
Mereka tertawa bersama dan terkadang serius hingga tidak terasa dua jam lebih mereka mengobrol.
" Markus dan Hendrik kita ke ruangan dokter Hendrik." ucap Thomas dengan nada serius.
" Ok." jawab mereka serempak
" Mommy kita pergi dulu ya?" ucap ke tiga pria tampan tersebut.
" Ok daddy." jawab ke tiga wanita cantik dan seksi dengan serempak.
Ke tiga pria tampan keluar dari ruangan meninggalkan istri - istri mereka tapi sebelumnya Thomas menghubungi anak buahnya untuk berjaga - jaga di ruangan inap vvip di mana istrinya sedang menunggu ke dua sahabatnya.
Kini mereka sudah berada di ruangan dokter Hendrik. Thomas menatap Markus membuat Markus bingung.
" Markus kamu kenal dengan Celine adik kandung Delia istrimu?" tanya Thomas tanpa basa basi.
" Kenal kenapa?" tanya Markus bingung
" Dia yang berencana menculik istrimu karena dendam denganmu. Kini dia sedang berada di markas dan sudah di obati oleh dokter di sana, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Thomas
" Aku akan menemuinya." ucap Markus
" Baiklah, oh ya adakah keluarga yang lain dari istrimu Delia. Siapa tahu saudara lain ada yang menculik istrimu lagi." tanya Thomas
" Ada beberapa keluarganya." ucap Markus
" Kamu suruh anak buah untuk mengawasi mereka." perintah Thomas
" Baik tuan." jawab Markus
" Hendrik kamu juga awasi keluarga Dewi dan Julia, aku juga akan mencari tahu adakah keluarga Alex yang tersisa untuk kuawasi." ucap Thomas
" Ok." jawwb dokter Hendrik singkat.
" Mulai sekarang kita akan lebih memperketat penjagaan untuk mengawasi istri - istri kita." ucap Thomas.
" Aku setuju." ucap dokter Hendrik
" Aku juga mengingat istriku sedang hamil, tadi saja jantung terasa mau berhenti berdetak ketika istriku tertembak." ucap Markus.
" Aku juga." jawab Thomas dan dokter Hendrik bersamaan.
" Sekarang kita kembali lagi ke ruang perawatan, aku dan istriku mau pulang karena anak - anak kami menunggu." ucap Thomas
" Ok." jawab mereka serempak
Ke tiga pria tampan keluar dari ruangan dokter Hendrik menuju ke ruang perawatan.
ceklek
Markus membuka pintu dan melihat istrinya sedang mengobrol dengan sahabat istrinya siapa lagi kalau bukan Gloria.
Markus berjalan menemui istrinya kemudian di susul oleh Thomas dan dokter Hendrik.
" Mommy kita pulang yuk? sudah lama kita meninggalkan anak - anak kita." ucap Thomas
" Ok." jawab Gloria singkat sambil tersenyum ke arah suaminya.
" Aku pulang dulu ya? semoga lekas sembuh, terima kasih sudah menyelamatkanku" pamit Gloria sambil cipika cipiki.
" Hati - hati Glo, kita kan sahabat jadi harus saling membantu." ucap Goretti tulus dan membalas cipika cipiki Gloria
" Aku pulang dulu besok kita ke kantor." ucap Thomas
" Baik tuan." jawab Markus.
" Aku pulang dulu ya? semoga lekas sembuh." pamit Gloria sambil cipika cipiki.
" Hati - hati Glo." ucap dokter Melani dan membalas cipika cipiki Gloria.
" Aku pulang dulu Hen." ucap Thomas
" Ok hati - hati di jalan." jawab dokter Hendrik
Thomas dan dokter Hendrik keluar meninggalkan mereka berempat. Mereka berjalan sambil bergandengan, Gloria menarik suaminya ke ruangan dokter spesialis kulit karena melihat luka lebam di wajah suaminya.
" Mommy kenapa kita ke sini?" tanya Thomas
" Daddy sayang, lihatlah wajahmu yang tampan ini lebam - lebam jadi di obati dan juga di periksa adakah yang luka." ucap Gloria perhatian.
