
" Saya sudah berusaha untuk mencintai istriku tapi ternyata saya tidak bisa. Selama 2 tahun aku mencobanya tapi tetap tidak bisa. Kata orang jika kita mencintai seseorang jantung kita akan berdetak kencang tapi aku sama sekali tidak bisa merasakan itu. Apa yang mesti aku lakukan tuan?" tanya Markus bingung
" Aku tidak tahu karena aku belum pernah merasakan jatuh cinta dan jantungku berdetak ketika bertemu dengan seorang gadis." jawab pria itu.
" Aish.. percuma saya curhat sama tuan Thomas. Maaf apakah tuan menyukai..." Markus tidak berani melanjutkan kata - katanya.
Markus curhat dengan bosnya karena selama 2 tahun hidup bersama Markus tetap tidak bisa mencintai istrinya.
" Apa maksudmu Mark? aku pria normal, sia**n kamu Mark." umpat Thomas yang mengerti lanjutan kata Markus
" Hehe... maaf tuan." ucap Markus sambil tersenyum kikuk
" Sudah aku mau pergi ke ruanganku. Kalau boleh beri saran berkatalah jujur padanya kalau kamu tidak mencintai istrimu." saran Thomas
" Saya tidak tega tuan apalagi ada anak." ucap Markus
" Apa kamu yakin itu anakmu?" tanya Thomas sambil menaikkan satu alisnya.
" Mungkin saja tuan karena wajahnya mirip denganku." ucap Markus
" Wajah bayi bisa berubah - ubah bisa saja setelah satu bulan kemudian berubah lagi wajahnya mirip selingkuhan istrimu." ucap Thomas usil
" Tuan, jangan begitu terus terang aku saja ragu kalau Leo anak kandungku karena masa nyemprot dua kali dalam semalam langsung jadi." ucap Markus
" Kalau kamu ragu tes dna saja. Leo anakmu atau bukan." ucap Thomas
" Benar juga perkataan tuan, nanti saya akan bawa Leo ke dokter dan akan meminta tes dna nya Leo. Biar saya yakin Leo anak saya atau bukan." ucap Markus
" Bagus. Aku mau ke ruanganku dulu dan ingat besok kamu harus datang meating di perusahan PT DAXA CORP." ucap Thomas
" Baik tuan." jawab Markus
Delia yang mendengar bosnya akan keluar langsung berjalan perlahan dan bersembunyi di kamar mandi untuk membasuh matanya yang sembab habis menangis kemudian melanjutkan membasuh wajahnya agar terlihat segar.
Delia berjalan menuju ke ruangan suaminya dan mengetuk pintu.
tok
tok
tok
" Masuk." jawab Markus
Delia membuka pintu dan melihat suaminya sedang sibuk mengerjakan berkas - berkas menumpuk. Delia hanya tersenyum menatap wajah suaminya.
" Tumben datang?" tanya Markus sambil mengerjakan berkas - berkas menumpuk.
" Aku hanya membawa kotak makanan untuk makan siang mas Markus." ucap Delia sambil tersenyum menahan luka hatinya.
__ADS_1
" Taruh di situ saja, mas lagi sibuk. Kamu langsung pulang saja kasihan Leo sama baby sister." ucap Markus tanpa menatap wajah istrinya karena banyaknya dokumen yang harus diselesaikan.
" Baiklah, hanya pesanku mas makan bekalku ya karena ini terakhir aku membuatnya dan jaga kesehatan mas Markus dan juga kalau pulang kerja hati - hati." ucap Delia
" Apa maksudmu Delia? kenapa kamu bilang ini makananmu yang terakhir?" tanya Markus sambil mengangkat wajahnya dan menatap wajah istrinya.
" Suatu saat nanti mas Markus akan mengerti. Aku pulang dulu." ucap Delia sambil berdiri dan membalikkan badannya menuju arah keluar.
" Terserahlah aku tidak perduli, jangan lupa kamu tutup pintunya." pinta Markus
" Ya." jawab Delia sambil menahan air matanya keluar.
Delia keluar dari ruangan Markus menuju ke pintu lift dan masuk ke dalam lift. Delia mengusap air matanya yang sudah terlanjur keluar.
