Cinta Rindu

Cinta Rindu
Rasa


__ADS_3

Rindu menyimpan tasnya di samping Meja belajarnya, dia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi hari ini


"Rindu." ucap Adit membuat tubuh Rindu terperanjat kaget.


"Ya ada apa?" dia membalikkan badannya menatap Adit. Adit menggerakan tangannya agar Rindu duduk di kasur di sampingnya, Rindu pun menurutinya dan duduk di samping Adit.


"Aku ga di tawarin minum?" ucap Adit terbata.


"Aaah iya aku lupa."Rindu mengambil gelas yang ada di meja dan mengisinya dengan air putih.


"Maaf cuma ada ini." dia menyodorkan gelas yang ada di tangannya dan Adit langsung mengambilnya.


"Makasih," ucapnya dan langsung meminumnya.


"Rindu, ada hubungan apa kamu sama Gilang?" Rindu langsung melirik ke arah Adit, kenapa orang ini tau semua yang bersangkutan dengan aku? gumamnya. Jantung Rindu berdetak dengan kencang, dia takut kalau Adit itu adalah seorang psikopat.


"Kamu jangan pikir yang macem-macem, aku ga sengaja liat kamu sama dia di perpus tadi,"


"Oh tadi kamu ke kamus? kenapa ga masuk ke kelas?" Adit menatap tajam ke arah mata Rindu membuat Rindu kaget dan langsung menunduk.


Apa aku salah ngomong ya? kenapa dia menatapku seperti itu? gumamnya.


"Kamu belum jawab pertanyaan aku, ada hubungan apa kamu sama Gilang?"


"Oh itu, dia sahabat aku di sekolah dulu, kami baru bertemu kembali setelah Gilang pindah semenjak kelulusan SMP,"


"Terus, kenapa tadi dia pake pegang tangan kamu segala? aku ga suka melihatnya,"


"Kamu juga ada di perpustakaan? kamu ngikutin aku ya? tapi, kenapa kamu ga masuk kuliah?"


"Aku ga harus ngejawab semua pertanyaan kamu 'kan?" Rindu menunduk kepalanya, benar kata Adit apa hak aku menanyakan itu semua padanya.


Rindu kemudian mengambil buku tulis dan memberikannya ke Adit, "Ini apa?" katanya sambil mengambil buku yang disodorkan Rindu.


"Catatan hari ini kamu 'kan tadi ga masuk," Adit tersenyum, dia senang mendapat perhatian dari Rindu.


"Rindu, aku beneran suka sama kamu maaf selama ini aku selalu mencari informasi tentangmu, aku penasaran orang seperti apa kamu, apa yang kamu lakukan dan aku juga selalu menunggumu pulang kerja mengikutimu sampai pulang ke rumah dengan selamat."

__ADS_1


Rindu tertunduk meneteskan air matanya, sudah lama dia tidak merasakan kehangatan seperti ini dan orang yang perhatian dengan dia. "Kamu kenapa nangis?" Adit mengangkat wajahnya dan mengusap dengan lembut air mata yang ada di pipinya.


"Apa aku melakukan kesalahan? maaf kalau apa yang aku lakukan membuatmu merasa tidak nyaman, kalau seperti itu aku perlahan akan menjauhimu aku tidak akan menggangumu lagi." Adit hendak berdiri dari kasur, tapi Rindu menggenggam tangannya membuat Adit kaget dan kembali duduk.


"Makasih ya." bisik Rindu, Adit tersenyum dia langsung memeluk Rindu saking bahagianya. Adit selama ini tidak pernah merasakan perasaan yang seperti ini, dia selalu di kelilingi wanita-wanita cantik, tapi tidak ada satupun yang membuat hatinya bergetar.


Sedikit cerita tentang Adit dia anak tunggal dari keluarga Kandrick. Sejak ayah dan ibunya meninggal dia menjadi anak yang pendiam dan pemarah. Selama ini Adit diasuh oleh kakeknya yang bernama Jordan Kandrick. walaupun dia hidup dengan fasilitas yang serba ada dan kasih sayang penuh dari sang kakek, tapi Adit tidak pernah merasakan kebahagiaan. Dia selalu merasa kesepian, semua berubah setelah dia bertemu dengan Rindu. Ada sesuatu yang bergetar di dalam hati membuatnya penasaran mendekati Rindu, benar saja setelah mendekatinya Adit merasakan sesuatu yang beda. Dia sangat ingin melindunginya dan ingin selalu ada di sisinya.