Thomas tersenyum bahagia mendapat perhatian istrinya.
" Daddy tidak apa - apa, kita pulang saja." ucap Thomas sambil membelai rambut istrinya.
" Daddy sayang padaku?" tanya Gloria
" Tentu saja, kenapa bertanya?" tanya Thomas bingung
" Kalau sayang, turuti permintaanku." pinta Gloria dengan wajah puppy eyes.
" Baiklah, daddy mau diperiksa." ucap Thomas mengalah ke istrinya.
Merekapun masuk ke ruang pemeriksaan dan tidak perlu mengantri karena Thomas juga menanam saham di rumah sakit milik dokter Hendrik.
Selesai di periksa dan di beri obat salep mereka berdua keluar dari ruangan dokter spesialis kulit dan tidak sengaja bertemu dengan dokter Hendrik dan dokter Melani.
" Lho kalian berdua ke sini?" tanya Thomas bingung
" Istriku memintaku untuk di periksa, aku masuk dulu ya." ucap dokter Hendrik
" Ok." jawab Thomas.
Merekapun berpamitan kembali, Thomas dan Gloria berjalan menuju ke parkiran mobil. Kini mereka sudah sampai di dalam mobil, Gloria mengambil obat salep.
" Daddy jangan jalan dulu, mommy obati dulu wajahmu." pinta Gloria.
" Baik mommy." jawab Thomas sambil tersenyum, dirinya sangat senang mendapat perhatian dari istrinya.
Gloria membuka obat salep kemudian mengolesi wajah lebam suaminya dan terkadang suaminya meringis menahan perih dan Gloria meniup untuk mengurangi rasa perih dan tidak berapa lama akhirnya selesai. Gloria menutup salep dan menyimpannya di dasboard mobil berikut obat yang di minum.
cup
" Terima kasih mommy, daddy sangat bahagia mendapatkan perhatian dari mommy." ucap Thomas sambil mengecup bibir istrinya.
" Kita kan suami istri jadi sudah seharusnya saling memberikan perhatian,kita pulang sekarang daddy." pinta Gloria lembut
__ADS_1
" Baik mommy." jawab Thomas
Thomas mengendarai mobil dengan kecepatan sedang dan tidak terasa mereka sudah sampai. Thomas dan Gloria menemui ke 7 anaknya kemudian tidak berapa lama mereka masuk ke kamar untuk beristirahat karena badan mereka sangat lelah.
xxxx
Pagi hari Thomas sudah berangkat ke kantor karena ada meating di akhir tahun. Selesai meating Thomas memanggil Markus untuk masuk keruangannya.
tok
tok
tok
" Masuk." ucap Thomas
Markus membuka pintu dan duduk berhadapan dengan Thomas. Thomas memberikan amplop putih ke Markus dan Markus menerimanya dengan bingung.
" Apa ini tuan?" tanya Markus
" Bukalah." jawab Thomas
Markus membuka kemudian membaca isi surat tersebut. Matanya membulat sempurna dan menatap Thomas seperti meminta penjelasan.
" Benar Markus kamu aku pecat." jawab Thomas
" Apa salah saya tuan?" tanya Markus bingung
" Salahmu adalah kamu menyelematkan istriku." ucap Thomas dengan menatap tajam ke arah Markus
" Apakah tuan membenci istri tuan?" tanya Markus terkejut.
" Aish enak saja, ini terimalah dan buka isinya." ucap Thomas memberikan amplop coklat besar dan agak tebal.
Markus menerimanya dan membukanya, matanya membulat sempurna kembali ketika membaca isi dokumen tersebut.
" Tuan ini..." ucap Markus tidak sanggup melanjutkan kata - katanya.
