
Akhirnya selama 5 tahun mereka bersahabat, setelah melalui bebagai macam ujian, drama, tawa dan tangisan, Gilang dan juga Clara menikah juga. Hal yang selama ini paling di tunggu oleh para sahabat mereka. Semua sudah berkumpul di gedung pernikahan yang sudah di dekor dengan sebagus mungkin.Di penuhi berbagai macam bunga menunggu kedatangan pengantin wanita.
MC acara mengumumkan bahwa acara pernikahan akan segera di laksanakan. Clara yang cantik dengan gaun putih layaknya seorang Cinderella masuk perlahan di bantu oleh Rindu dan Kania. Lala yang perutnya sudah sangat besar memilih untuk duduk dan menyaksikan prosesi pernikahan.
Dengan gugup Gilang membacakan ijab kabul, membuat semua orang yang ada di gedung itu menahan tawanya. Walaupun suaranya terdengar gugup, Gilang tetap dengan lancarnya mengucapkan ijab kabul. Semua yang berada di ruangan itu mengatakan SAH, terlebih ke 3 sahabat laki-laki nya yang berteriak sangat keras membuat semua orang yang ada di ruangan itu melirik pada ketiga nya.
Setelah melakukan prosesi sungkeman dan adat-istiadat lainnya, keduanya pun bersiap untuk melempar buket bunga bagi yang belum menikah. Sambil melempar bunga, Gilang berteriak Akhirnya gue married sampai suaranya menggema di seluruh ruangan membuat semua orang menertawakannya. Gilang dan Clara menjadi orang yang terakhir melepas lajang di antara para sahabat mereka.
Melihat kelakuan laki-laki yang sudah menjadi suaminya, membuat Clara merasa sangat malu. Dia mencubit perut suaminya agar berhenti bertingkah yang macam-macam. Ke-enam sahabat yang melihat keduanya di atas pelaminan hanya menertawainya.
Akhirnya pernikahan berjalan dengan lancar. Kedua jagoan kecil sudah terlelap tidur di atas stoler. Mumpung keduanya terlelap, mereka pun melakukan sesi pemotretan untuk mengenang persahabatan mereka selama ini.
__ADS_1
**♥️♥️**
Rindu akhir-akhir ini merasakan tubuhnya yang mudah sekali lelah. Entah kenapa dia malas untuk bangun dari tidurnya. Melihat sang istri yang lemas membuat Adit merasa khawatir. Dia memutuskan tidak bekerja dan menemani istrinya di rumah. Adit pun menyuruh assisten rumah tangganya untuk membuatkan bubur untuk istrinya.
Lala dan Kania yang mendapat kabar dari Adit segera kerumah mereka, sedangkan Clara karena dia seorang wanita karier, dia hanya bantu doa untuk kesembuhan sahabatnya. Bujukan demi bujukan sudah dilakukan kedua wanita cantik itu untuk Rindu membuka mulutnya. Tapi tetap saja Rindu malas melihat makanan apalagi memakannya.
Adit yang merasa khawatir melihat keadaan sang istri langsung memanggil dokter keluarganya, agar datang kerumahnya. Setelah melakukan pemeriksaan Dokter menyarankan agar Rindu di rawat di rumah sakit, karena badannya yang sangat lemas. Bagaimana tidak? Rindu sejak kemarin tidak mau makan maupun minum.
Adit pun langsung mematuhi perintah Dokter membawa Rindu ke rumah sakit. Adit di temani oleh Kania dan Arya menunggu hasil pemeriksaan Rindu di luar ruangannya. Setelah dokter keluar dari ruangan, ketiga orang yang sejak tadi menunggunya langsung menghampiri nya, menanyakan kabar bagaimana keadaan Rindu?.
Kedua sahabat yang melihatnya merasakan kebahagiaan yang juga dirasakan oleh Adit. Kania meneteskan air mata bahagianya, tidak lupa dia langsung mengabari semua sahabatnya tentang kabar bahagia ini. Satu-persatu chat masuk di ruang chat grup, yang menyatakan rasa bahagia mereka.
__ADS_1
Rindu perlahan membuka matanya, dia tidak sadar bahwa dirinya berada di rumah sakit. Matanya melihat sekeliling ruangan merasa heran kenapa dirinya berada disana? Adit langsung berdiri dari duduknya dan langsung menatap wajah istrinya.
"sayang, aku dimana?" tanyanya. Arya dan Kania yang sejak tadi masih menunggu di ruangan itu langsung menghampiri Rindu saat mendengar suaranya.
"kita di rumah sakit sayang, tadi dokter menyarankan agar kamu di bawa ke sini" Adit seketika langsung memeluk tubuh istrinya dan tidak terasa air matanya keluar, membuat Rindu merasa heran.
"sayang, aku tidak apa-apa, kamu tidak perlu mencemaskan aku seperti ini!" ucap Rindu sambil menepuk bahunya. Dia berpikir kalau Adit menangis karena mengkhawatirkan keadaan nya. Adit melepaskan pelukannya, menatap wajah istrinya penuh cinta.
"sayang terimakasih kamu sudah memberiku hadiah yang luar biasa." ucapnya, Rindu perlahan meresapi apa yang di katakan suaminya, karena memang dia sama sekali tidak mengerti.
"kamu hamil Rin." ucap Kania. Rindu yang mendengarnya sungguh tidak percaya. Air mata yang entah kapan keluar sudah membasahi pipinya. suasana kala itu menjadi sangat haru untuk mereka. Kedua pasang suami istri itu pun tidak berhenti-henti nya mengucap syukur pada Tuhan, karena telah mempercayakan anak pada keduanya.
__ADS_1
Terimakasih semuanya
jangan lupa like dan komen yaaa 😘😘😘