" Kuharap mas Markus menemukan cinta sejati, maafkan Delia karena tidak bisa menjadi istri yang baik buat mas Markus." guman Delia
ting
Pintu lift terbuka Delia keluar dari pintu lift dan berjalan ke arah pintu luar lobby. Delia berjalan sambil memikirkan ucapan percakapan suaminya dengan bosnya membuatnya hati sangat sakit seperti luka tapi tidak berdarah.
Delia tidak mendengar suara bunyi klakson truk dari arah belakang begitu juga teriakan dari security dimana suaminya bekerja.
brak
Tubuh Delia tertabrak truk dan membuat tubuh Delia terpental. Semua orang yang melihat kejadian tersebut berteriak histeris dan tidak berapa lama mobil ambulance datang dan membawa Delia.
xxxx
Tidak berapa lama ponsel Markus berdering kembali dengan nomer yang sama. Markus terpaksa mengangkatnya.
" Hallo." sapa Markus
" Maaf tuan, apakah anda suami dari nyonya Delia?" tanya seseorang di sebrang
" Ya benar, ada apa?" tanya Markus bingung.
" Kami dari pihak rumah sakit mengabarkan kalau nyonya Delia mengalami kecelakaan." ucap seseorang di sebrang
" Apa??" tanya Markus tidak percaya
" Iya tuan dan kami harap tuan datang ke rumah sakit Cahaya Kasih." ucap seseorang di sebrang
" Ok. Tolong lakukan terbaik untuk istriku." ucap Markus
Markus langsung berdiri mengambil jas miliknya dan berjalan cepat menuju ke rumah sakit Cahaya Kasih.
xxxx
Markus kini sedang menunggu di ruang ugd dan tidak berapa lama dokterpun datang.
__ADS_1
" Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Markus
" Istri anda mengalami koma sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang icu." ucap dokter itu
" Baik dok. Terima kasih." jawab Markus
Dokter itupun pergi meninggalkan Markus dan tidak berapa lama istrinya dipindahkan dari ruangan ugd menuju ruangan icu.
Markus menatap wajah istrinya ada rasa bersalah di hatinya karena sampai sekarang dirinya tidak bisa mencintai istrinya. Karena lelah Markus tertidur di ruangan icu.
9 Bulan Kemudian
Delia masih belum tersadar dari komanya, Markus senang ternyata Leo adalah anak kandungnya dan selama Delia koma Leo dirawat oleh Markus dengan di bantu oleh baby sisternya dan umur Leo genap berusia 3 tahun.
Markus menatap wajah istrinya yang masih koma dengan wajah pucat dan tubuhnya yang langsing kini menjadi kurus.
" Maafkan aku, karena sampai sekarang aku belum bisa mencintaimu." ucap Markus sambil memegang tangan istrinya
Perlahan Delia membuka matanya dan menatap wajah sendu suaminya.
" Mas Markus." panggil Delia lirih
" Kamu sudah sadar, aku akan panggil dokter." ucap Markus senang
" Tidak usah mas, aku hanya titip Leo dan aku berharap dan selalu mendoakan semoga mas bisa menemukan seorang yang bisa membuat jantung mas Markus berdetak kencang." ucap Delia lirih tapi masih di dengar oleh Markus.
" Apa maksudmu Del?" tanya Markus terkejut
" Aku tidak sengaja mendengar percakapan mas dengan bos mas. Maukah mas memelukku." pinta Delia lirih
Markus langsung memeluk Delia dan Delia membalas pelukan Markus.
" Terima kasih, atas semuanya. Titip anak kita Leo." ucap Delia
tittttttttttttt
Bunyi suara mesin terdengar nyaring berbarengan dengan Delia melepaskan pelukan Markus. Markus terkejut dan langsung memencet bel darurat yang berada di atas kepala Delia.
Seorang dokter dan 2 perawat datang Markus di suruh keluar. Tidak berapa lama dokter itu keluar dan menyampaikan kabar duka cita.
Markus hanya diam dirinya tak percaya kalau Delia secepat itu meninggalkan dirinya.
XXXXXX FLASHBACK OFF XXXXXX
" Itulah cerita masalaluku Gor." ucap Markus
" Kenapa mas tidak menyukai mba Delia, aku merasa kalau mba Delia orangnya baik." ucap Goretti
" Mas tahu tapi sampai sekarang mas tidak bisa mencintainya." ucap Markus
__ADS_1
" Kalau denganku? apakah mas merasakan detak jantung ketika aku berada di dekat mas?" tanya Goretti.