" Iya Markus mulai sekarang kamu aku pecat dan mulai besok kamu bekerja sebagai CEO di perusahaan Markus Cooperation, nama perusahaannya sudah aku ganti sesuai namamu karena perusahaan itu milikmu. Mulai sekarang panggil namaku dengan sebutan Thomas karena kita bersahabat sama seperti Hendrik." ucap Thomas
" Tapi tuan.." ucapan Markus terpotong oleh Thomas
" Thomas dan aku tidak ada kata penolakan." jawab Thomas tegas
" Baik Thomas." jawab Markus
" Aku akan mencari asisten baru lagi dan apakah kamu ada kandidat atau saudara?" tanya Thomas
" Ada namanya Leonard." jawab Markus
" Baik, nanti siang panggil dia. Bagaimana dengan Celine?" tanya Thomas
" Hari ini aku akan ke sana." jawab Markus
Thomas hanya menganggukkan kepalanya. Merekapun kembali bekerja seperti biasanya sambil menunggu Leonard datang karena Markus akan mengajari tentang pekerjaannya.
1 Tahun Kemudian
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya, Gloria seperti biasa bangun di pagi hari masak untuk suami dan ke 7 anaknya. Selesai masak Gloria mandi untuk membersihkan dirinya.
" Daddy bangun, mandi yuk nanti terlambat kerja." pinta Gloria.
" Mommy hari ini libur apa mommy lupa?" tanya Thomas yang masih setia memejamkan matanya.
Gloria berfikir kemudian tidak berapa lama Gloria tersenyum dan menepuk keningnya.
" Maaf honey, saya lupa lanjutkan saja tidurmu." ucap Gloria sambil berdiri.
grep
Thomas menarik tangan Gloria hingga tubuhnya oleh dan jatuh di atas Thomas.
cup
" Satu ronde ya karena telah menggangguku tidur." ucap Thomas sambil membalikkan badan istrinya.
Istrinya kini berada di bawah dan hanya bisa pasrah apa yang diinginkan suaminya. Kini tubuh mereka polos tanpa sehelai benangpun dan Thomas bersiap menyatukan tubuhnya ke tubuh istrinya.
dor dor
dor dor
dor dor dor
Anggap saja suara gedoran pintu.
" Ommy... addy.." teriak ke 7 anaknya sambil menggedor pintu tanpa henti.
Gloria yang mendengar suara ke 7 anaknya terpaksa mendorong Thomas dan buru - buru mengambil bajunya dan memakainya. Sedangkan Thomas hanya mendengus kesal dan berjalan menuju ke kamar mandi sambil menghentak - hentakkan kakinya dengan kesal seperti anak kecil yang tidak diberikan permen.
Gloria yang melihat tingkah suaminya hanya tersenyum kemudian Gloria membuka pintu dan ke 7 anaknya langsung menubruk Gloria untuk memeluknya membuat tubuh Gloria terhuyung beberapa langkah ke belakang.
" Ommy napa ama uka intu?" tanya Aleandro kecil anak nomer 1
" Iya ommy napa ama?" protes Maximus anak nomer dua
" Ommy, addy mana?" tanya Quenby anak nomer 3
" Maaf mommy tadi habis mandi dan daddy lagi mandi. Aduh anak - anak mommy sudah mandi dan wangi lagi" ucap Gloria sambil memunguti pakaian suaminya.
" Ya ommy, kita andi ndiri pintalkan kami." ucap mereka serempak
" Anak mommy dan daddy memang pintar, ayo kita turun sarapan pagi." ajak Gloria setelah memasukkan pakaian suaminya ke keranjang kotor.
" Baik ommy." jawab mereka serempak.
Sebelum keluar kamar Gloria menyiapkan pakaian santai suaminya kemudian berjalan bersama ke 7 anak kembarnya menuruni anak tangga.
Kini mereka duduk menunggu Thomas datang dan tidak berapa lama bunyi suara langkah kaki menuruni anak tangga dan Gloria tahu kalau itu langkah suaminya.
cup
Thomas mengecup pucuk kepala istrinya dan duduk di samping istrinya. Gloria mengambil piring suaminya dan mengisi makanannya dan dilanjutkan ke 7 anaknya. Mereka makan dalam diam tanpa ada bicara.
Selesai makan mereka berkumpul di ruang keluarga dan tidak berapa lama datanglah dokter Hendrik dan istrinya dokter Melani dan juga sepasang anaknya laki - laki dan perempuan juga datang Markus dan Goretti beserta anaknya perempuan.
