Cinta Rindu

Cinta Rindu
GAGAL


__ADS_3

Rindu sudah bangun lebih dahulu langsung membersihkan diri dan keluar untuk membantu assisten rumah tangga mempersiapkan sarapan.


"non Rindu duduk saja biar bibi yang mengerjakan semuanya"


"ga apa-apa kok bi aku sudah biasa kok memasak"


setelah memasak dan menyiapkan makanan yang ada di meja dia pun pergi ke kamar untuk membangunkan Adit.


"pagi kakek" sapa Rindu yang bertemu Jordan saat hendak kembali ke kamar


"pagi Rindu, kamu mau kemana? ga sarapan dulu?"


"mau bangunin Adit dulu kek"


"oh ya udah kakek tunggu di meja makan ya"


" iya kek"


Rindu berusaha membangunkan Adit, ternyata Adit sangat susah sekali di bangunkan. berulangkali Rindu berusaha membangunkan nya tapi tetap saja gagal, Rindu punya ide cara satu-satunya membangunkan Adit dengan menciumnya. benar saja saat Rindu mencium bibirnya, Adit langsung bangun dan langsung berada di atas Rindu.


"sayang aku cuma mau membangunkan mu untuk sarapan"kata Rindu yang terbata saking kagetnya dia


"pagi-pagi kamu sudah menggodaku sayang dan kamu harus tanggung jawab" ucapnya dan langsung mencium bibir Rindu dengan sedikit kasar.


tok...tok...tok


"den Adit, tuan Jordan sudah menunggu anda " Rindu bernafas lega akhirnya ada alasan dia mengakhiri serangan Adit.


"iya bi sebentar lagi kita kesana" teriak Rindu. Adit mendengus kesal dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"sial gagal" ucapnya yang sudah berada di kamar mandi. setelah membersihkan diri Adit keluar dari kamar mandi kaget melihat Rindu yang sudah siap pakai baju kerjanya.


"sayang kamu mau kemana?"


"kerja lah, aku tunggu di meja makan ya sayang baju kerjamu aku sudah siapkan" Adit menarik tangan Rindu sehingga masuk ke dalam pelukannya


"sayang kita baru mau menikah, setidaknya kamu cuti lah dan aku juga sudah merencanakan bulan madu kita" Rindu yang mendengarnya tertawa terbahak-bahak.


"kamu kenapa ketawa sih" dia melepas pelukannya


"sayang aku anak yang baru masuk, dan baru mendatangani kontrak masa percobaan 3 bulan masa iya aku udah ngajuin cuti lagi, apalagi alasannya cutinya menikah gitu? ya udah kamu siap-siap aku tunggu di meja makan ya" Rindu mengecup bibirnya, mengambil tas kerja yang sudah di siapkan nya sebelum dia ke rumah kakek Jordan.


"pagi kakek" sapa Rindu dan duduk di meja makan

__ADS_1


"pagi sayang, Adit mana?"


"masih bersiap kek"


"loh kenapa kamu memakai baju kerja? bukannya Adit sudah memesan tiket untuk honeymoon kalian ke Lombok?" Rindu yang mendengar perkataan Jordan kaget, Adit tidak menceritakan tentang penerbangan mereka ke Lombok. Rindu merasa bersalah tidak menjalankan rencana Adit, dia tau pasti rencananya itu adalah kejutan dia buat dirinya.


"Rindu kan masih pegawai magang kek jadi Rindu belum bisa mendapatkan cuti" jelasnya


"kenapa harus meminta izin? perusahaan itu sekarang sudah menjadi milikmu sayang"


"maaf kek, sebenarnya Rindu masih ingin merasakan impian Rindu bekerja di perusahaan penerbit dan kami sengaja menyembunyikan status kami dari kantor"


"oh oke kalau gitu, tapi kamu jangan pernah menunda untuk memberikan kakek seorang cicit ya" Rindu mengangguk tersenyum.


