
Esok paginya seperti biasa Gloria bangun pagi hari masuk ke kamar mandi sikat gigi dan membasuh muka kemudian turun ke bawah menuju dapur untuk memasak kesukaan suaminya.
Selesai memasak Gloria masuk kembali ke kamarnya dan menyiapkan pakaian kerja suaminya kemudian Gloria melakukan ritual mandi. Selesai mandi dan berpakaian Gloria menyiapkan air hangat untuk suaminya mandi.
Gloria keluar dari kamar mandi dengan mengunakan jubah handuk dan berjalan ke arah ranjang di mana suaminya masih tertidur pulas.
cup
Gloria mengecup bibir suaminya entah kenapa Gloria menginginkan sesuatu yang lebih. Gloria melepaskan jubah handuknya dan membuka selimut milik suaminya.
Thomas sebenarnya sudah terbangun ketika Gloria mengecup bibirnya, Thomas ingin membalas kecupan istrinya tapi karena istri sudah terbangun dari ranjangnya terpaksa Thomas memejamkan matanya karena ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh istrinya.
Gloria mengecup bibir suaminya kembali sambil membelai keris milik suaminya membuat suaminya mendesah dan membuka matanya.
" Sayang... ahh.." desah suaminya
" Sayang kita main yuk?" pinta Gloria sendu sambil menaiki tubuh Thomas.
Thomas tersenyum dan menganggukkan kepalanya kemudian membalik tubuhnya. Kini Gloria berada di bawah. Thomas menyatukan miliknya ke milik Gloria. Desahan demi desahan keluar dari mulut mereka berdua.
Setelah melakukan kegiatan panas mereka saling berpelukan.
" Kamu sekarang sudah nakal ya." ucap Thomas sambil mencolek hidung Gloria
" Maafkan aku sayang." ucap Gloria
" Maaf kenapa?" tanya Thomas terkejut sambil menatap wajah istrinya yang sudah mulai mengembun siap untuk menangis.
" Aku tidak tahu sayang, kenapa aku ingin melakukan ini. Sepertinya ke 6 anak kita kangen sama daddynya karena itu minta di tengokin." ucap Gloria
Thomas hanya tersenyum sambil mengusap rambut istrinya.
" Sayang, dengar ya kalau kamu ingin minta melakukan ini lagi mas tidak akan keberatan malah mas sangat senang kok." ucap Thomas sambil tertawa.
Gloria yang malu langsung menyembunyikan wajahnya ke dada suaminya.
" Kamu kenapa sayang." tanya Thomas
" Malu." jawab Gloria
" Kenapa malu?" tanya Thomas sambil menarik dagu Gloria dengan lembut.
__ADS_1
Wajah Gloria bersemu merah dan memejamkan matanya membuat Thomas menjadi gemas.
" Sayang kamu lucu dan menggemaskan." ucap Thomas
" Sudah ah, aku mau mandi mas Thom senang banget menggodaku." ucap Gloria sambil berusaha bangun.
Thomas langsung bangun dan menggendong Gloria, Gloria dengan malu mengalungkan tangannya ke leher Thomas.
Mereka mandi bersama sambil melakukan kegiatan panas kembali. Setelah puas merekapun mandi dan memakai pakaian.
Kini mereka di meja makan mereka makan dalam diam tanpa ada pembicaraan. Selesai makan Thomas mengecup kening istrinya.
" Sayang, nanti siang mas tidak bisa kita makan bersama karena mas ada janji dengan sahabat mas." ucap Thomas
" Laki - laki atau perempuan?" tanya Gloria
" Laki - laki, kamu jangan kuatir sayang hatiku sepenuhnya milikmu jadi tidak ada tempat untuk wanita lain." ucap Thomas.
" Terima kasih sayang, aku percaya padamu." ucap Gloria
" Terima kasih atas kepercayaanmu. Mas berangkat dulu sayang." ucap Thomas
Thomas kembali mengecup kening istrinya kembali. Thomas mengendarai mobil sendiri karena Markus sedang mengikuti meating dengan klien mewakili Thomas.
xxxx
Tidak terasa Thomas bekerja hingga waktu makan siang tiba, Thomas pergi ke restoran di mana dirinya ada janji dengan ke dua sahabatnya Alex dan dokter Hendrik.
Thomas datang paling akhir sedangkan Alex dan dokter Hendrik sudah datang dan menunggu dirinya.
