Cinta Rindu

Cinta Rindu
PERASAAN YANG TERPENDAM


__ADS_3

Adit yang mendapat pesan dari Kania langsung menuju ke mall tempat mereka berada.


"Rin" panggil Adit yang ada di belakangnya. Rindu yang sedang asik menikmati makanannya tersedak karena kaget mendengar suara pacarnya.


uhuk uhuk Adit langsung mengambil minum duduk di sampingnya dan memberikan minum pada Rindu. dia pun mengambil gelas yang ada di tangan Adit dan segera meminumnya.


"kamu kok disini" tanya Rindu dan dengan seketika Rindu melirik pada Kania. Kania hanya tersenyum tanpa dosa


"eh La tadi lo mau beli make up kan?" kata Kania mencari alasan agar dapat meninggalkan mereka berdua.


"oh iyaa gue lupa, kita berdua pamit ya kalian ngobrol aja dulu"


"kok kalian ninggalin aku sih" ucap Rindu kesal


"Dit titip Rindu ya, Rin sampe ketemu di kampus ya" mereka pun pamit meninggalkan keduanya.


Rindu masih merasa kesal pada dua temannya, dia hanya memainkan ponselnya sambil meminum jus jambu yang ada di depannya. berulang kali Adit mengajaknya bicara Rindu tidak menggubrisnya.


"Rin udah donk ngambeknya, sumpah tadi malam aku ga maen ke club" berulang kali juga Adit mengatakan sumpah di depan pacarnya itu tapi tetap saja Rindu tidak menanggapi nya


Setelah jus jambu nya habis Rindu berdiri keluar dari tempat makan itu tanpa menghiraukan Adit. Adit menarik nafas dalam dan mengikuti langkah Rindu menggenggam tangannya. Rindu berusaha untuk melepas tangannya tapi genggaman Adit sangat keras membuatnya pasrah.


"sayang percaya sama aku, aku tadi malam hanya nongkrong di cafe sekedar minum kopi tidak ada yang lain, kamu bisa tanya pada Arya dan Fatih kalau perlu tanya pada penjaga cafenya" Adit terus memohon pada Rindu agar dia memaafkannya.


Rindu menghentikan langkahnya dan menatap tajam ke arah Adit. Adit menjadi salah tingkah dengan tatapan pacarnya.


"kenapa sayang aku salah ngomong ya" katanya terbata


"tau ga kamu itu cerewet banget kaya ibu-ibu yang ada di pasar" ucap Rindu membuat Adit tertawa


"habisnya kamu ga mau percaya sama aku" katanya


"udah makan?" tanya Rindu yang mulai meredam kemarahan nya, Adit mengelengkan kepalanya. Rindu melihat jam yang ada di tangan nya, masih ada waktu untuk Adit makan bisiknya dalam hati.


" mau makan apa?"

__ADS_1


"apapun aku mau asal kamu selalu ada di dekat aku"


"ciih... gombal" Rindu berjalan untuk mencari makanan yang cepat saji karena hanya itu yang memungkinkan sebelum kelas selanjutnya di mulai.


setelah selesai menyantap makanan mereka berdua pun kembali ke kampus.


"Rindu" teriak seorang pria yang berada di parkiran mobil. Rindu baru saja turun dari mobil langsung melirik ke arah belakang tubuhnya.


"Gilang" Rindu segera menghampiri sahabat kecil nya itu yang berjarak 2 mobil dari mobil Adit. Adit baru saja turun dari mobilnya mengepalkan jarinya, dia tidak rela melihat Rindu tersenyum untuk laki-laki lain.


"apa kabar? aku jarang liat kamu di kampus" kata Rindu


"seperti yang kamu liat aku sangat baik, memang aku baru balik dari Malaysia nenek ku sedang sakit disana beliau ingin sekali bertemu dengan ku makanya aku kemaren izin, itu siapa?" tanya Gilang yang merasa risih dilihat olah Adit dengan tatapan tajam. Rindu lupa dengan keberadaan Adit dia melambaikan tangan menyuruh Adit untuk menghampirinya, Adit pun mengunci mobilnya dan menghampiri mereka.