Adit melepaskan pelukannya menatap wajah manis Rindu.


"Rin, izinkan aku menjadi orang yang bisa melindungimu." air mata Rindu kembali jatuh dia tidak bisa menahannya, dia pun tersenyum dan mengangguk Adit yang melihatnya langsung memeluk kembali tubuh Rindu.


"Makasih ya, makasih, aku janji bakal membuat wajahmu selalu tersenyum."Adit menggenggam tangan Rindu.


"Laper ga? kita cari makan yu!"


"Makan disini aja gimana?" Rindu mengeluarkan dua buah mie instan siap seduh, Adit mengkerutkan dahinya.


"Kamu tiap hari makan itu? sayang, itu ga sehat." Rindu tersenyum mendengar panggilan sayang untuk dirinya.


"Ga kok, aku 'kan selalu makan di kedai ini cuma stok aja, pasti kamu jarang makan makanan kaya gini kan? makanya kita makan ini aja yaa." Adit pun pasrah, dia menatap Rindu dengan penuh kasih sayang.


"Kamu cantik." katanya sambil mencubit pipi Rindu. Rindu hanya tersenyum dia menyodorkan mie instan dan mereka berdua menikmati makanannya.


"Rindu, boleh 'kan aku panggil kamu, sayang?" Rindu hanya mengangguk.


"Lain kali kamu jangan terlalu sering makan mie instan ya, ini ga sehat,"


"Iyaa Adit, kamu bawel juga ya." Adit meraih tangan Rindu dan menciumnya tiba-tiba Rindu menariknya, karena kaget, "Maaf." katanya tertunduk malu.


"Aku yang minta maaf." Adit merasa bersalah.


"Ga kok Dit, aku yang salah. Aku cuma kaget tadi. Oia, kita jalan-jalan ke taman bawah yu!" Adit menyetujuinya dan mereka pun pergi ke taman. Adit mengenggam tangan Rindu membuat jantung Rindu berdebar, tidak pernah sama sekali dia membayangkan bisa menjadi kekasih Adit.


"Duduk disitu yu!" Adit menunjukkan ke arah bangku yang ada di bawah lampu hias taman.


"Dit, aku boleh minta sesuatu?" kata Rindu.

__ADS_1


"Boleh apapun," Adit menghadapkan tubuhnya ke depan Rindu.


"Tolong rahasiakan hubungan kita di kampus ya." senyum Adit seketika hilang dan dia melepaskan genggaman tangannya.


"Kenapa? apa kamu emang ada hubungan ya sama Gilang? jadi kamu takut ketauan 'kan?"


*K*enapa aku berfikir seperti itu? gumam Adit.


"Kamu marah? bukan itu maksud aku, cuma aku ga nyaman kalau orang nanti bakal menatap kita, terlebih lagi aku masih baru di kampus belum banyak orang yang aku kenal, please bisa 'kan kamu mengerti posisi aku." Rindu kembali meraih tangan Adit membuat hatinya menjadi luluh.


"Tapi, ada syaratnya,"


"Apa itu?" Rindu serius menatap wajah Adit.


"Yang pertama, kamu ga boleh deket atau ngobrol sama cowok selain sama aku, kedua kamu ga boleh jauh-jauh dari pandangan aku keti ...." Rindu menutup bibirnya membuatnya berhenti bicara.


"Kalau kaya gitu percuma donk dirahasiain, pokoknya kamu harus percaya sama aku, aku ga akan melirik cowok lain selain kamu." Adit salah tingkah mendengar apa yang dikatakan Rindu.


"Tapi janji ya, jangan pernah sengaja bertemu Gilang atau siapapun! dan selalu kabarin aku di manapun kamu berada." Rindu tersenyum mengangguk.


"... oh iya, ponsel kamu mana?" Rindu mengambil di sakunya dan menyerahkannya ke Adit.


"Mau apa?" Adit hanya diam dia membuka ponsel Rindu Mengganti kontaknya dengan tulisan, PACARKU dan mengunci ponselnya dengan tanggal jadian mereka begitupun dengan ponselnya sendiri.


"Dit, apa itu ga terlalu kekanak-kanakan?"kata Rindu sambil tertawa.


"Sayang, kok kamu ketawa sih, aku rela jadi kekanak-kanakan demi kamu." keduanya pun tertawa bersama.


.


.


.


.


.

__ADS_1


~Bersambung~


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA


__ADS_2