Cinta Rindu

Cinta Rindu
CALON MANTU


__ADS_3

Rindu memutuskan menerima tawaran dari Adit untuk bekerja di perpustakaan merapihkan buku-buku yang berserakan.


"sayang masih lama ya" kata Adit memeluk Rindu dari belakang mengikuti setiap langkahnya, Rindu sedang merapihkan buku-buku ke posisinya berjalan sambil mendorong troli buku


"Adit udah donk jangan kaya gini, kalau ada yang liat bagaimana?" cemas Rindu melepaskan pelukan Adit


"ya ga apa-apa donk biar orang-orang tau kalau kamu itu pacarnya Adit, lagi pula kampus sepi yank kalau hari libur gini" Adit kembali memeluk tubuh ramping Rindu


"Adiit, kalau kamu kaya gini terus aku akan lama menyelesaikannya, kan sekarang kita di undang kakek untuk makan" Adit pun menyerah mengangkat kedua tangannya, dia mengambil troli yang ada di tangan Rindu kemudian berjalan dengan cepat


"kok diem ayoo biar cepet" katanya kembali mendorong troli, Rindu tersenyum dan kembali menyimpan buku yang masih ada di tangannya


Akhirnya setelah 1 jam Rindu membereskan pekerjaannya. Dia mengambil tas yang berada di loker perpustakaan.


"sayang udah beres?"ucap Adit menghampiri Rindu


"udah, yuk kita berangkat"


kakek Jordan memang mengundang Rindu untuk makan siang di rumahnya. karena beliau ingin memperkenalkan Rindu pada Wendi sebagai calon Menantunya.


seperti yang di janjikan Wendi pada Jordan dia datang berkunjung di kediaman keluarga Kandrick.


Wendi dan Clara sudah sampai di kediaman Jordan mereka tidak mengetahui apa yang sudah di rencanakan Jordan, sedangkan Jordan sendiri tau apa maksud dari kedatangan mereka.


sedikit cerita Wendi adalah rekan bisnis keluarga Kandrick pada saat ayahnya Adit dulu masih hidup. selain kedua orang tua mereka yang memang 1 profesi Adit dan Clara adalah teman dari kecil hingga dewasa. Clara selalu ingin sekolah di tempat yang sama dengan Adit. memang sejak dulu Clara sangat menyukai anak dari teman ayahnya maka dari itu dia selalu ingin dekat dengannya.


***


"apa kabarmu?" sapa Jordan pada Wendi yang baru saja memasuki rumahnya


"baik om, om sendiri bagaimana?"


"kamu bisa liat sendiri kan kalau saya sehat dan bugar" katanya mengundang tawa


"halo kek" ucap Clara mencium punggung tangan Jordan

__ADS_1


"kamu Clara kan? tambah cantik aja cucu kakek yang satu ini, ayoo sekarang kita duduk dulu sambil menunggu Adit datang, kalian mau minum apa?"


"apa aja om"


"oke, bi.... tolong bikinkan 2 minuman spesial buat tamu penting" bi Asih pun langsung membuatkan apa yang di pesan majikannya.


" om sebenarnya saya ke sini......." belum selesai Wendi bicara Adit dan Rindu datang membuat suasana menjadi hening


"Rindu, Adit kalian sudah datang ayo sini duduk" ucap Jordan mencairkan suasana


".... oia Wendi kenalkan ini Rindu calon cucu mantu saya" lanjutnya lagi. semua yang ada di sana kaget dengan apa yang di ucapkan Jordan termasuk cucunya sendiri. Adit speechless menatap kakek kesayangannya namun hatinya terasa sangat bahagia karena orang yang paling dia sayang mendukung hubungan nya dengan Rindu


" oh... halo saya ayahnya Clara, panggil saja om Wendi"


"iya om Wendi saya Rindu"katanya sambil.meraih tangan Wendi dan menciumnya. Wendi kaget dengan sikap sopan dan manis Rindu. pantas saja Jordan sangat bangga memperkenalkan Rindu pikirnya


"hai Clara"sapa Rindu juga tapi Clara tidak menggubrisnya, dia hanya menatap dengan wajah jutek padanya


"kalian saling kenal" kata Wendi salah tingkah karena malu oleh sikap anaknya


cih dasar ular liat aja nanti siapa yang benar-benar akan jadi istrinya Adit kesal Clara dalam hati. dia tidak menerima kalau Rindu akan menjadi istri lelaki pujaan hati nya.


"ya sudah bagaimana kita sekarang lanjut makan siang aja?" ajak Jordan, mereka pun mengikuti langkah Jordan menuju ruang makan.


