Cinta Rindu

Cinta Rindu
RENCANA


__ADS_3

***FLASHBACK***


sudah 2 hari ini Rindu sangat jarang bertemu dengan Adit selain di rumah. Adit sering bertugas ke luar kantor dan dia pun sering telat pulang larut malam. bukan hanya mengurus perusahaan pribadi miliknya tapi dia juga mengurus perusahaan saham milik kakeknya yang juga kelak akan menjadi miliknya.


Adit tidak mengizinkan Rindu untuk ikut dengannya karena memang ini kerjaan di luar dari perusahaan penerbit tempat kerjanya Rindu.


"sayang ini kan hari minggu masa kamu pergi kerja juga" keluh Rindu memeluk tubuh Adit sambil mengikuti setiap langkahnya


"ada yang harus aku kerjakan sayang, banyak tamu dari luar negeri yang memang harus aku temui" jelas Adit, Rindu melepas pelukannya dan membatu Adit memasangkan dasi yang sedang di pasangnya.


"aku ikut ya sayang"


"kamu di rumah aja ya, atau mending kamu hangout sama anak-anak yang lain, aku tidak bisa mengajakmu karena pertemuan ini semuanya laki-laki dan aku ga mau kamu menjadi pusat perhatian karena kamu satu-satunya perempuan disana, lagi pula ini hari terakhir mereka di Indonesia jadi aku bisa lebih awal lagi pulangnya"


"ga ngaruh kali yank, ntar juga balik ke kantor kamu sibuk lagi" ucap Rindu kesal karena memang akhir-akhir ini kerjaan di kantornya juga sangat menumpuk. Adit tersenyum melihat wajah istrinya yang kusam, dia pun mengecup bibirnya.


"aku janji hari ini tidak akan pulang larut malam" ucap Adit dan Rindu hanya mengangguk.


Rindu mengantarkan kepergian suaminya sampai di depan pintu rumah dan melambaikan tangannya saat Adit melaju pergi. entah apa yang akan dia lakukan hari ini, dia diam memikirkan rencana hari sambil duduk di depan aquarium yang ada di ruang tv sampai Rindu akhirnya mempunyai rencana yang cemerlang dan segera bersiap-siap pergi ke rumah Kakeknya.


saat sampai di sana Jordan menyambut cucu mantunya dengan bahagia.


"kamu pasti merasa kesepian ya beberapa hari ini?" tanya Jordan. mereka sedang duduk di halaman belakang sambil menikmati cemilan yang sudah di siapkan assisten rumah.


"iya kek, kek sebenarnya Rindu mau minta tolong sama kakek"


"apa itu sayang"


"Rindu ingin kakek membantu Rindu untuk menjalankan rencana Rindu, aku ingin merencanakan bulan madu yang tertunda waktu itu tapi tidak ingin Adit mengetahuinya"


"ide yang bagus itu, kebetulan kakek akan bertemu dengan rekan bisnis kakek dari Jerman lusa di Bali, kakek akan menyuruh Adit kesana dan sisanya kamu yang menjalankannya" Rindu sangat senang mendengar kebetulan yang sangat bagus ini.


kebetulan pada hari itu Rindu juga sudah berhenti datang bulan dan pas buat mereka untuk berbulan madu.


"makasih ya kek" ucap Rindu


"iya sayang, bagaimana kerjaan mu?"

__ADS_1


"sangat baik kek, Rindu senang bisa bekerja bersama Adit"


"tapi setelah kamu mengandung kakek mau kamu berhenti untuk kerja ya" Rindu tersenyum mengangguk.


tidak terasa sudah sore dan Rindu pun pamit pada Jordan.


Rindu menceritakan rencananya pada Fatih agar dia dan Lala membantu dirinya untuk menjalankan rencananya dan mereka menyetujuinya. tidak lupa Rindu juga memberitahukan Soni melalu pesan singkat semua rencananya, dan Soni pun bersedia untuk membantu istri direkturnya itu.