"kalian akan pindah hari ini? kenapa tidak tinggal saja disini temani kakek?" tanya Jordan lagi


"iya kek, barang-barang Rindu sudah berada di apartemen lagi pula jarak antara rumah sini dan kantor terlalu jauh" Jordan mengerti, memang jarak rumahnya dengan kantor membutuhkan waktu 1 jam di tambah padatnya kemacetan lalu lintas akan membuat perjalanan semakin lama.


di sisi lain Adit masih mematung karena perkataan Rindu, honeymoon yang sudah dia bayangkan selama ini gagal sudah. Adit menelpon Sony untuk membatalkan penerbangannya hari ini ke Lombok yang akan menjadi kejutan keduanya untuk Rindu karena Rindu yang sejak dulu sangat ingin pergi kesana. tapi kali ini kejutan kedua itu gagal. Adit menarik nafas dalam menuju ke ruang tamu dengan tidak semangat.


"kamu kenapa cemberut seperti itu?" tanya kakek Jordan pada cucunya tapi Adit tidak menjawab dia langsung memakan makanan yang sudah di siapkan Rindu untuknya.


"Adit kakek nanya?" tapi tidak juga di jawabnya


uhuk uhuk keduanya pun langsung mengambil minum yang ada di samping mereka.


"kalian berdua kenapa?"


"kakek maksud kakek apa? aku seorang pria yang perkasa" ucap Adit sambil pergi menuju keluar tanpa pamit. Jordan yang melihatnya tertawa begitupun dengan Rindu.


"kek Rindu berangkat ya" pamitnya sambil mencium tangan Jordan


"iya hati-hati ya, sering-seringlah main kesini menemui kakek" Rindu mengangguk dia pun segera berlari keluar menghampiri suaminya yang sudah menunggu di dalam mobil.


selama perjalanan Adit hanya diam, dia sama sekali tidak mengeluarkan suaranya. Rindu merasa bersalah pada Adit karena rencananya yang gagal karena dia.


"sayang, kok diem aja?" tanya Rindu menarik tangan kirinya lalu menciumnya


"aku lagi ga mood bicara jangan ganggu aku" ucapnya yang masih kesal. kenapa hari ini semua orang membuatku merasa kesal ucapnya dalam hati. Adit menarik tangannya dan kembali berkonsentrasi menyetir.


sesuai permintaan Rindu dia berhenti di halte bis tidak jauh dari kantor. Adit hanya pasrah mengikuti perintah istrinya. setelah menurunkan Rindu Adit langsung melajukan mobilnya tanpa pamit pada istrinya.


"maafkan aku Dit" bisiknya sambil terus menatap belakang mobil Adit

__ADS_1


sesampai di kantor Adit segara masuk ke dalam ruangan. dia langsung duduk dan mencubit keningnya.


"Arrrrrrgh" teriaknya


"ada yang perlu saya bantu pak?" tanya Soni yang segera datang saat mendengar direktur nya itu berteriak.


"Son, segera turunkan surat kerja Rindu yang menjadi assisten pribadi saya"


"baik pak" Soni pun keluar dari ruangan. Adit membuka ponselnya karena sejak tadi berbunyi


"ya halo"


"sayang aku sudah sampai kantor, btw maafin aku ya sayang karena aku rencana kamu jadi gagal, aku janji suatu hari nanti kita akan pergi honeymoon" Adit yang mendengar langsung tersenyum


"oke permintaan maaf di terima, tapi kamu harus janji kapan pun itu kamu harus setuju ya dan aku tidak mau lagi mendengar alasan mu"


"emm iya, ya udah aku kerja dulu ya" Rindu hanya pasrah dengan persyaratan Adit. diapun kembali bekerja karena memang kerjaan dia sangat banyak hari ini.


Adit kembali mengambil ponselnya yang berdering. dia tersenyum karena dia menyangka itu dari Rindu lagi tapi ternyata tidak.


"halo, ada apa"


"jutek banget pak, btw sekarang lo dimana? sudah berangkat ke Lombok kah?" tanya Fatih di sebrang sana


"jangan tanya itu gue lagi BT hari ini, ya udah kalau ga ada yang penting gue tutup ya gue banyak kerjaan"


"tunggu jangan bilang lo kerja???"


"emmm"


"hahahahahaha sumpah lo, bener Rindu the best banget bisa bikin lo patuh kaya gini, pasti lo hari ini kesel sama dia ya"


"banget mana gue belum dapet jatah lagi"


"hahahahahaha" Fatih kembali tertawa


"lo ketawa mulu deh gue tutup telpon nya ya" belum beres Fatih bicara dia sudah memutuskannya.


"orang menyebalkan ketiga hari ini" ucapnya dengan kesal sambil memandang ponselnya


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YAAAA

__ADS_1


__ADS_2