya dokter, dia menanyakan siapa yang menyelamatkan dirinya, saya bilang dokter Hendrik." jawab perawat itu.


" Ok." aku akan melihatnya." jawab dokter Hendrik sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah ruang perawatan vvip dan masuk ke dalam ruang perawatan itu.


" Seandainya dokter tahu, aku sangat mencintaimu tapi sayang dokter tidak sedikitpun melirik ke arahku." guman perawat itu sedih


" Selama 2 tahun aku mencintaimu dalam diam tapi dokter tidak pernah sedikitpun menolehku dan sebentar lagi dokter akan menikah." guman perawat itu sambil membalikkan badannya untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


xxxx


Dokter Hendrik membuka pintu dan melihat dokter Melani itu sedang duduk di ranjang sambil menatap ke arah jendela.


Dokter Hendrik berjalan mendekati dokter Melani dan dokter Melani menengok ke arah dokter Hendrik sambil tersenyum.


" Dokter Hendrik." sapa dokter Melani lembut


deg


deg


( " Jantungku kenapa berdetak melihat senyuman dan suara lembutnya. Apa mungkin aku jatuh cinta padanya? tapi mana mungkin?." ucap dokter Hendrik dalam hati ).


" Ya saya sendiri, maaf dengan siapa ya?" tanya dokter Hendrik


" Saya Melani, maaf sepertinya saya pernah melihat dokter tapi saya lupa dimana." ucap dokter Melani dengan suara lembut


" Kita bertemu di mall waktu dirimu di tabrak." ucap dokter Hendrik


" Oh iya maaf saya lupa, sekali lagi maafkan saya gara - gara saya dokter dan kekasih dokter bertengkar." ucap dokter Melani


" Sudah lupakan kami sudah putus." jawab dokter Hendrik

__ADS_1


" Maafkan saya, saya sangat sedih dan menyesal gara - gara saya dokter dengan kekasih dokter jadi putus." ucap dokter Melani tanpa terasa air matanya mengalir.


Dokter Melani tiba - tiba ingat dengan laki - laki yang telah melukai hatinya.


" Itu bukan salahmu, mungkin kami memang tidak berjodoh." ucap dokter Hendrik


Dokter Melani hanya diam tapi air matanya tidak berhenti mengalir.


" Maaf kenapa kamu menangis?" tanya dokter Hendrik


" Dokter bolehkah saya memeluk dokter?" tanya dokter Melani agak ragu.


" Boleh." jawab dokter Hendrik bingung sambil menatap wajah dokter Melani yang tidak berhenti menangis.


greb


Dokter Melani berdiri dan memeluk dokter Hendrik dengan erat kemudian menangis terisak menumpahkan segala kepedihannya. Dokter Hendrik membalas pelukan dokter Melani hingga hidungnya yang mancung mengenai dahi dokter Melani.



" Hiks... hiks... hiks..." tangis dokter Melani pecah hingga membasahi kemeja abu - abu milik dokter Hendrik.


Dada dokter Hendrik terasa sesak melihat dokter Melani menangis.


( " Kenapa rasanya beda dengan aku memeluk Gloria? jantungku biasa saja waktu Gloria memelukku hanya merasa nyaman seperti kakak yang melindungi adiknya tapi di saat Melani memelukku jantungku tidak bisa berhenti berdetak dengan kencang, tapi secepat itukah aku jatuh cinta?" tanya dokter Hendrik dalam hati ).


Setelah rasa sesaknya berkurang dokter Melani melepaskan pelukannya dan menatap dokter Hendrik.


" Maaf dokter kemeja dokter jadi basah." ucap dokter Melani merasa bersalah.


" Tidak apa - apa. Oh ya di mana keluargamu? saya akan menghubungi keluargamu" tanya dokter Hendrik


Dokter Melani tersadar dan kepalanya mengarah ke kanan dan kiri mencari tasnya.


" Mau mencari tasnya ya?" tebak dokter Hendrik


" Iya dok? kemana ya?" tanya dokter Melani sambil sibuk mencari.


" Maaf waktu dirimu kecelakaan saya hanya membawamu ke rumah sakit dan saya lupa membawa tasmu. Sekali lagi maafkan saya?" ucap dokter Hendrik sangat menyesal


" Tidak apa - apa dokter. Saya malah berterima kasih karena telah menolongku. Saya sangat berhutang pada dokter." ucap dokter Melani sambil tersenyum.


" Sesama manusia harus saling menolong." ucap dokter Hendrik


Dokter Melani hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya membuat jantung dokter Hendrik berdetak kencang kembali.


" Maaf dokter, saya ingin keluar dari rumah sakit boleh?" tanya dokter Melani


" Mau kemana?. eh maksud saya luka di kepalamu belum kering." ucap dokter Hendrik agak gugup.

__ADS_1


Dokter Hendrik tidak rela kalau dokter Melani pergi.


__ADS_2