__ADS_1
Mereka semua berkumpul di ruang keluarga sedangkan anak - anak mereka bermain bersama tanpa ada pertengkaran.
" Anakmu sangat mirip denganmu Markus." ucap Thomas
" Iya donk kan aku rajin bikin adonan." jawab Markus bangga.
" Auch sakit mommy." ucap Markus sambil mengelus pinggangnya.
Goretti menatap tajam suaminya bisa - bisanya suaminya bicara vulgar di depan sahabat - sahabatnya.
" Hahahaha..." tawa pecah ke empat sahabatnya menertawakan Markus yang bucin terhadap istrinya terlebih Thomas dan dokter Hendrik tahu sebelum mengenal Goretti, Markus sangat dingin terhadap semua wanita.
" Anak kembar kalian juga mirip Hendrik." ucap Thomas sambil memandangi ke dua anak mereka.
" Iya nih, padahal aku ingin anak perempuanku mirip aku tapi malah mirip daddynya." ucap dokter Melani.
" Itu tandanya kamu sangat mencintaiku makanya anak - anak sangat mirip denganku." ucap dokter Hendrik bangga.
Dokter Melani hanya tersenyum dan memeluk suaminya. Dokter Hendrikpun mengecup sekilas bibir istrinya sambil membalas pelukan istrinya.
" Thomas lihat ke 7 anakmu semuanya mirip denganmu tak ada satupun yang mirip dengan istrimu." ucap Markus.
" Iya donk siapa daddynya." ucap Thomas bangga.
" Benar katamu Markus tidak ada satupun mirip aku padahal aku yang hamil 9 bulan dan anak kami ada 7 masa tidak ada satupun yang mirip aku." ucap Gloria cemberut.
" Mommy ingat tidak dulu mommy sambil mengusap perut terus bilang : semoga tampan seperti daddynya, baik seperti daddynya, putih seperti daddynya, pintar seperti daddynya dan daddy bilang yang penting bisa membawa keberuntungan." ucap Thomas sambil mengecup bibir istrinya dan membelai rambut Gloria yang hitam dan panjang.
" Ingat daddy." jawab Gloria sambil kepalanya bersandar di dada suaminya dan membalas pelukan suaminya.
Mereka mengobrol bersama hingga para pria berkumpul bertiga membicarakan bisnis sedangkan ke tiga wanita berbicara tentang seputar ibu rumah tangga.
Gloria, dokter Melani dan Goretti saling berbisik dan mereka saling menganggukkan kepalanya.
" Daddy, kami bertiga ingin ke mall boleh?" tanya Gloria
" Tidak boleh." jawab ke tiga pria tampan serempak dengan memberikan tanda silang menggunakan tangan.
" Aish, kok kompak sih." omel Gloria
" Tidak ya tidak." jawab mereka serempak lagi.
Ketiga wanita terdiam dan tiba - tiba Gloria mempunyai ide cemerlang kemudian berbisik ke dua sahabatnya merekapun setuju.
Gloria mendekati suaminya dan duduk di pangkuan suaminya begitu pula dengan dokter Melani dan Goretti.
cup
Gloria mengecup bibir suaminya sambil bokongnya bergoyang perlahan.
" Daddy nanti malam kalau anak - anak kita tidur aku kasih jatah dobel plus dapat hadiah yang tidak akan daddy lupakan seumur hidup daddy. Boleh ya aku pergi sama ke dua sahabatku." pinta Gloria sambil membelai rahang suaminya dan mengecup kembali bibir suaminya.
" Mommy... ahh... pergilah yang penting ahh.. nanti malam benar ya jangan bohong.. ah.." ucap Thomas sambil mendesah karena adik kecilnya menegang.
" Aku janji, daddy tenang saja." Terima kasih daddy." jawab Gloria
" Tapi adik bawahku bagaimana?" tanya Thomas sambil menunjuk adik kecilnya.
