
**KAMPUS**
"Rinduuuuuuu" teriak Kania
"haiii " Kania langsung merangkul tangan Rindu mereka pun berjalan menuju kelas
"tumben kamu ga sama Deni"
"jangan sebut nama dia gue lagi kesel banget denger nama itu" Rindu hanya tersenyum, mereka pun mengambil posisi kursi yang berada di tengah kelas.
"dia cewe yang ada di foto itu kan" bisik salah satu mahasiswa pada temannya sambil menunjuk ke arah Rindu. "iya benar dia"kata temannya lagi sambil melihat ponselnya. Rindu tidak mengerti kenapa semua orang menatap sinis ke arahnya begitupun dengan Kania dia juga heran.
"ga nyangka ya cewe yang keliatannya polos murahan juga" kata temanya lagi
"Rin apa perasaan gue aja kalau mereka merhatiin kita" kata Kania
"Rinduuuuuuuuuuu" teriak Rendi dengan nafas yang ngos-ngosan berlari padanya
"....lo liat grup sekarang"katanya lagi, Rindu langsung mengambil ponselnya yang ada di dalam tasnya, benar saja ponselnya sudah dipenuhi ratusan chat yang ada di grup
"Apaaaa......." teriak Rindu berdiri kaget, Rindu melihat sekitarnya dan semua orang memang menatapnya. banyak cibiran untuknya di dalam chat grup itu. entah siapa yang mengirimkan fotonya bersama Adit yang sedang merangkul pinggang Rindu saat keluar dari dusun dan juga ada foto Rindu yang keluar dari dusun bersama Fatih membuat semua orang berfikiran kalau Rindu adalah wanita murahan karena mereka sama sekali tidak pernah dekat di kampus membuat semua berfikiran negatif terhadapnya
Adit baru membuka ponselnya diapun kaget melihat isi chat yang ada di grup dan hampir semua mengatakan pacarnya adalah pelacur dia tidak menerima perkataan yang di lontarkan orang-orang pada Rindu, Adit pun mengakui hubungannya dengan Rindu di ruang grup itu dan sesegera mungkin menuju kampus
"sayang maafkan aku baru membukanya" katanya memacukan mobil sportnya dengan kecepatan tinggi.
***
"Rin mending kita keluar yu" Kania langsung merangkul Rindu dan mengajaknya keluar kelas dia tau kalau Rindu bukan seperti gosip yang beredar.
sebelum mereka keluar dari kelas Clara dan genk nya memasuki kelas menghadang Rindu, Kania dan Rendi
"jadi lo yang namanya Rindu?" teriak Clara mendorong bahu Rindu "maksudnya apa ini" kata Kania yang membela sahabatnya
"udah Kania aku g apa-apa" kata Rindu agar Kania tidak merasa khawatir.
"...iya saya Rindu maaf ada perlu apa ya"
*PLAAK* Clara menamparnya dengan sangat keras wajah Rindu dan dia memegang wajahnya menahan rasa sakit
__ADS_1
"jangan maen kasar donk" Kania ikut emosi dia mendorong tubuh Clara. semua orang mengerumuni mereka, Rindu hanya diam meneteskan air mata sedangkan Clara dan Kania saling melemparkan kata-kata kasar satu sama lain
"DIAM" teriak Adit yang baru saja tiba dengan kedua sahabatnya
"...Rindu kamu ga apa-apa" Adit memeluk tubuh Rindu dia merasa bersalah karena sudah terlambat datang
"Adit apa-apaan ini " kata Clara menarik tangan Adit sampai dia melepaskan pelukannya
"lo yang kenapa? berani-beraninya lo bikin pacar gue nangis dan malu di depan umum " semua orang yang ada di kelas itu kaget dengan apa yang di utarakan Adit
"Adit dia ini cewe murahan asal kamu tau dia itu placur"
*PLAK* Adit tidak bisa menahan emosinya dia menampar Clara
"jaga omongan lo, gue sudah pacaran dengan nya selama hampir 6 bulan ini dan gue tau bagaimana persis pacar gue"
"lo....lo tega nampar gue buat cewek murahan kaya dia"
"gue bilang jaga omongan lo, dan kalian semua yang ada di sini jangan pernah gangguin pacar gue atau kalian akan tau akibatnya" Adit menarik tangan Rindu dan segera keluar dari kelas
"Adiiiiiit tunggu sampai kakek tau kelakuan lo" teriak Clara tapi Adit tidak menggubrisnya dia pun terus berjalan.
"dit kamu harus pergi menemui Clara, minta maaf padanya karena sudah menamparnya, kalau tidak nanti........" Adit menyentuh bibirnya dengan telunjuk agar Rindu berhenti bicara yang macam-macam
"Adit kalau sampai dia bilang ke kakek kamu nanti kamu akan dapat masalah aku tidak ingin membuat hubungan kamu dan kakek menjadi kacau" jelas Rindu
"kamu g usah mengkhawatirkan itu, lagi pula kakek pasti akan lebih percaya padaku" Adit menarik tubuh Rindu memeluknya dengan erat. setelah itu Adit memasangkan seatbelt pada Rindu dan dia langsung menancapkan gas pergi keluar kampus
"dit kita mau kemana?kita kan ada kelas!" Adit diam dia membelai rambut Rindu.
"Adit please kita mau kemana?"
"ke rumah aku"
"Adiiit jangan bercanda donk"
"beneran, aku mau kamu kenal sama kakek"
"dit aku belum siap, mending kita balik aja ke kampus ya pleasee" Adit hanya tersenyum tanpa menjawabnya dia terus melajukan mobilnya dan Rindu hanya pasrah.
__ADS_1
"percuma aku memohon padamu" kata Rindu membuat Adit tertawa kecil.
***
Tidid (bunyi klakson) dengan cepat penjaga rumah itu membuka pagar yang berukuran tinggi.
"dit ini rumah kamu" Rindu tercengang melihat rumah Adit bak istana.
"yu turun, aku tadi sudah mengirim pesan pada kakek kalau aku akan membawamu kesini" ucap Adit sambil membuka pintu mobilnya
"tapi dit aku......"Adit menarik tangan Rindu akhirnya diapun pasrah keluar dari mobil
"dit penampilan aku bagaimana?" Adit tersenyum "kamu selalu cantik sayang, tidak perlu pakai riasan kamu tetap cantik di mata aku"
"cih itukan dimata kamu" bisik Rindu sambil mengikuti langkah Adit,dia yang mendengar nya kembali tersenyum mengelengkan kepala
"bi kakek mana?" tanya Adit pada asisten rumah tangga yang membukakan pintu untuknya
"di dalam tuan" mereka pun masuk ke dalam, tangan Rindu masih berada di genggaman Adit
"kakek" tegur Adit pada kakek Jordan
kakek Jordan yang sedang santai membaca koran langsung berdiri, mereka berdua pun menghampirinya
"kek ini Rindu yang aku ceritakan" Rindu langsung mencium punggung tangan kakek Jordan
"bener kata kamu Rindu wanita yang sangat cantik" puji kakek Jordan
"....ayo sini duduk " lanjutnya
"makasih pak"
"kenapa panggil bapak kamu bisa panggil kakek Jordan kok" Rindu hanya tersenyum mengangguk
suasana kala itu pecah dengan tawa ketika kakek Jordan menceritakan masa kecil Adit sambil menunjukan album foto kenangannya saat masih kecil.
TERIMAKASIH SUDAH MENGIKUTI KISAH RINDU
😘😘😘😘
__ADS_1