*****


1 hari sebelum Soni memberitahukan Adit keberangkatan nya ke Bali Rindu sudah mempersiapkan baju yang akan di bawanya ke sana. hari ini memang Adit akan pulang larut jadi waktu yang tepat dia mempersiapkan semuanya.


"Maafin aku yang merepotkan kalian" ucap Rindu pada pasangan yang sebentar lagi akan menikah itu.


"lo kaya ke siapa aja, gue seneng kok bantuin kalian" ucap Lala.


Fatih dan Lala pun pamit dan membawa koper milik Rindu yang di simpan sementara di rumah Lala dan saat hari H mereka akan mengantarkannya ke bandara.


tok...tok...tok


"ya masuk" ucap Adit


"ya sudah silahkan duduk" ucapnya dan berjalan ke sofa yang ada di ruang kerjanya


"begini pak kita akan kedatangan tamu dari Jerman di Bali dan pak Jordan menyuruh saya untuk anda besok berangkat ke sana"


"kenapa sangat mendadak sekali?"


"iya pak karena selain itu ada sedikit masalah" Adit langsung melirik ke arah Rindu untuk meminta persetujuan nya. Rindu pun menghampiri mereka dan duduk bergabung


"ga apa-apa sayang kamu pergi aja"


"beneran kamu ga apa-apa?" Rindu hanya mengangguk.


Rindu menahan tawanya saat melihat wajah Adit yang seperti nya tidak suka dengan keberangkatannya. semua berjalan lancar sesuai dengan apa yang di rencanakan Rindu.


*BANDARA*

__ADS_1


semalaman sebelum tidur Rindu melatih mimik mukanya di depan kaca agar benar-benar terlihat dia sedih dengan keberangkatan Adit. Setiap kali dia mempraktekkannya Rindu kembali tertawa, dia tidak bisa menahan tawanya.


sambil menunggu pesawat Rindu terus memeluk tubuh Adit dengan sangat manja, begitupun dengan nya dia memeluk Rindu sambil mengecup keningnya.


"maaf pak pesawat anda sudah mau berangkat" ucap Soni. Rindu yang mendengarnya semakin memeluk erat tubuh suaminya. Adit tersenyum melihat kelakuan istrinya yang manja, dia kembali mengecup kening Rindu


"sayang aku ga akan bisa pergi meninggalkan mu kalau seperti ini" ucap Adit, Rindu tersenyum dalam pelukannya mendengar apa yang di katakan Adit karena dia berhasil berakting depan Adit.


"sayang kamu di sana hati-hati ya, dan jangan pernah matanya jelalatan"


"iya sayang ga akan, Soni titip istri saya" ucap Adit


"baik pak"


setelah Adit pergi masuk kedalam dengan cepat Rindu juga bersiap untuk menyusul masuk kedalam. Rindu memakai blazer panjang, kaca hitam dan tidak lupa membawa masker yang sudah di siapkan oleh Fatih dan Lala.


"koper aku gimana?" tanya Rindu


"sudah aman, kita sudah memaketkannya sesuai dengan hotel yang akan kamu tempati" ucap Fatih. karena memang tidak memungkinkan untuk Rindu membawa koper itu.


"makasih yaa kalian sudah repot-repot membantuku" kata Rindu sambil memeluk Lala


"iya sayang have fun ya kalian di sana" Rindu mengangguk.


"bu, mending sekarang cek in karena 20 menit lagi pesawat akan segera berangkat" ucap Soni.


"oke, makasih ya pak untuk semuanya"


"sama-sama bu" Rindu melambaikan tangan pada sahabatnya dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam.


Rindu memilih duduk di belakang Adit saat sedang menunggu pengumuman keberangkatan. dia terus melihat punggung suaminya sambil tersenyum di balik masker yang di pakainya.


akhirnya rencananya berjalan dengan lancar.


"tunggu aku di dalam pesawat sayang" ucap pelan Rindu


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA ♥️😘


__ADS_2