Cinta Rindu

Cinta Rindu
INTERVIEW


__ADS_3

sudah satu bulan ini Rindu mengirim surat lamaran di berbagai penerbit yang ada di jakarta. karena memang dia sangat ingin sekali bekerja di bagian penerbitan buku.


jangan di tanya di mana para sahabat Rindu, kalau mereka sudah bekerja di perusahaan keluarga masing-masing. mereka juga menawarkan Rindu untuk bekerja bersama mereka tapi Rindu menolak dia ingin mendapatkan pekerjaan dengan hasil jerih payahnya sendiri.


"sekarang interview dimana Rin?" tanya Husna pada Rindu yang sudah rapih memakai kemeja putih dan rok hitam yang baru saja bergabung di ruang makan.


"penerbit Galaxi Bun, doain ya Bun kali ini keterima" jawabnya dan duduk untuk menyantap makanan yang sudah di sediakan Husna


"pasti donk doa Bunda selalu menyertaimu, kak anterin Rindu ya trus kamu cepet-cepet lulus malu donk sama Rindu"


"iya Bunda, tenang aja Bun minggu depan Gilang sidang"


"serius Lang?" tanya Rindu


"dua rius malah, skripsi aku udah di acc tinggal nunggu sidang"


" akhirnya anak Bunda mau lulus juga"


"Bunda segitunya sama Gilang"


selesai sarapan Gilang menyiapkan mobilnya untuk mengantarkan Rindu. selama perjalanan Rindu menatap cincin yang ada di tangannya. Dit aku sekarang interview doain aku ya kali ini aku bisa lulus katanya dalam hati.


"kamu belum bisa lupain dia ya?" tanya Gilang. karena sudah 1 tahun berlalu tapi Rindu belum mendapatkan kabar dari Adit


"ga akan bisa Lang, hati aku udah di kunci dan kuncinya dibawa olehnya" Gilang menarik nafas panjang, benar-benar tidak ada kesempatan lagi untuknya di hati Rindu


Gilang memarkirkan mobilnya dan ikut turun bersama Rindu


"besar juga kantornya" ucap Gilang. entah berapa lantai kantor penerbit ini yang jelas kantor itu sangat besar


" aku juga ga tau kalau perusahaan yang aku lamar sebesar ini" katanya kagum melihat perusahaan yang ada di depannya


"sukses yaa, jangan lupa berdoa, jangan tegang dan enjoy aja" kata Gilang sambil mengusap rambut Rindu, Rindu tersenyum mengangguk


"aku masuk ya makasih"

__ADS_1


"Rin... fighting" kata Gilang memberi semangat Rindu mengepalkan jarinya semangat dan melambaikan tangannya


"Rin kamu benar-benar ya baru di tinggal sebentar sudah melupakan aku" kata seorang pria yang berdiri di balik kaca di lantai 6 melihat kearah Rindu dan Gilang.


"maaf saya mau interview dimana ya?" tanya Rindu pada resepsionis


"oh silahkan mba naik ke lantai 5 disana juga banyak yang sedang menunggu" jawabnya


"terimakasih ya" Rindu pun langsung memencet lift ke lantai 5. Rindu masih mengagumi kantor yang dia masuki, semoga aku bisa bekerja disini doanya dalam hati


Rindu pun duduk bergabung dengan pelamar lainnya.


"hai" tegur salah seorang pria yang duduk di sebelahnya, Rindu hanya tersenyum padanya


"...kenalin mana aku Rizal" katanya sambil mengulurkan tangannya, Rindu pun menyambutnya


"Rindu" keduanya saling berkenalan dan mengobrol seputar kuliah dimana, jurusan apa dll.


satu persatu pelamar di panggil untuk di interview membuat Rindu semakin gugup karena baru pertama kalinya dia interview di perusahaan sebesar ini


"Zal aku duluan ya" Rizal mengangguk tersenyum.


berbagai macam pertanyaan di ajukan oleh pihak perusahaan dalam bahasa Inggris dan Rindu menjawabnya semua dengan lancar dan sangat fasih.


