
setelah honeymoon yang singkat Rindu dan Adit pun kembali ke rutinitas mereka. banyak kerjaan yang menumpuk membuat Adit menambahkan jam kerja dari biasanya.
Rindu harus pulang lebih awal dan tidak bisa menemani suaminya lembur kerja karena tidak ingin orang-orang curiga dengan mereka. sebelum pulang ke apartemen terlebih dahulu Rindu mampir ke mini market untuk membeli bahan-bahan makanan untuk suaminya makan malam.
setelah memasak Rindu menata makanan di meja makan kecil yang berada di dekat dapur. sambil menunggu suaminya pulang kerja Rindu menonton acara TV merebahkan tubuhnya di sofa dan tidak terasa dirinya terlelap tidur.
jam sudah menunjukkan pukul 9 malam dan Adit masih saja mengerjakan pekerjaannya. suasana kantor sudah sangat sepi dan Adit pun memutuskan untuk pulang. sampai di apartemen Adit di sambut dengan wangi masakan yang memang sudah siap tersusun di meja.
Dia tersenyum melihat Rindu yang sudah tertidur di sofa dengan tv yang masih menyala. Adit membelai rambutnya dan mencium kening istrinya membuat Rindu bangun dari tidurnya.
"sayang kapan datang?" tanyanya dengan nada yang berat dan bangun dari tidurnya
"baru saja sayang, maaf aku membangunkan mu"
"ga apa-apa sayang, kamu udah makan?" Adit menggelengkan kepalanya
"mau makan dulu atau mandi dulu?"
"emm mandi dulu aja deh badanku sudah lengket" ucapnya
selagi Adit di kamar mandi Rindu menyiapkan baju tidur untuk suaminya. setelah semua sudah siap dia pun langsung ke dapur menyiapkan nasi dan minum yang di tata nya di atas meja
"kamu masak apa sayang? saat aku masuk wangi nya sangat menggoda"
"emm semur ayam sama capcay, ayo duduk makan"
Adit pun menikmati makanannya. semenjak menikah Adit sudah tidak pernah makan makanan yang ada di luar. dia rela menahan rasa lapar demi masakan sang istri.
__ADS_1
"gimana enak ga?" tanya Rindu penasaran
"emmm enak banget sayang kamu bener-bener istri yang sempurna" ucapnya dengan mulut yang masih penuh makanan. Rindu tersenyum lebar dan melanjutkan makannya.
setelah mereka berdua menyantap makan malam yang terlalu malam untuk ukuran makan malam karena jam sudah menunjukkan pukul 10, Rindu membereskan meja makan dan Adit membantunya mencuci piring bekas makan keduanya. sebenarnya itu pertama kalinya Adit menyentuh tempat cuci piring, tapi melihat sang istri yang repot dengan kerjaan rumah dia pun memutuskan untuk membantunya.
"kamu bisa?" tanya Rindu sambil memeluk tubuh kekar Adit
"bisa donk masa cuma cuci piring aja ga bisa" Rindu tersenyum mendengarnya. selesai mencuci piring Adit membalikan badannya dan memeluk tubuh Rindu
"sayang kata dokter kalau habis makan ga baik loh langsung tidur, jadi gimana kalau kita olahraga?" Rindu mengerenyitkan dahi mendengar perkataan suaminya
"olahraga? malam-malam gini?" Adit mengangguk tersenyum dan dia langsung mengendong tubuh Rindu. Rindu pun langsung tau apa olahraga yang dimaksud oleh suaminya
Adit membopong tubuh Rindu masuk ke dalam kamar. dia meletakkan tubuh istrinya perlahan di atas ranjang, menatap lurus ke wajah istrinya.
"maksud kamu olah raga ini?"
"kamu pake apa sih sayang sampai aku sangat menyukai bibirmu?" tanyanya dan menciumnya kembali. benar saja kata Adit mereka benar-benar mengeluarkan keringat setelah 2 jam bercumbu. Rindu sangat kelelahan melayani suaminya. mungkin Adit mencurahkan semuanya karena selama honeymoon dia hanya mendapatkan jatah 2 kali dari istrinya.
"sayang kalau nanti kamu hamil kita pindah ke rumah ya" Rindu hanya mengangguk.
"...dan kamu juga harus berhenti bekerja, aku ga mau istri dan anakku kenapa-napa"
"iya sayang kamu tuh ya ternyata bawel juga"
"ini belum seberapa sayang, aku bisa lebih cerewet kalau kamu tidak pernah menurutiku" Rindu hanya tersenyum mendengarnya. keduanya pun terlelap setelah membuang energi yang cukup banyak.
__ADS_1
06.00
Rindu kaget setelah melihat jam yang ada di meja dipinggir kasur. saat hendak bangun Adit mengencangkan pelukannya membuat Rindu tidak bisa untuk bergerak.
"sayang kita kesiangan"
"aku masih mau seperti ini, bisa ga hari ini kita ga usah kerja" ucapnya sambil mencium pundak polos Rindu
"ga bisa sayang apa kata orang-orang kantor tentang kita" Rindu berusaha melepaskan pelukannya tapi Adit tetap dengan kencang memeluknya
"ga peduli mereka mau bicara apa toh kita memang sudah menikah" kali ini Adit membalikkan badan Rindu menghadap padanya. dia pun mencium bibir Rindu sedikit kasar sampai Rindu merasakan sesak.
"Adit" katanya melepaskan ciuman Adit
"sayang kata dokter olah raga pagi itu sangat baik untuk kesehatan jantung loh" godanya sambil menaikkan kedua alisnya.
"sayang kalau kita olah raga dulu yang ada kita bisa kesiangan pergi ke kantor"
"janji deh kali ini olah-raga bentar aja yayayaya" Rindu tidak bisa menolak suaminya dan kembali melayaninya.
"ciih apaan bentar, 1 jam di bilang bentar?" ucapnya kesal sambil membersihkan tubuhnya. setelah Rindu selesai dia menyiapkan kebutuhan sang suami dan membuat sarapan kali ini hanya roti tawar dengan selai kacang karena waktu sudah siang dan terlambat untuk dirinya memasak sarapan.
"sayang kita berangkat bareng aja"
"ga bisa yank aku....."
"pokoknya berangkat sama aku" ucapnya memotong pembicaraan Rindu. dia pun pasrah dan menuruti titah sang suami.
__ADS_1
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA 😘♥️