" Akhirnya datang juga." ucap Alex
" Thom, perasaan kamu tambah gemuk bro?" ucap dokter Hendrik
Thomas hanya tersenyum menatap wajah ke 2 sahabatnya. Alex yang tadi tidak begitu memperhatikan langsung menatap Thomas.
"Iya Thom sekarang tambah gemuk." ucap Alex baru tersadar
" Itu berarti susunya cocok hahahaha.." tawa Thomas pecah membuat ke dua sahabatnya bengong karena sahabatnya Thomas tidak pernah tertawa lepas.
" Kamu sakit bro?"tanya dokter Hendrik sambil mengulurkan tangannya ke dahi Thomas tapi Thomas menepisnya
__ADS_1
" Aish sehatlah." jawab Thomas
Alex tanpa sengaja melihat jari manis Thomas menggunakan cincin.
" Kamu sudah menikah? kapan? kok tidak mengundang kita?" tanya Alex beruntun
Dokter Hendrik yang mendengar perkataan Alex langsung melihat tangan kanan Thomas dan melihat jari manis Thomas menggunakan cincin
" Kamu tega bro tidak mengundang kita." ucap dokter Hendrik kecewa.
" Maaf karena waktu itu kami menikah secara sederhana nanti kalau istriku melahirkan baru mengadakan resepsi dan pasti kami akan datang mengundang kalian." ucap Thomas
" What hamil, gila bro aku kaget sudah menikahnya tidak kasih tahu eh sekarang istrimu hamil." ucap dokter Hendrik
" Hamil duluan ya makanya buru - buru menikah. Atau wanita itu menjebakmu?" tanya Alex sambil memajukan wajahnya ke wajah Thomas
ctak
Thomas menyetil dahi Alex dengan sangat keras.
" Aduh sakit, gila kamu bro nyetil dahiku keras banget." ucap Alex sambil mengusap keningnya
" Kalau wanita atau pria menjebak itu mah dirimu. Kalian tahu sendiri bagaimana aku paling tidak suka sama wanita centil. Aku ketemu dia sebagai sekretarisku kemudian dia keluar kerja karena orangtuanya sakit tapi ternyata umur orang tuanya tidak panjang. Setelah orangtuanya meninggal dia pergi dan tinggal di desa yang tanpa ada signal. Pas aku ada proyek di desa tanpa sengaja bertemu kembali dengannya. Karena sering ketemu timbul deh perasaan suka dan nyaman akhirnya kami menikah di desa secara sederhana di bulan januari dan bulan februari istriku hamil." ucap Thomas menceritakan awal pertemuan dengan istrinya.
Dalam arti sebagian benar kalau orang tua Gloria sudah meninggal dan tinggal di desa tanpa ada signal dan mereka bertemu kembali dan bohong kalau Gloria sebenarnya hamil sebelum menikah karena itu Thomas terpaksa berbohong demi menutupi istrinya untuk tidak direndahkan oleh orang lain meskipun mereka berdua adalah sahabat karibnya.
" Tidak kusangka di antara kita kamu duluan yang menikah karena aku pikir kamu paling terakhir menikah mengingat dirimu sangat dingin sama wanita. Pantas saja dari pertama datang wajahmu selalu tersenyum biasanya dingin dan tidak pernah tersenyum. Apakah istrimu wanita matre?" tanya Alex sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Thomas untuk mengetahui sahabatnya bohong atau tidak
ctak
Thomas menyetil kembali dahi Alex membuat Alex meringis dan mengelus keningnya.
" Bro, kamu kok senang banget menyetil dahiku." omel Alex yang masih mengelus keningnya.
" Habis kamu kalau ngomong asal jeplak tanpa di saring dulu. Istriku bukan cewe matre, istriku berbeda dengan pacarmu yang suka morotin hartamu." ucap Thomas
" Darimana kamu tahu bro?" tanya Alex penasaran
" Aku memberikan 2 kartu yang pertama kartu kredit tanpa limit dan kedua kartu debit yang isi tabungan sejumlah Rp. 500,000,000.00 dan tiap bulan aku transfer ke kartu istriku sejumlah Rp 100,000,000.00 dan aku meminta untuk dihambur - hamburkan." ucap Thomas
" Gila, pasti istrimu langsung menghabiskan secara kan wanita sukanya beli pakaian branded, tas branded dan barang - barang branded lainnya." ucap Alex sambil menutupi keningnya dan wajahnya dijauhkan oleh wajah Thomas karena tidak ingin dahinya di sentil lagi oleh Thomas
__ADS_1