"Lang kenalin ini........"


"Adit gue pacarnya Rindu" katanya dengan tegas memotong pembicaraan Rindu. Rindu tau kalau Adit sekarang sedang cemburu karena memang dia sangat tidak suka Rindu berbicara dengan lelaki lain. Gilang yang mendengarnya sedikit kaget dan kecewa karena sudah lama Gilang memendam perasaannya. dengan merasa berat hati Gilang menyambut tangan Adit


"Gilang sahabat Rindu" keduanya lumayan lama menggenggam tangan satu sama lain. Rindu yang menyadari suasana yang sudah tidak nyaman memisahkan tangan keduanya


"Dit kita kan ada kelas, Gilang sampai ketemu nanti ya"


"oke aku tunggu ya" Gilang memasuki mobilnya, Rindu yang melihatnya melambaikan tangan.


"sayang kamu ga boleh pergi" kata Adit yang menghentikan langkah Rindu


"mulai deh kamu cemburu sama Gilang?dia itu sa.... " Adit menutup mulut Rindu membuat nya berhenti bicara


"sayang ingat iya tidak ada persahabatan antara Laki-laki dan perempuan" Rindu diam, Adit kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas sambil menggenggam tangan Rindu


mereka pun duduk di bangku dekat dengan Kania dan Lala. Rindu berkali-kali melirik ke arah Adit yang sedang konsentrasi memperhatikan dosen di depan.


"Dit kamu marah?" tanya Rindu setelah dosen keluar dari kelas, Adit hanya diam sambil membereskan bukunya


".....pasti kamu marah karena Gilang tadi kan?"Adit hanya melirik kearahnya dan menarik tangan Rindu, dia pun pasrah mengikuti langkah pacarnya.

__ADS_1


"mau kemana?" tanya Rindu


"ke rumah"


"maksudnya? rumah kamu" Adit membuka pintu mobil dan Rindu pun masuk ke dalam


"Dit kami kenapa sih? kalau kamu marah karena aku setuju sama undangan Gilang aku minta maaf, aku ga enak Dit ayah Gilang itu sudah seperti orang tuaku sendiri"


"tapi kenapa kamu ga minta izin sama aku dulu"


"Dit masa iya aku.........."


"kamu boleh pergi kalau aku ikut" Rindu menarik nafas dalam dan memilih untuk diam karena dia tau kalau dia ngomong maka masalahnya tidak akan cepat selesai.


sampai di kediaman Kandrick Adit turun dari mobil dan membuka pintu untuk Rindu. dan dia mengandeng tangan Rindu masuk ke dalam rumah.


"sore kakek" sapa Adit pada Jordan yang sedang duduk santai melihat ikan di halaman belakang rumah


"sore, eh ada Rindu kenapa ga bilang mau mampir dulu" Rindu tersenyum dan dia segera mencium tangan Jordan


"kalian sudah makan?"


"sudah kok kek" jawab Rindu


"kek aku mau ngomong sesuatu" ucap Adit serius. dia duduk di samping Jordan di ikuti Rindu. Rindu pun aneh dengan Adit kenapa dia menjadi seserius ini.


"apa itu sayang" ucap Jordan


"aku ingin melamar Rindu" ucapan Adit membuat Jordan dan Rindu kaget. baru kali ini Adit serius dalam suatu hubungan pikir Jordan


"kamu serius?"


"iya kek aku serius, aku ingin segera mempunyai ikatan yang sah dengan nya" sekali lagi ucapan Adit membuat Rindu kaget


"kakek setuju apapun yang kamu putuskan, bagaimana dengan mu?" Jordan langsung melempar pertanyaan itu pada Rindu. Rindu diam dia tidak tau apa yang harus di katakannya, sedangkan Adit dan Jordan melihatnya mengharapkan jawaban darinya.

__ADS_1


TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA NOVEL RINDU


DITUNGGU LIKE DAN KOMENNYA....


__ADS_2