"Clara jaga sikap kamu, kamu sudah mendengar sendiri kan tadi kakek Jordan bilang apa jadi jangan paksakan keinginan mu" bisik Wendi pada anaknya. Clara hanya mendengus kesal dia mempercepat langkahnya tidak menghiraukan apa yang di katakan oleh ayahnya. Wendi menggelengkan kepalanya, mungkin ini karena dia terlalu memanjakan anaknya pikirnya.


Rindu menarik kursi yang ada di samping Adit, saat hendak ingin duduk dengan cepat Clara mendudukinya.


"makasih ya Rin" katanya dengan wajah tanpa dosa. Wendi malu dengan sikap anaknya yang tidak tahu sopan santun. Rindu pun mengalah memilih duduk di samping Jordan. Adit yang melihatnya kesal tapi dia tidak bisa meluapkan emosinya karena akan membuat masalah semakin kacau, dia menatap Rindu dengan rasa bersalah, Rindu hanya tersenyum melihat tatapan Adit.


" ayo silahkan, maaf ya seadanya" kata Jordan


" terimakasih om, ini sudah lebih dari cukup" merekapun menikmati makanan yang sudah di sediakan. Clara mengambilkan berbagai makanan untuk Adit layaknya seorang istri yang melayani suami, Adit tidak bisa menolaknya dan Wendi pun tidak bisa melarangnya Karena takut akan membuat suasana menjadi kacau.


Rindu hanya pasrah melihat Clara, dia berharap suatu hari nanti dia bisa melayani Adit seperti itu tapi dalam hubungan yang sah.

__ADS_1


selesai makan para asisten rumah tangga membereskan meja makan.


" jadi bagaimana kerjaan kamu di jepang?" tanya Jordan


"masih tahap pemulihan sih om setelah kemaren terjadi beberapa masalah"


" kamu bisa mengatasinya kan?kalau kamu tidak bisa om bisa membantu memulihkan kondisi nya"


" terimakasih om"


"kek aku kesini ingin menagih janji kakek dulu padaku" kata Clara secara tiba-tiba membuat Wendi kaget. Jordan mengkerutkan dahinya, dia tidak mengingat janji apa yang sudah di ucapkan pada Clara


"apa itu sayang kakek lupa"


" kakek pernah berjanji akan menikahkan aku dengan Adit" semua yang masih berada di meja makan itu kaget, Rindu menatap tajam ke arah Adit untuk meminta penjelasan. Wendi pun tidak menyangka kalau anaknya bisa berbicara senekat itu. memang dulu usia mereka masih 14 tahun saat mereka duduk di bangku SMP Clara sering sekali bermain di rumah Adit membuat hubungan mereka benar-benar seperti cucu dan kakek yang sesungguhnya. saat itu Clara meminta pada Jordan untuk menjadikannya istri Adit pada saat itu Jordan menyetujui Karena pikirnya anak di usia segitu tidak serius dengan ucapan mereka.


"Clara apa yang kamu katakan!!" Wendi sedikit emosi, Clara yang melihat muka serius dari ayahnya kaget karena memang dia tidak pernah di bentak atau di marahi oleh ayahnya.


"ooohh...itu kakek pikir kamu hanya bercanda, lagipula kakek tidak akan memaksakan dengan siapa Adit menjalin hubungan asalkan dia bahagia kakek akan menyetujui nya, tapi kamu tetap akan menjadi cucu kesayangan kakek juga" jelas Jordan. Clara kesal karena apa yang dia rencanakan hari ini gagal, dia pun berdiri dan langsung berlari keluar meninggalkan semuanya. Wendi semakin malu dengan kelakuan anaknya.


"om maafkan saya, saya tidak tau kalau Clara akan berbicara seperti itu" kata nya menyesal


"tidak apa-apa Wendi, maafkan saya tidak bisa menuruti keinginan anakmu"


"tidak semuanya harus di berikan om, biarkan ini jadi pelajaran untuknya, dan Rindu maafkan anak om ya, om berharap kamu dan Adit akan bahagia selamanya.


"Aamiin, terimakasih om" jawab Rindu


"om Jordan saya pamit dulu terimakasih untuk hari ini dan sekali lagi maaf sudah membuat kacau"katanya dengan menyesal. setelah pamit Wendi segera menyusul anaknya.


SELAMAT TAHUN BARU 2020


SEMOGA DI TAHUN YANG BARU INI APA YANG KALIAN MIMPIKAN SEGERA TERWUJUD.


yuk follow ig Author : @PenulisMicin

__ADS_1


😘😘😘😘


__ADS_2