"oke kamu bisa tunggu diluar tunggu pengumuman selanjutnya"


"baik, terimakasih" Rindu menyalami satu persatu pewawancara yang ada di depannya


"bagaimana?" tanya Rizal saat Rindu keluar dari ruangan


"tidak buruk, mereka menanyakan semua pertanyaan dengan santai, kamu enjoy aja" ucap Rindu memberikan semangat


"Rizal Permana silahkan masuk" Rindu mengepalkan tangannya memberikan semangat, Rizal yang melihatnya tersenyum dan berjalan masuk kedalam ruangan.


banyak yang setelah wawancara segera pulang menunggu keputusan dari pihak perusahaan dan ada juga yang di suruh menunggu untuk wawancara kedua. Rizal keluar dari ruangan dan menghampiri Rindu dan duduk di sampingnya

__ADS_1


"bagaimana?" tanya Rindu penasaran


"aku di suruh menunggu" katanya tersenyum bangga dan Rindu pun ikut bahagia mendengarnya


setelah 3 jam menunggu selesai semua, hanya tersisa 5 dari sekian banyak yang interview hari ini. kelima yang lolos pun dipanggil masuk kedalam ruangan. satu persatu di bagikan kertas tes yang hasilnya nanti akan menentukan mereka bekerja di bagian perusahaan.


selesai mengisi semua perusahaan mereka pun disuruh untuk menunggu.


"selagi kalian menunggu hasil, kalian bisa menunggunya di kantin perusahaan yang berada di lantai 2 dan pengumuman akan di umumkan setelah jam istirahat, terimakasih" ucap salah satu pegawai.


"keren juga ya perusahaan ini dalam 1 hari bisa menerima pegawai secepat itu" ucap salah satu wanita cantik yang juga lolos wawancara. kelimanya pun saling berkenalan sambil berjalan menuju kantin perusahaan.


sampai di kantin mereka duduk di bangku kosong yang berada di dekat jendela. mereka pun menyantap makanan yang di pesan sambil mengobrol. setelah 1 jam mereka berada di kantin mereka pun kembali ke lantai 5 untuk menunggu hasil keputusan. kelimanya pun di suruh memasuki ruangan, satu persatu di beri amplop oleh pegawai yang bertugas


"sekarang kalian bisa buka amplopnya dan berdiri sesuai tulisan yang di pegang oleh mereka" katanya sambil menunjukkan pada pegawai yang memegang kertas yang tertulis bagian-bagian perusahaan.


ada 3 orang yang memegang kertas yaitu bagian


1.Editor Akuisisi (Editor akusisi bertugas menyeleksi naskah-naskah masuk dan memberi keputusan apakah naskah tersebut layak terbit atau tidak. Editor akuisisi akan banyak berhubungan dengan penulis, karena dia adalah “orang pertama” yang disapa penulis ketika mengirimkan naskah)


2.Copy Editor (Copy editor biasa disebut dengan proof reader ataupun sering disebut dengan pemeriksa aksara. Copy editor bertugas melakukan tugas teknis pengeditan berupa perbaikan dan pemeriksaan naskah sesuai kaidah yang berlaku)


3.Right Editor (Right editor bertugas mengurus hal-hal yang berkaitan dengan hak cipta, International Standard Book Number (ISBN), Katalog Dalam Terbitan (KDT), dan hal-hal yang berkaitan dengan hukum lainnya, seperti misalnya berhubungan dengan penerbit utama ketika penerbitannya akan menerjemahkan buku luar)


mereka pun membuka amplop yang ada di tangan mereka dan langsung berdiri sesuai dengan yang tercantum di dalam amplop. Rindu melangkahkan kakinya di bagian Right Editor dan tidak menyangka Rizal pun di tempat yang sama bersamanya keduanya saling pandang dan tersenyum.


"oke kalian akan di bawa keliling oleh masing-masing senior kalian untuk mengetahui tugas apa saja yang akan kalian kerjakan, dan mulai besok kalian sudah resmi bekerja di perusahaan kami, selamat bergabung untuk kalian semua" katanya sambil menepuk tangannya.


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YA


FOLLOW JUGA AUTHOR DI MANGATOON/NOVELTOON


LOVE U ALL 😘

__ADS_1


__ADS_2