Cinta Rindu

Cinta Rindu
SALAH PAHAM


__ADS_3

Rindu sudah duduk di dalam kelas dengan perasaan yang masih kesal. kelas saat itu kelas masih sangat sepi karena memang masih 30 menit lagi kelas akan dimulai. dia melirik terus ke arah pintu, ada sedikit pikirannya berharap Adit mengejarnya tadi. dia menopang dagunya sambil membuka ponselnya.


seiring berjalannya waktu satu persatu mahasiswa masuk kedalam kelas itu."Rindu kok lo udah sampe duluan sih, katanya mau ke toko buku" tegur Rendi dan langsung duduk di sebelahnya.


"iya tadi udah kesana tapi bukunya belum dateng, gimana tugasnya udah beres?" Rendi memamerkan kertas yang ada di tangannya


"udah donk gue tadi habis dari perpus ngerjain ini"


suara ricuh meramaikan kelas saat 3 cowok yang selalu jadi perhatian kampus masuk ke dalam kelas, Adit melirik singkat Rindu dia pun duduk di kursi di barisan sejajar dengannya.


"bro lo kemana semalem kok ga ke club sih banyak cewek yang nanyain lo" ceplos Arya membuat Rindu kaget dan melirik Adit sinis, Adit menjadi salah tingkah, Fatih yang bisa membaca situasi menutup mulut Arya yang terus mengoceh.


"lo bisa diem ga" ucap Fatih dia pun melepaskan tangannya dari mulut Arya.


"lo kok nutup mulut gue sih, gue belum beres ngomong kalau kemaren tu......" Fatih kembali menutup mulutnya yang masih berbicara sedangkan Adit hanya diam menatap terus ke arah Rindu yang sedang tertunduk kesal


"lo bawel banget sih, udah diem ga usah ceritain di sini napa" kesal Fatih. Fatih sangat mengenali Adit karena memang sejak kecil mereka selalu bersama. malam saat setelah Adit menyatakan perasaanya pada Rindu dia langsung bertemu sahabatnya itu saking bahagianya dia menceritakan semuanya pada Fatih tanpa di sadari, memang tidak ada rahasia di antara mereka berdua.


selesai kelas Rindu langsung pamit pada Rendi, Kania dan Deni dan segera keluar dari kelas, Adit yang melihat pacarnya langsung berdiri


"Dit lo mau kemana" teriak Arya yang akan mengikuti langkahnya tapi di hadang oleh Fatih


"udah jangan di ikutin dia kebelet kali dia" Fatih tau kalau Adit akan mengejar Rindu jadi dia berusaha untuk menghalangi Arya


Adit menekan nomor Rindu di ponselnya tapi tidak ada jawabannya.


"sayang kamu mau kemana kita perlu bicara" setelah cukup lama tapi belum ada jawaban dari Rindu. Adit berniat untuk langsung ke rumahnya, dan setelah sampai di sana Adit bergegas naik ke atas.


tok.....tok.....tok


"Rind.....Rindu kamu di dalem kan? please keluar donk" tidak ada jawaban sama sekali, Adit duduk di depan pintu kamar Rindu merunduk apa gue harus jomblo lagi baru juga jadian pikirnya saat itu. sudah 3 jam menunggu, Adit dari tadi berusaha menghubungi Rindu tapi tidak ada respon sama sekali


tring bunyi lift terbuka membuat Adit mengangkat wajahnya melihat siapa yang keluar dari sana, bibirnya melebar tersenyum saat melihat orang yang dari tadi ditunggunya

__ADS_1


"Adit kamu ngapain ke sini?"Rindu kaget melihat Adit yang masih duduk di depan pintu kamarnya. dia pun berdiri


"kamu dari mana aja?aku sudah 3 jam menunggumu trus ponsel kamu kenapa ga di angkat-angkat?" Rindu membuka pintu kamarnya masuk di ikuti Adit


dia menyimpan tasnya "mau minum apa?" tanya Rindu, Adit tidak menghiraukan pertanyaan nya dan langsung menarik tangan Rindu sehingga tubuh mungil nya masuk dalam pelukannya.


"Rin, maafin aku hari ini aku terlalu egois bertindak tanpa memikirkan perasaanmu" Rindu hanya diam mendengar apa yang di katakan Adit


"dan lagi apa yang di ucapkan Arya kamu salah paham memang aku sering ke club malam tapi sama sekali aku tidak pernah bermain dengan wanita-wanita disana dan kalau kamu g percaya kamu bisa ikut aku malam ini kesana biar kamu bisa nilai sendiri bagaimana aku disana" jelas Adit yang dari tadi sudah melepaskan pelukannya


Rindu duduk di pinggir tempat tidur dan Adit mengikuti duduk disampingnya.