" Tidak enak daddy ada Hendrik dan Markus , nanti siang pulang dari mall aku kasih deh 2 ronde spesial buat daddy." rayu Gloria sambil mengedipkan matanya dan berdiri dari pangkuan suamiku dan duduk di samping suaminya sambil menatap suaminya yang sedang menahan hasratnya sejak tadi di kamarnya dan sekarang di ruang tamu.
" Kenapa istriku bisa semesum ini sich siapa yang mengajari?" tanya Thomas
" Daddy yang tampan ini mengajariku." jawab Gloria
" Kamu pergi tapi dengan syarat ada 8 anak buahku yang mengikuti kalian bertiga kemanapun." ucap Thomas
" Tapi daddy dilihat orang kan tidak enak." protes Gloria
" Pergi atau tidak sama sekali." ucap Thomas tegas.
" Aish, baiklah." jawab Gloria dengan nada sebal.
Akhirnya mereka bertiga diijinkan suaminya ke mall dengan didampingi 8 anak buah mafia milik suaminya.
Kini tinggal ke tiga pria tampan beserta anak - anak mereka yang sedang asyik bermain bersama.
" Oh ya aku dengar dari anak buahku kamu menembak Celine karena dia ingin menembak istrimu." ucap Thomas
" Iya benar aku ingin dia sadar kalau aku tidak bisa mencintai Delia dan masalah Delia tertabrak dan meninggal aku meminta maaf. Celine akhirnya meminta maaf dan aku membebaskannya tapi ternyata itu hanya tipuan Celine merebut pistol anak buah kita dan terpaksa aku tembak di keningnya." ucap Markus
" Kamu sudah benar menembaknya dan mati agar musuh dalam selimut sudah mulai berkurang." ucap Thomas
" Anak - anak kita kemana?" tanya dokter Hendrik tiba - tiba sambil kepalanya menengok ke kanan dan ke kiri
Mereka berdua terkejut mendengar perkataan dokter Hendrik. Ketiga pria tampan memisahkan diri sambil mencari anak - anak mereka yang tiba - tiba hilang dari ruang keluarga. Mata Thomas membulat sempurna melihat kelakuan ke 7 anaknya dan menahan ke 3 anak sahabatnya agar tidak mengikuti ke 7 anaknya yang sedang bermain tanah dan selang air hingga baju ke 7 anaknya kotor.
" Mereka ada di sini." teriak Thomas sambil menggendong ke tiga anak sahabatnya sekaligus.
Dokter Hendrik dan Markus yang mendengar teriakan Thomas langsung berlari ke arah suara Thomas. Ke dua matanya membulat dan menggendong masing - masing anaknya yang berada di gendongan Thomas.
" Anak - anak daddy mandi ya?" pinta Thomas
" Aik addy pakai embel ya?" pinta Albert
" Ember?" tanya ulang Thomas
" Iya embel daddy yang besal." pinta Rian
Thomas memanggil kepala pelayan dan kepala pelayan itupun membawa 7 ember ukuran agak besar.
Ke tujuh anak mereka mandi dan dokter Hendrik serta Markus menfoto ke 7 anak kembar sahabatnya yang sangat menggemaskan di dalam ember.
Selesai mandi ke 7 babby sister memakai pakaian kini ke 7 anak kembar sudah tampan dan cantik dan di urus oleh babby sisternya karena waktunya tidur siang.
Ke tiga gadis cantik juga sudah sampai di mansion milik Thomas dan ke dua sahabatnya pulang ke mansion masing - masing.
" Bagaimana daddy, cape ya mengurus anak - anak?" tanya Gloria.
" Tidak mommy, janjimu pulang dari mall dua ronde." ucap Thomas sambil menggendong istrinya untuk melakukan kegiatan olah raga siang.
Gloria sangat bahagia menemukan cinta sejatinya dan juga mempunyai ke 7 anaknya yang sangat tampan dan juga cantik. Kebahagiaan Gloria sungguh sempurna karena tidak ada lagi air mata kesedihan seperti waktu bersama Alex.
Thomas dan Gloria saling mencintai dan menerima segala kelebihan dan kekurangan masing - masing.
__ADS_1
END