"aku ga pernah ke tempat seperti itu dan ga akan pernah, dan lagi kalau aku kesana cuma mau liat gimana kamu ya bisa saja kamu tidak seperti biasanya" Adit menarik wajah Rindu untuk menghadap padanya


"sayang aku sungguh tidak pernah bermain dengan wanita manapun, kamu wanita yang pertama yang menjadi kekasihku"


Rindu mengerenyitkan dahinya tak percaya karena selama ini yang dia liat di kampus banyak wanita yang datang ke kelas hanya untuk mencarinya.


"berarti dia tau kalau kita..?"Adit yang masih memegang tangan Rindu mengangguk


"kok kamu bilang sih kalau tersebar gimana dan lagi aku malu kalau ketemu Fatih"


"dia tidak akan memberitahukan pada siapapun dan kenapa kamu harus malu dianya biasa-biasa aja kan?"


"jadi aku di maafin ya" bujuk Adit


"tergantung" jawabnya singkat


"kok tergantung sih yank aku harus bagaimana biar kamu benar-benar maafin aku" Adit mencium punggung tangan Rindu yang masih di genggam nya.


"kamu jangan pernah menginjakkan kaki lagi ke club malam aku ga suka" Adit tersenyum


"cuma itu?" Rindu menggelengkan kepalanya

__ADS_1


"jangan pernah deket-deket sama cewe yang nakal, jangan merokok, jangan minum minuman yang mengandung alkohol berapapun persennya jangan......" Adit yang gemas melihat Rindu berbicara langsung mengecup bibir merahnya membuat Rindu kaget


"Adit kamuu........" teriak Rindu marah sambil memegang bibirnya di berdiri hendak keluar tapi Adit langsung memeluknya dari belakang "maafkan aku, aku ga tau kalau kamu semarah ini, dan aku janji tidak akan melakukan semua yang kamu perintahkan, maafkan aku" Adit menyesal dengan apa yang di lakukannya tadi.


Rindu membalikkan badannya "kamu kenapa sih selalu berbuat semaunya, kamu tau ga kamu itu udah curi ciuman pertama aku" Rindu kesal dia kembali duduk dan mengambil air meminum nya dengan satu kali tegukan, sedangkan Adit hanya tersenyum senang mendengar apa yang di katakan Rindu tadi. diapun ikut duduk di samping Rindu


"maafin aku yaaa, tapi yank aku rela jadi pencuri untuk kamu" katanya sambil tersenyum, Rindu tidak mengerti dia hanya menatap wajah Adit yang dari tadi hanya tersenyum


" maksudnya apa?" tanyanya penasaran


"pencuri ciuman pertamamu" senyum nya semakin melebar membuat Rindu melemparkan bantalnya ke wajah Adit.


"ikh dasar nyebelin" Rindu terus memukul Adit dengan bantal


"ampun....ampun..." teriak Adit sambil tertawa, Adit memegang tangan Rindu dan mendorongnya sehingga tubuh Rindu menyender di dinding kamarnya


keduanya saling menatap, perlahan Adit mendekatkan wajahnya ke arah wajah Rindu tapi Rindu langsung memalingkan wajahnya membuat Adit menarik kembali tubuhnya dan salah tingkah.


"maafin aku dit, aku belum siap" katanya sambil menunduk. Adit meraih tangan Rindu dan memeluk tubuhnya


"ga apa-apa sayang aku ngerti kok, btw mulai hari kita saling terbuka ya jangan lagi ngambek-ngambekan kaya gini dan lagi...." Adit melepaskan pelukannya


"daaaan aku capek nungguin kamu dari tadi kamu hari ini kemana aja dan kenapa ponselmu ga di angkat kamu tau betapa khawa........." Adit terhenti karena Rindu yang tiba-tiba mencium pipi kanannya membuat Adit tersenyum sambil memegang pipinya.


"jangan bawel" ucap Rindu sambil tersenyum menatap Adit dan Adit juga melempar senyuman manisnya pada Rindu


TERIMAKASIH SEMUANYA


TERUS IKUTI KISAH RINDU YA


DITUNGGU KOMEN NYA DAN JANGAN LUPA JUGA DI LIKE TIAP EPISODE NYA


😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2